Anda di halaman 1dari 63

ENERGI TERBARUKAN

MARFIZAL,ST,MT

PROGRAM STUDI
TEKNIK MESIN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL


PENGERTIAN
Energi tak terbarukan (Konvensional)
diperoleh dari sumber daya alam yang waktu
pembentukannya sampai jutaan tahun.

Energi terbarukan
bentuk energi yang dihasilkan dari sumber daya alam
seperti angin, matahari, panas, hujan, panas bumi, dan air
pasang.
 Energi Batubara
Energi Fosil  Energi Minyak Bumi
 Energi Gas Bumi

Energi  Energi Air Terjun


Kandungan  Energi Pasang Surut
mekanis  Energi Ombak dan Arus
SUMBER Energi Air
Energi
DAYA Kandungan  Energi Panas Laut
ENERGI Thermis

 Energi Nuklir
Energi Benda Energi Planet  Energi Magma
Angkasa Energi Surya  Energi Surya
lansung  Energi Fotovoltaik

Energi Angin

Energi Biomassa
Keuntungan (energi tak-terbarukan)
Jumlah pemakai (demand) yang besar, sehingga telah banyak
sumber daya (uang, manusia dan waktu) yang dikerahkan untuk
mengekplorasi dan memproduksi sumber energi ini.
Bauran Energi Primer Nasional 2013
1.328 Juta SBM
1. Energi telah menjadi kebutuhan dasar
(basic needs);
2. Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar
5 - 6% per tahun dengan pertumbuhan
penduduk 1,2% per tahun  Energy
Growth 7 – 8% per tahun;
3. Ketergantungan terhadap Energi Fosil
masih tinggi, cadangannya semakin
Pangsa Energi Non Fosil + 5%
terbatas;
Jumlah
No Jenis Energi
(Juta SBM)
4. Sumber – sumber Energi Baru Terbarukan
1 Batubara 411
belum dioptimalkan.
2 Minyak Bumi 612
3 Gas Bumi 243 5. Efisiensi dan Konservasi Energi belum
4 Tenaga Air 43
dioptimalkan.
5 Panas Bumi 15
Keterangan:
6 Bahan Bakar Nabati 5 - Berdasarkan Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2014
- Tidak termasuk biomass dan penggunaan non-energy
TOTAL 1.328 - BBN Murni adalah 7,5% dari Biofuel

Setara Barel Minyak (SBM)


PEMBANGKIT ENERGI TERBARUKAN
KAPASITAS TERPASANG KUMULATIF
JENIS S.D TAHUN 2014 (MW)
NO
PEMBANGKIT
2013 2014 TAMBAHAN KONSERVASI ENERGI
1 PANAS BUMI 1.343,50 1.403,50 60,00 Penurunan intensitas energi primer
2 ENERGI AIR 7.573,60 8.111,55 537,95 sebesar 1% per-tahun atau setara
3 BIOENERGI 1.716,50 1.740,40 23,90 dengan penurunan 5 SBM per Milyar
4 ENERGI SURYA 42,77 71,02 28,25 rupiah. Penghematan energi dapat
5 ENERGI ANGIN 1,33 3,07 1,74 dikatakan sebagai ”hidden energy
6 HYBRID 0,54 0,54 0,00 sources”: Menghemat 1 kWh adalah
TOTAL 10.678,24 11.330,08 651,84
jauh lebih murah dari pada
memproduksi 1 kWh energi.
tambahan kapasitas pembangkit listrik dari energi baru
terbarukan pada tahun 2014 sebesar 651 MW

PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI


Pemanfaatan BBN meningkat signifikan dari tahun
ke tahun.

