Anda di halaman 1dari 121

KEPUTUSAN KASAU NOMOR : KEP/571/X/2012 TGL 24 OKT 2012

Suspajemen-11 19/10/2019 1
TUJUAN KURIKULER

 AGAR PASIS MEMAHAMI


TTG DOKTRIN TNI AU
SWA BHUWANA PAKSA

Suspajemen-11 19/10/2019 2
POKOK-POKOK PENTING PENJABARAN
KURIKULUM
 LANDASAN SEJARAH HISTORIS TNI AU DAN
LANDASAN DOKTRIN
 IDENTITAS, PERAN, FUNGSI, DAN TUGAS TNI
 POKOK-POKOK KEKUATAN UDARA
 HAKIKAT ANCAMAN
 BINKUAT DAN BINPUAN
 GUNKUAT
 TATARAN KEWENANGAN & TGG JAWAB SERTA
KODAL

Suspajemen-11 19/10/2019 3
DOKTRIN?

Suspajemen-11 19/10/2019 4
DALAM PENGERTIAN UMUM
 DOKTRIN : Suatu ajaran/
p’ajaran yg secara khusus
diyakini k’bnarannya dan
dianggap sbg suatu
pegangan/pedoman dlm
rangka pe’laks tgs/pencapaian
tuj.

 Dari sisi mil Doktrin dip’dang


sbg sst yg b’kaitan dg strategi
dan taktik.
Suspajemen-11 19/10/2019 5
DOKTRIN
PERTAHANAN
NEGARA

DOKTRIN TNI
TRI DHARMA EKA
KARMA
STRATEGI MILITER

DOKTRIN TNI AD DOKTRIN TNI AL DOKTRIN TNI AU


“KARTIKA EKA “EKA SASANA “SWA BUANA
PAKSI” JAYA” PAKSA”

JUKDAS JUKDAS GUN KUAT


BIN TNI TNI

JUKIN JUKIN JUKIN


(SESUAI OMP OMSP
FUNGSI)

JUKIN JUKIN JUKIN JUKIN JUKIN JUKIN


BIN GUN BIN GUN BIN GUN
OPERASIONAL

JUK JUK JUK JUK JUK JUK JUK JUK JUK


LAK/MIN LAK/OPS LAK/OPS LAK/MIN LAK/OPS LAK/MIN LAK/OPS LAK/MIN LAK/OPS
TAKTIS
JUK JUK JUK JUK JUK JUK JUK JUK JUK
NIS LAP/TIS LAP/TIS NIS LAP/TIS NIS LAP/TIS NIS 6
LAP/TIS
Suspajemen-11 19/10/2019 6
BAB I
LATAR BELAKANG

Suspajemen-11 19/10/2019 7
1. AMANAT UNDANG-UNDANG

a. Ssi dgn Psl 10 UU RI No 34 Th 2004


ttg TNI, TNI : Institusi nasional yg
dalam pelaksanaan tugasnya
bertanggung jawab kepada NKRI
utk menghadapi berbagai ancaman
terhadap kepentingan nasional
(national interests).

Suspajemen-11 19/10/2019 8
1. AMANAT UNDANG-UNDANG

Tugas Pokok TNI : menegakkan


kedaulatan negara, menjaga
keutuhan wilayah, melindungi
segenap bangsa dan ikut serta dalam
upaya pemeliharaan perdamaian
dunia sesuai dengan mandat
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Suspajemen-11 19/10/2019 9
1. AMANAT UNDANG-UNDANG

Tugas Pokok TNI ini merupakan


penjabaran dari tugas negara atau tugas
pemerintah yang diamanatkan di dalam
alinea keempat Pembukaan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia
(UUD NRI) 1945

Suspajemen-11 19/10/2019 10
1. AMANAT UNDANG-UNDANG
b. Sebagai bagian dari TNI, AU
melaksanakan tugas TNI matra udara di bid
han, menegakkan hukum & menjaga
keamanan di wilayah udara yurisdiksi nas ssi
dgn ketentuan hukum nasional & hukum
internasional yg telah diratifikasi, laks tugas
TNI dlm pembangunan & pengembangan
kuat matra udara, serta melaks
pemberdayaan wil han ud.

Suspajemen-11 19/10/2019 11
1. AMANAT UNDANG-UNDANG
 TNI AU telah membuktikan peran
dan fungsinya secara aktif dlm
menghadapi segala bentuk
ancaman, gangguan & hambatan
terhadap kedaulatan & keutuhan
wilayah negara serta keselamatan
bangsa.

Suspajemen-11 19/10/2019 12
2. PERGESERAN PARADIGMA

a. Paradigma TNI : Redefinisi,


reposisi dan reaktualisasi peran TNI
dalam berbangsa dan bernegara. Hal
ini dilakukan agar dapat menjawab
tantangan dan tuntutan tugas-tugas
TNI ke depan yg semakin kompleks.

Suspajemen-11 19/10/2019 13
2. PERGESERAN PARADIGMA

Visinya TNI : solid, profesional,


tangguh, modern, berwawasan
kebangsaan, mencintai dan
dicintai rakyat.

Suspajemen-11 19/10/2019 14
2. PERGESERAN PARADIGMA

Berdasarkan visi tersebut TNI akan


mampu menjamin tetap tegak dan
utuhnya Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila dan UUD
NRI 1945.

Suspajemen-11 19/10/2019 15
2. PERGESERAN PARADIGMA

b. Salah satu tuntutan paradigma baru


TNI dalam rangka pencapaian visi TNI
tersebut adalah merevisi Doktrin ABRI
Catur Dharma Eka Karma (CADEK)
menjadi Doktrin TNI Tri Dharma Eka
Karma (TRIDEK).

