Anda di halaman 1dari 27

PRODI S1-FARMASI TRANSFER 2018/2019

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
1. Diyas Riyantika
2. Efendi
3. Eka Handayani
4. Eka Rahma K.
5. Eka Supardinata
6. Eka Zulha M.
7. Emie Mahdalena
8. Ericha Yuli A.
9. Ermawati
10. Esterlita Farida O.
Kasus 6
Nama Pasien: An. AE
Umur/ kelamin : 1 Tahun (Laki-laki)
Diagnosa: Observasi Vomitus
Pemeriksaan Tanggal
5/10 6/10 7/10 8/10 9/10 10/10
Suhu ( ͦC) 37 39,4 37,7 37,4 36,5 37

Uraian Tanggal
5/10 6/10 7/10 8/10 9/10 10/10
Demam √ √ √ √ - √
Diare √ √ √ √ √ √
Nyeri perut √ √ √ √ √ -
Susah makan - - √ - √ -
Mual - - - - - √
Muntah √ - - - - -
HASIL LABORATORIUM
Parameter Ref Range Date Keterangan
11/10
LYMPH % 20,0- 40,0 51,9 High
GRAN % 25,0 - 60,0 40,4 High
HGB 11,0- 16,0 10 Low
RBC 3,50 – 5,50 3,85 Low
MCV 82,0- 95,0 73,6 Low
MCH 27,0 – 31,0 25,9 Low
RDW 15,7-17,0 14,7 Low
Kolesterol 150 – 220 mg/ dl 73 Low
Salmonela (+)/6
RIWAYAT PENGOBATAN
Tanggal
No. Nama Obat Dosis Rute 5/10 6/10 7/10 8/10 9/10 10/10
1 Vometa Tiap 8 jam (3 x ½ Oral √ √ - - - -
sendok teh)
2 L - Bio Tiap 12 jam (2x ½ Oral √ √ √ √ √ √
bungkus)
3 Zinkid Tiap 12 Oral √ √ √ √ √ √
jam(2x1)
4 Sanmol Tiap 8 jam 3x1 Oral √ - - - - -
jam
5 Colsancetine 250/8 jam Inj - - √ √ √ √
6 Ranitidine 1/5/12 jam Inj √ √ √ √ √ √
7 Ondansetron 1/4/12 jam Inj √ √ √ √ √
8 RL 20 tpm - √ √ √ √ √ √
-
9 Daktarin - - - √ √ √ √
Diapers
Dari hasil Lab px. Diduga pasien menderita demam tifoid
dilihat dari salmonela (+) selain itu demam yang dialami
pasien berasal dari bakterinya.
ANALISA KASUS DENGAN METODE
SOAP
Diagnosa : Observasi Vomitus
Vomitus adalah pengeluaran dengan paksa isi lambung melalui
mulut dengan tekanan yang kuat (Dipiro, 2015)
Pathophysiology
Muntah dipicu oleh
impuls afferen ke
VC (Vomiting
Center).
Impuls ini diterima oleh
pusat sensorik (CTZ,
cerrebral korteks,
viceral afferents)
dari pharind dan
jalur GI.
Ketika impuls masuk ke
VC , maka impuls
akan diteruskan ke
pusat saliva,
pernafasan, pharing,
GI dan otot perut
yang akhirnya akan
terjadi muntah.
(Dipiro,2015)
Persentasi Klinik (Dipiro, 2015)
Muntah dapat dibagi berdasarkan tingkat keparahan gejala, yaitu sederhana
dan kompleks.
Gejala
1. Sederhana : sembuh dengan sendirinya, sembuh dengan obat
antiemetik minimal
2. Kompleks : tidak teratasi setelah pemberian antiemetik, denganobat
minimal menuju kemunduran yang progresif yaitu : tidak simbangnya
cairan elektrolit, biasanya akibat agen psikogenik.
Tanda
1. Sederhana : pasien merasa tidak nyaman
2. Kompleks : berat badan turun, demam dan nyeri perut
Hasil Lab
1. Sederhana : -
2. Kompleks : konsentrasi serum elektrolit, evaluasi GI
TATALAKSANA TERAPI
1. Gejala sederhana : menggunakan terapi seminimal mungkin
2. Gejala kompleks : singel agent antiemetik atau lebih
DEMAM
Menurut kamus kedokteran Stedman’s edisi ke-25, demam
adalah peningkatan suhu tubuh diatas normal (98,6ºF/ 37ºC).
Sedangkan menurut edisi ke-26 dalam kamus yang sama,
demam merupakan respon fisiologis tubuh terhadap penyakit
yang di perantarai oleh sitokin dan ditandai dengan
peningkatan suhu pusat tubuh dan aktivitas kompleks imun.
Dalam protokol Kaiser Permanente Appointment and Advice Call
Center definisi demam untuk semua umur, demam
didefinisikan temperatur rektal diatas 38ºC, aksilar diatas
37,5ºC dan diatas 38,2ºC dengan pengukuran membran
timpani , sedangkan demam tinggi bila suhu tubuh diatas
39,5ºC dan hiperpireksia bila suhu > 41,1ºC
PATOFISIOLOGI
Dalam keadaan normal termostat di hipotalamus selalu diatur pada set
point sekitar 37ºC, setelah informasi tentang suhu diolah di
hipotalamus selanjutnya ditentukan pembentukan dan pengeluaran
panas sesuai dengan perubahan set point.
Hipotalamus posterior bertugas meningkatkan produksi panas dan
mengurangi pengeluaran panas. Bila hipotalamus posterior menerima
informasi suhu luar lebih rendah dari suhu tubuh maka pembentukan
panas ditambah dengan meningkatkan metabolisme dan aktivitas otot
rangka dalam bentuk menggigil dan pengeluaran panas dikurangi
dengan vasokontriksi kulit dan pengurangan produksi keringat
sehingga suhu tubuh tetap dipertahankan tetap.
Hipotalamus anterior mengatur suhu tubuh dengan cara mengeluarkan
panas. Bila hipotalamus anterior menerima informasi suhu luar lebih
tinggi dari suhu tubuh maka pengeluaran panas ditingkatkan dengan
vasodilatasi kulit dan menambah produksi keringat.
Patofiologi Diare
TATALAKSANA TERAPI
Lanjutan …..
Patofisiologi Demam Tifoid
Salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal
dengan 5 F yaitu Food (makanan), Fingers (jari tangan/kuku), Fomitus
(muntah), Fly (lalat), dan melalui Feses. Yang paling menojol yaitu lewat
mulut manusia yang baru terinfeksi selanjutnya menuju lambung, sebagian
kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi lolos masuk ke
usus halus bagian distal (usus bisa terjadi iritasi) dan mengeluarkan
endotoksin sehingga menyebabkan darah mengandung bakteri (bakterimia)
primer, selanjutnya melalui aliran darah dan jaringan limpoid plaque
menuju limfa dan hati. Di dalam jaringan limpoid ini kuman
berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah, sehingga menimbulkan tukak
berbentuk lonjong pada mukosa usus. Tukak dapat menyebabkan perdarahan
dan perforasi usus. Perdarahan menimbulkan panas dan suhu tubuh dengan
demikian akan meningkat.sehingga beresiko kekurangan cairan tubuh.Jika
kondisi tubuh dijaga tetap baik, akan terbentuk zat kekebalan atau antibodi.
Dalam keadaan seperti ini, kuman typhus akan mati dan penderita berangsur
angsur sembuh (Zulkoni.2011).
Problem S/O Keterangan Terapi Keterangan DRP Planning
Medik obat

