Anda di halaman 1dari 83

PEMICU 4

Seorang nenek dengan keluhan kuku jari


tangan dan kaki yang rapuh tidak mengkilat
FASILITATOR : DR. ANGELINE NOVIA
TOEMON, M. IMUN
Kelompok 1
ANGGOTA KELOMPOK :
1. SAMUEL MANURUNG FAA 117 021
2. MUNTIR GURUSINGA FAA 117 022
3. SALSALINA VIOLETHA BR. GINTING FAA 117 023
4. SANTHA ELISKA BR. GURUSINGA FAA 117 024
5. DIAN CANTIKA LINGGA FAA 117 025
6. NI NYOMAN PUTRI RIASNI FAA 117 026
7. ABIYYU PRAYOGA FAA 117 027
8. SATRIA SAPUTRA FAA 117 028
9. NANDA HOSANA TARIGAN FAA 116 046
10. RHEKEN ARYO BALINGA FAA 115 001
SKENARIO
Seorang nenek usia 60 tahun datang ke poli kulit RS
Danum. Beliau mengeluh sejak beberapa minggu kuku jari tangan
dan kaki nya mudah rapuh menyerupai kapur, terutama kuku
yang terkena bagian distal tampak bercak putih atau kuning,
diikuti hiperkeratosis subungual dengan masa kuning keabuan
yang menyebabkan permukaan bebas kuku terangkat. Lesi
meluas ke matriks kuku. Awalnya keluhan terkena bagian
hyponchium bermigrasi ke bagian proksimal. Pasien pernah diberi
obat oral sebelumnya griseofulvin.
KATA SULIT
• Hiperkeratoris Subungual : Penyebaran startum korneum
yang sering dikaitkan dengan adanya kuantitas abnormal
keratin.
• Hypochium : jaringan lunak yang teratur tepat dibawahbagian
bebas dari kuku dan ujung jari.
• Griseofulvin: Antibiotik yang dihasilkan oleh P.Griseofulvin
yang digunakannya untuk infeksi jamur pada dermatofit.
• Matrks kuku : pembentukan jari kuku baru
KATA KUNCI
• Identitas Pasien: Nenek (60th)
• Keluhan Utama: kuku jari tangan dan kaki rapuh
• Lokasi: di kuku bagian distal (bercak putih dan kekuningan)
• Onset: beberapa minggu yang lalu
• Sifat: rapuh, lesi meluas ke matriks kuku
heperkeratosis subungual dengan massa juning ke
abuan
• Riwayat Pengobatan: pernah diberi obat griseofulvin
IDENTIFIKASI
MASALAH
Pria ( 25 tahun ) mengeluh gatal dan ruam pada kulit
disertai sisik halus merah kecoklatan di ketiak dan lipatan paha
dibagian sisik kering menutupi lesi dan terasa berlemak .
Sebelumnya pasien mengalami di kedua lipatan paha dengan
batas lebih tegas dan gelap ,sistematis dan disertai rasa gatal
pasien juga sering mengeluhkan lembab dan berkeringat banyak .
ANALISIS MASALAH
Nenek (60th)

Pemerikasaan Fisik :
K.U Keadaan : Compos mentis
Kuku jari kaki dan tangan R.P INTEGUMEN
rapuh Obat Morfologi : bercak kinung,
Lokasi : bagian distal batas tegas
Griseofulvin Efluoresensi :
Sifat : rapuh , lesi meluas
ringworm,hypocium pada
ke matriks kuku
etos distal
Hiperkeratosis subungual Gangguan
dengan massa kuning ke Anatomi
abuan Integumen Histologi
Fisiologi
(KUKU)

DD
DX - Onikolisis
Onikomikosis - Trachyonychin
- Dermatitis kronik
- Pidhan plunus
- Brittle neil
HIPOTESIS MASALAH
Nenek (60 thn) dari anamnesis dan pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjnag didiagnosa mengalami