Suspajemen-11 19/10/2019 16
2. PERGESERAN PARADIGMA

Tujuan Doktrin SBP disusun : untuk


mewujudkan kesatuan pola pikir, pola sikap,
dan pola tindak dalam rangka pembinaan
kemampuan dan penggunaan kekuatan, agar
dapat menjamin keberhasilan tugas TNI
Angkatan Udara, baik pada Operasi Militer
untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer
Selain Perang (OMSP).

Suspajemen-11 19/10/2019 17
3. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh
Dalam Penyusunan Doktrin.
 Doktrin SBP berbeda dgn doktrin2
AU negara lain karena adanya nilai2
yg terkandung dari paradigma
nasional & kondisi geografi,
demografi, sumber daya nasional,
kondisi sosial yg dimiliki bang Indo
serta budaya & tradisi militer TNI.

Suspajemen-11 19/10/2019 18
3. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam
Penyusunan Doktrin.

Sebab doktrin ada kesamaan dgn


negara2 lain :
 Adanya persepsi yg sama terhadap
tantangan di bidang keamanan
(security challenges) yg dapat menjadi
ancaman terhadap kepentingan
nasional,
Suspajemen-11 19/10/2019 19
3. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam
Penyusunan Doktrin.

 Ajaran2 yg pernah ada dalam doktrin2 di


kalangan militer secara umum (universal),

 Nlai2 yg terkandung dri paradigma


internasional yg terkait dgn tugasTNI AU.

Suspajemen-11 19/10/2019 20
4. Nilai-nilai Yang Terkandung Dalam
Paradigma Nasional dan Internasional.

 Nilai2 yg terkandung dlm PS, UUD’45, Wan


Nus & Tan Nas yg merupakan Paradigma
Nasional & Semangat SP (Bhinneka Tunggal
Ika) serta Proklamasi Kemerdekaan 17-8-’45
(Merdeka /Mati) perlu dijabarkan dlm
menyusun doktrin, baik Doktrin Kam Nas,
Doktrin haneng (Doktrin Strategi
Raya/Strategi Nasional bgi bang Indo), Doktrin
TNI (Doktrin Strategi Militer), & Doktrin
Angkatan.

Suspajemen-11 19/10/2019 21
4. Nilai-nilai Yang Terkandung Dalam
Paradigma Nasional dan Internasional.

 Selain itu, nilai2 universal yg terkandung


dlm beberapa paradigma internasional yg
telah diratifikasi ol Pemerintah RI juga
perlu dijabarkan ke dlm Doktrin TNI AU,
karena terkait dgn pelaksanaan tugas TNI
AU.

Suspajemen-11 19/10/2019 22
5. Hakikat dan Kedudukan.
 Hakikat Doktrin TNI Angkatan Udara
Swa Bhuwana Paksa berisi prinsip-
prinsip yang paling fundamental dan
implementatif untuk dijadikan pedoman
dalam rangka melaksanakan tugas TNI
Angkatan Udara.

Suspajemen-11 19/10/2019 23
5. Hakikat dan Kedudukan.
 Doktrin TNI Angkatan Udara Swa
Bhuwana Paksa merupakan doktrin
yang bersifat konseptual strategis yang
berkedudukan di bawah Doktrin Tri
Dharma Eka Karma dan merupakan
sumber bagi perumusan buku-buku
petunjuk tataran di bawahnya.

Suspajemen-11 19/10/2019 24
BAB II
LANDASAN HISTORIS TNI
ANGKATAN UDARA DAN
LANDASAN DOKTRIN
Suspajemen-11 19/10/2019 25
6. umum
 Bgs Ind adl bgs yg cinta damai ttpi lebih
cinta kemerdekaan & kedaulatannya. Bg
bgs Indo perang adl jalan terakhir yg
terpaksa harus ditempuh utk m’hankan
ideologi PS, kemerdekaan & kedaulatan
NKRI serta keutuhan bgs. Pada awal
berdirinya NKRI, TNI AU lahir dari wujud &
tekad bgs Indo utk berjuang & berdaulat.

Suspajemen-11 19/10/2019 26
6. umum

 Jati diri, nilai-nilai juang yang tercermin


dalam lambang TNI Angkatan Udara Swa
Bhuwana Paksa dan harus menjadi
pedoman bagi kepentingan pelaksanaan
tugas negara.

Suspajemen-11 19/10/2019 27
7. Sejarah Perjuangan TNI Angkatan
Udara.

 a. Dgn semangat juang, keikhlasan, sifat


pantang menyerah, & hanya ditunjang ol
alutsista terbatas berupa pesawat terbang
peninggalan penjajah saat itu, TNI AU telah
mampu menjadi tulang punggung negara utk
berperan secara aktif & berhasil
mempertahankan kemerdekaan & kedaulatan
negara yg berdampak politis & psikologis
secara internasional.

Suspajemen-11 19/10/2019 28
7. Sejarah Perjuangan TNI
Angkatan Udara.
 Keberhasilan perjuangan tersebut
menjadi tonggak sekaligus menjadi jati
diri TNI Angkatan Udara sebagai tentara
rakyat, tentara pejuang, tentara
nasional, dan tentara profesional dalam
pembangunan untuk mewujudkan
kejayaan Indonesia.

Suspajemen-11 19/10/2019 29
7. Sejarah Perjuangan TNI
Angkatan Udara.
 Dgn mewarisi ketauladanan para
pendahulu, menghayati nilai2
perjuangan bang & peran kekuatan
udara, generasi penerus memikul tugas
suci utk mewujudkan TNI AU yg
senantiasa mampu berperan sebagai
Sayap Tanah Air.

