Anda di halaman 1dari 19

PT.

JOHNDITOR
Luas : 3.100 M²

KECAMATAN SEKADAU HILIR


KABUPATEN SEKADAU
 Nama Perusahaan : PT. JOHNDITOR
 Direktur : Abdul Hakim
 Komisaris Utama : Herlina
 Komisaris : Mery
 Alamat Kantor : Jl. Raya Sanggau – Sekadau, RT 006/RW
002, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir
Kabupaten Sekadau.
Telp. 0812 5616 7722
A. Luas Usaha SPBU
Luas tanah yang dipergunakan untuk lokasi kegiatan Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum (SPBU) PT. JOHNDITOR adalah 62 x 50 meter = 3.100 m2.
Status lahan yang dipergunakan untuk kegiatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum (SPBU) adalah lahan sertifikat hak milik (SHM) nomor : 1177 atas nama
HERLINA seluas 9.336 m2
Luas Areal
No. Jenis Penggunaan Keterangan
m2 %
A. Lahan Tertutup Bangunan
Canopy & Dispenser Motor -
1 640,5 20,66 36,6 x 17,5
Mobil
2 Areal Tangki Timbun 160 5,16 20 x 8
Area Bongkar BBM (Beton
3 180 5,81 20 x 9
Slab)
4 Kantor SPBU 80 2,58 10 x 8
5 Ruang Genset 7,5 0,24 2,5 x 3
6 Toilet (WC) 18 0,58 (3,0 x 3,00) 2 bh
7 Tempat Wudhu 4,5 0,15 1,5 x 3
8 Mushola 9 0,29 3,0 x 3,00
9 Rumah Racun Api 10 0,32 (2 x 2,5) 2 bh
10 Jalan - Parkir 1.040,5 33,56
Luas Lahan Tertutup Bangunan 2.150 69,35
B. Lahan Terbuka
1 Taman 350 11,29
2 Areal Terbuka 600 19,35
Luas Lahan Terbuka 950 30,65
B. Kegiatan Berjalan di SPBU
Secara umum kegiatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT.
JOHNDITOR terbagi dalam tiga (3) bagian, yaitu :
1. Penerimaan BBM melalui sarana mobil tangki BBM;
2. Penerimaan BBM melalui sarana tangki timbun/pendam BBM;
3. Penyaluran BBM melalui sarana dispenser.
C. Fasilitas SPBU
Peralatan Jumlah Kapasitas Keterangan

Submersible/dispensing pump 4 18 nozzle

Diesel generator (silent type) 1 50 KVA

Alat pemadam kebakaran 8 20 lbs, 10 lbs DCP dan CO2


Rumah racun api (RRA) 2 150 lbs
Tangki timbun
 Premium 1 30 kl
 Premium 1 20 kl
 Pertalite 1 20 kl
 Pertalite 1 16 kl
 Solar 1 30 kl
 Dexlite 2 8 kl

pipa pvc 4 inc, kedalaman Maksimal kedalaman 12


Sumur pantau 5
mencapai air tanah m

pipa pvc 4 inc, kedalaman


Sumur observasi 5
mencapai air tanah dangkal

Oil catcher 2 0,8 m x 1,2 m


D. Sarana Penunjang di Kegiatan SPBU
1. Sumber air (sumur bor kedalaman 20 meter)
2. Sumber energi (listrik PLN 32.000 VA dan Generator 50 kVA sebagai
cadangan).
F. Penanganan Limbah
1. Limbah padat (menyediakan bak/kotak sampah)
2. Limbah cair (septik tank)
3. Limbah gas/debu (menanam pepohonan dibatas area spbu untuk menghambat
sebaran gas dan debu, memasang papan/rambu2 untuk mematikan mesin saat
mengisi BBM
4. Limbah B3 (oli bekas di tampung dalam drum khusus diberi label) .
1. Kesesuaian Lokasi Kegiatan dengan Tata Ruang
Berdasarkan telaah teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Sekadau Nomor : 650/1043/DPU-PR/PR-2/9/2007 tanggal 4
September 2018 perihal Keterangan Kesesuaian Tata Ruang SPBU PT.
JOHNDITOR bahwa : hasil overlay dengan Peta Pola Ruang RTRW
Kabupaten Sekadau 2011-2031, untuk lokasi kegiatan SPBU PT.
JOHNDITOR yang berada di ruas jalan kota Sanggau-Sekadau masuk dalam
kawasan Budidaya dengan peruntukan sebagai perkebunan monokultur.
.2. Persetujuan Prinsip
- Rekomendasi dari Bupati Sekadau Nomor : 541/1222/Ekon tanggal 24
November 2006 Perihal Rekomendasi Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) di Kabupaten Sekadau
2. Persetujuan Prinsip
- Izin Mendirikan Bangunan dari Kepala Kantor Penanaman Modal dan
Perijinan Terpadu Kabupaten Sekadau Nomor : 14.12/640/037/KPMPT-
IMB.T/2015