Implementasi mandatori BBN mencapai 1,69 juta KL


(43% dari target), menghemat devisa 1,23 Milyar USD
(meningkat sebesar 61% dibandingkan realisasi
tahun 2013)

7
Category :
Aceh
92,31% Sumut Kepri > 70 %
91,03% Kaltara Sulut
74,06%
69,64% 85,53% 50 - 70 %
Riau
Kalbar Malut < 50 %
84,54% Gorontalo
79,77% 90,52%
Kaltim 74,65%
Papua Barat
91,71% 77,81%
Sumbar Sumsel Kalteng
76,38% 67,23% Sulteng
80,14%
75,58%
Babel Sulbar
Jambi Sultra
95,53% 74,11%
80,70% 66,78%
Bengkulu Jakarta Kalsel Maluku
83,47% 99,61% 83,75% Bali 82,28%
Sulsel
85,17% Papua
Banten 85,10%
Lampung 43,46%
81,27% 92,93%
NTB
Jabar Jateng DIY Jatim 68,05% NTT
86,04% 88,04% 82,26% 83,55% 58,91%

REALISASI TARGET SESUAI DRAFT RUKN


2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
67.15% 72.95% 76.56% 80.51% 84.35% 85.18% 88.19% 91.09% 93.61% 96.61%
Keterangan:
- Berdasarkan Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2014
- Tidak termasuk biomass dan penggunaan non-energy
Intensitas energi: jumlah energi yang dibutuhkan untuk mendapatkan per satu satuan PDB

Keterangan:
- Berdasarkan Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2014
- Tidak termasuk biomass
POTENSI ENERGI TERBARUKAN
NO ENERGI BARU TERBARUKAN SUMBER DAYA (SD) KAPASITAS TERPASANG (KT) RASIO KT/SD (%)
1 2 3 4 5 = 4/3
1 Hidro 75.000 MW 8.111 MW 10,81 %
2 Panas Bumi 28.910 MW 1.403,5 MW 4,9 %
3 Biomassa 32.000 MW 1.740,4 MW 5,4 %
4 Surya 4,80 kWh/m2/day 71,02 MW -
5 Angin dan Hybrid 3 – 6 m/s 3,07 MW -
6 Samudera 49 GW ***) 0.01 MW ****) -
7 Uranium 3.000 MW *) 30 MW **) -
*) Hanya di Kalan – Kalimantan Barat ***) Sumber: Dewan Energi Nasional
**) Sebagai pusat penelitian, non-energi ****) Prototype BPPT

POTENSI PENGHEMATAN ENERGI


KONSUMSI ENERGI PER SEKTOR POTENSI PENGHEMATAN TARGET PENGHEMATAN
NO SEKTOR
TAHUN 2013 (JUTA SBM) *) ENERGI ENERGI SEKTORAL (2025)

1 Industri 355 (42%) 10 – 30% 17%

2 Transportasi 324 (39%) 15 – 35% 20%

3 Rumah Tangga 100 (12%) 15 – 30% 15%


4 Komersial 36 (4%) 10 – 30% 15%

Lainnya (Pertanian,Konstruksi, dan


5 23 (3%) 25% -
Pertambangan)
*) Angka sementara sampai dengan Desember 2013 tidak termasuk biomass dan penggunaan non-energi
Source: Draf Rencana Induk Konservasi Energi Nasional (RIKEN) 2011
Bussiness
As Usual
450
Juta TOE TARGET 2025
KONSERVASI
400 ENERGI PRIMER 11%
SAAT INI 290
Juta TOE
EBT
Juta TOE
23%
EBT
215
17%
Juta TOE
EBT Batubara
6%
Batubara 30%
 TOTAL ENERGI PRIMER 29%
NASIONAL 215 MTOE
Batubara
29%
 ENERGI PRIMER EBT: 13 MTOE
Gas Bumi Gas Bumi
 PANAS BUMI: 6 MTOE Gas Bumi 22% 22%
 BIOFUEL: 4 MTOE 24%
 BIOMASSA: 2 MTOE
 AIR: 1 MTOE
Minyak Bumi Minyak Bumi Minyak Bumi
41% 32% 25%

2014 2020
2025
Komitmen Pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca
pada tahun 2020

Upaya sendiri 26% Upaya sendiri dan


(767 juta Ton) 41% dukungan internasional

Perpres No. 61/2011 Perpres No. 71/2011


RAN-GRK GHG Inventory dan MRV

Kehutanan, Gambut, Pertanian 680 Juta Ton


Melalui pengembangan
Sektor Energi 30 Juta Ton energi baru terbarukan dan
pelaksanaan konservasi
Limbah 48 Juta Ton energi dari seluruh sektor

Industri dan Transportasi 9 Juta Ton


 UU No. 30/2007 tentang Energi
 UU No. 30/2009 tentang Ketenagalistrikan
 UU No. 21/2014 tentang Panas Bumi
 PP No. 70/2009 tentang Konservasi Energi
 PP RI No. 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional

1. KONSERVASI ENERGI untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di


sisi suplai dan pemanfaatan (demand side), antara lain sektor industri,
transportasi, rumah tangga, dan komersial.

