Anda di halaman 1dari 26

DR.Dr.Eva Chundrayetti Sp.

A(K)
DEFINISI
Marfan syndrome (MFS) adalah
gangguan spektrum disebabkan oleh
cacat genetik diwariskan dari jaringan
ikat yang diturunkan secara dominan
autosomal sehingga terjadi mutase
pada gen FBN1 yang terletak pada
kromosom 15.
• penyakit genetik autosomal dominant pada
jaringan ikat yang ditandai dengan
adanya disproporsi tungkai, jari-jari tampak lebih
panjang dan kurus, serta perawakan tubuh yang
tinggi

• Penyakit ini merupakan salah satu


faktor predisposisi terjadinya kelainan
kardiovaskular, terutama yang
mempengaruhi katup jantung dan aorta.

• Selain itu, penyakit ini juga mempengaruhi struktur


dan organ lain seperti paru-paru, mata, saccus
duralis yang mengelilingi tulang belakang dan
palatum durum

10/20/2019
3
EPIDEMIOLOGI
• Sifat sindrom Marfan yang dapat diwariskan
membuat konseling risiko berulang (genetik)
menjadi keharusan.
• Sekitar 15-30% kasus adalah individu yang
pertama kali terkena pada keluarganya.
• Setiap anak dari individu yang terkena
mempunyai risiko 50% mewariskan jumlah
kromosom 15 dengan mutasi Marfan, dan
dengan demikian terkena.1
ETIOLOGI
Sindrom Marfan adalah penyakit jaringan ikat
diwariskan secara autosomal dominan dan
disebabkan terutama oleh mutasi pada gen
FBN1. Gen ini mengkode-fibrillin 1, sebuah
glikoprotein yang utama konstituen dari
mikrofibril dari matriks ekstraselular.
PATOGENESIS
Sindrom marfan terjadi oleh karena adanya mutasi pada
gen FBN 1 pada kromosom 15 yang berperan dalam
mengkode glikoprotein fibrillin-1, komponen matriks
ekstraseluler

Protein fibrillin-1 berperan penting dalam


memperbaiki pembentukan matriks ekstraseluler,
meliputi biogenesis dan pertumbuhan serabut-
serabut elastin.

Matriks ekstraseluler tidak hanya


berperan dalam struktural integritas jaringan ikat
tetapi juga sebagai reservoir untuk faktor
pertumbuhan.
• Peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 600 mutasi
FBN1 yang menyebabkan sindrom Marfan Lebih dari
60% mutasi tersebut merubah satu dari sekian
banyak protein asam amino dalam pementukan
fibrilin-1.

• FBN1 yang termutasi menghasilkan abnormal fibrillin-


1 yang tidak dapat menjalankan fungsi
seharusnya.mutasi FBNI mengurangi jumlah fibrilin
yang dihasilkan oleh sel.

• jumlah fibrilliin-1 yang tersedia tidak cukup untuk


membentuk mikrofibril. Menurunnya produksi
mikrofibril akan melemahkan elastisitasitas dan
menyebabkan aktivasi berlebih dari faktor TGF-beta.
 penyebab dan gejala sindrom Marfan

10/20/2019
7
PATOFISIOLOGI
Autosomal Dominan

10/20/2019
9
Semua gen yang
diterima dari orang
tua masing-masing
satu dari ayah dan
Sindrom marfan ibu hanya satu gen
dapat terjadi pada saja dari sepasang
pria maupun wanita gen itu yang terkena
dengan presentase sindrom Marfan 
yang sama kemungkinannya
50% dari anak-
anaknya akan
terwarisi sindrom
yang sama.

10/20/2019 Free template from www.brainybetty.com


10
GAMBARAN KLINIS
1. Sistem okular (lensa dislokasi, myopia,ablasio
retina)
2. Sistem kardiovaskular (dilatasi arcus aorta dengan
regurgitasi aorta, mitral prolaps katup mitral
dengan regurgitasi)
3. Sistem muskuloskeletal (tulang panjang
pertumbuhan berlebih, scoliosis, kyphosis,
hipermobilitas sendi,pectus excavatum dan
carinatum)
4. Sistem respirasi (pneumotoraks)
5. Sistem integumen (striae pada kulit)
6. Sistem saraf pusat (ectasia dural)
GAMBARAN KLINIS
• Jari-jemari sangat panjang seperti jari laba-laba yang
disebut ‘arachnodactyly’ dan langit-langit rongga mulut
yang melengkung tinggi.
• Wajah lonjong tetapi sempit, gigi bertumpuk-tumpuk,
• Tulang dadanya menonjol.