Onycomocisis
PERTANYAAN
TERJARING
1. Interprestasikan data tambahan 1
2. Jelaskan Patologi anatom, fisiologi, dan Mikrobiologi !
3. Jelaskan DD !
• Onikolisis
• Trachyonychin
• Dermatitis kronik
• Pidhan plunus
• Brittle neil
4. Jelaskan DX ! Onycomocisis
INTERPRESTASI DATA TAMBAHAN
PEMERIKSAAN KULIT :
1 . MORFOLOGI : terdapat bercak kuning
putih keabuan dengan berbatas tegas
dari alas kuku sampai kelempeng kuku,
simetris
INTERPRESTASI DATA
TAMBAHAN
Effloresensi :
1. Ring worm stratum korneum hiponikium pada batas
distal lempeng kuku.
2. Hiperkeratosis subungual sampai matriks kuku
INTERPRESTASI DATA
TAMBAHAN
Pemeriksaan KOH kuku 10% : ditemukan hifa panjang,
berdinding tipis, berbentuk lonjong.
2. JELASKAN PATOLOGI ANATOMI ,
FISIOLOGI DAN MIKROBIOLOGI

PATOLOGI ANTATOMI
ONIKOMIKOSIS
MAKROSKOPIK
Kuku Menebal dan terjadi
hiperkeratosis subungual
(penimbunan skuama di bawah
kuku)
Warna kuku berubah (kuning,
kuning-hijau, putih, atau cokelat)
Distrofi kuku
Onikulosis (Lempeng kuku
terangkat dari dasar kuku).
ONIKOMIKOSIS
MIKROSKOPIK
Seringkali kuku akan mengandung
serum dan koleksi neutrofil serta
bentuk jamur yang menembus
jaringan kuku (Gambar 1)
Noda Periodic Acid - Schiff (PAS)
pada gambar 2 menunjukkan
dermatofit menembus lempeng Gambar 1
kuku.

Gambar 2
PSORIASIS KUKU
MAKROSKOPIK
Pittinng, akibat lesi pungtata kecil
di matriks kuku, timbul lubang
kecil di lempeng kuku
Onikolisis Bagian terpisah tampak
putih atau putih kuning dan opak
Oil spots, warna oranye cokelat
yang muncul di bawah kuku
Hiperkeratosis subungual, yaitu
penimbunan skuama di bawah
lempeng kuku.
ONIKOLISIS
Pemisahan lempeng kuku dari
perlekatan ke dasar kuku yang
berwarna merah muda
Bagian yang terpisah tampak putih
dan keruh, berbeda dari bagian
yang melekat yang tampak merah
mudah translusen
PSORIASIS KUKU
MIKROSKOPIK
Pembesaran tinggi dari biopsi
psoriasis unit kuku. Epitel
menunjukkan spongiosis ringan
dan ada daerah dengan
parakeratosis dengan neutrofil di
dalamnya
HISTOLOG
Kuku (onyx)

Kuku, adalah sel epidermis


kulit-kulit yang telah berubah
tertanam dalam palung kuku
mnurut garis lekukan pada
kulit.
• Akar kuku ( nail root )
• Badan kuku (nail plate)
• kuku yang bebas
(hyponychium)
• eponikium (bagian
proksimal)

Syaifuddin, Anatomi, hal. 141-142 dan Adhi Djuanda, dkk., Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
(Jakarta: FKUI, 1999), hal. 3-5
Bagian proksimal kuku adalah akar kuku dan dilapisi oleh lipatan kulit, di
mana stratum corneum epidermal meluas sebagai kutikula atau
eponikium. Lempeng kuku berkeratin terikat pada bantalan epidermis yang
disebut bantalan kuku (nail bed), yang hanya memiliki lapisan basal dan
spinosa
Mirograf Potongan
lipatan kuku proksimal
Sagital
(PNF) dan ekstensi
epidermisnya,
eponikium (E) atau
kutikula. Akar kuku
(NR), regio yang paling
proksimal di lempeng
kuku (NP), terbentuk
seperti akar rambut
oleh matriks keratinosit
yang berproliferasi dan
berdiferensiasi. Sel-sel
ini membentuk matriks
kuku dorsal (DNM) dan
matriks kuku ventral
(VNM), yang
mengitimkan sel
berkeratin ke akar
kuku. Lempeng kuku
yang matur tetap
melekat pada bantalan
kuku (NB)
Anthony L. Mescher, PhD. 2013 . Junqueira’s Basic Histologi Atlas and Text. Ed 13. USA: Mcgraw