2. DIVERSIFIKASI ENERGI untuk meningkatkan pangsa energi baru terbarukan


dalam bauran energi nasional (supply side).
(PERATURAN MENTERI ESDM NOMOR 27 TAHUN 2014 DAN NOMOR 19 TAHUN 2013)

No. Energi Kapasitas Harga Pembelian Listrik Keterangan


Tegangan Menengah
1. Biomassa s.d 10 MW Rp. 1.150,- / kWh X F
2. Biogas s.d 10 MW Rp. 1.050,- / kWh X F Non sampah kota
3. Sampah Kota (MSW) s.d 10 MW Rp. 1.450,- / kWh Zero waste *)
4. Sampah Kota (MSW) s.d 10 MW Rp. 1.250,- / kWh Landfill *)
Tegangan Rendah
1 Biomassa s.d 10 MW Rp. 1.500,- / kWh X F
2 Biogas s.d 10 MW Rp. 1.400,- / kWh X F Non sampah kota
3 Sampah Kota (MSW) s.d 10 MW Rp. 1.798,- / kWh Zero waste *)
4 Sampah Kota (MSW) s.d 10 MW Rp. 1.598,- / kWh Landfill *)
F adalah faktor insentif berdasarkan wilayah dimana pembangkit tersebut terpasang,
sebagai berikut:
•Pulau Jawa :F=1 *) Sesuai UU nomor No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan
sampah
•Pulau Sumatera : F = 1,15
•Pulau Sulawesi : F = 1,25
•Pulau Kalimantan : F = 1,3
•Pulau Bali, Bangka Belitung, Lombok : F = 1,5
•Kepri, Pulau Papua dan pulau lainnya : F = 1,6
FEED IN TARIFF PLTB
(PERMEN ESDM NO. 4 TAHUN 2012)
Harga Untuk
Harga Untuk Tegangan INCENTIVE FACTOR
AREA Tegangan Rendah
Menengah (Rp/kWh) (F)
(Rp/kWh)
Jawa and Bali 656 x F 1,004 x F 1
Sumatera and Sulawesi 787 x F 1,205 x F 1.2

Kalimantan, West and 853 x F 1,305 x F 1.3


East Nusa Tenggara
Maluku and Papua 984 x F 1,506 x F 1.5

FEED IN TARIFF PLTS


(PERMEN ESDM NO. 17 TAHUN 2013)
No The Benchmark Price Keterangan
(cent US$/kWh)