Suspajemen-11 19/10/2019 30
7. Sejarah Perjuangan TNI Angkatan
Udara.
 b. Sejak lahir tgl 9 April 1946, TRI AO yg
kemudian ganti jadi AURI, lanjut jadi TNI
AU, keterlibatan TNI AU dlm merebut &
mem’han merdeka sudah dibuktikan dlm
ops2 militer maupun non militer, sej gun
kuat udara inilah yg menjadi pegangan
bagaimana kuat ud diberdayakan bersama2
kuat lainnya.

Suspajemen-11 19/10/2019 31
contoh-contoh operasi :
1) Penerbangan I pd tgl 27 Okt ‘45 dgn pswt Cureng ol
penerbang A. Adisutjipto di Pangkalan Udara Maguwo,
maka operasi ops ud militer semakin digiatkan,
Tgl 21 Juli 1947 aksi militer Belanda telah menyerang
berbagai Pangkalan Udara RI,
Tgl 29 Juli 1947 pemboman terhadap kedudukan Belanda
secara serentak di kota Ambarawa, Salatiga & Semarang
dgn menggunakan pswt peninggalan Jepang : pswt Cureng
& Pswt Cukiu.
Tgl 29 Juli 1947 Belanda melakukan serangan terhadap
pswt Dakota VT-CLA milik India dgn misi kemanusiaan.
jatuh diYogyakarta, crew beserta penumpang lainnya gugur.

Suspajemen-11 19/10/2019 32
contoh-contoh operasi :

 2) Pada tanggal 17 Oktober 1947


pasukan TNI dengan menggunakan
Dakota RI-002 mengangkut pasukan
sebanyak 14 orang telah diterjunkan
di Kotawaringin Kalimantan dalam
rangka membantu perjuangan rakyat
di sana. Ops Linud I.

Suspajemen-11 19/10/2019 33
contoh-contoh operasi :

3) Pada masa Republik Indonesia


Serikat (1949-1950),… Operasi darat
yang dibantu oleh penembakan udara
oleh pesawat B-25 Mitchell merupakan
tahapan awal dari pengembangan
operasi gabungan yang melibatkan
kekuatan matra darat dan udara …

Suspajemen-11 19/10/2019 34
Contoh-contoh operasi

4) Dalam rangka perebutan


pembebasan Irian Barat tahun 1962,
telah dicanangkan Tri Komando
Rakyat, operasi dalam rangka
perebutan telah dibentuk kesatuan-
kesatuan tempur yang ditempatkan
di sekitar Indonesia bagian timur.

Suspajemen-11 19/10/2019 35
8. Nilai-Nilai Juang TNI
Angkatan Udara.
 Perjuangan para pendahulu yang diteruskan secara
berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya, telah
membentuk TNI Angkatan Udara yang senantiasa siaga
dan mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai
penegak kedaulatan negara di dan melalui udara. Upaya
pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan
TNI Angkatan Udara, diselenggarakan berdasarkan
analisis menyeluruh terhadap kondisi lingkungan
strategis.

Suspajemen-11 19/10/2019 36
9. Lambang TNI Angkatan Udara

 Nilai-nilai juang TNI Angkatan Udara yang


dimanifestasikan dalam bentuk lambang TNI Angkatan
Udara Swa Bhuwana Paksa memiliki kandungan makna
sebagai sayap tanah air Indonesia. Lambang tersebut
sekaligus menyatakan, bahwa TNI Angkatan Udara
merupakan payung yang melindungi seluruh wilayah
kedaulatan Indonesia dan mengangkat harkat martabat
bangsa serta bertekad membangunnya untuk menjadi
Indonesia yang jaya di udara.

Suspajemen-11 19/10/2019 37
Suspajemen-11 19/10/2019 38
Maknanya

 a. Burung Garuda
mengembangkan sayap
selebar-lebarnya dengan posisi
kepala mengarah ke timur

Suspajemen-11 19/10/2019 39
Maknanya

 b. Pita bertuliskan Swa Bhuwana


Paksa sebagai semboyan TNI
Angkatan Udara berasal dari bahasa
Sanskerta dan melambangkan TNI
Angkatan Udara sebagai “ Sayap
Tanah Air”

Suspajemen-11 19/10/2019 40
Maknanya

 Lima buah anak panah digenggam erat


oleh cakar garuda melambangkan dasar
negara Pancasila yang mendapat
perlindungan sebaik-baiknya dari TNI
Angkatan Udara sebagai indikasi
memegang teguh Pancasila.

Suspajemen-11 19/10/2019 41
Maknanya

 d. Perisai yang berisikan peta


kepulauan Indonesia dengan garuda
berdiri di atasnya melambangkan TNI
Angkatan Udara yang kuat dan kokoh
dalam melindungi NKRI.

Suspajemen-11 19/10/2019 42
Maknanya

 e. Lidah nyala api berjumlah empat di kanan


dan lima di kiri perisai melambangkan angka
keramat tahun 45 yang bermakna TNI
Angkatan Udara memiliki semangat yang
berkobar dan tekad tidak mengenal
menyerah dalam mempertahankan
kemerdekaan negara sejak diproklamasikan
pada tahun 1945.

Suspajemen-11 19/10/2019 43
Maknanya

 f. Dua untaian manggar (bunga kelapa)


masing-masing terdiri atas tujuh belas
kuntum yang disusun melingkari garuda dan
perisai melambangkan peran TNI Angkatan
Udara bagi upaya peningkatan kesejahteraan
dalam rangka mengisi kemerdekaan
mencapai tujuan nasional.

