Anda di halaman 1dari 65

A. Hasan Huda, SKM. MSi.

BINTEK TENAGA FOGGING


KOTA MALANG, 2019
 Kasus DBD sejak awal ditemukan kasus
sampai saat ini cenderung terjadi peningkatan
(tahun 1968 – 2015)
 Mengingat vaksin untuk mencegah & obat
untuk membasmi virusnya belum tersedia,
maka hingga saat ini pengendalian vektor DBD
merupakan cara utama yang dilakukan utk
mengendalikan penyakit DBD.
 Agar pengendalian vektor DBD dapat efektif
dan efisien, maka perlu adanya strategi yang
tepat sesuai dengan bionomik vektor DBD
pada wilayah epidemiologis yang berbeda.
musuh
Metoda
Tehnik

Mesin /
Alat semprot

Personel

Insektisida
INSIDEN DAN CFR DBD PROP JATIM
TAHUN 1968 - 2017

80.00

70.00 CFR

INS
60.00
ANGKA IR DAN CFR

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

0.00
68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13
TAHUN
3 ASPEK UTAMA PENGENDALIAN VEKTOR
/NYAMUK PENULAR DBD
P Menggigit
E
VEKTOR R Istirahat
1 I
(NYAMUK) L
A Bertelur
K
U
Organochlorin
2 INSEKTISIDA Organophosphat G.1

Carbamat G.2

Sintetik Piretroid G.3

Tenaga terlaltih G.4

TEKNIK Peralatan yg standart


3 PENGENDALIAN
VEKTOR Penggunaan dosis
insektisida yg tepat

Mengeth cara yg benar, waktu


yg tepat & perilaku vektor
PERBEDAAN BENTUK NYAMUK BETINA
CULEX AEDES ANOPHELES MANSONIA ARMIGERES COQUILETID
IA

± 100 sps ± 75 ± 60
± 120 sps ± 96 sps spesies ± 50 sps spesies
PERKEMBANGAN NYAMUK AEDES
( DEWASA & PRA DEWASA )

DEWASA

PRA DEWASA
SIKLUS HIDUP NYAMUK AEDES AEGYPTI

( UMUR : 1 – 2 Bln )
PERILAKU NYAMUK

 Kesukaan menggigit/ mencari darah


 Kesukaan istirahat
 Kesukaan bertelur/ berkembangbiak
PERBEDAAN NYAMUK
MENGGIGIT DAN ISTIRAHAT
MENGGIGIT/ ISTIRAHAT
MENGHISAP
FLUKTUASI KEPADATAN NYAMUK AEDES
(Ae. aegypty & Ae. albopictus)
DI LUAR DAN DI DALAM RUMAH DI DESA KETAPANG
TANGGULANGIN SIDOARJO TAHUN 2008

FLUKTUASI KEPADATAN NYAMUK AEDES (Ae. aegypty & Ae. albopictus)


DI LUAR DAN DI DALAM RUMAH DI DESA KETAPANG TANGGULANGIN
SIDOARJO TAHUN 2008

60

Ae. Aegypti
50
KEPADATAN NYAMUK (MHD)

Ae.albopictus

40

30

20

10

07.00-07.40 08.00-08.40 09.00-09.40 10.00-10.40 11.00-11.40 12.00-12.40 13.00-13.40 14.00-14.40 15.00-15.40 16.00-16.40 17.00-17.40

PUKUL
POLA MUSIM KEPADATAN VEKTOR DBD (Ae. Aegypti & Ae. albopictus)
DI DESA SURONDAKAN - KEC. TRENGGALEK
KAB. TRENGGALEK - JAN - DES 2011

2.50
2.30
Ae. aegypti

Ae. Albopictus
2.00
KEPADATAN / JUMLAH NYAMUK

Trend Kepadatan Vektor


1.63
1.50
1.37

1.00
0.77
0.86
0.74 0.65 0.55

0.50
0.53
0.35 0.18
0.00 0.19 0.00 0.08 0.15
0.13 0.13
0.00 0.04 0.04 0.03 0.08
0.03 0.03
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES

BULAN
0,6
MBR
MHD
0,5

0,4

0,3

0,2

0,1

0,9
0 MBR
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES 0,8 MHD
0,7

0,6
0,5
0,4
0,3

0,2
0,1
0
JAN PEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES
PERBANDINGAN KEPADATAN VEKTOR DBD
(Ae.aegypti & Ae.albopictus)
MENGGIGIT DI DALAM & DI LUAR RUMAH DI KEC. DESA
KETAPANG KEC. TANGGULANGIN - SIDOARJO - 2008

PERBANDINGAN KEPADATAN VEKTOR DBD (Ae.aegypti & Ae.albopictus )


MENGGIGIT DI DALAM & DI LUAR RUMAH DI KEC. DESA KETAPANG
KEC. TANGGULANGIN - SIDOARJO - 2006
KEPADATAN VEKTOR MENGGIGIT (MBR)

19,67
DALAM RUMAH

20,00 LUAR RUMAH

18,00
16,00
14,00
12,00
10,00
8,00
6,00 1,42
4,00 0,17 0,00
2,00
0,00
Ae.aegypti Ae.alb opictus
SPESIES VEKTOR DBD
PERBANDINGAN KEPADATAN VEKTOR DBD
(Ae.aegypti & Ae.albopictus)
ISTIRAHAT DI DALAM & DI LUAR RUMAH DI KEC. DESA
KETAPANG KEC. TANGGULANGIN - SIDOARJO - 2008

PERBANDINGAN KEPADATAN VEKTOR DBD (Ae.aegypti & Ae.albopictus)


ISTIRAHAT DI DALAM & DI LUAR RUMAH DI KEC. DESA KETAPANG
KEC. TANGGULANGIN - SIDOARJO - 2008

DALAM RUMAH 2.75


LUAR RUMAH
3.00
KEPADATAN VEKTOR ISTIRAHAT(MHD)

2.00
2.50

2.00

1.50

1.00

0.00 0.00
0.50

0.00
Ae.aegypti Ae.albopictus
SPESIES VEKTOR DBD
PERILAKU LARVA BERDASARKAN
KESUKAAN BERKEMBANGBIAK/ BERTELUR
kaleng
lain-lain ban bekas
tpt minum brng 1%
3% 1%
3%
Tempayan
3%
bak mandi
sal. Air 29%
4%
dispenser
6%

Drum
6%

kolam
7%
Ember
12%
Pot bunga
7%
kulkas bak WC
9% 9%
CONTOH : PERILAKU MENGGIGIT DAN ISTIRAHAT NYAMUK
Ae. aegypti & Ae. albopictus DI KOTA MOJOKERTO
TAHUN 2009 (BERDASAR HASIL SURVEI
PENANGKAPAN NYAMUK)

PERILAKU ISTIRAHAT VEKTOR DBD (Ae.aegypti & Ae.albopictus) PERBANDINGAN KEPADATAN VEKTOR DBD (Ae.aegypti & Ae.albopictus)
DI KEC.MAGERSARI KOTA MOJOKERTO MEI 2009 MENGGIGIT DI DALAM & DI LUAR RUMAH DI DUSUN RANDEGAN DESA KEDUNDUNG
KEC.MAGERSARI KOTA MOJOKERTO MEI 2009

KEPADATAN VEKTOR MENGGIGIT (MBR)


0.67
KEPADATAN VEKTOR ISTIRAHAT(MHD)

DALAM RUMAH
0.74
Ae.aegypti
0.70 Ae.albopictus 0.80 LUAR RUMAH

0.60 0.70

0.37 0.60 0.44


0.50 0.37 0.36
0.50
0.40 0.30
0.40
0.30
0.30
0.20
0.20 0.00
0.10 0.10

0.00 0.00
MBR MHD Ae.aegypti Ae.albopictus

SPESIES VEKTOR DBD SPESIES VEKTOR DBD


PERSENTASE JENIS KONTAINER DI DUSUN RANDEGAN
ANGKA HOUSE INDEKS(HI) DAN CONTAINER INDEKS (CI)
DESA KEDUNDUNG KEC.MAGERSARI
SPOT CHECK VEKTOR DBD RANDEGAN DESA KEDUNDUNG
KOTA MOJOKERTO MEI 2009
KEC.MAGERSARI KOTA MOJOKERTO MEI 2009

JUMLAH & PERSENTASE


70 63.64
70 65.0
PERSENTASE (%)