1 25 Apabila menggunakan
Local Content< 40%,
2 30 Apabila menggunakan local
content ≥ 40%
Tegangan Jaringan Harga Pembelian (Rp./Kwh)
Faktor
No. Listrik Lokasi/Wilayah Tahun ke-1 Tahun ke-9 Harga Rata –rata F
(Kapasitas Pembangkit) s.d Tahun ke-8 s.d Tahun ke-20 Tertimbang
1 2 3 4 5 6 7
1. Jawa, Bali, dan Madura 1.075,0 x F 750,0 x F 880,0 x F 1,00
2. Sumatera 1.075,0 x F 750,0 x F 880,0 x F 1,10
3. Tegangan Menengah Kalimantan dan Sulawesi 1.075,0 x F 750,0 x F 880,0 x F 1,20
4. (s.d 10 MW) NTB dan NTT 1.075,0 x F 750,0 x F 880,0 x F 1,25
5. Maluku dan Maluku Utara 1.075,0 x F 750,0 x F 880,0 x F 1,30
6. Papua dan Papua Barat 1.075,0 x F 750,0 x F 880,0 x F 1,60
7. Jawa, Bali, dan Madura 1.270,0 x F 770,0 x F 970,0 x F 1,00
8. Sumatera 1.270,0 x F 770,0 x F 970,0 x F 1,10
9. Tegangan Rendah Kalimantan dan Sulawesi 1.270,0 x F 770,0 x F 970,0 x F 1,20
10. (s.d 250 kW) NTB dan NTT 1.270,0 x F 770,0 x F 970,0 x F 1,25
11. Maluku dan Maluku Utara 1.270,0 x F 770,0 x F 970,0 x F 1,30
12. Papua dan Papua Barat 1.270,0 x F 770,0 x F 970,0 x F 1,60
Keterangan:
 Harga sudah termasuk seluruh biaya pengadaan jaringan penyambungan dari pembangkit ke jaringan listrik PT PLN
 Badan usaha akan dicabut penetapannya sebagai pengelola energi tenaga air jika:
1. Tidak menyerahkan sertifikat deposito paling lambat 30 hari setelah ditetapkan;
2. Tidak menandatangi PJBL paling lambat 30 hari setelah memperoleh IUPTL; atau
3. Tidak memulai konstruksi paling lambat 15 bulan setelah financial close.
Harga Patokan Tertinggi
Tahun COD (sen USD/kWh)
Wilayah I Wilayah II Wilayah III
2015 11.8 17.0 25.4
2016 12.2 17.6 25.8
2017 12.6 18.2 26.2
2018 13.0 18.8 26.6
2019 13.4 19.4 27.0
2020 13.8 20.0 27.4
2021 14.2 20.6 27.8
2022 14.6 21.3 28.3
2023 15.0 21.9 28.7
2024 15.5 22.6 29.2
2025 15.9 23.3 29.6
Ket.:
Pembagian Wilayah
- Wilayah I : Wilayah Sumatera, Jawa dan Bali
- Wilayah II : Wilayah Sulawesi, NTB, NTT, Halmahera, Maluku, Irianjaya dan Kalimantan; dan
- Wilayah III : Wilayah yang berada pada Wilayah I atau Wilayah II tetapi sistem transmisinya
terisolasi, pemenuhan kebutuhan listriknya sebagian besar diperoleh dari pembangkit listrik dengan
bahan bakar minyak.
1982 Instruksi Presiden No. 9/1982 tentang Energi Konservasi

1995 Master Plan Konservasi Energi Nasional Tahun 1995 dan direvisi Tahun 2005

2002 Undang undang No. 28 / 2002 tentang Bangunan

2006 Perpres No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional


KEBIJAKAN
KONSERVASI 2007 Undang Undang No. 30/2007 tentang Energi
ENERGI
2008 Instruksi Presiden No. 2/2008 tentang Hemat Energi dan Air

2009 Peraturan Pemerintah No.70/2009 tentang Konservasi Energi

• Instruksi Presiden No. 13/2011 tentang Penghematan Energi dan Air


2011
• Peraturan Presiden No. 61/2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas
Rumah Kaca
2012 & 2013 Peraturan Menteri ESDM tentang Penghematan Energi dan Air
• Peraturan Menteri ESDM No. 13/2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik
• Peraturan Menteri ESDM No. 14/2012 tentang Manajemen Energi
• Peraturan Menteri ESDM No. 15/2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah
• Peraturan Menteri ESDM No. 01/2013 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak
• Keputusan Menteri ESDM No. 4051K/07/MEM/2013 tentang Catur Dharma Energi
2014 • Peraturan Menteri ESDM No. 18/2014 tentang Pembubuhan Label Tanda Hemat Energi Untuk Lampu Swabalast
• Peraturan Menteri ESDM No. 19/2014 Tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan Oleh Perusahan Perseroan
(Persero) PT PLN
• Peraturan Pemerintah No. 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional
2015 • Peraturan Menteri ESDM No. 7/2015 tentang Penerapan Standar Kinerja Energi Minimum dan Pencantuman Label
Tanda Hemat Energi untuk Piranti Pengkondisi Udara
• Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 80/2015 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya pada
Jabatan Kerja Manajer Energi di Industri dan Bangunan Gedung
Perluasan jaringan
oleh PLN
 Ditjen
Ketenagalistrikan
 PT. PLN (Persero)
Peningkatan
rasio
PENYEDIAAN elektrifikasi