Hill
MIKROBIOLOGI
3. JELASKAN DD !
DD DEFINISI ETIOLOGI TANDA DAN
GEJALA
Mencerminkan • Iritan (cat kuku) • Pada sebagian
pemisahan • Trauma pasien kuku
lempeng kuku dari • Infeksi jamur menjadi berwarna
dasar kuku yang (paronikia kehijauan atau
merah muda kronik atau kekuningan.
onikomikosis) • Lesi dapat terasa
• Obat sebagai nyeri dan dapat
bahan fototoksik menganggu fungsi
(diuretik, obat sehari-hari kuku
sulfat, (mengambil benda
Onikolisi tertasiklin, kecil seperti uang
s doksisiklin, dan logam dan
demetilklortetra penjepit kertas).
ksiklin)
• Psoriasis
• Penyakit kulit
DD DEFINISI ETIOLOGI TANDA DAN
GEJALA
Trakionikia adalah Etiologi pasti dari • Trachyonychia
inflamasi kuku peradangan yang mengkilap. Kuku
idiopatik yang mempengaruhi unit memiliki banyak
menyebabkan kuku pada pasien lubang di piring
gangguan dengan kuku dan
keratinisasi trachyonychia terus memantulkan
matriks kuku tetap tidak jelas. cahaya,
(Idiopatik) memberikan
Trakioni penampilan yang
kia mengkilap.
• Trachyonychia
buram. Kuku
menunjukkan
permukaan kasar,
punggung
memanjang, dan
Trachyonychia buram Trachyonychia mengkilap
Dermatitis adalah • Bahan kimia : • Pada umumnya
peradangan kulit detergen, asam, pasien mengeluh
(epidermis dan basa, oli, semen gatal.
dermis) sebagai • Fisik : sinar dan • kelainan kulit
respon terhadap suhu bergantung pada
pengaruh faktor • Mikro- stadium penyakit,
eksogen dan atau organisme dapat
faktor endogen (bakteri, jamur) sirkumskrip,
• Dermatitis dapat pula difus,
atopik dengan
penyebaran
Dermati
setempat,
tis
generalisata dan
Kronik
universalis
• Stadium kronis
lesi tampak
kering, berbentuk
skuama,
DIFFERENT
LIKEN PLANUS BRITILE NAIL
DIAGNOSIS
penyakit mukokutan kronis yang mempengaruhi lempeng kuku yang rapuh dan
DEFINISI kulit, lidah, dan mukosa mulut, kuku dan mudah patah,keadaan kuku
rambut sangat tipis
klasik (idiopatik), dasarnya adalah kelainan Kekurangan vitamin dan zat
imunologis (sel T) berkaitan dengan obat- besi
obatan lesi kulit : garam emas, beta blocker, anti Ph asam tubuh berlebih
malaria, thiazide, furosemide, spironolakton, Terlalu memforsir kerja
ETIOLOGI penisilamin lesi mulut saja : emas, dental kuku
material (termasuk amalgam), allopurinol, ACE Terlalu sering mencat kuku
inhibitor, NSAIDs, penisilamin, sulfonilurea)
berkaitan dengan penyakit/infeksi lain (
hepatitis C, HIV, amoebiasis, kronis sistitis)
Penyakit ini ditandai dengan lesi atau belah longitudinal, lipatan
ruam , papula yang berwarna dan memiliki kuku yang mengembung
konfigurasi yang khas. Papul berwarna (pterigium kuku). Lempeng
merah biru, berskuama dan berbentuk siku- kuku menipis dan papul liken
TANDA DAN siku.L planus dapat mengenai
GEJALA lempeng kuku.
pemeriksaan histopatologik
terdapat : hiperkeratosis,
degenerasi sel basal, infiltrat
limfosit, dan histiosit
JELASKAN DX !
