Anda di halaman 1dari 14

Meluhurkan Marwah Profesi Kesehatan

DI ERA UNIVERSAL HEALTH COVERAGE

Notulen pertemuan 09.08.18:


Adang Bachtiar 1
Peserta Hadir
• TKMKB

• DPM
Dinamika Keluhuran Profesi Kesehatan
Industrial
Complex
.

Pengguna
.
Marwah
.
Mgmt
.

Kesehatan Profesi Kes Sisyankes

Regulator
Pusat
.

Daerah
INDUSTRIAL COMPLEX
• Provider kesehatan (baca Marwah Profesi Kesehatan) miliki ketergantungan
kepada industry kesehatan, yaitu:
– Produk dan prosedur dari industri yang berbasis ilmiah merupakan
bagian pelaksanaan keprofesian yang luhur untuk kepentingan
kesehatan bangsa
– Hubungan dua arah terjadi, yaitu saling mengisi kedua kepentingan
yang berbeda
• Mekanisme pasar yang kompetitif membuat keputusan2 keprofesian
menjadi lebih efisien dan efektif, yi state of the art medical intervention
misalnya
• Namun demikian ciri industri yang berorientasi profit maksimasi seringkali
menganggu dan atau melunturkan keluhuran profesi,
• Oleh karena itu proses meluhurkan profesi kesehatan, yg persisten dan
terus menerus, menjadi tanggung jawab bersama sehingga industri faham
betul norma ini.
PERAN TKMKB DALAM
INDUSTRIAL COMPLEX
• TKMKB pusat dan daerah (dengan fasilitasi oleh BPJS) melaksanakan
tugasnya dengan optimal yaitu
– Memahami mental model industrial complexity yang sedang terjadi
dalam hal:
• Sisyankes yang bertumbuh secara dinamis melalui survey sisyankes
yang komprehensif, termasuk
– Impelementasi etika profesi kaitannya dengan etika bisnis
(ethical business)
– Pemenuhan kebutuhan kesehatan (health needs) sebagai
dampak program UHC
• Utilisasi yang terjadi mel UR dan AM yang arif
PERAN TKMKB DALAM
INDUSTRIAL COMPLEX
• TKMKB pusat dan daerah (dengan fasilitasi oleh BPJS) melaksanakan
tugasnya dengan optimal yaitu
– Memahami mental model industrial complexity yang sedang terjadi
dalam hal:
• Pelanggaran etika profesi. Upaya mitigatif & preventatif
selayaknya melindungi marwah profesi secara keseluruhan
dihadapan masyarakat, sehingga
– Mampu mencegah dan memahami kesalahan menuju upaya
koreksi melalui cara2 asah-asih-asuh
– Masy menerima kesalahan sebagai bagian kemajuan (to err is
human)
MANAJEMEN SISYANKES
• Di era UHC dengan kemajuan iptek mgmt yankes menyebabkan
perubahan2 strategis bagi profesi kesehatan yaitu:
– Keluhuran keprofesian ditandai dengan ketrampilan klinis yang
terbaik tetap harus ditampilkan dan dipelihara, yang disertai
ketrampilan manajerial yang mampu dukung visi UHC, dengan
prinsip quasi-governance (public private mix) yaitu
• Structured healthcare system (primary & referral) yang miliki
accountability yang baik
• Transparancies bagi semua pemangku kepentingan termasuk
public pengguna
MANAJEMEN SISYANKES
• Di era UHC dengan kemajuan iptek mgmt yankes menyebabkan
perubahan2 strategis bagi profesi kesehatan yaitu:
– Keluhuran keprofesian ditandai dengan ketrampilan klinis yang
terbaik tetap harus ditampilkan dan dipelihara, yang disertai
ketrampilan manajerial yang mampu dukung visi UHC, dengan
prinsip quasi-governance (public private mix) yaitu
• Mengembangkan jejaring yankes yang efektif (positive
networking)
• Miliki autonomy of healthcare (untuk continuous quality
improvement) yang disertai peran pengguna yang berdaya
(empowered users)
PERAN TKMKB DALAM
MGMT SISYANKES MODERN
• TKMKB pusat dan daerah (dengan fasilitasi oleh BPJS)
melaksanakan tugasnya dengan optimal sehingga manajemen PPK