Pembangunan
PLTMH, PLTS, PLTB
dan EBT lainnya

 Ditjen EBTKE/KL
lainnya
 DAK Energi
Perdesaan/APBD
 PT. PLN (Persero)
REGULASI/LEGISLASI PROGRAM KEMITRAAN / PENERAPAN SNI:ISO 50001
 Melanjutkan penyusunan/perbaikan AUDIT ENERGI  Penerapan ISO 50001: Sistem Manajemen
kebijakan regulasi di bidang konservasi Energi di Industri dengan pendampingan
energi  Pelaksanaan Audit Energi ;
tenaga ahli nasional.;
 Pelaksanaan Investment Grade Audit (IGA).
 Penerapan kewajiban pelaksanaan
manajemen energi bagi perusahaan lebih
besar sama dengan 6.000 TOE/tahun
PENINGKATAN (sebanyak 150 obyek).
KESADARAN PUBLIK
 Melaksanakan seminar/workshop,
penayangan iklan tentang penghematan
PENGEMBANGAN
energi di koran dan media elektronik, PJU HEMAT ENERGI
brosur, buletin dll
 Melaksanakan Lomba Hemat Energi tingkat
PROGRAM  Pengembangan PJU Cerdas pada 22 Kota
nasional dan berpartisipasi pada ASEAN KONSV. yang terpilih.
Energy Award for building and energy
management ENERGI
 Melaksanakan Home and School Energy MONITORING RAN-GRK
Champion dan Program Sosialisasi Hemat • Target RAN GRK sampai dengan 2020:
Energi di Lingkungan Sekolah Dasar 30 Juta Ton CO2

STANDAR DAN LABEL MANAJER DAN AUDITOR ENERGI


 Penerapan Minimum Energy Performance  Pengembangan Standar Kompetensi
Standard (MEPS) dan Penyusunan Standar dan bagi manajer dan auditor energi
Pembubuhan Label (S/L) Efisiensi Energi untuk TARGET  Pelaksanaan Sertifikasi Manajer Energi
peralatan lampu CFL, AC, Kulkas, Kipas Angin, 1. Penurunan Intensitas dan Auditor Energi oleh Lembaga
Penanak Nasi, Motor Listrik dan Ballast Energi 1%/Tahun; Sertifikasi Kompetensi/HAKE sebanyak
Elektronik; 2. Penurunan Emisi CO2: 60 orang.
 Penyusunan Building Code 14,71 juta Ton.
1. Harga produksi energi baru terbarukan lebih mahal dari harga
produksi energi konvensional (fosil) yang saat ini masih disubsidi;
2. Teknologi baru energi baru terbarukan masih banyak yang harus
diimpor;
3. Kurangnya pendanaan untuk proyek energi baru terbarukan;
4. Masih terbatasnya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia
yang menguasai energi baru terbarukan;
5. Penerimaan masyarakat terhadap energi baru terbarukan masih
rendah karena kebanyakan orang masih nyaman dengan
penggunaan energi konvesnsional (fosil).
1. Tingkat kesadaran hemat energi bagi pengguna masih rendah;
2. Harga energi relatif masih murah karena subsidi;
3. Pengetahuan dan pemahaman terhadap pentingnya dan manfaat konservasi
energi masih terbatas;
4. Daya beli teknologi/peralatan yang efisien/hemat energi masih rendah;
5. Sebagian besar teknologi/ peralatan yang efisien energi masih diimpor dan
lebih mahal dibandingkan dengan teknologi konvensional.
6. Sistem pendanaan investasi program energi efisiensi dan konservasi energi
belum memadai;
7. Insentif untuk pelaksanaan energi efisiensi dan konservasi energi belum
memadai. Untuk itu perlu diformulasikan mekanisme smart financing project
efisiensi energi melalui soft loan, pendanaan bergulir, guarantee fund, dan
rabat/diskon yang telah sukses di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand,
Korea, India dan Mexico;
8. Kebijakan pengembangan Energy Service Company (ESCO);
• Peranan masyarakat yang sangat penting khususnya kegiatan penyebarluasan informasi
tentang pentingnya pengembangan energi baru terbarukan dan penerapan langkah-
langkah hemat energi dan informasi tentang perubahan iklim dan dampaknya;
• Perlunya sinergisitas mayarakat dalam implementasi pengembangan energi baru
terbarukan dan konservasi/efisiensi energi dalam menghadapi SE4ALL yang sudah
masuk dalam kerangka SDGs yang akan dimulai tahun 2016.
2). Minyak dan Gas bumi
Proses pembentukan minyak
dan gas bumi mirip dengan proses
pembentukan batu bara.
Minyak dan gas bumi terjadi karena
perubahan kimiawi dari
tetumbuhan dalam lumpur di
bawah perairan dan rawa. Setelah
lumpur tertindih endapan-endapan
lain terjadi kompresi.
Sebagai reaksi terhadap kompresi,
titik-titik minyak dan gas berpindah
melalui lapisan batu yang berpori
dan berkumpul pada ceruk-ceruk
yang tidak dapat ditembusnya.
Sumber energi yang
tersedia secara melimpah
adalah energi air (terutama
air laut), energi surya, dan
energi angin.

