Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK PEMBERIAN OBAT MELALUI

VAGINA DAN RECTUM


Pemberian obat melalui vagina

Langkah-langkah dalam memberikan obat melalui


vagina yaitu :
PERALATAN DAN PERLENGKAPAN :
▫ Obat yang berbentuk suppositoria atau krim
▫ Handscoon
▫ Pelumas untuk suppositoria
▫ Aplikator untuk krim vagina
▫ Kertas tissue / handuk
▫ Kapas air DTT
▫ Bengkok
▫ Baskom berisi larutan chlorine 0,5%
PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Periksa dan yakinkan tentang adanya order


pengobatan
2. Beritahu pasien tindakan yang akan dilakukan dan
jelaskan rasa tidak nyaman yang mungp tkin terjadi
3. Siapkan alat dan bahan secara ergonomis
4. Pasang sampiran atau penutup tirai
5. Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir,
keringkan dengan handuk bersih
6. Buka atau anjurkan pasien menanggalkan pakaian
bawah ( tetap jaga privasi pasien )
7. Pasang perlak dan pengalasnya dibawah bokong
Lanjutan…..
8. Atur posisi pasien dengan kaki di tekuk (
dorsalrecumbent)
9. Buka pembungkus obat suppositoria dan letakkan
pembungkusnya yang terbuka
10. Pakai sarung tangan steril
11. Lakukan vulva hygiene engan kapas air DTT
untuk obat sippositoria
12. Lumasi ujung sippositoria dan ujung jari dengan jelly
13. Jepit suppositoria dengan jari telunjuk dan jari tengah (
dengan tangan yang dominan ) bila tidak ada lat khusu
untuk keperluan alat tersebut
14. Buka labiya minora ( dengan jari non dominan )
sehingga lubang vagina dapat dilihat
Lanjutan…
15. Masukkan suppositoria perlahan-lahan kedalam vagina
sejauh mungkin sampai menyentuh vorniks posterior ( 8
– 10 cm) sambil pasien disuruh menarik nafas panjang
16. Keluarkan jari dari dalam vagina dan anjurkan pasien
tetap dalam posisi supinasi selama 5 – 10 menit
Untuk penggunaan aplikator
17. Pelan-palan masukkan aplikator kedalam lubang vagina,
dorong penggokang secara hati-hati sampai obat habis
18. Keluarkan aplikator
19. Kering area parineal dengan kertas tissue
20. Rapikan pasien dan atur dalam posisi yang nyaman
21. Bereskan peralatan
Lanjutan…
22. Lepas sarung tangan, sebelumnya cuci dalam
larutan chlorine 0,5% dan rendam sarung tangan
dalam larutan chlorine 0,5% selama 10 menit
23. Cuci tangan dengan sabun dan air menggalir,
keringkan dengan handuk bersih
24. Lakukan pendokumentasian tindakan yang telah
dilakukan
Pemberian obat melalui rectum
PERALATAN DAN PERLENGKAPAN

1. Baki berisi : obat suppositoria dalam bungkusnya,


sarung tangan,kain kassa, pelicin, kertas tissue
2. Sampiran
3. Pengalas
4. Bengkok
5. Baskom berisi larutan chlorin 0,5%
PROSEDUR PELAKSANAAN

1. Periksa dan yakinkan tentang adanya order


pengobatan
2. Siapkan peralatan secara ergonomis
3. Beritahu pasien tindakan yang akan
dilakukan,menganjurkan pasien menanggalkan
pakaian bawah ( tetap menjaga privacy )
4. Atur posisi pasien dalam posisi sim
5. Pasang pengalas dibawah bokong
6. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,
keringkan dengan handuk bersih
7. Pakai sarung tangan seteril
Lanjutan…
8. Buka pembukus sippositoria dengan merobek pada
bagian yang telah diberi tanda
9. Ambil obat sippositoia dengan kassa
10. Oleskan ujung sippositoria dan ujung telunjuk
tangan kanan ( tangan dominan ) dengan pelicin
11. Buka bokong sekitar anus agar lubang jelas terlihat (
dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan non dominan)
12. Masukkan suppositoria sejauh mungkin kedalam
rectum 7-8 cm, sampai melewati spingter ani interna (
sambil pasien dianjurkan bernafas melalui mulut, agar
spingter rileks )
13. Tarik jari telunjuk keluar
Lanjutan…
14. Jepit kedua bokong pasien untuk sementara dengan
ibu jari dan jari telunjuk salah satu tangan, agar obat
tidak keluar
15. Anjurkan pasien tetap berbaring selama kurang
lebih 20 menit dan tidak menggedan untuk menahan
obat
16. Bersihkan daerah anus dengan tissue
17. Rapikan pasien
18. Bereskan alat
19. Lepas sarung tangan, sebelumnya cuci dalam
larutan klorin 0,5% dan rendam sarung tangan dalam
larutan klorin 0,5% selama 10 menit
Lanjutan…

20. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,


keringkan dengan handuk bersih
21. Dokumentasikan tindakan yang telah
dilakukan
KESIMPULAN
Pemberian obat melalui vagina adalah pemberian obat
yang dilakukan dengan memasukan obat melalui
vagina baik dalam bentuk krim, tablet, salep ataupun
suppositoria. Obat yang dimasukan pada umumnya
bekerja secara local. Sedangkan pemberian obat
melalui rectum merupakan pemberian obat dengan
memasukan obat melalui anus dan kemudian rectum,
dengan tujuan memberikan efek local dan sistemik
atau disebut juga dengan suppositoria.