Anda di halaman 1dari 21

PROSES PENYUSUNAN

FORMASI JABATAN
FUNGSIONAL KESEHATAN
(PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 43
TAHUN 2017)

14 DESEMBER 2017
UU 36/2009
tentang
Kesehatan
PMK 60/2016
tentang Pembinaan
jabfung kesehatan UU 36/2014
dan jabfung non tentang Tenaga
kesehatan di Kesehatan
lingkungan
kemenkes

Landasan
Normatif
UU 23/2014
Pp 40/2010
tentang
tentang
Pemerintahan
Jabfung PNS
Daerah

UU 5/2014
tentang ASN
Adanya penataan terhadap sumber daya
manusia (SDM) yang dilakukan dengan
penempatan jabatan asn sesuai kebutuhan
organisasi

Penempatan pns ke dalam jabatan


fungsional sebagai jabatan karir guna
meningkatkan pelayanan

Penataan terhadap pengangkatan pns


ke dalam jabatan fungsional kesehatan
Formasi Pada Satuan Organisasi Disusun
Berdasarkan Analisis Kebutuhan Jabatan

Formasi Harus Disusun


PRINSIP Berdasarkan Peta Jabatan
PENYUSUNAN
FORMASI Komposisi Jumlah Pejabat Fungsional
Tidak Berubah Selama Beban Kerja
Organisasi Tidak Berubah

Setiap Perpindahan Jabatan Fungsional


Kesehatan (Mutasi, Promosi Atau
Kenaikan Jenjang Jabatan) Sesuai
Dengan Formasi Yang Tersedia
• Penyusunan informasi di setiap satuan kerja (unit kerja)
dilaksanakan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci
Waktu per satu tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. Hal ini
Pelaksanaan ditetapkan dengan mempertimbangkan target yang akan
dicapai untuk 5 (lima) tahun ke depan dengan berdasarkan
rencana strategis instansi pemerintah.

• Penyusunan formasi dilaksanakan oleh setiap unit/satuan


Pelaksana kerja yang mempunyai tugsa dan tanggung jawab menangani
Penyusunan kepegawaian berdasarkan hasil perhitungan formasi yang
Formasi diajukan oleh unit/satuan kerja yang mempunyai tugas dan
tanggungjawab di bidang teknis fungsional.
1
Inventarisasi tugas pokok yang dilaksanakan pejabat
fungsional kesehatan sesuai dengan unsur, sub unsur dan
butir kegiatan

Menginventarisasi nilai angka kredit untuk masing-


masing butir kegiatan.

3
Menentukan Waktu penyelesaian butir kegiatan (Wpk) :
Wpk = Akb
Kt
4. Menentukan Volume/beban kerja pada tahun yang dihitung
Besaran volume/beban kerja ditentukan berdasarkan target yang ditetapkan oleh unit/satuan kerja dalam 1
tahun yang harus diselesaikan.
5. Menghitung waktu penyelesaian volume (Wpv) masing-masing kegiatan untuk setiap jenjang jabatan dengan cara
mengalikan waktu penyelesaian butir kegiatan (Wpk) dengan Volume (V) masing-masing butir kegiatan untuk
setiap jenjang jabfung kesehatan, atau dengan formula sbb :
Wpv = Wpk X V
Keterarangan :
Wpv : Waktu penyelesaian volume masing-masing kegiatan dalam 1 tahun
Wpk : Waktu penyelesaian butir kegiatan dalam 1 tahun
V : Volume masingg-masing kegiatan dalam 1 tahun
Berdasarkan rumus tersebut diatas maka perhitungan
jumlah formasi jabatan fungsional untuk jenjang
jabatan fungsional kesehatan dilakukan dengan cara :

Keterangan :
Formasi JF : Jumlah jabatan fungsional kesehatan yang diperlukan menurut jenis
dan jenjang untuk melaksanakan seluruh kegiatan pada instansi.
ΣWpv : Jumlah waktu penyelesaian volume kegiatan dalam 1 tahun
1250 : Standar jam kerja efektif dalam 1 tahun.
Keterangan :
WPV (kegiatan/tahun) : Waktu penyelesaian volume masing-masing kegiatan dalam 1 tahun yang diperoleh dari WPK
x V (kegiatan/tahun)
WPV (tindakan alat/tahun : Waktu penyelesaian volume masing-masing tindakan alat dalam 1 tahun yang diperoleh dari
WPK x V (tindakan/tahun)
WPK : Waktu penyelesaian butir kegiatan dalam 1 tahun
V : Volume masing-masing kegiatan dalam 1 tahun
Menghitung Lowongan Formasi
dihitung untuk jangka waktu 5 tahun