DEFINISI
Onikomikosis (Onychomycosis) adalah Penyakit kulit
disebabkan infeksi jamur atau dermatomikosis yang menyerang
daerah kuku jari kaki atau tangan. Onikomikosis tidak
mengancam nyawa namun dapat menimbulkan rasa sakit, tidak
nyaman, serta keterbatasan fisik.
EPIDEMIOLOGI
Onikomikosis adalah suatu keadaan penyakit yang
mempengaruhi kira-kira 10% populasi di seluruh dunia dan
menyumbang 20-40% dari semua kelainan kuku dan sekitar 30%
pada infeksi jamur kulit.
Prevalensi onikomikosis ditentukan oleh usia, pekerjaan,
iklim dan frekuensi berpergian.
Onikomikosis dapat mengenai semua ras.
Meningkatnya populasi berusia tua, infeksi HIV atau
terapi immunisupresi, hobi olahraga, kolam renang komersil dan
sepatu oklusif bertanggung jawaban atas meningkatnya kejadian
tersebut.
Pria lebih sering terserang mungkin disebabkan keruakan
kuku yang lebih sering karena olahraga dan aktivitas yang banyak
pada waktu luang.
Kuku kaki 7 kali lebih sering daripada kuku tangan karena
laju pertumbuhan yang tiga kali lebih lambat.
Faktor pencetus lainnya meliputi trauma kuku, penyakit
vaskuler perifer, merokok, dan psoriasis.
PATOGENESIS
Fungi – lempeng kuku – celah lipat kuku lateral, proksimal
serta hiponikium – jamur mengalami pertumbuhan – germinisasi –
penetrasi – ventral – bantalan kuku (nail bed) - Lapisan kuku –
fungi – rongga intaseluler – kuku rusak.
PATOFISIOLOGI
DERMATOFITOSIS
= TINEA = RINGWORM = KURAP =
TEIGNE = HERPES SIRSINATA
Definisi:
•Penyakit pada jaringan yang
mengandung zat tanduk , ct/: str. Korneum
pada epidermis, rambut & kuku, yg
disebabkan gol. Jamur dermatofita.

Etiologi:
• Golongan Dermatofita, yang terbagi dlm
genus:
• Microsporum
• Trichophyton
• Epidermophyton
BAGAIMANA CARA
PENULARAN????

Tidak
Langsung
langsung
Melalui epitel Melalui barang2:
Kulit rambut yang tanaman
mengandung jamur Kayu,pakaian,air
dari manusia Debu juga bisa yang
binatang , tanah Dihinggapi jamur
Suhu dan
kelembapan

Imunitas Keutuhan
Tubuh kulit
Faktor yg
Mempermudah
Infeksi
jamur
Jenis
Umur
kelamin

Sosial
ekonomi
PATOFISIOLOGI
• Dermatofita biasanya berada di
daerah yang tidak hidup : str.
korneum, rambut, kuku.
• Daerah lipatan tubuh yang hangat,
lembab membantu proliferasi jamur.
• Keratinisasi menghalangi jamur
terbatas di epidermis. Jamur memiliki
enzim shg bisa masuk lebih dalam
dari stratum corneum.
• Penetrasi jamur tergantung dari
mekanisme pertahanan non-spesifik
yaitu : aktivasi serum inhibitor,
komplemen, PMN.
• Masa inkubasi 1-3 minggu
• Perluasan lesi : Sentrifugal.
