Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN KASUS 

GANGRENE DIABETIKUM

Pembimbing : dr. Saleh Setiawan, Sp.B

Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah


Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta
Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi
2019
Identitas Pasien

Identitas Pasien
Nama : Ny. S
JK : Perempuan
Usia : 56 tahun
TLL : Bekasi, 03 Maret 1963
Agama : Islam
Alamat : Pulo Gebang Cakung, Jakarta Timur
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Masuk RS: 25 Juni 2019
Anamnesis

Keluhan Utama:
Luka pada kaki kanan sejak ± 5 hari yang lalu SMRS

Keluhan Tambahan:
Kaki bengkak, ada demam, dan mual
 Riwayat Penyakit Sekarang:
OS datang ke RSIJ Pondok Kopi dengan keluhan luka pada
kaki kanan sejak ± 5 hari yang lalu SMRS. Luka semakin
lama semakin melebar disertai keluar cairan, nanah, warna
merah sekitar luka, terasa panas disekitar luka dan berbau
busuk. Awalnya OS merasa hanya ada luka infeksi di bagian
telapak kaki dan semakin lama makin membesar dan
menyebar ke punggung kaki, bengkak, terasa gatal, warna
merah disekitar luka. Os mengeluh ada demam dan mual. Os
mengatakan BAK dan BAB tidak ada keluhan. OS
menyangkal adanya berat badan menurun.
Riwayat Penyakit Dahulu:
OS menderita DM sejak 10 tahun yang lalu.
Riwayat hipertensi (-), jantung (-), asma (-)
Riwayat Keluarga:
Tidak ada keluarga yang pernah mengalami seperti ini.
Tidak ada riwayat hipertensi dan diabetes militus.

Riwayat Pengobatan
OS mengkonsumsi obat glibenclamid sejak 5 tahun yang
lalu. Dan sempat berhenti sekitar 1 bulan yang lalu.
Riwayat Alergi:
OS tidak mempunyai riwayat alergi makan
dan obat-obatan.

Riwayat Psikososial:
OS tidak merokok
Os menyangkal mengkonsumsi alkohol.
Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Keadaan umum : Sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis

Tanda-Tanda Vital
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Frekuensi nadi : 84 x/menit, reguler, kuat angkat, isi cukup.
Pernafasan : 18 x/menit, regular.
Suhu : 37,5 0C
Status Generalis
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)
Telinga : Pendengaran dalam batas normal
Hidung : Sekret yang keluar (-), epistaksis (-),
Mulut : Sianosis (-), perdarahan pada gusi (-)
Leher : Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)
JVP dalam batas normal
Inspeksi : Bentuk dan gerakan simetris,
retraksi dinding thorax (-/-)
Palpasi : Vocal premitus (+/+)
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : Vesikuler(+/+), Wheezing (-/-), Ronki (-/-)
Inspeksi : Iktus cordis tidak tampak
Palpasi : Iktus cordis teraba di IC 5
Perkusi : Batas jantung kanan IC IV Linea
Parasternalis Dextra,
Batas jantung kiri IC V Linea
Midclavicula Sinistra,
Auskultasi : BJ I dan II murni reguler,
murmur (-), gallop (-)
SATUS LOKALIS
Regio plantar pedis dextra
Inspeksi: ulkus berbentuk bulat, ukuran 5x3x2
cm, cairan (+), pus (+), jaringan nekrotik (+).
Kemerahan (+), bengkak (+), selulitis (+) dan
menyebar.
Palpasi: nyeri tekan (+).
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Tanggal Jam Hasil
Glukosa
25/6/19 11:00 236
16.00 172
26/6/19 06.00 88
11.00 81
23.00 128
27/6/19 06.00 124
11.00 90
TEST RESULT UNITS REF. RANGES
HB L 10.9 mg/dL 12.5 - 15.5
HT L 33 % 37 - 47
Leukosit H 23.4 10^3/uL 5 - 10
Trombosit H 496 10^3/uL 150 - 400
Eritrosit L 4.2 10^6/uL 4.5 – 5.8
Natrium 124 mmol/L 132 - 145
Kalium 5.39 mmol/L 3.5 – 5.5
Klorida 94 mmol/L 98 - 110
Albumin 3.1 mg/dL 3.4 – 4.8
HbA1c H 12.8 % Diabetes : > 6.5
Kreatinin H 2.8 mg/dL 0.51 – 0.95
Pemeriksaan Radiologi