60
60
50 50
40 33 35.0
40 27.3
30 30 20
15.15 20
20 12.12 9
7
10 3.03 3.03 3.03
10
0.00
0
0 Jumlah Cont. CI (%) Rumah Rmh. Pos HI (%) ABJ (%)
1. Bak mandi 2. Bak WC 3. Drum 4. Tempayan 5. Ember 6. Lain-lain 7.
(Kwali) Gelas/botol Container Positif Diperiksa Jentik
bekas jentik
BAHAN KONTAINER PARAMETER
PERBEDAAN BENTUK TELUR NYAMUK
CULEX AEDES ANOPHELES
PERBEDAAN BENTUK LARVA NYAMUK
CULEX AEDES ANOPHELES
PUPA NYAMUK

PUPA Culex Sp. PUPA Aedes Sp.


AEDES AEGYPTI
BAGIAN TUBUH & POSISI HINGGAP
AEDES AEGYPTI
KEPALA:
- Terdapat proboscis
berwarna gelap polos
- Terdapat palpi sepasang &
berkururan pendek (± 1/5
proboscis)
- Terdapat sepasang Antena

THORAX:
- Dengan sepasang garis
lengkung di tepi (mirip
tanda kurung kurve) & 2
garis pendek ditengah

TUBUH :
- ukuran sedang &
- berwarna kehitaman
- terdapat bintik-bintik putih di
tubuh maupun kakinya
AEDES ALBOPICTUS
Gambar nyamuk Aedes albopictus
tampak atas KEPALA:
- Terdapat proboscis
berwarna gelap polos
- Terdapat palpi sepasang &
berkururan pendek (± 1/5
proboscis)
- Terdapat sepasang Antena

THORAX: terdapat satu garis


lurus di bagian tengah
thorax mirip tanda seru (!)

TUBUH :
- ukuran sedang &
- berwarna kehitaman
- terdapat bintik-bintik putih di
tubuh maupun kakinya
2 INSEKTISIDA

Organochlorin DDT, Endrin, Dieldrin dll.

Organophosphat Malathion, Fenitrothion


dll.
Sifat Racun : mem-phosphorilisasi semua jumlah enzim acetylcholinesterase dari jaringan-
jaringan yang dapat bereaksi kembali pada sel syaraf, sehingga perangsangan syaraf
berkelanjutan, menyebabkan serangga/manusia tremor  lumpuh & mati.

Carbamat Bendiocarb, Sevin, Dithane dll.


Sifat Racun : menyebabkan carbamylasi dari enzym acetyl cholinesterase dari jaringan,
menimbulkan akumulasi dari acetyl choline, mengganggu fungsi susunan saraf pusat
Sama dengan Organophosphat, hanya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna

Sintetik Piretroid Generasi 1

Pembuatan sintesa senyawa yang mirip Piretrin (pyrethrum : Generasi 2


jenis insektisida nabati), karena adanya kekhawatiran
bergantung pada alam yang pasokan sangat kurang dan juga
karena harganya mahal. Terdapat 4 generasi dalam Generasi 3
pengembangan Insektisida Piretroid
Generasi 4
PRINSIP PENGGUNAAN
INSEKTISIDA
• Kontak maksimum antara insektisida
dengan vektor/serangga sasaran
• Hasil maksimum dengan resiko
minimum
• Interaksi antara Alat, Formulasi, Bahan
Aktif dan Perilaku-Biologi
Vektor/serangga sasaran.
• Keamanan penggunaan Insektisida
KEAMANAN PENGGUNAAN
INSEKTISIDA
• Keamanan bagi manusia
• Keamanan bagi organisme bukan
sasaran
• Keamanan bagi ternak dan satwa lain
• Keamanan bagi lingkungan
• Perlengkapan keamanan
• Arif dalam bekerja dengan pestisida
JENIS APLIKASI
INSEKTISIDA
• SPACE SPRAY
• SURFACE SPRAY
• FUMIGASI
• PENGUMPANAN/BAITING
CARA-CARA PENGENDALIAN
NYAMUK PENULAR DBD
• Pengendalian nyamuk dewasa dilakukan
dengan penyemprotan udara/space
spraying (fogging & ULV) menggunakan
insektisida.
• Thermal & Cold Fogging,
• Fogging atau ULV dilakukan pada pagi
(jam 06 – 10) dan sore (jam 15–18)
sebanyak 2 siklus dgn interval 5-7 hari.
Pada saat matahari terik, tengah hari, suhu
bumi menjadi panas dan udara naik ke atas,
sehingga droplet akan menyebar ke atas dan
aplikasi menjadi tidak efektif.
SISTEM
PENYEMPROTAN
RUANGAN/ UDARA
• Thermal & Cold Fogging, Aerosol pack
• Serangga Terbang
• Pemecahan Insektisida---- droplet sangat
kecil
• Perlu energi : panas (thermal fogging),
mekanik/tekanan dingin (ULV), propelan (gas)
• Insektisida yang mempunyai efek KD
(Knockdown)
- Dengan insektisida
- Tanpa Insektisida