KLASIFIKASI
a. onimikosis
subungual distal
dan lateral
B. ONIMIKOSIS
SUPERFISIALIS PUTIH
C. ONIMIKOSIS
SUBUNGUAL PROKSIMAL
D. ONIMIKOSIS
DISTROFIK TOTAL
E. ONIMIKOSIS
CANDIDA
GAMBARAN KLINIS
Onikomikosis Subungual Distal dan Lateral.
Infeksi dari distal dapat meluas kelateral kuku sehingga
memberi gambaran onikomikosis distal dan lateral. Lempeng
kuku bagian distal berwarna kuning atau putih.
Penyebab tersering adalah
T. Mentagrophytes,
T. Tonsurans dan
E. Floccosum
ONIKOMIKOSIS
SUPERFISIAL PUTIH
Gambaran yang khas adalah “white island” berbatas tegas
pada permukaan kuku, tumbuh secara radial,berkonfluensi,
dapat menutupi seluruh permukaan kuku. Pertumbuhan
jamur menjalar melalui lapisan tanduk menuju nail bed
(bantalan kuku) dan hiponikium. Lambat laun kuku menjadi
kasar, lunak dan rapuh. Penyebab tersering adalah T.
Mentagrophytes
ONIKOMIKOSIS
SUBUNGUAL PROKSIMAL
Gambaran klinis berupa hiperkeratosis subungual, onikolisis
proksimal, leukonikia, dan akhirnya dapat mengakibatkan
destruksi lempeng kuku proksimal. Penyebab tersering
adalah T. Rubrum
ONIKOMIKOSIS
DISTROFIK TOTAL
Jamur menginfeksi lempeng kuku sehingga mengalami
kerusakan berat. Infeksi dimulai dengan lateral atau distal
onikomikosis dan kemudian menginvasi seluruh kuku secara
progresif. Kuku tampak berkerut dan hancur
ONIKOMIKOSIS
CANDIDA
disebabkan spesies Candida. Lebih umum dilaporkan pada
wanita akibat sering mencuci tangan dengan air dan sabun
saat mengerjakan tugas-tugas rumah tangga juga bisa
menjadi faktor pendukung
FAKTOR RESIKO
• usia
• jenis kelamin
• genetik
• faktor lingkungan yaitu iklim panas
• lembab
• Sering menggunakan sepatu tertutup
• berjalan tanpa menggunakan alas kaki,
• trauma berulang pada kuku
• hiperhidrosis
• penggunaan pemotong kuku secara bersama.
• aktivitas olahraga
• imunodefisiensi
• diabetes mellitus
• riwayat infeksi dermatofita pada lokasi lain.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Anamnesis dan gambaran klinis saja pada umumnya sulit untuk
memastikan diagnosis, maka diperlukan pemeriksaan penunjang
untuk menegakkan diagnosis dan mengetahui penyebab
onikomikosis. Pemeriksaan penunjang tersebut yaitu pemeriksaan
mikroskopik langsung dan pemeriksaan dengan biakan atau
kultur untuk identifikasi jamur penyebab, pemeriksaan dengan
dermoskopi dan histopatologi.
1. Pemeriksaan mikroskopik
diperlukan bahan dari kerokan kuku pada sediaan KOH 20-
30% dalam air atau dalam dimetilsulfoksida (DMSO) 36-40%
untuk mempermudah lisis keratin sehingga dapat melihat
adanya hifa, pseudohifa, spora, dan blastospora.Pada
gambaran mikroskopik langsung bila penyebabnya elemen
jamur dermatofita maka akan terlihat sebagai dua garis lurus
sejajar yang transparan (double contour) tersusun atas hifa
bersepta maupun bercabang, kadang ditemukan deretan
spora di ujung hifa. Kandida terlihat sebagai spora atau
konidia yang bulat atau lonjong, bila bergerombol disebut
blastospora atau blastokonidia, kadang ada yang menonjol di
dinding spora seperti angka 8 (budding yeast). Juga terlihat
sebagai pseudohifa sebagai untaian sosis.