Suspajemen-11 19/10/2019 44
10. Landasan Doktrin.
1.Landasan Filosofis
a. Landasan idiil.
b. Landasan Konstitusional.
2.Landasan Konseptual
a. Landasan Visional.
b. Landasan Konsepsional.
3.Landasan Operasional
a. Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2002.
b. Undang-Undang RI Nomor 34 Tahun 2004.
c. Doktrin TNI ”Tri Dharma Eka Karma”.
Suspajemen-11 19/10/2019 45
BAB III
IDENTITAS, PERAN,
FUNGSI DAN TUGAS
TNI AU
Suspajemen-11 19/10/2019 46
11. Umum.

 Identitas TNI Angkatan Udara ditentukan


oleh para prajuritnya dalam melaksanakan
tugasnya harus berpegang pada kode
kehormatan prajurit TNI dengan maksud
agar supaya sadar akan kedudukan,
kehormatan dan martabat prajurit TNI.

Suspajemen-11 19/10/2019 47
12. Identitas TNI Angkatan
Udara.
a. Jati Diri.
1) Tentara Rakyat.
2) Tentara Pejuang.
3) Tentara Nasional
4) Tentara Profesional.
b. Kode Etik TNI Angkatan Udara. : SP, SM, 8
Wajib TNI

Suspajemen-11 19/10/2019 48
13. Peran TNI Angkatan Udara.

 Dalam penyelenggaraan pertahanan


negara, TNI Angkatan Udara berperan
sebagai alat pertahanan negara matra
udara di wilayah yurisdiksi nasional.

Suspajemen-11 19/10/2019 49
13. Peran TNI Angkatan Udara.

 Dalam menghadapi ancaman militer, TNI


Angkatan Udara berperan sebagai komponen
utama yang didukung oleh komponen
cadangan dan komponen pendukung,
sedangkan
 Dalam menghadapi ancaman non-militer, TNI
Angkatan Udara berperan sebagai penegak
hukum dan keamanan di udara,
pemberdayaan wilayah pertahanan udara,
serta unsur pendukung bagi lembaga
pemerintah di luar bidang pertahanan.
Suspajemen-11 19/10/2019 50
14. Fungsi TNI Angkatan Udara.

a. Fungsi Pembinaan.
1) Pembinaan Kekuatan.
2) Pembinaan Kemampuan.
b. Fungsi Penggunaan Kekuatan.
1) Penangkal
2) Penindak.
3) Pemulih.

Suspajemen-11 19/10/2019 51
15. Tugas TNI Angkatan Udara.
 1) Melaksanakan tugas TNI matra udara di
bidang pertahanan. 2) Menegakkan hukum dan
menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi
nasional sesuai dengan ketentuan hukum
nasional dan hukum internasional yang telah
diratifikasi. 3) Melaksanakan tugas TNI dalam
pembangunan dan pengembangan kekuatan
matra udara. 4) Melaksanakan pemberdayaan
wilayah pertahanan udara.
 2)Diwujudkan dalam OMP & OMSP.
Suspajemen-11 19/10/2019 52
a) Operasi Pertahanan Udara.
b) Operasi Serangan Udara
Strategis.
c) Operasi Lawan Udara Ofensif.
d) Operasi Dukungan Udara.
e) Operasi Informasi.

Suspajemen-11 19/10/2019 53
a) Mengatasi gerakan separatis
bersenjata.
b) Mengatasi pemberontakan
bersenjata.
c) Mengatasi aksi terorisme.
d) Mengamankan wilayah
perbatasan.
Suspajemen-11 19/10/2019 54
e) Mengamankan obyek vital nasional
yang bersifat strategis.
f) Melaksanakan tugas perdamaian dunia
sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.
g)Mendukung mengamankan Presiden dan
Wakil Presiden RI beserta keluarganya.

Suspajemen-11 19/10/2019 55
( LANJUTAN …)

h) Memberdayakan wilayah
pertahanan dan kekuatan
pendukungnya secara dini dalam
rangka sistem pertahanan semesta.

i) Membantu tugas pemerintahan di


daerah.

Suspajemen-11 19/10/2019 56
( LANJUTAN …)

j) Membantu Kepolisian Negara Republik


Indonesia dalam rangka tugas keamanan
dan ketertiban masyarakat yang diatur
dalam Undang-Undang.

k) Mendukung mengamankan tamu


negara setingkat kepala negara dan
perwakilan asing yang sedang berada di
Indonesia.
Suspajemen-11 19/10/2019 57
( LANJUTAN …)

l) Membantu menanggulangi akibat bencana


alam,pengungsian dan pemberian bantuan
kemanusiaan.

m)Membantu pencarian dan pertolongan dalam


kecelakaan (search and rescue).

n) Membantu pemerintah untuk pengamanan


pelayaran dan penerbangan terhadap
pembajakan, perampokan dan penyeludupan.
Suspajemen-11 19/10/2019 58
BAB IV
POKOK-POKOK KEKUATAN
UDARA
Suspajemen-11 19/10/2019 59
16. Umum.

 Tuntutan memenangkan perang pada


penyusunan strategi perang telah
berkembang sejak Perang Dunia I dan salah
satu perkembangan yang terjadi adalah
bergesernya strategi militer ketika
kekuatan udara mulai dikenal dan
digunakan dalam peperangan.

