Anda di halaman 1dari 19

BEHAVIORAL ASPECT OF PROFIT

PLANNING & BUDGETING

Kelompok:
Calvin 125160475
William 125169101
Pengertian Anggaran

• Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistem


atis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan dan dinyatakan d
alam unit (satuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (peri
ode) mendatang. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahw
a anggaran merupakan hasil kerja (output) terutama berupa taksi
ran-taksiran yang akan dilaksanakan di masa mendatang.
• Sementara itu, penganggaran adalah proses kegiatan yang men
ghasilkan anggaran tersebut sebagai hasil kerja, serta proses ke
giatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi anggar
an, yaitu fungsi-fungsi pedoman kerja, alat pengoordinasian kerja
, dan alat pengawasan kerja.
Hubungan Anggaran dengan Akuntansi

 Anggaran dan akuntansi memiliki kaitan erat di mana akuntansi


menyajikan data historis yang sangat bermanfaat untuk mengada
kan estimasi-estimasi yang akan dituangkan dalam anggaran, ya
ng nantinya akan dijadikan sebagai pedoman kerja di waktu men
datang.
 Akuntansi juga melakukan pencatatan secara sistematis dan tera
tur tentang pelaksanaan anggaran nantinya. Dengan demikian, a
kuntansi menyajikan data realisasi pelaksanaan anggaran secara
lengkap. Data realisasi pelaksanaan anggaran inilah yang nantin
ya dibandingkan dengan data yang tercantum dalam taksiran an
ggaran itu sendiri untuk penilaian (evaluasi) kerja perusahaan.
Berbagai Fungsi dari Perencanaan
Laba dan Penganggaran
 Anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku ma
nusia.
 Anggaran menjelaskan kepada orang-orang mengenai:
 Apa yang diharapkan dari mereka
 Kapan hal tersebut harus dilakukan
Anggaran menetapkan batasan terhadap apa yang dapat dibeli da
n berapa banyak yang dapat dibelanjakan.
Fungsi Anggaran:
1. Planning mencerminkan konsensus organisasi mengenai tujuan
organisasi
2. Actuating cetak biru perusahaan untuk bertindak (mengarahkan)
3. Coordinating alat komunikasi internal
4. Standar / Acuan untuk evaluasi kinerja
5. Controlling  untuk menentukan tindakan korektif
6. Motivating untuk bertindak efektif dan efisien selaras dengan tuju
an organisasi
Pandangan Perilaku Terhadap P
roses Penyusunan Anggaran
 Tahap Penetapan Tujuan
 Harus tegas, mau desentralisasi atau sentralisasi (jang
an pura-pura desentralisasi)
 Harus ada partisipasi, kesesuaian tujuan, dan komitme
n.
 Tahap Implementasi
 Harus ada komunikasi, kerjasama, & koordinasi
 Tahap Pengendalian & Evaluasi Kinerja
 Anggaran sebagai dasar untuk MBE
 Penyimpangan + / - semuanya harus dievaluasi
 Dalam tahap ini, konsekuensi keprilakuan yang mungki
n muncul meliputi: Tekanan, Motivasi, Aspirasi, & Kegel
isahan.
Konsekuensi Disfungsional dari
Proses Penyusunan Anggaran
 Rasa tidak percaya terhadap seluruh proses anggaran pada tingkat pen
yelia karena: mendistorsi situasi ‘riil’, variabel kualitatif tidak mencukupi,
hanya mencerminkan yang diketahui penyelia, ukuran kinerja dicurigai
ada manipulasi, menekankan pada hasil bukan pada alasan, menggang
gu gaya kepemimpinan penyelia, dan cenderung menekankan pada ke
gagalan.
 Resistensi untuk berubah  karena sudah terbiasa dengan zona nyam
an.
 Konflik internal  akibat comparabilitas antar departemen, sehingga tid
ak mampu bekerjasama antar pribadi dan antar kelompok selama prose
s penyusunan anggaran.
 Memandang anggaran sebagai tekanan manajerial  dapat menimbulk
an frustasi, emosi tinggi, penyakit fisik akibat stress.