2. Pemeriksaan biakan atau kultur
menggunakan media Agar Sabouraud, juga
dikenal sebagai gold standard dalam menengakkan
diagnosis onikomikosis. Agar Sabouraud merupakan media
universal karena dapat digunakan untuk mengisolasi semua
jenis jamur. Evaluasi pada media biakan adalah morfologi
keseluruhan koloni (depan) yaitu warna, tekstur, topografi
dan lamanya tumbuh, lalu bagian sebaliknya (reverse) untuk
melihat ada atau tidaknya pigmen yang khas, dan morfologi
mikroskopis yaitu ukuran, bentuk, topografi dan susunan
spora atau konidia (makrokonidia, mikrokonidia), jenis
tambahan seperti hifa
3. Pemeriksaan dengan dermoskopi atau dikenal
onikoskopi
prosedur yang mudah dan cepat,
yang dapat membedakan onikolisis pada OSDL
dengan onikolisis oleh trauma. Gambaran onikolisis
ditandai dengan pinggir kuku yang iregular atau spike
dan garis-garis longitudinal dari bagian proksimal
kearah distal pada tepi onikolisis, dan perubahan
warna pada kuku
Bila secara klinis kecurigaan onikomikosis besar,
tetapi hasil sediaan mikroskopik langsung maupun biakan
negatif, pemeriksaan histopatologi dapat membantu. Dapat
dilakukan biopsi kuku atau nail clippings dengan pewarnaan
periodic acid-shiff (PAS) untuk membantu memastikan
bahwa jamur terdapat didalam lempeng kuku dan bukan
komensal atau kontaminan diluar lempeng kuku
KOMPLIKASI
• Infeksi yang berulang
• Kehilanan kuku yang terkena infeksi (secara permanen )
• Perubahan warna kuku
TERAPI
ONIKOMIKOSIS
Terapi onikomikosis bertujuan untuk mengeradikasi jamur
dari kuku yang dibuktikan dengan sediaan mikroskopis
maupun biakan dan mencapai kesembuhan secara klinis.
prinsip dalam pemilihan terapi onikomikosis, antara lain tipe
onikomikosis, keterlibatan matrik kuku, lokasi kuku (jari
tangan atau jari kaki), jumlah kuku yang terlibat, agen
penyebab, derajat keparahan, efek samping obat, interaksi
obat, kemudahan penggunaan obat dan harga obat.
Modalitas terapi yang telah dikenal meliputi obat antijamur
sistemik yaitu terbinafin, itrakonazol, flukonazol, obat
antijamur topikal antara lain amorolfin dan siklopiroks, terapi
bedah seperti avulsi kuku, terapi alternatif lainnya yaitu laser,
fotodinamik, iontoforesis dan ultrasound, serta kombinasi
antara modalitas terapi tersebut. Pada beberapa studi
melaporkan bahwa banyak kasus onikomikosis gagal dengan
monoterapi, karena disebabkan oleh pertumbuhan kuku yang
lambat dan konsentrasi obat yang suboptimal di kuku.
Sedangkan terapi kombinasi obat antijamur sistemik dan
topikal menunjukkan angka kesembuhan yang lebih tinggi
dibandingkan hanya pemberian monoterapi, karena terapi
kombinasi ini dapat meningkatkan aktifitas fungisidal,
mengurangi resistensi obat, mencegah kekambuhan,
meningkatkan toleransi dan keamanan obat. Selain itu, terapi
kombinasi juga efektif pada kasus onikomikosis jari kaki
derajat berat.