METODE :
- Kimia
- Biologi
- Mekanik
- Fisik
- Pengendalian lingkungan
LARVASIDA
Obat Nyamuk Semprot
Larvasidasi Obat Nyamuk Gosok

Ikanisasi

Pemakaian kelambu

plus
Kasa Pencahayaan
Ventilasi
Ikan Cupang / Tempalo
TANAMAN PENGUSIR NYAMUK

LAVENDER ZODIA

GERANIUM
Pengedalian vektor
terpadu nyamuk Aedes
Prinsip Pengendalian
• Lokasi yg tepat
• Waktu yg tepat
• Metode yg efektif
• Logistik yg cukup
• JANGAN BERTINDAK SEBAGAI PEMADAM
KEBAKARAN (Hal ini hanya menunjukkan
kita tidak punya pengetahuan dan
perencanaan yg cukup)
LANGKAH2 PENGENDALIAN VEKTOR :
• Lakukan survey sebaraan dan kepadatan vektor: PILIH METODE YG
OPERASIONAL JIKA SKALA BESAR DAN MELIBATKAN MASYARAKAT
• Siapkan lebih dari satu metode: untuk mengintervensi stadium yang
berbeda
• Lakukan test kerentanan untuk menilai adanya resistensi, dan
bioassay untuk menilai efikasi intervensi.
• Siapkan infrastruktur pendukung dan logistic, termasuk:sdm
pelaksana, training, alat intervensi, bahan intervensi, dana
operasional, rencanakan pada APBD karena bersifat local spesifik
• Pilih timing yg tepat untuk melakukan intervensi: sebaiknya sebelum
nyamuk vektor mulai menularkan agen penyakit. JANGAN TUNGGU
KASUS, JANGAN TUNGGU POPULASI VEKTOR MELEDAK
• Buat masyarakat merasa MEMILIKI: edukasi dan partispasi
masyarakat
• Monitoring efektifitas intervensi menggunakan indicator vektor yang
dapat diukur, kejadian kasus, dan respon masyarakat dan media
• EVALUASI METODE DAN RE-DESIGN, sesuai hasil intervensi
sebelumnya
• Gunakan metode kreative untuk early warning system yg LEBIH DINI
1400

Makassar yg menjadi contributor utama kasus DBD


1200
Makassar

Reported annual cases


Menjadi lebih rendah atau setara daerah lain 1000
Gowa

800 Maros

2000 600 Linear


(Makassar
400 Linear (G o
1800
w a)
maros 200
Linear (M
1600 r o s)
makassar 0
2003 2008 2013
1400 pare

1200
South Sulawesi 1400 Bone

Bulukumba

Reported annual cases


1200
1000 Pangkep
1000
Pare-Pare
800
800 Takalar

600 Linear (B o n e
600
Linear (Buluku
400
400 Linear (Pangke
200
Linear (Pare-P
200 0 Linear (Takala
2003 2008 2013

0
2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

Comparison of dengue cases in 3 cities in South Sulawesi


PENGERTIAN FOGGING :