• Selain itu kedua kakinya ceper, dan


tulang punggungnya skoliosis atau
bengkok.

• Tulang rusuk melengkung dan menyebabkan


"kebengkokan" di punggung  dapat
menyebabkan nyeri punggung yang hebat –
tergantung berapa derajat kecenderungan
pembengkokannya.
10/20/2019 Free template from www.brainybetty.com
12
10/20/2019 Free template from www.brainybetty.com
13
GAMBARAN KLINIS
GAMBARAN KLINIS
GAMBARAN KLINIS
DIAGNOSIS
Ghent Criteria :
MAJOR CRITERIA MINOR CRITERIA
Dilatasi aorta Myopia
Dislokasi lensa mata (ectopia Strecth mark yang
lentis) tidak terjelaskan
Riwayat keluarga dengan sindrom Sendi longgar
Marfan
Setidaknya empat masalah tulang Wajah tipis dan panjang
seperti kaki datar atau tulang
belakang
Ectasia dural (pembengkakan Peninggian arcus
selubung saraf tulang belakang) palatum (atap mulut)
10/20/2019
18
DIAGNOSIS
PENATALAKSANAAN
• Terapi difokuskan pada pencegahan komplikasi
dan konseling genetik.
• Mengingat kemungkinan kerumitan penanganan
yang diperlukan oleh penderita, anjurkanlah untuk
merujuknya secara berkala ke pusat kesehatan
yang lengkap dan berpengalaman dalam sindrom
Marfan.
PENATALAKSANAAN
• Penderita yang terkena harus mendapat
profilaksis sebelum pembedahan gigi atau invasif
lain.
• Bukti baru menunjukkan bahwa 𝛽blocker dengan
agen seperti propranolol atau atenolol dapat
memperbaiki gangguan jantung dan dilatasi aorta.
Pecahnya aorta akut dapat diatasi dengan cangkok
kombinasi.
Terapi Medikamentosa
• Obat-obatan tidak digunakan untuk mengobati sindrom
Marfan, namun mereka dapat digunakan untuk
mencegah atau mengendalikan komplikasi. Pengobatan
dapat meliputi:
• Beta-bloker meningkatkan kemampuan jantung untuk
rileks, mengurangi forcefulness denyut jantung dan
tekanan dalam arteri  mencegah atau memperlambat
pembesaran aorta. Pemberian Beta-blocker terapi harus
dimulai pada usia dini.
• Pada orang yang tidak dapat diberi beta-blocker karena
asma atau kontraindikasi lain, sebuah Ca Channel
Blocker seperti verapamil
• Angiotensin reseptor bloker (ARB)

22
Pembedahan
• Pembedahan untuk sindrom Marfan
ditujukan untuk mencegah diseksi
aorta atau pecah dalam
memperlakukan masalah katup.
• Ketika diameter aorta lebih dari 4,7
cm (cm) sampai 5,0 cm (tergantung
pada tinggi), atau jika aortanya
berkecepatan tinggi, pembedahan
dianjurkan.

10/20/2019 Free template from www.brainybetty.com


23
PROGNOSIS
Ketahanan hidup penderita sindrom Marfan lebih
kurang dibanding dengan populasi normal, terutama
karena kenaikan risiko komplikasi kardiovaskuler.
Dilatasi arcus aorta dan aorta pars ascendens
adalah progresif dan dapat menyebabkan
pembentukkan aneurisma dan kenaikan risiko
pecahnya aorta.
PENUTUP
- Sindrom Marfan adalah gangguan jaringan ikat autosomal
dominan biasanya disebabkan oleh mutasi pada gen yang
mengkodekan fibrillin-1.
- Fibrillin-1 adalah konstituen utama dari mikrofibril ekstraseluler
dan memiliki struktur dan fungsi regulasi dalam matriks
ekstraselular.
- Sindrom Marfan fenotipe dianggap hasil dari struktur kelainan
dan disregulasi mengubah faktor pertumbuhan β sinyal.
- Sindrom Marfan biasanya mempengaruhi kardiovaskular, tulang,
mata, dan saraf sistem dan diagnosis didasarkan pada klinis
(Ghent criteria).
- Dilatasi arcus aorta adalah penyebab utama morbiditas dan
mortalitas pada pasien dengan sindrom Marfan.
Terima Kasih