Perlu melakukan Pendidikan Anggaran yang membuat orang belajar


memandang anggaran sebagai alat untuk menciptakan KESELARASA
N TUJUAN dan sebagai STANDAR KINERJA yang dimaksudkan untuk
memberikan manfaat kepada seluruh karyawan perusahaan.
Relevansi Konsep Ilmu Keprilakuan
dalam Lingkungan Perencanaan

 Terkait dengan Budaya dan Iklim Organisasi


 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Lingkungan K
erja:
 Ukuran & Struktur Organisasi
 Ditentukan oleh jumlah karyawan, jumlah nilai uang, volume pe
njualan, jumlah kantor cabang dll.
 Gaya Kepemimpinan
 Otoriter (Teori X) vs Demokratis (Teori Y)

 Stabilitas Lingkungan
 Lingkungan Stabil  risiko terbatas Demokratis & Partisipatif
 Lingkungan yang Cepat Berubah risiko tinggi keputusan h
arus cepat dan tegas (Otoriter)
Stabilitas Lingkungan Organisasi

Faktor lainnya yang mempengaruhi lingkungan perencanaan adalah


lingkungan eksternal. Lingkungan tersebut meliputi iklim politik dan
ekonomi, ketersediaan pasokan, struktur industri yang melayani org
anisasi, hakikat persaingan, dan lain sebagainya. Lingkungan yang
berubah dengan cepat menghasilkan situasi yang berisiko tinggi. Pe
rubahan yang dramatis dalam tingkat bunga, fluktuasi nilai tukar mat
a uang asing, dam semakin meningkatnya persaingan dari luar neg
eri adalah beberapa kasus di antaranya. Pada kasus-kasus ini, gaya
kepemimpinan otoriter terbukti lebih efisien dibandingkan dengan ga
ya kepemimpinan yang demokratis dan partisipatif.
Konsep-Konsep Keprilakuan yang Relevan d
alam Proses Penyusunan Anggaran
 Tahap Penetapan Tujuan
 Keselarasan Tujuan Organisasi dengan Sub Unit harus ditetapkan kembali sec
ara periodik
 Partisipasi bergantung pada gaya kepemimpinan organisasi, struktur organis
asi, kecepatan pembuatan keputusan, keahlian angkatan kerja, dan jenis kontr
ibusi yang dapat diberikan. Anggaran yang terlalu ketat (tanpa slack) atau terlal
u longgar (dengan slack yang berlebihan) dapat menciptakan tanggapan kepril
akuan yang berlawanan dengan kepentingan perusahaan.
 Tahap Implementasi
 Pengkomunkasian Anggaran  Kontroler harus menerjemahkan sasaran orga
nisasi secara keseluruhan ke dalam sasaran yang dapat dipahami bagi setiap
sub unit organisasi. Dikomunikasikan dengan sangat efektif melalui: penjelasan
pribadi, dilengkapi dengan pedoman tertulis, diskusi & tindak lanjut informal de
ngan pemimpin sub bagian (diriektur perencanaan). Direktur perencanaan seb
aiknya menjelaskan dasar-dasar dari proses penyusunan anggaran dan asums
i-asumsi yang menghasilkan jumlah anggaran akhir, misal: asumsi alokasi biay
a, prioritas pemasaran, prediksi ekonomi, dan masalah-masalah lain yang diant
isipasi oleh perusahaan  selain untuk menginformasikan juga untuk mendapa
tkan kepercayaan bawahan
 Kerjasama dan Koordinasi  Direktur perencanaan harus paham: Perilaku Ma
nusia, Dinamika kelompok, Struktur Organisasi dan Peran Formal
 Tahap Pengendalian & Evaluasi Kinerja
 Kinerja Aktual vs yang Dianggarkan  dievaluasi untuk men
entukan permasalahan organisasi dan menyarankan tindaka
n perbaikan kinerja.
 Menerbitkan laporan kinerja tepat waktu untuk mendorong m
oral karyawan karena kurangnya umpan balik kinerja, penun
daan umpan balik, dan jarangnya (sporadisnya) umpan balik
akan berdampak pada penurunan moral dan kinerja.
 Orang bertindak berdasarkan pada apa yang mereka pikirka
n atau rasakan  oleh karena itu Direktur Perencanaan har
us sensitif terhadap reaksi manusia atas laporan kinerjanya,
agar dapat mengubah perilaku manusia untuk pencapaian tu
juan perusahaan.
Pertanyaan & Jawaban
1. Mengapa anggaran sering dipandang sebagai penghalang birok
ratis untuk karier lebih lanjut?
 Anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku manusia. Anggaran
membatasi tindakan manajemen. Anggaran merupakan alasan kinerja man
ajer dipantau secara kontinu dan standar terhadap mana hasil kinerja diba
ndingkan.Orang-orang merasakan tekanan dari anggaran yang ketat, kegel
isahan dari laporan kinerja yang buruk, dan kegembiraan atau rasa lega kar
ena memenuhi anggaran.Manajer sering kali menghadapi masalah menge
nai sesuatu yang “tidak ada dalam anggaran” atau bahwa “anda sudah mel
ebihi anggran anda”. Para manajer diperingatkan secara periodik.
 Oleh karena itu adalah tidak mengherankan bahwa sentimen-sentimen se
perti“anggaran melumpuhkan gaya saya” sering kali disuarakan. Anggar
an sering kali dipandang sebagai penghalang atau ancaman birokratis terha
dap kemajuan karier.Ketidaksukaan terhadap proses penyusunan anggaran
secara keseluruhan bahkan dapat mendorong orang untuk melakukan sabo
tase terhadap anggaran tersebut.
2. Mengapa anggaran begitu penting bagi suatu organisasi?