Fogging (pengasapan)
adalah suatu upaya pemberantasan
nyamuk (dewasa) penular DBD (Ae.
aegypti & Ae. albopictus) dengan
menggunakan insektisida dengan
system asap atau kabut
FOGGING/PENGASAPAN
(SISTEM PANAS)
Ukuran Droplet Ukuran Kecepatan Kepadatan
Optimum Droplet Turun Droplet
Dalam Per 10 (Droplet/C
• Untuk : Nyamuk 10-20 mikron Mikron meter m3
• Lalat > 30 mikron 1 93,7 jam 10.120
• Ukuran droplet dipengaruhi 5 3,7 jam 152
flow rate alat aplikasi dan
10 56 menit 19,2
pengencer yang dipaklai
(solar/air) 20 14 menit 2,38
• Ukuran droplet mempengaruhi 50 135 detik 0,15
kecepatan jatuhnya droplet 100 36 detik 0,0192
Perbandingan ULV
MESIN FOGGING

• Partikel efektif +/-50% • Partikel efektif >85%

• Gangguan pandangan • Tidak ada gangguan

• Bahaya kebakaran & pandangan

anak-anak, lalu-lintas • Tidak ada bahaya

• Bercak minyak kebakaran

• Biaya operasi tinggi • Tidak ada bercak

• Psikologis besar • Biaya operasi rendah

• Masyarakat terdidik
PARTIKEL
PARTIKEL
UKURAN PARTIKEL
Fume 0.001 - 0.100 micron
Fog 0.100 - 5 micron
Fine Aerosols 5 - 25 micron
Coarse Aerosols 25 - 50 micron
Mists 50 - 100 micron
Fine Sprays 100 - 200 micron
Medium Sprays 200 - 300 micron
Coarse Sprays >300 micron
Misal : Mesin fog Merk X
Nozzle :1,0 mm, output = 20,5 L/jam

• Mesin fog diisi bahan bakar penuh


• Tangki larutan diisi solar = 5 L
• Mesin fog diletakkan pada posisi datar & stabil
• Mesin dihidupkan selama 5 menit
• Kran larutan mulai dibuka sampai asap tidak
keluar lagi dicatat waktunya dengan stop
watch
• Outputnya adalah volume larutan insektisida
yg disemprotkan per periode waktu keluarnya
asap
• Uji diulang 3-5 kali
1. Membuat peta/sketsa wilayah akan difogging (radius
200 m dari lokasi penderita DBD), Batas jalan, Batas
rumah/bangunan, Luas rumah/bangunan.
2. . Persiapan tenaga pelaksana :
- 1 mesin fog (2 org penyemprot)
- 1 orang supervisor/teknisi ( mengawasi 1-2 mesin fog)
3. Menyusun kebutuhan alat bantu operasi penyemprotan :
- kendaraan (angkut mesin fog, insektisida bahan pelarut
dan bahan bakar, bila lokasi agak jauh
- 1 buah Megaphon untuk menyampaikan pesan
pemberitahuan kepada masyarakat sebelum dilakukan
penyemprotan
- 1 buah Jurigen plastik isi 20 liter
- 1 buah jurigen isi 2 liter (untuk cadangan insektisida)
- 1 buah jurigen isi 5 liter untuk bensin, bila mesin fog
menggunakan bensin
perlengkapan petugas
- 1 set pakaian lapangan/ werpak (2 buah)
untuk 1 orang penyemprot
- 1 buah masker/ orang
- 1 buah topi lapangan
- 1 pasang sarung tangan yang standart
(tahan bahan kimia dan agak lunak di tangan)
- 1 pasang sepatu lapangan
- 1 ember tempat mencampur insektisida
- 1 buah pengaduk insektisida dan bahan
larutan
PERSIAPAN SEBELUM FOGGING
DIMULAI
- Pemberitahuan kepada Kepala desa/ RW /
RT
- Peninjauan lapangan pada 1 hari sebelum
dilakukan penyemprotan, mengecek
kesiapan masyarakat dan petugas
(pemandu lapangan)
- Peninjauan logistic, mengecek kesiapan
mesin dan bahan-bahan pembantu lain
untuk operasi penyemprotan
- Petugas harus dilatih terlebih dahulu dan
dinyatakan terampil dan paham bekerja
dengan pestisida
Persiapan sebelum penyemprotan :
 Semua makanan dan minuman hendaknya disimpan
ditempat yang aman dan tertutup
 Hewan piaraan dikeluarkan dari rumah, sedangkan
untuk ikan hias bisa ditutup
 Tempat tidur/ kasur cukup dilipat, pakaian tergantung
hendaknya diturunkan kemudian ditutup koran atau
penutup lain
 Barang-barang elektonik, mainan anak-anak, sepatu
dll. ditutup dengan kertas Koran atau penutup lain
 Semua jendela ditutup dan semua pintu dibuka
 Memberitahu kepada penyemprot/kepala regu bahwa
rumah/bangunan/asrama siap untuk disemprot
sewaktu akan disemprot
 Selama Penyemprotan :
 Semua penghuni rumah/asrama/kamar/ bangunan
selama penyemprotan hendaknya berada di luar
gedung
 Jangan mengikuti penyemprot selama berlangsung
penyemprotan

