Anda di halaman 1dari 33

BAB 6

DIVERSIFIKASI YANG EFISIEN


Kelompok 5

Mariana Ch Halan ( A.2016.1.33997 )


Esty Suwitawayansari ( A.2016.1.34000 )
Sisca Devi Rukani ( A.2016.1.34002 )
Ajeng Kartikasari ( A.2016.1.34003 )
Endang Wahyuni ( A.2016.1.34004 )
Yuliana Mulyadi ( A.2016.1.34005 )
Kastelia Azaria ( A.2016.1.34027 )
Gibran Girindra Yasir ( A.2016.1.34044 )
Mia Oktaviani ( A.2019.4.34858 )
DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO
• Diversifikasi portofolio diartikan sebagai
pembentukan portofolio sedemikian rupa sehingga
dapat mengurangi risiko portofolio tanpa
mengorbankan penghasilan yang dihasilkan. Ini
merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh investor.
DIVERSIFIKASI DAN RISIKO PORTOFOLIO
Gambar 6.1
Gambar 6.2
ALOKASI ASET DENGAN DUA ASET YANG
BERISIKO
• Kovarians dan Korelasi
• Untuk membentuk portofolio yang optimal dari aset-aset
berisiko, kita harus memahami bagaimana ketidakpastian
dari imbal hasil aset berinteraksi. Faktor utama penentu
risiko portofolio adalah sejauh mana imbal hasil pada
kedua aset tersebut berubah, baik secara bersamaan
maupun berlawanan. Risiko portofolio bergantung pada
kovarians diantara imbal hasil-imbal hasil dari aset-aset
yang ada dalam portofolio.
Analisis skenario dalam spreadsheet 6.1
• Varians adalah rata-rata tertimbang probabilitas dari
deviasi imbal hasil aktual dari imbal hasil yang
diharapkan yang dikuadratkan; standar deviasi adalah
akar dua dari varians. Nilai-nilai ini dihitung dalam
Spreadsheet 6.2.
• Imbal hasil portofolio adalah rata-rata tertimbang dari imbal hasil
pada setiap reksa dana dengan bobot sama dengan proporsi dari
portofolio yang diinvestasikan dalam setiap reksadana. Anggap kita
membentuk sebuah portofolio dengan 40% diinvestasikan dalam
reksa dana saham dan 60% dalam reksa dana obligasi. Kemudian,
imbal hasil portofolio dalam setiap skenario

• Imbal hasil portofolio dalam resesi ringan


= 0,40 x (-11%) + 0,60 x 15% = 4,6%

• adalah rata-rata tertimbang dari imbal hasil kedua reksa dana.


Sebagi contoh:
• Hasil tersebut muncul dalam sel C6 pada
Spreadsheet 6.3
Formula untuk kovarians dari imbal hasil reksa dana
saham dan obligasi diberikan dalam persamaan 6.1
• Kovarians dari setiap reksa dana saham dan obligasi
dihitung dalam baris kedua terakhir dari Spreadsheet
6.4 dengan menggunakan persamaan 6.1
Nilai negatif untuk kovarians menunjukkan bahwa
kedua aset, secara rata-rata, bervariasi secara terbalik
atau berlawanan; saat satu aset memiliki kinerja yang
bagus, aset lainnya cenderung memiliki kinerja yang
buruk.
koefisien korelasi
• Persamaan 6.2 memperlihatkan kapanpun kita akan
menghitung kovarians kita dapat menggantikannya
dengan persamaan berikut menggunakan koefisien
korelasi:

• Saat ini, kita berada dalam posisi untuk menurunkan


fitur-fitur risiko dan imbal hasil dari portofolio yang
berisikan aset-aset berisiko.
Menggunakan Data Historis
• Resiko dan imbal hasil portofolio bergantung pada rata-
rata dan varians dari efek-efek dalam portofolio serta
pada kovarians antara imbal hasil dari efek-efek tersebut.
Salah satu cara untuk memperoleh masukan-masukan
tersebut adalah analisis skenario. Pendekatan lainnya
yang umum untuk menghasilkan masukan-masukan
tersebut adalah dengan menggunakan data historis.
Dalam pendekatan ini, kita menggunakan imbal hasil
yang telah terealisasi untuk memperkirakan varians dan
kovarians.
Tiga Aturan untuk Portofolio yang Terdiri atas
Dua Aset Beresiko
• Aturan 1 : Tingkat imbal hasil dari sebuah portofolio
adalah rata-rata tertimbang dari imbal hasil pada
efek-efek yang ada, dengan proporsi investasi
sebagai bobotnya
𝑟
= 𝑤 𝐵 𝑟𝐵 + 𝑤𝑠 𝑟𝑠
𝑝
• Aturan 2 : Tingkat imbal hasil yang diharapkan pada
sebuah portofolio adalah rata-rata tertimbang dari
imbal hasil yang diharapkan pada efek-efek yang ada
dengan proporsi investasi sebagai bobotnya.
E(𝑟𝑝 ) = 𝑤𝐵 E(𝑟𝐵 ) + 𝑤𝑠 E(𝑟𝑠 )
• Aturan 3 : Varians dari tingkat imbal hasil pada portofolio
yang terdiri atas dua aset beresiko adalah