Sebagai energi alternatif


ketiga jenis sumber energi
ini sudah saatnya
dikembangkan menjadi
energi masa depan.
3 Jenis Energi yg dapat diperbarui dan Ramah
Lngkungan
*Energi Air
Energi air meliputi energi yang
dihasilkan oleh air terjun, danau,
dan air laut. Pemanfaatan energi air
mempunyai beberapa keunggulan
sebagai berikut:
*Energi air termasuk energi yang
dapat diperbaharui melalui siklus
hidrologik.
Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pembangkit Listrik Tenaga Uap
*Pemanfaatan air umumnya
merupakan pemanfaatan
multiguna karena selain sbg
sumber energi juga dikaitkan
dengan irigasi, pengendalian
air, perikanan, rekreasi dan
transportasi.
*Pembangkit listrik dengan
energi air berlangsung tanpa
perubahan suhu dan tanpa
buangan gas karbon sehingga
dampak terhadap lingkungan
sangat kecil.
Penggunaan energi air dari
air laut dapat dilakukan
dengan 2 (dua) cara yaitu:
* Menggunakan energi
pasang surut air laut,
dan
* Menggunakan energi
panas air laut.
• Penggunaan energi panas air laut dikenal dalam
teknologi yang disebut “Ocean Thermal Energy
Conversion” (OTEC) atau Konversi Energi Panas
Laut (KEPL). Teknologi ini memanfaatkan prinsip
termodinamika di mana energi dilepaskan dari sistem
bersuhu tinggi ke sistem bersuhu rendah. Adanya
selisih suhu dapat digunakan untuk menjalankan
mesin penggerak yang menggunakan zat kerja bertitik
rendah seperti gas freon, amonia dan propana. Di
Indonesia teknologi OTEC belum dikembangkan.
* Energi Surya
Energi surya dapat dimanfaatkan
melalui 3 (tiga) cara yaitu:
1). Pemanasan Langsung
Cara pemanasan langsung telah
lama dikenal seperti misalnya
menjemur pakaian, menjemur gabah,
pembuatan ikan kering, pembuatan
garam, dan lain lain.
Efisiensi pemanfaatan energi
surya dengan cara pemanasan
langsung dapat ditingkatkan dengan
menggunakan pengumpul-
pengumpul panas yang disebut
kolektor.
2). Konversi termal elektrik
yang disebut juga Solar
Thermal Electric Conversum
(STEC).
Teknik ini menggunakan
beberapa heliostat yaitu
reflektor yang memantulkan
cahaya matahari dan
difokuskan ke tangki pemanas.
Selanjutnya dihasilkan uap
yang memutar turbin uap dan
menjalankan generator dengan
demikian terjadi konversi
energi dari energi panas/termal
ke energi listrik.
3). Konversi PhotoVoltaik (PV) merupakan
teknologi pemanfaatan energi surya yang saat ini
boleh dikatakan paling maju. Teknologi ini
menggunakan prinsip konversi energi dari energi
cahaya (photon) menjadi energi listrik.
Sebagai konverter (pengubah) digunakan bahan semi
konduktor seperti silikon yang dikotori atom-atom
arsen sehingga menjadi bahan semikonduktor tipe N.
Teknologi Konversi Photo Voltaik merupakan
teknologi energi masa depan.
Energi surya merupakan energi yang setiap saat
dapat diperbaharui dan sangat ramah lingkungan.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya
* Energi Angin
Pemanfaatan energi angin sudah
lama dikenal manusia seperti pada
perahu layar. Christoper Colombus di
abad ke 15 menggunakan kapal layar
untuk menemukan benua Amerika.
Perkembangan selanjutnya adalah pada
pembuatan kincir angin yang digunakan
untuk menggiling tepung dan
penggergajian kayu.
Pemanfaatan energi angin yang lebih
banyak memanfaatkan teknologi modern
adalah Pembangkit Listrik Tenaga
Angin. Pemanfaatan energi angin untuk
pembangkit listrik paling luas
bekembang di Denmark.