Perhitungan jumlah lowongan formasi : LFJFK = TFJFK – (JFK + JFKM – JFKN – JFKB)
Ketereangan :

• LFJFK adalah lowongan formasi yang dihitung dalam jenjang jabatan tertentu yang dapat diisi dalam tahun yang dihitung.

• TFJFK adalah total formasi yang dihitung menurut jenis dan jenjang jabatan tertenu yang diperlukan pada tahun yang dihitung.
• JFK adalah jabfung kesehatan menurut jenis dan jenjang jabatan yang ada pada saat tahun yang dihitung.
• JFKM adalah jabfung kesehatan menurut jenis dan jenjang jabatan yang akan masuk ke jenjang dan jenis jabatan fungsional
kesehatan pada saat tahun yang dihitung.

• JFKN adalah jabfung kesehatan menurut jenis dan jenjang jabatan yang akan naik ke jenjang jabatan berikutnya pada saat
tahun yang dihitung.
• JFKB adalah jabfung kesehatan menurut jenis dan jenjang jabatan yang akan berhenti (karena pindah, pension, dll) pada saat
tahun yang dihitung.
Mekanisme Penetapan Formasi pada Instansi Daerah (Prov/Kab/Kota)
Kirim usulan

Kirim

Kirim
Mekanisme Penetapan Formasi di Lingkungan Kementerian Kesehatan

Usulan Penetapan
Mekanisme Penetapan Usulan Formasi Tingkat kementerian /lembaga di luar
Kemenkes adalah :
Usulan
penetapan

Usulan
penetapan

pertimbangan

Hasil penetapan

tembusan
Alur Penetapan Formasi pada instansi daerah Prov/Kab/Kota
Alur Penetapan Formasi pada tingkat Pusat untuk Kemenkes
Alur Penetapan Formasi pada tingkat Pusat untuk Kemenkes
Pejabat yang menetapkan Formasi

1. Kepala Unit/Satuan Kerja :


• Mengidentfikasi dan memverifikasi susuna formasi
• Memberi persetujuan dan rekomendasi usulan penetapan formasi
2. Pejabat Pembina kepegawaian yang membawahi satuan/unit kerja, terdiri atas :
• Pejabat Pembina kepegawaian dinkes kab/kota
• Pejabat Pembina kepegawaian dinkes prov
• Pejabat Pembina kepegawaian Instansi pemerintah daerah (BKD)
• Pejabat Pembina kepegawaian Kementerian/lembaga
• Pusat peningkatan mutu dan SDMK
Tabel 1
Tabel 1

konstanta penentuan angka kredit jabatan fungsional

Konstanta Jenjang
Gol/Ruang Standar angka Kredit
Formula Hasil Utama

1050
IV/ e 200: (4 x 1250)
0,02
850
IV/ d
700
IV/ c 150: (4 x 1250) Madya
550 0,03
IV/ b
400
IV/ a
300
III/ d 100: (4 x 1250) Muda
0,02
200
III/ c
150
III/ b 50: (4 x 1250) Pertama
0,01
100
III/ a
80
II/ d 20: (4 x 1250) Keterampilan
60 0,004
II/ c
40
II/ b
Tabel 2
PERHITUNGAN BESARAN WAKTU PENYELSAIAN BUTIR
KEGIATAN JABFUNG…..JABATAN………
Uraian unsur Sub unsur Butir Satuan AK ( Akb) Konstanta Waktu
kegiatan kegiatan hasil (kt ) penyelesaian
kegiatan
( wpk)
1 2 3 4 5 6 7

Kolom 1,2,3,4,5 : di isi berdasarkan permenpan masing – masing jabatan


fungsional dan AK nya
Kolom 6 : di isi berdasarkan tabel 1 dengan memilih nilai konstanta
berdasarkan jenjang jabatan yang akan dihitung formasinya
Kolom 7 : diperoleh berdasarkan pembagian Angka Kredit dan nilai
Konstanta ( Wpk= Akb / kt )