Cor CTR > 50% ; aorta


norma

Kesan:
Cardiomegali
Pulmo dalam batas
normal
Pemeriksaan Radiologi

Tampak bayangan gas intra soft


tissue di sekitar pangkal digiti 3
pedis dextra

Kesan: Diabetics abses, belum


tampak gambaran osteomyelitis
Resume

Ny. S, 56 tahun, datang ke RSIJ Pondok Kopi dengan keluhan luka pada kaki
kanan sejak ± 5 hari yang lalu SMRS. Luka semakin lama semakin melebar disertai
keluar cairan, nanah, warna merah sekitar luka, terasa panas disekitar luka dan
berbau busuk. Awalnya OS merasa hanya ada luka infeksi di bagian telapak kaki
dan semakin lama makin membesar dan menyebar ke punggung kaki, bengkak,
terasa gatal, warna merah disekitar luka. Os mengeluh ada demam dan mual. Os
mengatakan BAK dan BAB tidak ada keluhan. OS menyangkal adanya berat badan
menurun. Status Lokalis: Regio plantar pedis dextra. Inspeksi: ulkus berbentuk
bulat, ukuran 5x3x2 cm, cairan (+), pus (+), jaringan nekrotik (+). Kemerahan (+),
bengkak (+), selulitis (+) dan menyebar. Palpasi: nyeri tekan (+).
Diagnosis

 Gangren pedis diabetikum e.c DM Tipe 2


Tatatlaksana

 IVFD RL
 Ketorolac 2 x 30 mg IV
 Paracetamol 3x500 mg
 Condesarton 1 x 8 mg
 Metformin 3 x 500 mg
 Inbumin 3 x 1
 Rencana tindakan op : amputasi digiti II & III pedis dextra + debridement
 Puasakan pasien
PROGNOSIS

 Quo ad vitam : dubia ad bonam

 Quo ad funtionam : dubia

 Quo ad sanationam: dubia ad bonam


Keadaan ulcus sebelum dioperasi :
Saat dioperasi :
Saat ganti verban :
ANALISA KASUS

DIABETES MELITUS

(WHO)
Suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi
yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi
fungsi insulin.

(KONSESUS 2015)
Suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi
yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-
duanya.
KLASIFIKASI DIABETES MELITUS
DIAGNOSIS

 Keluhan klasik DM: poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan


berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
 Keluhan lain: lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, dan
disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita.
Kriteria Diagnosis DM
Kadar tes laboratorium darah untuk diagnosis diabetes dan prediabetes.
PENATALAKSANAAN

Farmakologis

Obat Obat
antihiperglikemia antihiperglikemia
oral suntik

Insulin
Profil obat antihiperglikemia oral yang tersedia di Indonesia

GANGREN

 Gangren : proses atau keadaan


yang ditandai dengan adanya
jaringan mati atau nekrosis dalam
jumlah besar/luas.
 Gangren pedis diabetik : luka
pada kaki yang berwarna merah
kehitam-hitaman dan berbau busuk
akibat sumbatan yang terjadi di
pembuluh darah sedang atau
besar pada tungkai.
ETIOLOGI

Faktor endogen : Faktor eksogen :

- Genetik, metabolik - Trauma


- Angiopati diabetik - Infeksi
- Neuropati diabetik - Obat
(motorik, sensorik, otonom).
PAIN
Gejala Akut : 5P
(nyeri)

PARALISIS PALENESS
(lumpuh) (kepucatan)

PULSELESSNESS PARASTHESIA
(denyut nadi hilang) (kesemutan)
Gejala kronik : stadium Fontaine

I Asimtomatik atau gejala tidak Perfusi jaringan masih cukup,


khas (kesemutan). walaupun terdapat penyempitan arteri

II Klaudikasio intermitten (nyeri Perfusi ke otot tidak memadai pada


pada ekstremitas bawah yang aktivitas tertentu
timbul ketika berjalan sehingga
jarak tempuh memendek)
III Nyeri saat beristirahat Perfusi sudah tidak memadai saat
istirahat
IV Manifestasi kerusakan karena Telah terjadi iskemia yang
jaringan anoreksia mengakibatkan nekrosis kelainan kulit
atau ganggung pemyembuh lesi kulit
Klasifikasi Gangren Diabetik
Wagner ( 1983 ) membagi gangren kaki diabetik menjadi enam tingkatan , yaitu :
• Derajat 0 : Tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh dengan kemungkinan
disertai kelainan bentuk kaki seperti “ claw,callus “.
• Derajat I : Ulkus superfisial terbatas pada kulit.
• Derajat II : Ulkus dalam menembus tendon dan tulang.
• Derajat III : Abses dalam, dengan atau tanpa osteomielitis.
• Derajat IV : Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis.
• Derajat V : Gangren seluruh kaki atau sebagian tulang

