Anda di halaman 1dari 17

NAMA KELOMPOK 5 :

 ANNA YULIANTI
 DWI KRISMAWATI
 IVANA PUTRI KAROLINA
 MUHAMMAD RIDHO
 SU’AIDAH

P P K N
MENGEVALUASI PERANG MELAWAN
KESERAKAHAN KONGSI DAGANG
(ABAD KE-16 SAMPAI DENGAN ABAD
KE-18)
Aceh vs.
Maluku Angkat Sultan Agung vs.
Portugis dan
Senjata J.P.Coen
VOC

Perlawanan Perlawanan Rakyat Riau


Banten Goa Angkat Senjata

Perlawanan
Orang-Orang Cina Pangeran
Berontak Mangkubumi dan
Mas Said
ORANG-ORANG CINA BERONTAK

Abad ke-5
Orang-orang Cina Masa pemerintahan
melakukan hubungan VOC di Batavia
dagang ke Jawa Orang-orang Cina
bahkan sampai didatangkan untuk
menetap dan mendukung kemajuan
menikah dgn perekonomian di Jawa
penduduk Jawa
Dalam
Banyak diantara
kedatangannya ke
mereka menjadi
Jawa orang-orang
pengemis bahkan
Cina tidak memiliki
pencuri
modal

Waktu pembuatan Surat izin bermukim


surat: ± 6 bulan yang disebut
biaya: Rds. 2,- (dua permissiebriefies
ringgit) (surat pas)

 Apabila tidak memiliki surat izin , maka akan ditangkap dan


dibuang ke Sailon (Sri Langka) untuk dipekerjakan dikebun-
kebun pala milik VOC atau dikembalikan ke Cina.
Dalam pelaksanaan
sering terjadi Banyak orang-orang
penyelewengan dg cina yang tidak mampu
cara membayar lebih memiliki
mahal

VOC bertindak tegas


dengan menangkap Banyak dari mereka
orang-orang Cina yang yang berhasil melarikan
tidak memiliki surat izin diri
bermukim

Membentuk
gerombolan yang
mengacaukan
keberadaan VOC di
Batavia
Tahun 1740 terjadi kebakaran di
Batavia yg ditafsirkan VOC bahwa
penyebabnya adalah
pemberontakkan orang-orang Cina.
VOC melakukan penyisiran (sweeping)
ke rumah orang-orang Cina dan
membunuh orang-orang Cina yang
ditemukan disetiap rumah
Mereka yang berhasil melarikan diri
melakukan perlawanan diberbagai daerah.
Salah satu tokohnya adalah Oey Panko/Khe
Panjang yg kemudian dikenal dg Ki Sapanjang
di Jawa

Orang-orang Cina mendapat bantuan Raja


Pangkubuwana II. Namun karena kekuatan VOC
membuat Raja Pangkubuwana II kewalahan
sehingga melakukan perundingan damai dg VOC
PERLAWANAN PANGERAN MANGKUBUMI
DAN MAS SAID

Raden Mas Riya Raden Ayu


(Adipati Arya Wulan (putri dari
Mangkunegara) Adipati Blitar)

Raden
Mas Said Gelar ini
(R.M.Ng. diperoleh saat
Suryokusumo) beliau berumur
14 tahun saat
diangkat sbg
gandek kraton
LATAR BELAKANG PERLAWANAN PANGERAN
MANGKUBUMI DAN MAS SAID

Karena merasa berpengalaman Raden Mas Said


mengajukan permohonan untuk mendapatkan
kenaikan pangkat. Namun akibat permohonan itu
Raden Mas Said justru mendapat cercaan dari
keluarga kepatihan, bahkan dituduh ikut
membantu pemberontakkan orang-orang Cina
yang sedang berlangsung. Akibat sikap keluarga
kepatihan tersebut Raden Mas Said kecewa dan
berniat melakukan perlawanan terhadap VOC
yang telah membuat kerajaan kacau dan membuat
kaum bangsawan bersekutu dengan VOC.
Mas Said pergi
Raden Mas Said Hingga pada
menuju tahun 1745
kemudian pergi
Nglaroh utk Pakubuwana II
keluar kota
memulai mengumumka
untuk n baha barang
perlawanan.
menyusun siapa yang dpt
Perlawanan
kekuatan, diikuti mmadamkan
Mas Said Mas Said akan
oleh R.
cukup kuat dibri tanah
Sutawijaya dan
karena didaerah
Suradiwangsa Sukowati
mendapat
(Kiai (sekarang
dukungan dari
Kudanawarsa). Sragen)
masyarakat.