 Setelah Penyemprotan :
 Pintu rumah ditutup, bila belum ditutup
 Semua penghuni rumah tetep di luar sampai  30 menit
– 1 jam selesasi disemprot
• Menyapu lantai bila ada hewan seperti cecak, kecoak
dll yang mati dan dikumpul dalam kantong plastik
yang rapat jangan sampai dimakan oleh hewan piaraan
: ayam, kucing dll.
• Bila lantai kotor kena larutan insektisida atau solar,
supaya dilap dulu (bila licin dilap dengan bensin) baru
dipel dengan Lysol/ sabun
ILUSTRASI : Insektisida x, dosis: 500 ml formulasi / per Ha
 Ketentuan : 10 Liter larutan (Insek + Solar)/ Ha

 Nozzle : 0,8, output: 10 Lt per jam (Hasil Kalibrasi)


 Luas rumah rata-rata : 100 m2 - 1 Ha = 100 rumah
 Lama fogging per Ha :
1 Ha = 10.000 m2 = 100 rumah -- 1 Jam (60 menit)

 Lama fogging per-rumah = 60 menit/100 rumah = 0,6 ;


0,6 x 60 detik = 36 detik
 Bila dipakai nozzle : 1,0 mm = Output: 20 liter/jam (Hasil
klaibrasi)
 Berapa lama fogging per Ha, per rumah ?
• Buat campuran bahan (Solar &
insektisida) sesuai dengan takaran
kebutuhan dalam wadah khusus.
• Aduk bahan campuran hingga
homogen.
• Tuangkan bahan campuran insektisida
ke dalam tangki mesin fog
menggunakan corong bersaring.
• Isi premium ke dlm tangki bhn bakar
mesin fog.
• Hidupkan mesin, tunggu beberapa
saat sampai bunyi mesin stabil,
kemudian angkat & goyang-goyangkan
untuk mengetahui apakah mesin sdh
benar-benar stabil, shg tidak mati
mendadak pada waktu dipergunakan
untuk fogging.
• Pastikan apakah semua sumber
api (Kompor, lampu dlsb), AC
sudah dimatikan
• Pastikan semua makanan &
minuman sdh ditutup.
• Pastikan semua penghuni rumah
sudah keluar.
• Pastikan binatang peliharaan
sdh dikeluarkan.
• Mulailah pengasapan dari ruang
bagian belakang rmh ke depan
(utk rmh tingkat mulai dari
atas).
• Di luar rumah mulai dari ujung
arah angin.
 Petugas penyemprot :
- Menyemprot dimulai dari ruangan paling belakang,
kemudian berjalan mundur dan masuk ke semua
bagian ruangan ruangan dengan cara menghadapkan
moncong alat semprot ke bagian-bagian ruangan
tersebut
- Apabila terlihat asap sudah merata di ruangan
tersebut, maka penyemprotan segera dipindahkan ke
ruangan yang lain.
- Dan seterusnya sampai merata di semua ruangan
sampai ke pintu depan sambil menutup pintu tersebut
- Kemudian untuk bagian luar ruangan/ gedung atau
kebun juga di mulai dari belakang kebun di sekitar
rumah/ bangunan berjalan mundur sampai ke depan
dan teras rumah/bangunan merata terkena asap
(jalannya lebih lambat dibanding di dalam)
- Kecepatan jalan penyemprot adalah sedang atau
tergantung dari meratanya asap di ruangan yang
disemprot
BEBERAPA HAL YANG PERLU DILAKUKAN
DALAM MELAKSANAKAN FOGGING
• Ukuran droplet optimum (nyamuk : 10 – 20 mikron
• Flow rate / Nozzle (ukuran :0,8 ; 1,0 ; 1,2)
• Konsentrasi insektisida, mengacu masing-masing jenis
insektisida , mis : Fumithion 1.150 ULV Malathion 96%),
dosis : 500 ml insek + 9.500 ml solar ; Actellic 500 EC
(Metil Pirimifos 500 gr/l), dosis : 150 ml insekt + 9.850 ml
solar ; Seruni 100 EC (Sipermetrin), dosis : 120 ml insek
+ 9880 ml olar
• Kecepatan angin, (3,6 – 14 km/jam)
• Arah angin, kita harus berjalan melawan angin sehingga
droplet tidak bertabrakan dengan operator.
• Suhu udara, pada saat matahari terik (terutama di luar
ruangan) jangan melakukan penyemprotan karena
droplet menyebar ke atas tidak ke samping, berarti
akan sia-sia
• Waktu penyemprotan, Pengetahuan tentang puncak
aktifitas serangga sangat diperlukan
PAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI

1. Kebutuhan dasar untuk perlindungan diri penyemprot


adalah :
2. Overall (Werpak), harus berlengan panjang dan
mempunyai kancing dipergelangan tangan dan leher,
pakaian harus dicuci setiap selesai penyemprotan
3. Sarung tangan, harus kuat, tebal dan lembut di tangan
4. Sepatu Boot, tidak tembus air dan menutup sampai
pergelangan kaki
5. Topi, dicuci setelah dipakai
6. Masker, masker kimia
7. Apron, terbuat dari karet atau plastic untuk mencegah
kontaminasi insektisida
PROSEDUR
PENYEMPROTAN :
1. Kendaraan - Kendaraan harus diservis secara rutin
Kerja menghindari kemacetan di jalan
- Sebelum berangkat, baca label dan kenali
potensi bahaya insektisida yang dibawa
- Kendaraan setelah bekerja harus dicuci bagian
luar dan dalamnya
2. Menjelang - Semua petugas penyemprot harus dilatih dan
Bekerja terampil serta meahami produr kerja dengan
pestisida
- Petugas harus mengerti maksud dan tujuan
melakukan penyemprotan
- Baca label insektisida yang akan digunakan
- Menggunakan alat pelindung diri yang
standart
- Lakukan survey area yang akan disemprot
3.Persiapan -Saat mencampur insektisida jangan ada anak-anak atau binatang yang
Untuk mendekat
Bekerja -Baca label cara mengencerkan insektisida
-Gunakan alat pelindung diri saat menangani insektisida
-Perlakukan secara hati-hati kemasan asli insektisida dan jangan
dibuang disembarang tempat
-Saat membuka kemasan jauhkan tutup kemasan dari muka anda
-Hitung kebutuhan campuran insektisida secara tepat

4. Saat - Baca label dan ikuti petunjuk pemakaian, peringatan bahaya serta
Melakukan petunjuk yang lainnya
Pekerjaan - Jangan membiarkan orang dan binatang ada disekitar saat
melakukan penyemprotan
- Gunakan alat pelindung seperti yang dianjurkan
- Jangan makan, minum, merokok saat melakukan penyemprotan
- Jangan menyemprot langsung pada makanan, tempat menyimpan
makanan
- Jangan menyentuh mata, mulut, muka saat melakukan penyemprotan
- Jangan meniup nozel yang tersembat dengan mulut
- Jika insektisida tumpah, usahakan tidak menyebar
- Jika terjadi keracunan, lakukan pertolongan pertama sesuai petunjuk
dalam label dan segera bawa penderita ke pelayanan kesehatan/
Dokter terdekat .
5. Setelah - Cuci dan bersihkan semua alat semprot
Bekerja setelah selesai melakukan pekerjaan
- Simpan alat semprot yang bersih pada tempat
semestinya.
- Lepas pakaian dan alat
pelindungInformasikan secara jelas kepada
penghuni kapan dapat masuk ruangan
- Mandi semua badan dan cuci dengan sabun
- Lakukan pencacatan penggunaan insektisida
dan sasaran dan disemprot (sesuai formulir
yang disediakan)
- Usahakan pemberian makanan tambahan
begizi terutama petugas penyemprot
insektisida seperti susu, telur dll, untuk
menetralisir keracunan dan memulihkan
tenaga