OBAT ANTIJAMUR
TOPIKAL
Terapi antijamur topikal dalam sediaan nail lacquer antara
lain efinaconazol, tavaborol, siklopiroks,
danamorolfin.Siklopiroks 8% nail lacquer diaplikasikan tiap
24 jam, sedangkan amorolfin 5% nail lacquer diaplikasikan
tiap 48 jam, selama 6-12 bulan. Amorolfin memiliki angka
kesembuhan mikologis sekitar 38%-54% lebih tinggi daripada
siklopiroks setelah terapi 6 bulan
OBAT ANTIJAMUR
SISTEMIK
Obat sistemik yang dapat digunakan untuk terapi
onikomikosis adalah terbinafin, itrakonazol, flukonazol, dan
memiliki spektrum luas yaitu dermatofita, kandida dan
kapang. Berbagai penelitian dilakukan untuk menilai
kelebihan dan kekurangan masing-masing obat. Terbinafin
merupakan antijamur bersifat fungisidal, dan derivat azol
bersifat fungistatik.
TERAPI BEDAH
Avulsi kuku dapat mengurangi massa jamur dan
meningkatkan penetrasi terapi antijamur sehingga menjadi
pilihan bagi lesi yang resisten terhadap antijmaur topikal dan
sistemik. Avulsi kuku dengan tindakan bedah dapat
dipertimbangkan bila kelainan hanya pada 1-2 kuku, terdapat
kontra indikasi terhadap obat sistemik, dan telah resisten
terhadap obat. Tindakan bedah ini sebaiknya tetap
dikombinasi dengan obat antijamur sistemik.
BEBERAPA CARA PENCEGAHAN
UNTUK MEMINIMALKAN INFEKSI
JAMUR KUKU, MELIPUTI:
• Pastikan kaki dan tangan Anda tetap kering. Karena kulit
dan kuku yang kering cenderung tidak mudah terinfeksi
jamur kuku.
• Jangan memotong kuku terlalu pendek, karena bisa
menyebabkan cedera pada kuku Anda. Jaga kebersihan
alat pemotong kuku agar jamur tidak tumbuh di alat
tersebut.
• Gunakan kaus kaki yang kering, dan rutinlah untuk
menggantinya. Jangan tunggu hingga lembap atau basah.
• Pilihlah alas kaki yang tidak sempit dan bisa membuat
kaki Anda “bernapas”, misalnya sandal jepit. Untuk
sepatu, Anda bisa memilih yang terbuat dari bahan kulit
atau kanvas.
• Hindari berjalan tanpa menggunakan alas kaki di tempat
umum.
• Membuat beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu
mencegah Onikomikosis . Merawat kuku dengan baik dan
menjaganya agar tetap bersih adalah cara yang paling mudah
untuk mencegah infeksi. Anda juga harus menghindari
terjadinya luka pada kulit di sekitar kuku.
• Cara lain untuk mencegah infeksi jamur pada kuku meliputi:
• Menggunakan semprotan antijamur secara teratur
• Mencuci tangan setelah menyentuh kuku yang terinfeksi
• Mengeringkan kaki dengan baik setelah mandi, terutama di
antara jari-jari kaki Anda
• Melakukan manikur atau pedikur di salon yang dapat
dipercaya
• Memakai kaus kaki untuk meminimalkan kelembapan
• Tidak bertelanjang kaki di tempat umum.
PROGNOSIS
Karakteristik dan morbiditas
pasien meliputi usia tua (> 60 tahun),
trauma kuku sebelumnya,
riwayat onikomikosis sebelumnya,
kondisi imunokompromais,
Penyakit pembuluh darah perifer dan
diabetes mellitus yang tidak terkontrol.
PERTANYAAN
TAMBAHAN
PEMERIKSAAN LAMPU
WOOD
Lampu Wood merupakan alat diagnostik non-invasif dan dapat
memberikan fluoresensi dengan cara sinar yang diarahkan ke lesi
akan dipantulkan berdasarkan perbedaan berat molekul metabolit
organisme penyebab sehingga menimbulkan indeks bias berbeda
yang dapat menghasilkan pendaran warna tertentu.
Sinar lampu Wood dihasilkan dari merkuri bertekanan tinggi
yang dipancarkan melalui filter terbuat dari barium silikat dan 9 %
nikel oksida diberi nama filter Wood. Filter ini hanya dapat
menyerap cahaya dengan panjang gelombang 320 sampai 400 nm
dengan puncaknya pada 365 nm.