Suspajemen-11 19/10/2019 60
1.KOMPONEN UTAMA
2.KOMPONEN CADANGAN
3.KOMPONEN PENDUKUNG

Suspajemen-11 19/10/2019 61
a. KEMAMPUAN PENGENDALIAN UDARA
(CONTROL OF THE AIR),
diklasifikasikan :
a. Keadaan Udara yang
Menguntungkan (Favourable Air
Situation).
b. Keunggulan Udara (Air Superiority).
c. Supremasi Udara (Air Supremacy).
b. KEMAMPUAN SERANGAN UDARA
(AIR STRIKE).
Suspajemen-11 19/10/2019 62
( LANJUTAN …)
c. KEMAMPUAN DUKUNGAN UDARA
(AIR SUPPORT ). M’laks giat tdr atas :
Kemampuan untuk mendukung pelaksanaan
operasi kekuatan darat, laut dan udara yg
sedang/akan melaksanakan operasi dalam
rangka keberhasilan pelaksanaan tugas operasi
kawan. Ditujukn menciptkn keberlangsungn
perang. Penyelenggaraan satu atau lebih
kegiatan maupun sbg suatu rangkin giat yg
b’sifat serial.
Suspajemen-11 19/10/2019 63
( LANJUTAN …)

d. KEMAMPUAN EKSPLOITASI
INFORMASI.
Unt mdpt &
m’dayagunakan
informasi mll wahana
dirgantara agar tercipta
penguasaan udara.
Suspajemen-11 19/10/2019 64
19.
1. ALAT PENYELENGGARA PERANG
a. Pengelolaan.
b.Pengamatan.
c. Penghancuran.
d.Pemaksaan.
e. Dislokasi.
f. Pengalihan.
g.Penundaan.
h.Penurunan Moril.
2. ALAT P’NYELGAR GAK K’DAULT NEG
DAN HKM DI UDARA

Suspajemen-11 19/10/2019 65
( LANJUTAN …)

3. ALAT PENYELENGGARA
PENCEGAH KRISIS INTERNASIONAL
a. Peringatan.
b. Isyarat.
c. Dukungan.
d. Pertolongan.
e. Peningkatan Stabilitas.
f. Penangkalan.

Suspajemen-11 19/10/2019 66
( LANJUTAN …)

4. ALAT PENYELENGGARA
PEMELIHARAAN PERDAMAIAN
a.Meningkatkan Hub Internasional.
b.Memberikan Dampak Penangkalan.
c.Kehadiran.

5. ALAT PENYELENGGARA DUKSOS


a. Bencana alam.
b. Akibat perang dan konflik.

Suspajemen-11 19/10/2019 67
20

1. KETINGGIAN.
2. KECEPATAN.
3. DAYA JANGKAU.
4. FLEKSIBILITAS.
5. DAYA TEROBOS.
6. DAYA TANGGAP.
7. PEMUSATAN
KEKUATAN.
8. DAYA PENGHANCUR.
9. PRESISI
10.MOBILITAS.
11.DAYA KEJUT.
Suspajemen-11 19/10/2019 68
( LANJUTAN …)

1. KETERGANTUNGAN PD LANUD.
2. DAYA ANGKUT.
3. BIAYA MAHAL.
4. SENSITIF THD CUACA.
5. KERAWANAN.
6. KETERGANTUNGAN TEKNOLOGI.
7. KERAPUHAN

Suspajemen-11 19/10/2019 69
21.
1. Proses & sarana bagi pelaksanaan
wewenang & arahan Komandan.
2. Prinsip Dasar Komando dan Kendali.
a. Kesatuan Komando dan Kendali.
b. Sentralisasi pd tk kebijakan.
c. Desentralisasi pengendalian pd
pelaksanaan dilapangan.

Suspajemen-11 19/10/2019 70
( LANJUTAN …)

3. Kesatuan Kodal Utk Hindari :


a. Terpecahnya kekuatan
menjadi kekuatan- kekuatan
kecil yg akan mengurangi daya
gempur, krn kekuatannya tdk
terkonsentrasi.

b. Penggunaan kekuatan
gabungan yg tdk teratur dan tdk
terkoordinasi.
Suspajemen-11 19/10/2019 71
( LANJUTAN …)

4. Sentralisasi pd tingkat
kebijakan. Utk capai hsil maks.
5. Desentralisasi
Pelaksanaan. Limphkn
wwng dlm laks tgs
maupun misi.

Suspajemen-11 19/10/2019 72
22.

Komando Strategis.

Komando Operasional.

Komando Taktis.

Suspajemen-11 19/10/2019 73
BAB V
ANCAMAN

Suspajemen-11 19/10/2019 74
23. Umum.
Kecenderungan globalisasi ditandai
dengan perkembangan kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi, komunikasi dan
informasi sangat mempengaruhi sifat
dan bentuk ancaman.

Suspajemen-11 19/10/2019 75
24. Hakikat Ancaman (The Nature
of Threat).
 Hakikat Ancaman adalah segala sesuatu yang mengancam
atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah
NKRI dan keselamatan bangsa Indonesia yang merupakan
kepentingan keamanan nasional, baik dari segi sumber
ancaman (ancaman dari dalam negeri, luar negeri dan
azimutal), dari segi macam ancaman (ancaman militer atau
non-militer), maupun dari segi aktor ancaman (ancaman suatu
negara atau bukan negara).

Suspajemen-11 19/10/2019 76
24. Hakikat Ancaman (The Nature
of Threat).
 Sumber ancaman (the source of threat) terhadap
“Keamanan Nasional” menjadi semakin luas, bukan
hanya meliputi ancaman dari luar (external threat)
atau ancaman dari dalam (internal threat), akan
tetapi juga ancaman azimutal yang bersifat global
dari segala arah dan berbagai aspek, tanpa bisa
dikategorikan sebagai ancaman yang datang dari
luar atau dari dalam.

