Anda di halaman 1dari 13

DINAMIKA HISTORIAL KONSTITUSIONAL, SOSIAL-POLITIK,

KULTURAL, SERTA KONTEKS KONTEMPORER PENEGAKAN


HUKUM YANG BERKEADILAN

MATA KULIAH : Pendidikan Kewarganegaraan


DOSEN PENGAMPU : Dody Ariyantho K. Wijaya, S. Hut., M.Si.

KELOMPOK 7 : - Muhammad Adi Yusuf


- Eppi Marina Simanjuntak
- Arman Allo
- Muhammad Iqbal
- Andri Antonius Malau
- Rinto Ripa
A. Konsep dan urgensi penegakan hukum yang
berkeadilan

• Menurut Kranenburg dan tk.B. Saburoedin (1975)


kehidupan manusia tidak cukup hidup dengan aman,
teratur dan tertib, manusia perlu sejahtera. Apabila
tujuan negara hanya menjaga ketertiban maka tujuan
negara itu terlalu sempit. Tujuan negara yang lebih
luas adalah agar setiap manusia terjamin
kesejaterannya disamping keamanannya. Dengan
kata lain, negara yang memiliki kewenangan
mengatur masyarakat, perlu ikut menyejahterakan
masyarakat.

• Sesuai Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 perubahan ke-4


“negara Indonesia adalah negara hukum”
Tujuan Negara Republik Indonesia pun memiliki
indikator yang sama sebagaimana yang dinyatakan
Kranenburg
• Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
Indonesia
• Memajukan kesejahteraan umum
• Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ;
• Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
Agar masyarakat patuh dan mengormati hukum, maka
aparat hukum harus menegakkan hukum dengan jujur
tanpa pilih kasih dan demi keadilan Berdasarkan
Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, aparat
penegak hukum hendaknya memberikan penyuluhan-
penyuluhan hukum secara intensif dan persuasif
sehingga kesadaran hukum dan kepatuhan masyarakat
terhadap hukum semakin meningkat.
D. Dinamika dan Tantangan Penegakan
Hukum yang Berkeadilan Indonesia
1. Banyaknya kasus perilaku warga negara sebagai subyek hukum baik
yang bersifat perorangan maupun kelompok masyarakat yang belum baik
dan terpuji atau melakukan pelanggaran hukum menunjukkan bahwa
hukum masih perlu ditegakkan.
2. Penegakkan hukum di Indonesia dipandang masih lemah.
3. Masyarakat dihadapkan pada ketidakpastian hukum.
4. Rasa keadilan masyarakat pun belum sesuai dengan harapan.
5. Sebagian masyarakat bahkan merasakan bahwa aparat penegak hukum
sering memberlakukan hukum bagaikan pisau yang tajam ke bawah tetapi
tumpul ke atas.
6. Apabila hal ini terjadi secara terus menerus bahkan telah menjadi suatu
yang dibenarkan atau kebiasaan maka tidak menutup kemungkinan akan
terjadi revolusi hukum.
7. Oleh karena itu, tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini
adalah menghadapi persoalan penegakan hukum di tengah maraknya
pelanggaran hukum disegala strata kehidupan masyarakat.
F. Bagaimana Kondisi Hukum dan
Penegakan Hukum di Indonesia
‘Runcing Kebawah Tumpul Keatas’ itulah istilah yang tepat untuk
menggambarkan kondisi penegakan hukum di Indonesia. Apakah
kita semua merasakannya? Apakah kita bisa melihat
kenyataannya? Saya yakin pasti seluruh masyarakat Indonesia
juga melihat kenyatannya.

Contohnya saja kasus Gayus Tambunan, pegawai Ditjen Pajak


Golongan III menjadi miliyader dadakan yang diperkirakan korupsi
sebesar 28 miliar, tetapi hanya dikenai 6 tahun penjara, kasus
Bank Century dan yang masih hangat saat ini Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK), Akhil Mochtar ditangkap dalam Operasi Tangkap
Tangan.
Dalam operasi itu, KPK telah meenyita uang dollar Singapura
senilai Rp 3 milliar yang menunjukkan penegakan hukum
dibangsa Indonesia dalam kondisi awas, hampir semua kasus
diatas prosesnya sampai saat ini belum mencapai keputusan
yang jelas. Padahal semua kasus tersebut begitu merugikan
negara dan masyarakat kita.