Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 5

1. EKO WAHYUDI
2. DEVITA PUTRIA
3. IMELDA DENI ASTITIK
4. LUTFIN NUR RIDHOFIYANTI
5. QORRI’AH AYU KUSUMADEWI
6. SYAHNIA UMIRAHAYU
7. YULINDA ARINI
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penyakit hepatitis merupakan suatu kelainan berupa
peradangan organ hati yang dapat disebabkan oleh banyak
hal, antara lain infeksi virus, gangguan metabolisme, obat-
obatan, alkohol, maupun parasit. Hepatitis juga merupakan
salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian serius di
Indonesia, terlebih dengan jumlah penduduk yang besar
serta kompleksitas yang terkait. Selain itu meningkatnya
kasus obesitas, diabetes melitus, dan hiperlipidemia,
membawa konsekuensi bagi komplikasi hati, salah satunya
hepatitis (Wening Sari, 2008). Hepatitis virus merupakan
infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis,
biokimia serta seluler yang khas (Bar, 2002).
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah
diatas penulis tertarik membuat makalah
tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan
masalah Hepatitis.
Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah membahas makalah “Konsep Asuhan
Keperawatan pada Pasien Hepatitis”, mahasiswa mampu
menerapkan pengetahuan mereka tentang cara – cara
menangani pasien dengan Hepatitis sesuai Asuhan
Keperawatan yang telah ditegakkan.
2. Tujuan Khusus
Setelah membahas makalah “Konsep Asuhan
Keperawatan pada Pasien Hepatitis”, mahasiswa mampu :
- Memahami Konsep Penyakit Hepatitis
- Memahami masalah kesehatan pada pasien Hepatitis
- Memahami dan mengetahui Konsep Asuhan
Keperawatan untuk pasien pengidap penyakit Hepatitis
- Mampu menerapkan asuhan keperawatan pada pasien
pengidap penyakit Hepatitis.
Manfaat Penulisan
Mahasiswa
1.

Dapat menambah wawassan atau pengetahuan dalam memberikan asuhan


keperawatan yang komprehensif pada pasien anak dengan masalah Hepatitis.
2. Bagi Institusi dan Pendidikan
Dapat digunakan sebagai informasi bagi instansi pendidikan dalam pengembangan
dan peningkatan mutu pendidikan tentang asuhan keperawatan dengan masalah
Hepatitis.
3. Bagi Profesi keperawatan
Dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan mutu pelayanan terutama pada
pasien anak dengan masalah Hepatitis.
4. Rumah sakit
Dapat menjadikan bahan masukan bagi perawat dalam melakukan tindakan dan
mengambil kebijakan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pada pasien
dengan masalah Hepatitis ,supaya derajat kesehatan pasien lebih meningkat.
5. Bagi Pasien dan Keluarga
Pasien penderita Hepatitis bisa menerima perawatan yang maksimal dari petugas
kesehatan, dan keluarga dapat mengetahui tentang penyakit dan cara perawatan
pada keluarga yang menderita Hepatitis.
BAB II
PEMBAHASAN
1. DEFINISI
Hepatitis merupakan istilah umum yang berarti
peradangan pada sel-sel hati.Peradangan hati
ini dapat disebabkan oleh infeksi, paparan
alcohol,obat-obatan tertentu,bahan kimia atau
racun,atau dari suatu kelainan dari system
kekebalan tubuh. Hepatitis infeksi oleh virus
(HAV,HBV,HCV,HDV,HEV) mempunyai perbedaan
dalam rute trans misi (Bennet, 2008).
MANIFESTASI KLINIS

1. Fase Inkubasi
Merupakan waktu diantara saat masuknya virus dan saat timbulnyagejala atau iktrus
2. Fase Prodromal (pra ikterik)
Fase diantara timbulnya keluhan-keluhanpertama dan gejala timbulnya icterus
• Permulaan ditandai dengan : malaise umum, mialgia, atralgia mudah lelah, gejala saluran
nafas dananoreksi.
• Nyeri abdomen biasanya ringan dan menetap di kuadran kanan atas atau epigastrikum
3. Fase icterus
• Muncul setelah 5-10 hari,tetapi dapatjuga munculbersamaan dengan munculnya gejala.
4. Fase Konvalesen (penyembuhan)
• Diawali dengan menghilangnya ikterus dankeluhan lain tetapihepatomegali dan abnormalitas fungsi
hati tetap ada
• Ditandai dengan:
• Munculnya perasaan lebih sehat
• Kembalinya napsu makan
• Keadaan akut biasanya akan membaik dalam 2-3 minggu
• Pada 5% - 10% kasus hepatitis B perjalanan klinisnya mungkin lebih sulit ditangani hanya < 1% yang
menjadi fulminan (menyeluruh).