𝜎𝑝2 = (𝑤𝐵 𝜎𝐵 )² + (𝑤𝑠 𝜎𝑠 )² + 2(𝑤𝐵 𝜎𝐵 ) (𝑤𝑠 𝜎𝑠 )𝜌𝑠𝐵

• ρsʙ adalah koefesion korelasi antara imbal hasil pada


reksa dana saham dan reksa dana obligasi. Kita dapat
menggantikan variabel-varibael terakhir dalam aturan 3
dengan 2𝑤𝐵 𝑤𝑠 Cov(𝑟𝐵 ,𝑟𝑠 ).
Trade-Off antara Risiko dan Imbal Hasil dengan
Portofolio dari Dua Aset Berisiko
Kriteria Rata-Rata Varians
Note :
Standar deviasi portofolio adalah rata-rata tertimbang dari
standar deviasi dari efek-efek yang membentuk portofolio
hanya dalam kasus khusus, yaitu terdapat korelasi positif
yang sempurna. Dalam situasi ini, tidak ada keuntungan
yang diperoleh dari diversifikasi, korelasi posisitif sederhana
hanyalah sebuah contoh bahwa tidak ada manfaat dari
diversifikasi. Korelasi negatif antara sepasang aset juga
dimungkinkan. Saat korelasi negatif, manfaat diversifikasi
menjadi lebih besar.
PORTOFOLIO BERESIKO YANG OPTIMAL
DENGAN ASET BEBAS RESIKO
• Portofolio optimal merupakan portofolio yang dipilih
seorang investor dari sekian banyak pilihan yang ada
pada kumpulan portofolio efisien. Tentunya portofolio
yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai
dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return
maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya.
• Aset bebas risiko merupakan aset yang tingkat returnnya
di masa depan sudah bisa dipastikan pada saat ini, dan
ditunjukkan oleh varians return yang sama dengan nol.
Salah satu contoh aset bebas risiko adalah obligasi jangka
pendek yang diterbitkan pemerintah.
Dari Gambar 6.5 dengan sekumpulan peluang dari aset-aset
beresiko yang dibentuk hanya dari reksa dana saham
obligasi.
Kita dapat menggerakkan CAL ke atas samapai mencapai pasti
menghasilkan Cal dengan rasio keuntungan terhadap volatilitas
(sharpe) yang lebih tinggi. Maka dari itu portofolio ) pada gambar
6.6 merupakan porotofolio beresiko optimal untuk dibaurkan
dengan T-bill yang dapat didefinisikan sebagai portofolio
beresiko yang dihasilkan dalam CAL setinggi mungkin.
Rasio sharpe ini secara signifikan lebih tinggi daripada
yang diberikan oleh portofolio saham atau portofolio
obligasi saja.
DIVERSIFIKASI YANG EFISIEN DENGAN BANYAK
ASET BERISIKO
• Tiga cara untuk menggambarkan perbatasan efisien
adalah
(1) memaksimalkan premi risiko untuk setiap tingkatan
standar deviasi;
(2) meminimalkan standar deviasi untuk setiap premi
risiko; dan
(3) memaksimalkan rasio sharpe untuk setiap tingkatan
standart deviasi (atau premi risiko).
• Memilih Portofolio Berisiko yang Optimal
Langkah kedua dari rencana optimalisasi melibatkan
aset bebas risiko. Menggunakan suku bunga bebas
risiko saat ini, kita mencari garis alokasi modal dengan
rasio sharpe yang tertinggi( kemiringan yang paling
curam)
PASAR SAHAM INDEKS TUNGGAL
Kami memulai bab ini dengan perbedaan antara resiko
sistematis dan risiko khusus perusahaan. Risiko sistematis
adalah faktor-faktor ekonomi makro yang memengaruhi
seluruh efek, sementara risiko khusus perusahaan hanya
memengaruhi satu perusahaan tertentu atau, paling
banyak, sekelompok perusahaan. Model Indeks (index
models) adalah model-model statistika yang dirancang
untuk memperkirakan dua komponen risiko tersebut untuk
efek atau portofolio tertentu.
RISIKO INVESTASI JANGKA PANJANG
• Kita dapat memperoleh pengetahuan atas risiko jangka
panjang dengan membandingkan investasi berisiko satu
tahun (jangka pendek) dan dua tahun (jangka waktu yang
lebih panjang).
• Namun, para investor sering kali diberi nasihat bahwa
investasi untuk jangka panjang tidak berisiko seperti
terlihat dari data-data statistik yang disajikan dalam bab
ini dan bab sebelumnya.
• Untuk memahami kesalahpahaman yang tersebar luas
ini, kita pertama kali harus memahami apa saja strategi-
strategi investasi jangka panjang.
Strategi Investasi Jangka Panjang
• Kami memperlihatkan imbal hasil untuk ketiga
strategi dalam tabel 6.3 . Premi risiko adalah nol
untuk T-Bills dan R untuk portofolio berisiko sehingga
baris pertama dari table memperlihatkan akumulasi
dari premi risiko investor selama dua tahun dengan
menggunakan setiap strategi. Hal yang sama, baris
kedua memperlihatkan akumulasi varians dari
kekayaan investor.
Strategi Investasi Jangka Panjang
Mengapa Terdapat Kebinggungan
yang Tanpa Henti ?
TERIMAKASIH