• Mengingat peranan energi sangat penting artinya
dalam peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan
Nasional maka pengelolaannya perlu diatur
pemerintah. Untuk itu pemerintah telah menetapkan
UU No.30 tahun 2007 tentang energi, yaitu mengatur
pengelolaan energi yang meliputi penyediaan,
pemanfaatan dan pengusahaanya harus
dilaksanakan secara adil, berkelanjutan, optimal
dan terpadu.
• Di dalam UU No.30 tahun 2007 terjadi perubahan
paradigma kebijakan yaitu dari kebijakan sisi suplai
harus disertai dengan kebijakan sisi demand. Pada
kebijakan sisi suplai, kita mengamankan suplai energi
melalui kegiatan eksplorasi dan mengoptimalkan
produksi. Kebijakan sisi demand memerlukan
kesadaran masyarakat untuk melakukan diversifikasi
dan konservasi energi (Gambar 1).
EKSPLORASI
PRODUKSI
SUPPLY JAMINAN
K
P SIDE POLICY PASOKAN E
KONSERVASI
E (OPTIMASI T
R Peningkata PRODUKSI)
A
A n Kegiatan
H
ekonomi HARGA SUBSIDI
N LANGSUNG A
ENERGI
E N
Ketahanan DIVERSIFIKASI
N Nasional A
E DEMAND KEADAAN
SIDE POLICY MASYARAKAT N
R KONSERVASI E
(EFISIEN)
G N
I E
R
G
I

Gambar 1. Skema Kebijakan Energi (Berdasarkan UU Energi No. 30


Tahun 2007)
Disebutkan dalam pasal 21 UU No. 30 Tahun
2007 bahwa diversifikasi energi meliputi:
*Penyediaan energi baru dan terbarukan wajib
ditingkatkan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan
kewenangannya.
*Penyediaan energi dari sumber energi baru dan
sumber energi terbarukan yang dilakukan oleh badan
usaha, bentuk usaha tetap, dan perseorangan dapat
memperoleh kemudahan dan/atau insentif untuk
jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai
keekonomiannya.
Sedangkan untuk konservasi energi
diatur pada pasal 25 sebagai berikut:
*Konservasi energi tanggung jawab
semua pihak
*Konservasi energi mencakup seluruh
tahap pengelolaan energi
*Pengguna dan produsen peralatan
hemat energi yang melaksanakan
konservasi energi diberi kemudahan
dan/atau insentif
*Pengguna dan produsen peralatan
hemat energi yang tidak melaksanakan
konservasi energi diberi disinsentif
Pada dasarnya upaya konservasi
energi telah dilakukan oleh
pemerintah semenjak tahun 1981.
Namun hasilnya belum
menggembirakan karena
keberhasilan konservasi energi
sangat tergantung kepada
perubahan perilaku konsumen
dalam melakukan efisiensi energi.
Efisiensi energi adalah
upaya penggunaan energi
yang benar-benar
dibutuhkan berdasarkan
pertimbangan nilai
tambah dan kepentingan
generasi mendatang agar
sumber daya energi dapat
dimanfaatkan untuk
jangka waktu selama
mungkin.
Adapun program pemerintah dalam upaya
melakukan efisiensi energi adalah:
* Sosialisasi
Meningkatkan kesadaran, motivasi, kemauan
serta gerakan masyarakat agar melakukan
penghematan energi.
* Demand Side Management
Demand Side Management (DSM) adalah
program yang dilakukan untuk mengubah
pola konsumsi energi listrik pada konsumen.
* Labelisasi Peralatan Rumah Tangga
Labelisasi Peralatan Hemat Energi dimaksudkan
untuk menunjukkan tingkat efisiensi energi sehingga
konsumen mempunyai pilihan tepat dalam membeli
peralatan rumah tangga.