ETIOLOGI

1. Hepatitis virus dapat dibagi ke dalam hepatitis. Hepatitis virus dapat dibagi ke dalam hepatitis
• Hepatitis A (HAV)
• Hepatitis B (HBV)
• Hepatitis C (HCV)
• Hepatitis D (HDV)
• Hepatitis E (HEV)
• Semua jenis virus tersebut merupakan virus RNA kecuali virus hepatitis B yang merupakan virus
DNA
2. Hepatitis non virus yaitu :
• Alkohol
• Menyebabkan alkohol hepatitis dan selanjutnya menjadi alkohol sirosis.
• Obat-obatan
• Menyebabkan toksik untuk hati, sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut
• Bahan Beracun (Hepatotoksik)
• Akibat Penyakit lain (Reactive Hepatitis).
PATOFISIOLOGI

Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat


disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik
terhadap obat-obatan dan bahan-bahan kimia.Unit
fungsional dasar dari hepar disebut lobul dan unit ini unik
karena memiliki suplai darah sendiri.Sering dengan
berkembangnya inflamasi pada hepar, pola normal pada
hepar terganggu.Gangguan terhadap suplai darah normal
pada sel-sel hepar ini menyebabkan nekrosis dan
kerusakan sel-sel hepar.Setelah lewat masanya, sel-sel
hepar yang menjadi rusak dibuang dari tubuh oleh respon
sistem imun dan digantikan oleh sel-sel hepar baru yang
sehat.Oleh karenanya, sebagian besar klien yang
mengalami hepatitis sembuh dengan fungsi hepar normal
PEMERIKSAAN PENUJUANG
1. Enzim –enzim serum AST (SGOT) ,ALT (SGPT), LDH
2. meningkat pada kerusakan sel hati dan pada keadaan lain terutama
infark miokardium
3. Bilirubin direk
4. meningkat pada gangguan eksresi bilirubin terkonyugasi
5. Bilirubin indirek
6. meningkat pada gangguan hemolitik dan sindrom gillbert
7. Bilirubin serum total
8. meningkat pada penyakit hepatoseluler
9. Protein serum total
10. kadar menurun pada berbagai gangguan hati
11. Masa protrombin
12. meningkat pada penurunan sintetis protrombin akibat kerusakan sel hati
13. Kolesterol serum
14. menurun pada kerusakan sel hati , meningkat pada obstruksi duktus
biliaris
PENATALAKSANAAN
a. Terapi konservatif di perlukan karena tidak ada terapi khusus. Antienteroviral dalam
penelitian obat pleconaril (disoxaril, Viropharma) tidak memiliki aktivitas terhadap virus
hepatitis A (Bennet, 2009).
b. Terapi rehidrasi pada fase akut.
c. Obat dan zat yang bersifat hepatotoksik harus di hindari.
d. Vaksin diindikasikan untuk imunisasi primer untuk mencegah hepatitis.
e. Transplantasi hati diindikasikan pada pasien dengan kegagalan hati fulminan.
f. Inisiasi pengobatan dengan lamivudine, terutama sebelum dan sesudah transplatasi hati
dalam rangka mencapai penekanan virus dan mencegah kambuhnya penyakit setelah
prosedur transplatasi.
g. Pembedahan. Reseksi bedah karsinoma hepatoselular atau orthotopic transplatasi hati (OLT)
adalah pengobatan pilihan untuk pasien dengan kegagalan hepatik fulminan yang gagal
untuk memulihkan dan untuk pasien dengan stadium akhir penyakit ini.
h. Terapi diet. Pada kondisi akut dan hepatitis kronis (non-sirosis) pemberian diet tidak ada
batasan.
i. Penatalaksanan lainya diet natrium rendah (15 g/hari),tinggi kalori-protein. Dalam kasus
hiponatremia, cairan pembatasan (1,5 I/hari) (Sharma,2008)
j. Pada umumnya tidak perlu diberikan obat-obat, karena sebagian besar obat akan di
metabolisme di hati dan meningkatkan SGPT.
k. Pemeriksaan enzim SGPT dan gamma-GT perlu dilakukan untuk memantau keadaan
penderita. Bila hasil pemeriksaan enzim tetap tinggi maka penderita dirujuk untuk
menentukan apakah perjalanan penyakit mengarah ke hepatitis kronik
l. Hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin. Pencegahan ini hanya dianjurkan bagi orang-orang
yang mengandung resiko terinfeksi.
m. Pada saat ini belum ada obat yang dapat memperbaiki kerusakan sel hati.
KOMPLIKASI
1. Hepatitis Fulminant (sangat Jarang) dan
Cholestatic Hepatitis (Gilroy,2008).
2. Hepatocellular carcinoma / HCC (Hepatoma),
glomerulonefritis, poliarteritis
nodosa,pankreatitis, miokarditis, atypical
pneumonia, anemia aplastik, dan neuropati
perifer (Sharma, 2008).
3. Sirosis berkembang dalam 20 tahun dari onset
penyakit dalam 20 % dari orang orang dengan
infeksi kronis (Goodman,2008).