Suspajemen-11 19/10/2019 77
25. Macam Ancaman.
 a. Ancaman Militer Tradisional.
 1) Agresi
 2) Sengketa perbatasan, baik wilayah perbatasan darat,
wilayah laut ZEE, wilayah yurisdiksi udara nasional, dan
pelanggaran wilayah.
 3) Sabotase, dari pihak tertentu untuk merusak instalasi
penting dan objek vital nasional.
 4) Spionase, yang dilakukan oleh negara lain untuk
mencari dan mendapatkan rahasia militer.

Suspajemen-11 19/10/2019 78
b. Ancaman Militer Non-
Tradisional.
 Ancaman militer non-tradisional
merupakan ancaman yang sumbernya
tidak hanya berasal dari kekuatan militer
negara lain, dapat pula berupa separatisme
bersenjata, radikalisme bersenjata, konflik
komunal bersenjata, terorisme bersenjata,
pembajakan, perompakan bersenjata,
penyelundupan senjata dan amunisi,
pemberontakan bersenjata,

Suspajemen-11 19/10/2019 79
b. Ancaman Militer Non-
Tradisional.
 kejahatan terorganisir lintas negara yang dilakukan
oleh aktor-aktor non-negara dengan memanfaatkan
kondisi dalam negeri yang tidak kondusif, atau juga
dari faktor fenomena alam. Berdasarkan analisa
kecenderungan lingkungan strategis yang terjadi,
ancaman militer non-tradisional ke depan dapat
berupa aksi separatisme, pemberontakan, aksi
radikalisme, aksi terorisme, sabotase, spionase,
pembajakan, perompakan, penyelundupan dan
perdagangan senjata, amunisi dan bahan peledak.

Suspajemen-11 19/10/2019 80
c. Ancaman Non-Militer (Nir-Militer).

 Ancaman non-militer dalam konteks


pertahanan negara pada hakikatnya adalah
ancaman yang menggunakan faktor-faktor
non-militer yang dinilai mempunyai
kemampuan membahayakan atau
berimplikasi mengancam kedaulatan
negara, keutuhan wilayah negara dan
keselamatan segenap bangsa.

Suspajemen-11 19/10/2019 81
c. Ancaman Non-Militer (Nir-Militer).

 Ancaman non-militer dapat berasal


dari luar negeri atau dapat pula
bersumber dari dalam negeri.
 Ancaman non-militer digolongkan
dalam ancaman yang berdimensi
ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, informasi dan teknologi.

Suspajemen-11 19/10/2019 82
c. Ancaman Non-Militer (Nir-Militer).

 Ancaman non-militer ke depan dapat berupa aksi


separatis ideologi dan politik, konflik komunal, kerusuhan
sosial skala besar dan berlarut (revolusi sosial), demo anarkis
(pembangkangan massal), bencana, wabah penyakit,
pencurian ikan (illegal fishing), pencurian kayu (illegal
logging), penambangan gelap (illegal mining), penyelundupan,
perdagangan manusia, pengungsi luar negeri, kejahatan
komputer (cybercrime), kemiskinan, kebodohan, krisis pangan,
krisis energi, narkoba, korupsi dan pencucian uang.

Suspajemen-11 19/10/2019 83
26. Bentuk Perang. Perang dapat
terjadi dalam bentuk:
a. Perang Simetris.
b. Perang Asimetris.
c. Perang Proxy (Proxy War).

Suspajemen-11 19/10/2019 84
27. Sasaran Ancaman.

a. Sasaran Ancaman Terhadap Kedaulatan


Negara.
b. Sasaran Ancaman Terhadap Keutuhan
Wilayah RI.
c. Sasaran Ancaman Terhadap Keselamatan
Bangsa.

Suspajemen-11 19/10/2019 85
28. Penggolongan Ancaman.

a. Ancaman Berdasarkan dari


Sumbernya.
b. Ancaman Berdasarkan dari
Macamnya.
c. Ancaman Berdasarkan dari Aktornya.

Suspajemen-11 19/10/2019 86
29. Skenario Prediksi Ancaman.

 Skenario prediksi ancaman dari luar yang


merupakan ancaman militer, diperkirakan
berdasarkan analisis perkembangan
lingkungan strategis terhadap tinjauan
keamanan global, regional dan nasional.
Sedangkan skenario prediksi ancaman dari
dalam yang merupakan ancaman non-militer,
diperkirakan berdasarkan analisis tinjauan
situasi keamanan nasional/dalam negeri
terhadap ancaman non-militer.
Suspajemen-11 19/10/2019 87
BAB VI
PEMBINAAN KEKUATAN
DAN KEMAMPUAN TNI
ANGKATAN UDARA
Suspajemen-11 19/10/2019 88
31.

a) URGENSI.
b) RESIKO.
c) PROFESIONALITAS.
d) TEKNIS.
e) LEGALITAS.
f) KAM DAN K’SELAMATAN.

Suspajemen-11 19/10/2019 89
1. GAR BIN TNI AU DILAKUKAN DLM SATU
SIKLUS BIN SCR BERKELANJUTAN
TERHADAP PENCAPAIAN TUGAS TNI AU.

2. DISETIAP ESELON, BIN DILAKUKAN SCR


TERPADU,
TERENCANA DLM PENENTUAN TUJUAN,
PENTAHAPAN SAS, PENERAPAN SISMET
YG BAKU UTK SETIAP JENJANG.

Suspajemen-11 19/10/2019 90
3. BIN TNI AU M’WJUDK POSTUR TNI AU
GUN ATASI SETIAP ANCAMAN MILITER
& BERSENJATA SERTA MAMPU LAKS
TUGAS OMP DAN OMSP.

4. GAR BIN TNI AU MRPKN TG JWB KASAU


DLM GAR BIN KHAS MATRA UD.