Fluoresensijaringan terjadi ketika sinar dari lampu Wood diserap
oleh kulit lalu memancarkan kembalisinar dengan panjang
gelombang yang lebih panjang, biasanya visible light
Penggunaan lampu Wood harus di dalam sebuah ruangan yang
benar-benar gelap dan jarak lampu ke kulit adalah 10-15 cm.
Sinar lampu Wood dapat digunakan untuk mengevaluasi lesi
berupa kelainan pigmen karena sinar lampu Wood diserap secara
kuat oleh melanin.
Aplikasi lampu Wood dalam bidang dermatologi terutama sering
dipakai dalam membantu menegakkan diagnosis penyakit akibat
infeksi jamur, infeksi bakteri, akne vulgaris, kelainan pigmentasi,
porfiria, maupun dalam diagnosis fotodinamik.
Berbagai variasi pada pigmentasi epidermis tampak lebih
jelas di bawah lampu Wood sedangkan variasi pada
pigmentassi dermis kurang begitu jelas.
Bentuk Kelainan Warna Fuoresensi
Kelainan pigmen
Hipopigmentasi dan depigmentasi
Vitiligo Biru terang – putih
Makula ash leafpada tuberous Biru terang – putih
sklerosis Biru terang – putih ( pengamatan
Mikosis fungoides hipopigmentasi penulis)
Hiperpigmentasi
Melasma epidermal Kontras warna lebih jelas
Melasma dermal Kontras warna kurang jelas
Infeksi Bakteri
Pseudomonas ( pyoverdin atau Hijau
fluorescein)
Corynebacterium minutissimum Merah coral
(coproporphyrin III)
Propionibacterium acnes Jingga-kemerahan, putih-kekuningan
(coproporphyrin)
Infeksi Jamur
Ptiariasis versikolor (Malessezia furfur) Putih-kekuningan, kuning-keemasan
Ptirosporum folikulitis Folikel putih-kebiruan
Tinea kapitis
Microsporum audouinii Biru-hijau
M. canis Biru-hijau
M. ferrugineum Biru-hijau
M. distortum Biru-hijau
M. gypseum Kuning pucat
T. schoenleinii Biru pucat
PEMERIKSAAN
KEROKAN KOH
Pemeriksaan mikrokopis untuk mengidentifikasi jamur dari kulit
dan kuku.
Exogenous non protein misalnya hypha dan spora
Dermatomycosis superficialis , Candidosis, Tinea versicolor ,
Chromonycosis, Dermatitis fiberglass
Larutan KOH adalah larutan penjernih yang akan melarutkan
protein, lipid, dan melisiskan epitel.
Elemen jamur akan bertahan terhadap larutan KOH karena
mengandung kitin dan glikoprotein pada dinding sel, oleh karena itu
konsentrasi yang dianjurkan adalah KOH 10-30%, supaya elemen
jamur yang diperiksa tidak ikut dilarutkan dengan cepat dan
menghasilkan negatif palsu.
INTERPRETASI HASIL
PEMERIKSAAN KEROKAN
KOH
Hypha dermatophytes
Bentuknya seperti benang pan1ang lurus atau berlekuk yang
seringkali bercabang-cabang. Diameternya uniform! warna terang
dengan tepi agak gelap.
 Hypha dan budding spores Candida
Disebut 1uga pseudo-hypha
yang seringkali sukar di bedakan dengan hypha daridermatohytes.
entuknya seperti benang yang pan1ang. ,urus atau bengkok. Bentukan
sel bulat atau o'al dan budding.
 Hypha dan spora T. Versicolor
Bentuknya berupa benang-benang pendek-pendek dan
pan1ang disertai dengan spora
yang berkelompok dengan ukuran yang sama. Kombinasi ini sering
kali di sebut spagetti dan meatballs