Lymph% Limfosit tinggi


(20-40%) : dikarenakan adanya
51,9% infeksi salmonella
(Medscape. 2017)

MCH MCH kadar rata-rata


(27-31) : eritrosit rendah
25,9 (Healthline. 2017)

Anemia
HGB HGB rendah kekurangan
(11-16) : 10 zat besi (medicine Net.
2017)

RDW RDW rendah


(15,7-17) : menandakan ukuran
14,7 eritrosit yang kecil
(Healthline. 2017)

MCV MCV rendah karena


(82-95) : volume eritrosit kecil
73,6 (Healthline. 2017)
Problem S/O Terapi Ket. Obat DRP Plan
Medik

Muntah Tgl : Vometa Syrup Anak Indikasi : KI : Monitoring:


5/10 (domperidone) Sirup : Untuk mengatasi muntah Hipersensitif dgn frekuensi mual
2,5mg/10kgBB dengan akibat dyspepsia domperidon, muntah
fungsional. Gastroparesis, penderita
nterval waktu 4-8 jam.
gastrophageal pediatric. prolaktinoma pasien
Diminum 15-30 menit AC Mekansime : pendarahan dan
dan sebelum tidur malam Menghambat aksi dopamine obstruksi perforasi
(MIMS, 2016) dgn menginhibisi pada gastrointestinal.
reseptornya. Memiliki afinitas (MIMS,2017) Target: pasien
cukup kuat pada reseptor ESO : tidak merasakan
dopamine D2 dan D3 pada Muka merah, sakit mual muntah
CTZ yang berada pada bagian kepala, mengantuk, kembali
luar sawar darah otak mulut kering, ruam,
sehingga dapat meregulasi urtikaria
mual dan muntah. (MIMS,2017)
(Farmakoterapi, 1986)