Suspajemen-11 19/10/2019 91
TOTALITAS SINERGI KEKUATAN MELIPUTI :

1.ORGANISASI.
2.PERSONEL.
3.MATERIL.
4.FASILITAS & JASA.
5.SISTEM DAN METODE.
6.PROGRAM & ANGGARAN.

Suspajemen-11 19/10/2019 92
TUJUAN BIN KEKUATAN

Ditujukan utk mencapai tingkat


kemampuan yg profesional agar dapat
mendukung pelaksanaan tugas TNI AU

Suspajemen-11 19/10/2019 93
( LANJUTAN …)

SASARAN BIN KEKUATAN

1)CAPAI TK SIAP KUAT ALUTSISTA


OPTIMAL.

2) CAPAI TKAT SIAP OPS YG TINGGI UTK


DPT DIPROYEKSIKN GUNA LAKS BBG
BUTUH OPS UD TEPAT WKT.

Suspajemen-11 19/10/2019 94
( LANJUTAN …)

SASARAN BIN KEKUATAN

3) CAPAI POLA GELAR KUAT UD SIFAT


FLEKSIBEL BERDSRKN PENENTUAN
KRITERIA OPS, SHG MAMPU
ANTISIPASI ANC YG DIPERSEPSIKN.

4) CAPAI TK PADU SISTAUD YG SOLID &


MEMADAI UTK LAKS TGS OMP DN
OMSP.
Suspajemen-11 19/10/2019 95
( LANJUTAN …)

SASARAN BIN KEKUATAN

5) CAPAI TK EFEKTIFITAS ORG,


SISMET, KEPEMP & JEMEN SERTA
ANGGR DLM DORONG GERAKKN
ELEMEN2 KUAT UD PD HASIL BIN
SCR OPTIMAL DN AMAN.

Suspajemen-11 19/10/2019 96
( LANJUTAN …)

SASARAN BIN KEKUATAN


6 WUJUD KESIAPSIAGAAN SATUAN,
LANCAR PROSES BINPUAN DN
TERPELIHARA MORIL SERTA
SEJAHTERA PERS DGN ARAH BIN
MLL BIN PANGKALAN YG M’LIPUTI
BANGUNAN KTR, RUMAH, FAS, DIK,
MEDAN LAT DN SARPRAS LAINNYA
YG PERLU UTK MUDAH GIAT BIN SAT
MAUPUN LANCAR DLM LAKS TUGAS.

Suspajemen-11 19/10/2019 97
( LANJUTAN …)

ASAS BIN KEKUATAN


1. MANFAAT.
2. KETERPADUAN.
3. JANGKA PANJANG.
4. PENCAPAIAN SASARAN.
5. REALISTIS.
6. RESPONSIF.
7. OBJEKTIF.
8. EFISIEN ANGGARAN.
Suspajemen-11 19/10/2019 98
( LANJUTAN …)

1. ORGANISASI.
2. PERSONEL.
a. BIN TENAGA MANUSIA.
b. BIN FUNG PERSONEL.
c. BIN MENTAL.
d. BIN ILMU PENG TEK.
OBJEK e. BIN JAS.
f. BIN KEPEMIMPINAN TNI AU.
BIN KEKT 3. MATERIIL, FASILITAS DN JASA.
4. SISTEM DN METODE.
a. BIN SISTEM.
b. BIN METODE.
c. BIN MANEJEMEN.
5. ANGGARAN.
Suspajemen-11 19/10/2019 99
Meliputi Kemampuan Bidang :
1. Intelejen.
2. Pertahanan
3. Kemanan
4. Pem’dayaan Wil han.
Suspajemen-11 19/10/2019 100
TUJUAN BIN KEMAMPUAN
Ditujukan untuk mencapai
tingkat kemamuan yg
profesional agar dapat
mendukung pelaksanaan tugas
TNI AU
Suspajemen-11 19/10/2019 101
( LANJUTAN …)

SASARAN BIN KEMAMPUAN

1) T’WJUDNYA K’TPADUAN
GUNKUAT TNI AU.

2) T’WUJUDNYA K’PUAN TNI AU


YG DPT DUK TGS TNI DLM
RGK OMP DAN OMSP.

Suspajemen-11 19/10/2019 102


( LANJUTAN …)

SASARAN BIN KEMAMPUAN

3) CAPAI TK PROF PRAJ YG M’LPUTI


K’PUAN, K’AHLIAN,
DEDIKASI/LOYALITAS, MORIL DN
SIFAT KEPERWIRAAN
4) CAPAI TK PEMILIKAN DN
P’NGUASAAN
TEKNOLOGI TERKINI YG UTAMAKN
PRODUK DR INDUSTRI D N,
DIBANDINGKN JIKA GUN PROD L N.
Suspajemen-11 19/10/2019 103
( LANJUTAN …)

ASAS BIN KEMAMPUAN


1. TUJUAN.
2. KENYAL.
3. DESENTRALISASI.
4. KETERPADUAN.
5. KEMANDIRIAN.
6. PENGUASAAN
PROFESI.

Suspajemen-11 19/10/2019 104


( LANJUTAN …)

OBJEK BIN KEMAMPUAN


1. KEMAMPUAN INTELIJEN.
2. KEMAMPUAN PERTAHANAN.
3. KEMAMPUAN KEAMANAN.
4. KEMAMPUAN PEMBERDAYAAN
WILAYAH.
5. KEMAMPUAN DUKUNGAN.