• Brand (1986) dan Ward (1987) membagi gangren kaki menjadi dua golongan :
• Kaki Diabetik akibat Iskemia (KDI)
• Kaki Diabetik akibat Neuropati (KDN)
Derajat Wagner
Perbedaan bentuk peradangan diabetes pada kaki

 Kaki neuropatik
 Panas
 Pulsasi besar
 Sensorik menurun
 Warna kemerahan

 Kaki neuro iskemia


 Dingin
 Pulsasi tdk ada
 Sensorik biasanya ada
 Pucat bila diangkat
 Merah bila digantung
 Kering dan mengkilat
Penegakan Diagnosis

Anamnesis aktivitas harian, sepatu yang digunakan,


Anamnesis pembentukan kalus, deformitas kaki, keluhan
neuropati, nyeri tungkai saat beraktivitas/tidak
berativitas, durasi menderita DM, penyakit
komorbid, kebiasaan (merokok, alkohol), obat-obat
yang sedang dikonsumsi, riwayat menderita
ulkus/amputasi sebelumnya
Gejala tersering : klaudikasio intermiten pada
tungkai

Terpenting pada penyakit arteri perifer :


penurunan/hilangnya perabaan nadi pada
Pem. fisik
distal obstruksi, terdengar bruit pada daerah
arteri yang menyempit dan atrofi otot.
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium :
a. Glukosa darah
b. Pem. vaskularisasi kaki  untuk mengevaluasi keadaan
pembuluh darah  Antara lain, pemeriksaan Ankle Brachial
Index (ABI), ankle pressure, dan toe pressure,
c. Arteriografi  spesifik fokus ke a.dorsalis pedis dan a.tibialis
posterior  mempermudah mendapat gambaran pembuluh
darah tersebut
d. Rontgen (X- ray) pada kaki  menunjukkan ada tidaknya
osteomyelitis.
PENATALAKSANAAN

1. Diet
2. Olahraga
3. Pengobatan gangrene

A. Gangrene Kering
• Istirahat di tempat tidur
• Kontrol gula darah dengan diet, insulin atau obat antidiabetik
• Tindakan amputasi untuk mencegah meluasnya gangrene, tapi
dengan indikasi yang sangat jelas
• Memperbaiki sirkulasi guna mengatasi angiopati dengan obat-
obat anti platelet agregasi (aspirin, diprydamol, atau
pentoxyvilin)
PENATALAKSANAAN

B. Gangrene Basah
• Istirahat di tempat tidur
• Kontrol gula darah dengan diet, insulin atau obat antidiabetik
• Debridement
• Kompres dengan air hangat, jangan dengan air panas atau dingin
• Beri “topical antibiotic”
• Beri antibiotic yang sesuai kultur atau dengan antibiotic spectrum
luas
• Untuk neuropati berikan pyridoxine (vit B6) atau neurotropik lain
• Memperbaiki sirkulasi guna mengatasi angiopati dengan obat-obat
anti platelet agregasi (aspirin, diprydamol, atau pentoxyvilin)
PENATALAKSANAAN

C. Pembedahan
- Amputasi segera
- Debridement dan drainase, setelah
tenang maka tindakan yang dapat
diambil adalah amputasi atau
skin/arterial graft
Komplikasi
Komplikasi yang bisa timbul oleh DM antara lain:
 Gangren Kaki Diabetik
 Neurophaty
 Retinophaty
 Nephrophaty
 Chronic Heart Disease
Sedangkan komplikasi akibat gangrene yakni:
 Osteomyelitis
 Sepsis
 Kematian
PENCEGAHAN

 Tidak merokok  vasokontriksi, merangsang kelenjar


adrenal yang menyebabkan keluarnya glukose ke aliran
darah
 Diabetes yang terkontrol
 Olahraga yang teratur dan menjaga berat badan ideal
 Menjaga kebersihan kaki, menghindari trauma
TERIMA KASIH