 Menyusun anggaran sebuah proyek maupun program dalam suatu organisa


si bisa menjadi tugas yang sangat berat, namun hal itu sangat penting bagi
suatu organisasi yang merupakan cara untuk merencanakan dan memas
tikan bahwa sebuah organisasi tersebut telah mengalokasikan sumber day
anya dengan baik. Penganggaran tidak hanya sekedar mengisi lembaran d
engan jumlah pengeluaran dan pendapatan, tetapi melibatkan langkah-lan
gkah penting lainnya seperti perencanaan, pengawasan, dan penerapan ter
us menerus.
 Selain itu, anggaran bagi suatu perusahaan merupakan suatu rencana keu
angan yang digunakan perusahaan sebagai pedoman menilai kinerja, alat
untuk memotivasi kinerja para anggota organisasi, alat koordinasi dan komu
nikasi antara pimpinan dengan bawahan dalam organisasi dan alat untuk m
endelegasikan wewenang pimpinan kepada bawahan. Anggaran secara k
onsep yang luas merupakan alat pengendalian suatu perusahaan atau or
ganisasi. Pengendalian mencakup pengarahan atau pengaturan orang-ora
ng atau bagian-bagian dalam suatu organisasi. Sehingga anggaran mempu
nyai makna yang penting dan komplek, karena anggaran mempunyai dam
pak fungsional maupun disfungsional terhadap sikap dan perilaku anggota s
uatu organisasi.
3. Apa saja tiga langkah utama dalam proses penyusunan anggara
n dan mengapa manusia memainkan peran penting dalam setiap
proses penyusunan tersebut?