Suspajemen-11 19/10/2019 105


BAB VII
PENGGUNAAN
KEKUATAN
TNI ANGKATAN UDARA

Suspajemen-11 19/10/2019 106


a. Ancaman.
b. Politik Negara.
c. HAM & Hk
Humaniter.
d. Lingkungan hidup.

Suspajemen-11 19/10/2019 107


a. Asas Tujuan.
b. Asas Penyerangan.
c. Asas Pendadakan.
d. Asas Pengamanan.
e. Asas Pemusatan Serangan.
f. Asas Ekonomis.
g. Asas Pemusatan Komando.
h. Asas Kesederhanaan.
i. Asas Kekenyalan.
j. Asas Kohesi.
k. Asas Kesatuan Usaha.
l. Asas Pemanfaatan Informasi.
m. Asas Manfaat.
n. Asas Keunggulan Moril.
Suspajemen-11 19/10/2019 108
a. SENTRALISASI KOMANDO &
DESENTRALISASI P’LAKS.
b. KEUNGGULAN UDARA.
c. TINDAKAN STRATEGIS &
TAKTIS.

Suspajemen-11 19/10/2019 109


( LANJUTAN …)

d. SERANG POTENSI PERANG MUSUH.


1) SERANG MUSUH DI KEDALAMAN.
2) PENILAIAN SITUASI OPERASI SCR TERUS
MENERUS.
e. P’TIMBANG MANFAAT P’NYERANGAN & HAN.
1) REBUT INISIATIF
2) P’THAN UTK M’LDUNGI INISIATIF
3) SUSUN KEKUATAN YANG KENYAL
4) PAKSA LAWAN UTK BERTINDAK REAKTIF

f. M’FAATK DAMPAK PSIKOLOGI KEK UDARA.

Suspajemen-11 19/10/2019 110


1. STRAT GELAR KUAT :
BARE BASE CONCEPT SSI
SISTEM PERTAHANAN UDARA.

2. STRAT PELIBATAN KUAT:


a. STRAT PENANGKALAN UDARA.
b. STRAT PENGENDALIAN UDARA.
c. STRAT PENYERANGAN UDARA.
d. STRAT DUKUNGAN UDARA.

Suspajemen-11 19/10/2019 111


43. Jangkauan Operasi dan Arah Operasi
a. Jangkauan Operasi. Jangkauan operasi adalah
jarak yang mampu untuk dicapai/ditempuh oleh
suatu kekuatan militer untuk hadir dan
melaksanakan operasi. Jangkauan operasi
berhubungan dengan geografi maupun pembagian
komponen. Hal tersebut dapat berupa penempatan
kekuatan utama, cadangan, pangkalan aju beserta
dukungan logistiknya. Jangkauan operasi dapat
dilaksanakan dalam bentuk peningkatan jangkauan
sistem senjata, melaksanakan pengisian bahan
bakar di udara, kemampuan meningkatkan daya
angkut sistem angkutan yang mungkin dan
mengefektifkan jalur komunikasi (line of
communication).
Suspajemen-11 19/10/2019 112
43. Jangkauan Operasi dan Arah Operasi
b. Arah Operasi. Arah operasi berhubungan dengan
orientasi operasi yang digunakan dalam waktu dan
tempat tertentu, dihadapkan pada kekuatan musuh.
Arah operasi menghubungkan pangkalan (homebase)
dengan sasarannya. Pada perang modern, arah operasi
meliputi tiga aspek dimensi, yaitu dimensi ruang,
waktu dan kekuatan. Komando Gabungan (Kogab)
menggunakan ketiga dimensi tersebut untuk
memfokuskan kekuatan tempurnya guna
menyelesaikan tugas yang diberikan. Dimensi yang
terintegrasi tersebut diarahkan menuju satu tujuan,
yaitu untuk menghancurkan pusat kekuatan (centre of
gravity) musuh.
Suspajemen-11 19/10/2019 113
1.OPS HANUD.
2.OPS SERUD STRATEGIS
3.OPS LAWAN UD OFENSIF
4.OPS DUKUD
5.OPS INFORMASI.

Suspajemen-11 19/10/2019 114


1.OPS HANUD.
2.OPS DUKUD
3.OPS INFORMASI.

Suspajemen-11 19/10/2019 115


BAB VIII
TATARAN KEWENANGAN DAN
TANGGUNG JAWAB SERTA
KOMANDO DAN KENDALI

Suspajemen-11 19/10/2019 116


1) ESELON PIMP : BINKUAT & PUAN TNI AU.
2) ESELON STAF P’BANTU PIMP : BIN FUNG.
a. Bin Fung Intelijen.
b. Bin Fung Ops.
c. Bin Fung Pers.
d. Bin Fung Logistik.
e. Bin Fung Manajemen.
f. Bin Fung Wasrik.
3) ESELON P’LAKS (KOTAMA) : BINKUATPUAN
TERBATAS.
Suspajemen-11 19/10/2019 117
1. OPERASI MILITER PERANG (OMP).
a. PRESIDEN.
b. PANGLIMA TNI.
c. PANGLIMA KOMANDO OPERASI.

2. OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP)


Dissikn Dg Perintah P’nugasan
Pang TNI.
Suspajemen-11 19/10/2019 118
BAB IX
PENUTUP
Suspajemen-11 19/10/2019 119
1. Doktrin Dasar dlm Bin Kuat & Puan,
gun kuat TNI AU & pemb wil Hanud
bersifat Konseptual & Strategis.
2. Harus Dipahami dan dihayati oleh
semua insan TNI Angkatan Udara secara
utuh.
3. Menjadi rujukan bagi penjabaran
semua buku-buku petunjuk strata di
bawahnya.
Suspajemen-11 19/10/2019 120
Suspajemen-11 19/10/2019 121