Anda di halaman 1dari 35

Nama Anggota Kelompok

1. Dea Prasasti {08}


2. Nufika Mariyatul K {25}
3. Rhenald Surya K.W {27}
4. Syafa Fahreza {32}
III
Menghitung Macam Gamet,

Genotipe,
dan Fenotipe
OfficePLUS

标注 字体使用 英文 Calibri

A. Menghitung Jumlah
中文 微软雅黑

Macam Gamet
。 行距 正文 1.3

背景图片出处 cn.bing.com

声明 互联网是一个开放共享的平台
OfficePLUS 部分设计灵感与元素来源于网络
如有建议请联系 officeplus@microsoft.com
Jumlah macam gamet yang dihasilkan oleh
individu dapat dihitung dengan menggunakan
rumus 2 , dengan n adalah jumlah pasangan alel
n

heterozigot yang bebas memisah.


CONTOH SOAL :
Individu bergenotipe Aa Bb CC Dd. Hitunglah jumlah macam gamet
yang dihasilkan oleh individu tersebut
Jawab :
• Jumlah pasangan alel homozigot = 3 (Aa,Bb,Dd)
• Jumlah macam gamet = 2n = 23 = 8
OfficePLUS

标注 字体使用 英文 Calibri

B. Menghitung Genotipe中文 微软雅黑

dan Fenotipe Hasil


。 行距 正文 1.3

Keturunan
背景图片出处

声明
cn.bing.com

互联网是一个开放共享的平台
OfficePLUS 部分设计灵感与元素来源于网络
如有建议请联系 officeplus@microsoft.com
1. Menghitung Fenotipe Hasil Keturunan dengan Diagram Anak
Garpu (Cabang /Bracket)
Cara menghitung :
Memasangkan setiap alel pada kedua induk yang sealel, menghitung
jumlahnya, kemudian menggabungkan dengan pasangan alel lainnya
yang bukan sealel dan menghasilkan koefisiennya.
CONTOH SOAL :
Pada tikus gen M berbulu coklat dominan terhadap gen m berbulu
putih. Gen P berekor pendek dominan terhadap gen p berekor panjang.
Tikus coklat berekor pendek heterozigot disilangkan sesamanya, akan
menghasilkan keturunan dengan perbandingan fenotipe …
Jawab =
MmPp >< MmPp
• Memasangkan setiap alel pada kedua induk yang sealel
KkPp >< KkPp
M M P P
m p
m M p P
m p
• Menghitung jumlahnya
MM = 1 PP = 1
Mm = 2 Pp = 2
mm = 1 pp = 1
• Menggabungkan dengan pasangan alel lainnya yang bukan sealel dan menghasilkan
koefisiennya
1 MM 1 PP  1 MMPP (Coklat, Pendek)
2 Pp  2 MMPp (Coklat, Pendek)
1 pp  1 MMpp (Coklat, Panjang)

2 Mm 1 PP  2MmPP (Coklat, Pendek)


2 Pp  4MmPp (Coklat, Pendek)
1 pp  2Mmpp (Coklat, Panjang)

1 mm 1 PP  1mmPP (Putih, Pendek)


2 Pp  2mmPp (Putih, Pendek)
1 pp  1 mmpp (Putih, Panjang)
Jumlah fenotipe pada keturunannya, yaitu sebagai berikut
• Coklat, Pendek = 1+2+2+4 = 9
• Coklat, Panjang = 1+2 = 3
• Putih, Pendek = 1+2 = 3
• Putih, Panjang = 1
Perbandingan fenotipe
Coklat, Pendek : Coklat, Panjang : Putih, Pendek : Putih,
Panjang : = 9:3:3:1
2. Hubungan antara Jumlah Sifat Beda, dengan Jumlah
Kemungkinan Genotipe dan Fenotipe pada F2
OfficePLUS

标注 字体使用 英文 Calibri

C. Menentukan Genotipe
中文 微软雅黑

Induk
行距 正文 1.3

背景图片出处 cn.bing.com

声明 互联网是一个开放共享的平台
OfficePLUS 部分设计灵感与元素来源于网络
如有建议请联系 officeplus@microsoft.com
• Jika diketahui fenotipe keturunannya (F), genotipe induknya (P) dapat
ditentukan dengan langkah sebagai berikut :
- Menentukan genotipe keturunannya yang homozigot resesif
- Memisahkan dan meletakkan alel – alel keturunannya yang homozigot
resesif tersebut di kedua induknya
IV. Penyimpangan Semu

Hukum Mandel
• Penyimpangan semu hukum Mendell merupakan bentuk persilangan
yang menghasilkan rasio fenotipe yang berbeda menurut hukum
Mendel.
• Meskipun tampak berbeda sebenarnya rasio fenotipe yang diperoleh
merupakan modifikasi dari penjumlahan rasio fenotipe hukum Mendel
semula.
OfficePLUS