Namun Mas said tidak mempedulikan apa yang dilakukan


Pakubuwana II terhadap dirinya. Ia terus melancarkan
serangannya terhadap kerajaan maupun VOC.
Pangeran
Mangkubumi ingin
mencoba mengikuti
sayembara
tersebut, sekaligus
ingin menakar
komitmen dan Pakubuwana II
kejujuran kehilangan nilai dan
Pakubuwana II. komitmen sbg raja
(sabda pandhita ratu
datan kena wola-
wali). Sejak saat itu
terjadilah konflik
Pangeran Mangkubumi antar saudara.
dan para pengikutnya
berhasil memadamkan
perlawanan Mas Said.
Ternyata Pakubuwana II
ingkar janji atas bujukan
Patih Pringgalaya
Dalam suasana konflik ini tiba-tiba dalam
pertemuan terbuka di istana itu Gubernur Jenderal
Van Imhoff mengeluarkan kata-kata yang
menghina dan menuduh Pangeran Mangkubumi
terlalu ambisi mencari kekuasaan. Hal inilah yang
sangat mengecewakan Pangeran Mangkubumi,
pejabat VOC secara langsung telah mencampuri
urusan pemerintahan kerajaan. Pangeran
Mangkubumi segera meninggalkan istana. Tidak
ada pilihan lain kecuali angkat senjata untuk
melawan VOC yang telah semena-mena ikut
campur tangan pemerintahan kerajaan. Sekaligus
memperingatkan saudaranya agar tdk mau didikte
VOC.
Pangeran Mangkubumi dan pengikutnya pergi keSukowati
untuk bertemu MasSaid guna memperkokoh persekutuan dengan
cara menjadikan MasSaid sbg menantu. Diberitakan Pangeran
Mangkubumi pd saat itu membawahi 13.000 prajurit, termasuk2.500
prajurit kavaleri.

Desa
Pacetokan Wilayah
Wilayah (termasuk Pangeran Surakarta
Raden Mas Yogyakarta Mangkubu
Said (bag skrg) mi (bag
Timur) barat)

Pusat Hutan
Beringin (sbg
pusatnya)
Pada tahun 1749 dalam suasana perang sedang
berkecamukdi berbagai tempat, terpetik berita kalau Pakubuwana
II jatuh sakit. Dalam keadaan sakit ini PakubuwanaII terpaksa harus
menandatangani perjanjian denganVOC. Perjanjian itu
ditandatangani pada tanggal 11 Desember 1749 antara
PakubuwanaII yang sedang sakit keras denganGubernurBaron
van Hohendorffsebagai wakilVOC.
Isi perjanjian tersebut antara lain:
 Susuhunan Pakubuwana II menyerahkan Kerajaan Mataram
baik secara de facto maupun de jure kpd VOC
 Hanya keturunan Pakubuwana II yg berhak naik tahta dan
akan dinobatkan VOC menjadi raja Mataram dg tanah
pinjaman VOC
 Putra Mahkota akan segera dinobatkan
Sembilan hari setelah penandatanganansurat itu PakubuwanaII
wafat.
Tanggal 15 Desember 1749 Baron van Hohendorffmengumumkan
pengangkatan putra mahkota sbgSusuhunanPakubuwana III.

Perjanjian tersebut merupakansebuah tragedi karena


kerajaanMataram yang pernah berjaya di masaSultan Agung harus
menyerahkankedaulatan atas seluruhwilayah kerajaankpd pihak
asing. Hal ini semakin membuatkekecewaan Pangeran
Mangkubumi dan MasSaid sehingga keduanyaharus meningkatkan
perlawanan terhadap kezalimanVOC.
Perlawanan Pangeran
Mangkubumi berakhir setelah
tercapai Perjanjian Giyanti (13 Februari
1755), yang mana isi pokok perjanjian
tersebut adalah Mataram dibagi 2;
bagian barat (Yogyakarta) diberikan
kepada Pangeran Mangkubumi dan
berkuasa sbg sultan (Sri Sultan
Hamengkubuwono I), sedang bag.
Timur diperintah Pakubuwana III.
Sementara perlawanan Mas Said
berakhir setelah tercapai Perjanjian
Salatiga pada tanggal 17 Maret 1757
yang isinya Mas Said diangkat sebagai
penguasa di sebagian wilayah
Surakarta dengan gelar Pangeran
Adipati Arya Mangkunegara I.
TERIMA KASIH ATAS
PERHATIANNYA
WASSALAMU’ALAIKUM
WR. WB.