Nyeri Perut Tgl : Ranitidine inj 4 – 6 Indikasi : Ranitidine ES : sakit kepala, Monitoring: Rasa
5/10 mg/kg BB diberikan mensupresi asam lambung pusing, gangguan GI, nyeri
6/10
setiap 6 – 8 jam maks dengan 2 Mekanisme: reaksi hipersensitif
7/10 Histamin yang diproduksi P : adanya keganasan
200 mg/day (DIH hal,
8/10 oleh sel ECL gaster GI harus
9/10 1508) diinhibisi karena disingkarkan, Target: pasien
ranitidine menduduki kerusakan ginjal, tidak merasakakn
reseptor H2 yang disfungsi hati, hamil nyeri perut
berfungsi menstimulasi dan laktasi
sekresi asam lambung IO : diazepam,
lignokain, fenitoin,
propanolol, teofillin
dan warfarin (MIMS
ed 14 th 2014/2015
hal, 2)
Problem Medik S/O Terapi Ket. Obat DRP Plan

Mual Tgl : Ondancentron inj 50- Indikasi : ESO : Nyeri Monitoring:


10/10 100 mcg/kg up to 4 Untuk perut, frekuensi mual
mg mengatasi dispepsia, mual, muntah
muntah akibat
muntah, diare,
dyspepsia
fungsional. iritasi lambung, Target: Pasien
Gastroparesis, gastritis. tidak
gastrophageal merasakan
pediatric. mual kembali
Mekanisme :
Problem S/O Keterangan Terapi Keterangan DRP Planning
Medik obat

Lemah Lesu 7/10 Susah Makan Ringer Mengembalikan Monitoring :


Laktat 20 keseimbangan Keseimbangan
9/10 elektrolit elektrolit
ttm
(Agung, et al., tubuh
2015)

Target: tidak
dehidrasi
bahkan
mengalami
turgor

Ruam 7/10 Ruam terjadi Daktarin Obat anti KI: Monitoring :


akibat Diapers jamur dari Hipersensitivitas. Ruam
8/10 turunan
pemakaian
9/10 pampers imidazole
yang terlalu ini bekerja
10/10 dengan Target :
sering Ruam
menghambat
mengjilang
biosintesis
ergosterol
sehingga
menyebabkan
kerusakan pada
dinding sel
Problem S/O Keterangan Terapi Keterangan obat DRP Planning
Medik
Demam 5/10 : Pada Sanmol Syr Dosis oral 1-2 Acetaminophen x Monitoring :
37 tanggal 9 (120mg/5 tahun : 120 mg/day chloramphenicol suhu tubuh
tidak ml) (DIH Hal. 29) severty : minor
6/10 : 1-2 th 5ml Mekanisme: (DIF Hal.245) Target : 37
mengalami
39,4 Tiap 8 jam menghambat derajat
demam 3x1 hari sintesa celcius atau
7/10 : prostaglandin di
kembali
37,7 CNS dan bekerja
normal
siperiper untuk
8/10 : memblock impuls
37,4 nyeri (DIH Hal. 28)
9/10 :
36,5

10/10 :
37
Salmonella 11/10 : Indikasi Colsancetin Mekanisme kerja KI: Hipersensitif, Monitoring:
(+)/6 kuat adanya e 1- 5 th 1 menghambat Anemia cek lab
salmonella sdt 3 – 4 x/ sintesis protein ES : depresi sumsum
hari dengan cara tulang, anemia
(kusumaning
Vial : anak menghambat aplastik, sindrom Target:
rat,I dan dan bayi > 2 gray pada bayi,
aktivitas peptidil Hingga hasil
yasa,I,. minggu 50 gangguan GI, neuritis
transferase dari lab nya
2014) mg/kg optik, dan perifer
ribosom bakteri, kembali
BB/hr IO : Paracetamol,
secara spesifik normal
diberikan mempunyai kadar
dalam dosis mengikat residu kloramphenikol
terbagi untuk mencegah serum, potensiasi
Problem S/O Keterangan Terapi Keteranganobat DRP Planning
Medik

5/10 Zinkid Diberikanselama 10 KI :