Kegiatan SPBU PT. JOHNDITOR yang pada awalnya jenis produk yang dijual
adalah Premium, Solar dan Pertamax berganti menjadi Premium, Solar,
Pertalite dan Dexlite. Melalui pergantian jenis produk tersebut, tangki timbun
underground yang sebelumnya Pertamax beralih menjadi Pertalite.
Sementara untuk jenis produk Dexlite dilakukan penambahan tangki timbun
sebanyak dua (2) tangki baru yang posisinya diatas permukaan tanah.
Perubahan inilah yang menjadi dasar dalam pembuatan dokumen UKL-UPL
baru Kegiatan SPBU PT. JOHNDITOR.
Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik
Indonesia Nomor : P.23/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 Tentang Kriteria
Perubahan Usaha dan/atau Kegiatan dan Tata Cara Perubahan Izin
Lingkungan; Pasal 4 Ayat (1) Setiap Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib
memiliki Amdal atau UKL-UPL wajib memiliki Izin Lingkungan; Ayat (2) Izin
Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan perubahan
apabila Usaha dan/atau Kegiatan yang telah memperoleh Izin Lingkungan
direncanakan untuk dilakukan perubahan. Ayat (3) Perubahan Usaha
dan/atau Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi : f.
Perubahan Usaha dan/atau Kegiatan Lainnya yang tidak Berpengaruh
Terhadap Lingkungan Hidup;
Tahap Operasi

Pada tahap operasi SPBU terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu :
1. Kegiatan Penerimaan Bahan Bakar Minyak,
2. Penimbunan Bahan Bakar Minyak,
3. Penjualan Bahan Bakar Minyak,
4. Operasional Perkantoran (Manajement Office).
Hasil Uji
Waktu Baku Mutu Udara
Parameter Satuan
Pengukuran Ambien U-1

Sulfur Dioksida (SO2) 1 Jam µg/Nm3 900 12,40


Karbon Monoksida (CO) 1 Jam µg/Nm3 30.000 51,70
Nitrogen Dioksida (NO2) 1 Jam µg/Nm3 400 14,88
Oksidan (O3) 1 Jam µg/Nm3 235 3,20
Hidro Karbon 3 jam µg/Nm3 160 1,88
Debu (TSP) 24 Jam µg/Nm3 230 44,70
Timah Hitam (Pb) 24 Jam µg/Nm3 2 0,011
PM10 (Partikel <10) 24 Jam µg/Nm3 150 29,10
PM2.5 (Partikel <2,5) 24 Jam µg/Nm3 65 15,59
Kebisingan 24 Jam dB - 47,10
Berdasarkan hasil analisis laboratorium, beberapa parameter kualitas air
permukaan yang telah berada diatas baku mutu lingkungan berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air, yaitu BOD, COD dan total phosfat.
Secara administratif, lokasi kegiatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) PT. JOHNDITOR di Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir. Berdasarkan
data Kecamatan Sekadau Hilir Dalam Angka 2017 yang dikeluarkan oleh Badan
Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, diketahui bahwa luas wilayah Desa Peniti
adalah 40,28 Km, dengan jumlah penduduk 2.652 jiwa (1.355 jiwa untuk laki-
laki dan 1.297 jiwa untuk perempuan). Kepadatan penduduk Desa Peniti adalah
66 jiwa/Km2.
• Kondisi jenis penyakit yang berkembang di
masyarakat sesuai dengan data yang
diperoleh dari Puskesmas pada lingkup
wilayah studi PT. JOHNDITOR dalam 10
kunjungan penyakit terbesar dapat dilihat
pada tabel berikut
Jumlah
No. Jenis Penyakit
Kasus
1 ISPA 2.849
2 Reumatik 1.288
3 Hipertensi 1.148
4 Penyakit kulit alergi 488
5 Diare 451
6 Gangguan gigi 358
7 Penyakit pulpa dan periapikal 195
8 Gungivitis dan peridental 154
9 Penyakit kulit infeksi 152
10 Gangguan psikotik 118
Jumlah 7.201
SEKIAN DAN TERIMA
KASIH