 Ada tiga tahapan utama dalam proses penyusunan anggaran yaitu:


1. Penetapan Tujuan
Aktifitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang
luas ke dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus.Controler dan direktur per
encanaan memainkan peranan kunci dalam proses penyusunan anggaran
yang disesuaikan dengan struktur organisasi, maupun gaya kepemimpina
nnya. Manajer tingkat bawah dan para karyawan sebaiknya diberikan kese
mpatan untuk berpartisipasi dalam proses penetapan tujuan,karena mereka
merupakan bagian dari organisasi tersebut, dengan demikian proses penyu
sunan anggaran akan terlaksana lebih efektif.
2. Implementasi
Pada tahap implementasi, rencana formal digunakan untuk mengkomunikasika
n tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang secara positi
f dalam organisasi. Konsep ilmu keperilakuan utama yang mempengaruhi ta
hap implementasi adalah komunikasi, kerjasama, dan koordinasi.
3. Apa saja tiga langkah utama dalam proses penyusunan anggaran dan
mengapa manusia memainkan peran penting dalam setiap proses penyu
sunan tersebut?
3. Pengendalian dan Evaluasi Kinerja
Setelah anggaran diimplementasikan, maka anggaran tersebut berfungsi seba
gai elemen kunci dalam sistem pengendalian. Anggaran menjadi tolak ukur terh
adap kinerja aktual dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan.
4. Apakah konsep utama keperilakuan yang memengaruhi berbag
ai bagian dari proses perencanaan anggaran?

a. Dampak dari lingkungan perencanaan


Pada dasarnya lingkungan perencanaan mengacu pada struktur, proses, pola-pola i
nteraksi dalam penetapan kerja. Hal tersebut kadang kala disebut dengan budaya a
tau iklim organisasi.
b. Ukuran dan struktur organisasi
Ukuran dan strutur pada organisasi mempengaruhi prilaku manusia dan pola intera
ksi dalam tahap penetapan tujuan, implementasi, dan pengendalian serta evaluasi
terhadap proses perencanaan.
c. Gaya kepemimpinan
Gaya kepemimpinan juga dapat mempengaruhi lingkungan perencanaan organisa
si. Teori X dari McGregor menjelaskan gaya kepemimpinan yang otoriter dan dikend
alikan secara ketat, dimana kebutuhan efisiensi dan pengendalian mengharuskan
pendekatan manajerial tersebut untuk berurusan dengan bawahannya. Berbeda d
engan Teori Y yang dikemukakan oleh McCregor dan gaya kepemimpinan Likert me
ndorong tingkat keterlibatan dan partisipasi karyawan dalam penentuan tujuan dan
pengembilan keputusan.
d. Stabilitas lingkungan organisasi
Faktor lingkungan eksternal juga mempengaruhi lingkungan perencanaan yang me
liputi iklim politik dan ekonomi, ketersediaan pasokan, struktur industri yan
g melayani organisasi, hakikat persaingan, dll.
5. Apakah konsekuensi disfungsional dari proses perencanaan an
ggaran? Mengapakah hal itu terjadi? Dapatkah hal itu dihindari?

1. Rasa Tidak Percaya


Suatu anggaran terdiri atas seperangkat tujuan-tujuan tertentu.Walaupun anggaran
tersebut dapat disesuaikan untuk kejadian-kejadian yang tidak diantisipasi, anggara
n menampilkan rasa tidak percaya, rasa pertumbuhan, dan mengarah pada k
inerja yang menurun. Alasan dari rasa tidak percaya ini didasarkan pada keyaki
nan penyedia.
2. Resistensi
Pada proses anggaran memerlukan waktu dan perhatian yang besar. Manajer atau
penyelia mungkin merasa terlalu terbebani dengan permintaan yang ekstensif atas
waktu dan tanggung jawab rutin mereka. Oleh karena itu, mereka tidak ingin terlibat
dalam proses penyusunan anggaran.
3. Konflik Internal
Konflik internal dapat berkembang sebagai akibat dari interaksi ini, atau sebagai
akibat dari laporan kinerja yang membandingkan satu departemen dengan depar
temen lain. Gejala-gejala umum dari konflik adalah ketidakmampuan mencapai kerj
a sama antar-pribadi dan antar-kelompok selama proses penyusunan anggaran.Ko
nflik internal menciptakan suatu lingkungan kerja yang kompetitif dan bermusuhan.
Situasi ini menyebabkan keselarasan tujuan menjadi lebih sulit. Hal tersebut meni
mbulkan kebencian terhadap manajemen dan anggaran.
5. Apakah konsekuensi disfungsional dari proses perencanaan an
ggaran? Mengapakah hal itu terjadi? Dapatkah hal itu dihindari?