标注 字体使用 英文 Calibri

A. Interaksi Antaralel
中文 微软雅黑

。 行距 正文 1.3

背景图片出处 cn.bing.com

声明 互联网是一个开放共享的平台
OfficePLUS 部分设计灵感与元素来源于网络
如有建议请联系 officeplus@microsoft.com
1. Kodominan (Condominance)
Dua alel dari suatu gen yang menghasilkan fenotipe yang berbeda
pada individu berenotipe heterozigot.
Contoh:
Shorthorn jantan rambut merah disilangkan dengan sapi betina
rambut putih. Jika seluruh F1 berambut roan, bagaimanakah
perbandingan fenotipe F2-nya? Keterangan: warna merah = CR,
warna putih = CW
2. Dominasi Tidak Sempurna (Incomplete Dominancel
Intermediet)
• Dominasi tidak sempurna terjadi ketika alel dominan tidak dapat
menutupi alel resesif dengan sempurna sehingga menghasilkan
fenotipe “ campuran “ pada individu bergenotipe heterozigot. Dominasi
tidak sempurna terjadi pada bunga snapdragon, bunga pukul empat,
dan ayam andalusian
• Persilangan bunga snapdragon merah dengan bunga snapdragon
putih akan menghasilkan F1 yang semuanya berwarna merah muda.
Jika F1 ( berwarna merah muda ) disilangkan dengan sesamanya, rasio
fenotipe F2 merah : merah muda : putih adalah 1 : 2 : 1 ( sama dengan
rasio genotipnya )
• Pada dominansi tidak sempurna, alel dominan tidak dapat menutupi alel
resesif sepenuhnya. Akibatnya, individu yang heterozigot memiliki sifat yang
setengah dominan dan setengah resesif. Misalnya, tanaman bunga
Snapdragoti (Antirrhinum) merah disilangkan dengan tanaman
Snapdragoti putih. Ternyata menghasilkan anakan dengan bunga merah
muda. Hasil persilangan sesama tanaman berbunga merah muda
menghasilkan rasio keturunan % merah, ^ merah muda, dan ^ putih.
Demikian pula hasil uji silang (testcross) menunjukkan hasil 50% merah
muda dan 50% putih, sedangkan persilangan balik (backcross)
menghasilkan 50% merah dan 50% merah muda. Perhatikan diagram
persilangan dominansi tidak sempurna berikut.
3. Alel Ganda
• Merupakan suatu gen yang
memiliki lebih dari dua alel
• Alel ganda terjadi karena
perubahan DNA yang diwariskan
4. Alel Letal

•Alel letal merupakan alel yang dapat menyebabkan kematian bagi


individu yang memilikinya. Kematian terjadi pada individu tersebut
karena tugas gen aslinya adalah untuk menumbuhkan karakter atau
bagian tubuh yang sangat penting. Adanya gen letal akan membuat
pertumbuhan karakter atau bagian tubuh vital terganggu dan dapat
menyebabkan individu mati.
•Alel letal dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu alel letal dominan,
alel letal resesif dan alel subletal.
A. Alel Letal Dominan
• Alel letal dominan adalah gen dominan yang dapat menyebabkan
kematian jika bergenotipe homozigotik, sedangkan yang bergenotipe
heterozigotik akan mengalami subletal.
• Contoh kasus letal dominan terdapat pada ayam creeper (redep), tikus
kuning, kucing berekor pendek, penyakit Huntington (degeneratif
sistem saraf), achondropasia(kerdil), dan brakidaktili (jari tangan
pendek)
Contoh

Jika ayam redep (ayam yang bertubuh normal, tetapi kakinya pendek)
heterozigotik dikawinkan dengan sesamanya, maka akan dihasilkan
keturunan ayam letal, ayam redep, dan ayam normal. Hal ini dapat
dilihat dari persilangan berikut:
Berdasarkan Hukum Mendel, perbandingan fenotip yang diharapkan
adalah 3 : 1. Dengan adanya gen letal yaitu gen dominan C yang
homozigotik (CC), maka terjadi penyimpangan perbandingan fenotip
menjadi 2 redep : 1 normal. Gen letal tersebut menyebabkan ayam mati
dalam keadaan embrio.
B. Alel Letal Resesif
• Alel letal resesif adalah alel dalam keadaan homozigot resesif yang
dapat menyebabkan kematian.
• Pada alel letal resesif, individu yang memiliki alel dalam keadaan
heterozigot dapat hidup normal dan tidak memperlihatkan kelainan,
namun jika homozigot resesif maka akan mati
• Contoh kasus pada albino dan sapi bulldog
- Sapi bulldog bergenotipe homozigot resesif dan letal saat dilahirkan.
- Sapi bulldog merupakan keturunan dari sapi dexter(pendek dan bergenotipe
heterozigot).
- Jika sapi dexter dikawinkan dengan sesamanya, akan dihasilkan resio fenotipe
sapi kerry (normal) : sapi dexter : sapi bulldog sebesar 1:2:1
- Sapi bulldog akan mati saat dilahirkan sehingga jumlah sapi yang hidup
hanya 75%
C. Alel Subletal
Alel subletal adalah alel homozigot dominan
atau homozigot resesif yang menyebabkan
kematian individu pada usia anak-anak hingga
dewasa. Contoh subletal homozigot dominan
adalah thalasemia
THANK YOU!