menjadi semakin
– Profesional dalam mengelola tata kelola PPK
– Melindungi kepentingan profesi kesehatan sebagai pemangku
kepentingan (PK) primer, sehingga
– Masyarakat pengguna dapat diberikan pelayanan kesehatan
terbaik, sesuai dengan tingkat keberdayaannya
• Pada era healthcare v3.0 masyarakat adalah co-designer
healthcare system yang berdaya
REGULATOR KESEHATAN
• Indonesia adalah negara ter-desentralisasi yang luas dengan 500 lebih
pemerintah daerah yang miliki tgg jawab dalam bangkes. Untuk mencapai
visi UHC, peran pemda amat strategis yaitu
– Membangun structured healthcare system (primary & referral) yang
relevan dengan sitkon kesehatan setempat, efektif-efisien, bermutu
tinggi dan merata diakses terus menerus oleh masy pengguna
– Mengembangkan keberdayaan pilar2 JKN termasuk pengguna, pemberi
palayanan kesehatan dan BPJS untuk sinergi mencapai derajat
kesehatan terbaik di wilayahnya.
– Meyakinkan semua sistem2 kesehatan termasuk UKM mampu
meningkatkan derajat kesehatan (SPM sbg ukuran keberhasilan
pemda)
– Membangun upaya sinergis untuk pembangunan kesehatan melalui
koalisi profesi/akademisi dengan swasta dan dengan pemerintah
PERAN TKMKB DALAM
MENDUKUNG REGULATOR
• TKMKB pusat dan daerah (dengan fasilitasi oleh BPJS)
melaksanakan tugasnya dengan optimal sehingga regulator (pusat
dan daerah):
– Memahami pentingnya bangkes dan visi UHC melalui proses
advokasi dan sosialisasi yang persisten dan sistematik
– Meningkatkan komitmen politik and administrative utk UHC baik
dari sisi mobilisasi pendanaan, implementasi yang miliki tata
kelola bersih dan efektif dan mampu menilai keberhasilan
dampak kesehatan
– Memberi peran yang kuat bagi civil society terutama OP
kesehatan dan kelembagaan mandiri spt TKMKB untuk menjadi
mitra sejajar
PENGGUNA KESEHATAN
• Era UHC di Indonesia bertumbuh dalam konteks pengguna
kesehatan yang berubah karena globalisasi. Mereka adalah
pengguna yang cerdas, berdaya untuk memilih menuju sehat, dan
seringkali penuntut yang tak sabar. Oleh karenanya sisyankes era
UHC di Indonesia akan ditandai berbagai prinsip sisi pengguna yaitu
– Ekuitas pemerataan yang semakin dikedepankan
– Akses yang terbuka lebar yng menuntut ketersediaan yankes yg
bermutu
– Cost of benefits sebagai bagian dari keberdayaan pengguna
– Health Rights yang disertai responsibility yang semakin tinggi
PERAN TKMKB DALAM
BERDAYAKAN PENGGUNA
• TKMKB pusat dan daerah (dengan fasilitasi oleh BPJS)
melaksanakan tugasnya dengan optimal sehingga PENGGUNA
sisyankes:
– Mampu memahami tgg jawab hidup sehat termasuk investasi
ketika sehat dan ketika sakit
– Dengan demikian pengguna mampu memahami sisyankes dan
ikut bertanggungjawab dalam memelihara dan mengembangkan
kesehatannya
– Memahami keluhuran profesi kesehatan yang bekerja sepenuh
hati untuk kesehatannya
STRATEGIC THINKING
DIPERLUKAN
• TKMKB perlu medorong
– Terciptanya daerah yang berdaya untuk bangkes UHC.
Keragaman kapasitas dan kapabilitas mereka perlu disyiarkan
kebaikannya melalui best practices showdown untuk inovasi yang
berlanjut
– Professional ethics adalah segalanya ternasuk menciptakan
kepemimpinan keprofesian yang memiliki integritas terbaik
sehingga dipatuhi oleh semua melalui proses caring yg hangat
– Advokasi – Komunikasi – Edukasi yang persisten dan sistematik
– Media strategy yg efektif memanfaatkan keerdasan digital yg ada
di masy
– tata kelola sisyankes yang bersih dan efektif