4. Efek Samping Lain yang Tidak Diinginkan


Anggaran akan menghasilkan pengaruh lain yang tidak diinginkan. Salah satu
pengaruh lainnya adalah terbentuknya kelompok-kelompok informal kecil yan
g menentang tujuan anggaran. Kelompok-kelompok ini biasanya dibentuk unt
uk melawan konflik internal dan tekanan yang diciptakan oleh anggaran terseb
ut.
Anggaran juga dapat menghambat inisiatif individu dan inovasi yang efektif bia
ya karena metode bisnis yang telah ada dengan probabilitas keberhasilan yan
g diketahui lebih dipilih dibandingkan dengan metode baru dengan peluang ke
berhasilan yang belum terbukti.
Manajemen dan tenaga kerja yang berpendidikan kemungkinan besar akan be
kerja sama dalam menyusun anggaran dan rencana laba.
6. Bagaimana struktur organisasi dan ukuran organisasi memengaruhi ta
hap penetapan tujuan, implementasi, pengendalian dan evaluasi dari pros
es penyusunan anggaran?
 Ukuran dan struktur organisasi mempengaruhi perilaku manusia dan pola-p
ola interaksi dalam tahap penyusunan sasaran, implementasi, serta pengendalian da
n evaluasi dari proses perencanaan. Ukuran organisasi dapat digambarkan sebag
ai jumlah tenaga kerja, nilai bangunan fisik dalam unit moneter, volume p
enjualan,jumlah cabang perusahaan, atau ukuran-ukuran kuantitatif lainnya
yang membedakan organisasi.
 Ukuran organisasi mempengaruhi struktur organisasi. Dalam perusahaan ke
cil,struktur perencanaan dan pengendalian relatif sederhana karena kegiatan organis
asi dilakukan hanya oleh beberapa orang. Perusahaan besar harus mengemban
gkan struktur birokrasi yang kompleks untuk mengatasi administrasi berbaga
i fungsi oganisasi yang ada. Otoritas didelegasi dan disebarluaskan dari tingkat yan
g lebihtinggi.
 Lingkungan perencanaan juga dipengaruhi oleh tingkat otonomi, atau prerogati
f pembuatan keputusan. Aspek dari struktur organisasi ini biasanya ditekankan pada
kondisi sentralisasi vs desentralisasi. Karakteristik organisasi yang tersentralisasi
adalah pada konsentrasi pengambilan keputusan oleh tingkat manajer yang
lebihtinggi. Sedangkan karakteristik organisasi yang desentralisasi prerogatif member
ikan hak pembuatan keputusan lebih besar pada tingkat manajerial yang lebih r
endah.Perusahaan yang desentralisasi akan membutuhkan suatu system ya
ng mempengaruhi partisipasi, kerjasama dan koordinasi perusahaan secara
luas.Sementara sentralisasi perusahaan membutuhkan suatu system yang menghasil
kan pengawasan yang sangat ketat terhadap seluruh kegiatan organisasi.
7. Jelaskan penyusunan anggaran secara langsung!

1. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun anggar


an.
2. Pengolahan data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan pe
naksiran-penaksiran.
3. Menyusun anggaran serta menyajikannya secara sistematis.
4. Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran.
5. Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja dengan
melakukan penilaian.
6. Pengolahan dan penganalisaan data untuk menghasilkan kesimpulan terhad
ap kegiatan kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan
sebagai tindak lanjut dari kesimpulan yang telah di ambil.