(10mg/5 ml) hariwalaupundiaresud Hipersensitif,
6/10 Tiap 12 jam ahberhenti. Warning
2x1 hari. Mekanisme:Zinc untukanak-anak
7/10
Tiap 5 ml menghambat INOS yang
8/10 mengandung Zinc (inducible Nitric kadarsengnyaren
Sulftae 27,45 mg Oxide Synthase), dahpadaalirandar
Monitoring
9/10 setaradengan Zinc dimanaekskresienzimi ah
Frekuensi
10 mg nimeningkatselamadia ES : mual,
10/10 diare
Cara Pemberian : redanmengakibatkanh muntah,
Bersamaandenganl ipersekresiepitelusus. sakitperut,
arutanoralit (Kemenkes RI, 2011) sakitkepala
Diare
Suplemen
untukmenjagakesehat
ansal. pencernaan
5/10 L-Bio
Dosis : Target:
6/10 Anak
Hingga BAB
≥ 12th: 3
7/10 normal
sachet/hari
8/10 ≥ 2𝑡ℎ ∶ 2-3
sachet/hari
9/10 (MIMS,2016)

10/10
Tanggal
No. Nama Obat Dosis Rute
5/10 6/10 7/10 8/10 9/10 10/10

1 Vometa Tiap 8 jam (3 x ½ Oral √ √


sendok teh)

2 L - Bio Tiap 12 jam (2x Oral √ √ √ √ √ √


½ bungkus)

3 Zinkid Tiap 12 Oral √ √ √ √ √ √


jam(2x1)

4 Sanmol Tiap 8 jam 3x1 Oral √


jam

5 Colsancetine 250/8 jam Inj √ √ √ √

6 Ranitidine /
1/5 12 jam Inj √ √ √ √ √ √

7 Ondansetron 1/4/12 jam Inj √ √ √ √ √

8 RL 20 tpm √ √ √ √ √ √

9 Daktarin √ √ √ √
Diapers
 Makan seperti biasa
 Hindari pemberian makanan yang berlemak dan mengandung gas
 Jangan berikan obat apapun kecuali dari petugaskesehatan atau
dokter
 Kompres dengan air hangat
KIE:

MONITORING : 1. Memberi dukungan dan motivasi


kepada keluarga pasien
1. Monitoring efek samping obat 2. Peduli terhadap apabila terjadi
2. Monitoring frekuensi BAB & tanda-tanda seperti syok atau
BB pasien kejang
4. Monitoring keseimbangan 3. Menjaga kondisi tubuh tetap fit
elektrolit 4. Konseling pasien untuk menjaga
5. Monitoring tingkat kepatuhan hieginitas dan sanitasi terutama
minum obat
di lingkungan rumah
6. Monitoring apabila terjadi
5. diet rendah serat dan lunak saat
komplikasi seperti kejang,
dehidrasi, diare dan syok masa pemulihan
7. Evaluasi kondisi dan pengobatan
pasien
• Ahzin Zulkoni. Parasitologi untuk Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan
• Teknik Lingkungan. Yogyakarta: Nuha Medika. 2011
• Firmasyah. A., (2001). Terapi Probiotik dan Prebiotik pada Penyakit Saluran Cerna Anak.
Petunjuk Praktis. Jakarta.
• Anonim. (2016). MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 16. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer
• DiPiro J.T., Schwinghammer T.L., Pharmacotherapy Handbook 9th edition, McGraw-Hill
Companies, USA
• Depkes RI. (2011). Farmakologi dan Terapi, Edisi 5 cetakan ulang dengan perbaikan. FKUI.
Jakarta.
• Kemenkes RI. (2011). Buletin “Situasi Diare di Indonesia” Triwulan II.
• Ikatan Apoteker Indonesia.(2014). ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia, Volume 492014
s/d 2015. Jakarta: PT ISFI Penerbitan.
• Lacy, Charles F dkk. (2011-2012). Drug Information Handbook. Lexicomp. America.
• Lacy.Charles dkk.(1990).Drug information Handbook 20th edition(Book 1 2011-2012). Lexicomp
• Lacy.Charles dkk.(1990).Drug information Handbook 20th edition(Book 2 2011-2012). Lexicomp
• SSSTatro,David. Drug Interaction Facts Fifth Edition. Facts And Comparisons Publishing
Group
• Sukandar, E. Y., Andrajati, R., Sigit, J. I., Adnyana, I. K., Setiadi, A. P. & Kusnandar, (2008).
ISO Farmakoterapi, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Jakarta
• Wells, Barbara dkk. (2015). Pharmacoteraphy Handbook ninth ed. MC Graw Hill education
ebook