* Kemitraan
Bekerjasama
dengan sektor
pengguna energi
dalam upaya efisiensi
energi.

HEMAT ENERGI 100 WATT


Untuk mengurangi
ketergantungan kita terhadap
minyak bumi, pemerintah telah
mencanangkan program Desa
Mandiri Energi (DME), yaitu
upaya untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari maupun
kegiatan produktif dengan
memanfaatkan sumber energi
setempat.
2 th Indonesia memiliki 628 DME (Desa Mandiri
Energi)

• Setelah dua tahun diluncurkan,


program Desa Mandiri Energi telah
menjangkau 628 desa di 27 provinsi.
Teknologi yang digunakan desa-desa
tersebut untuk menghasilkan energi
antara lain antara lain mikrohidro,
biogas, dan biodiesel berbahan jarak
pagar.
Diharapkan pada akhir tahun 2014
seluruh teknologi ini dapat membantu
mendorong pembangunan desa-desa
miskin dan terpencil secara
berkelanjutan.
Pengembangan DME tersebut Desa Mandiri Energi

mencakup DME berbasis energi


setempat, bahan bakar nabati, dan
non bahan bakar nabati seperti
mikrohidro, tenaga angin, surya, dan
kombinasi surya dan angin.
Target pengembangan DME
berbasis non nabati adalah 100 unit
DME tahun 2007, 500 unit DME
tahun 2008 dan 1.000 unit tahun
2009.
Perkembangan terakhir: mengenai
inovasi teknologi energi terbarukan di
dunia adalah sedang dikembangkannya
etanol dari biomassa generasi kedua
oleh Departemen Energi Amerika
Serikat bekerjasama dengan Dow
Chemical Company.
Biomassa yang digunakan berasal dari
non tanaman pangan seperti daun-
daunan, batang jagung dan limbah
kayu.
Pemanfaatan non tanaman pangan
tidak akan berbenturan dengan
kebutuhan pangan yang dapat
menyebabkan tingginya harga pangan.
Masih banyak inovasi
teknologi di bidang energi
yang dikembangkan oleh
beberapa negara maju seperti
Amerika Serikat, Jepang,
Rusia, Jerman, Spanyol, tetapi
pada umumnya inovasi
tersebut berteknologi tinggi
dan mahal serta masih sulit
berkompetisi dengan harga
energi fosil.
• Energi Nuklir
• Sangat sulit karena
membutuhkan teknologi
yang sangat tinggi,
kecermatan dan disiplin
yang sangat tinggi.
• Bahaya radiasi yang
ditimbulkan jika terjadi
kecelakaan ,
pembuangan limbah
radioaktif semakin
melengkapi tingkat
kesulitan pemanfaatan
energi nuklir.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Kesadaran bahwa dunia berada
dalam situasi krisis di bidang
energi perlu dimasyarakatkan.

Hanya dengan kesadaranlah maka


setiap pihak berusaha
menggunakan energi secara
efektif dan tidak mencemari
lingkungan. Akhirnya ada
baiknya direnungkan himbauan
Severinus (2000) yang bunyinya
sebagai berikut:
Puisi Severinus (2000)
Ketika matahari tak pernah ingkar janji,
memancarkan teriknya menghantar energi,
Ketika gemuruh air terjun masih bergema,
Ketika ombak samudera tetap setia mengunjungi
pantai,
Ketika hembusan angin tak kunjung henti,
Ketika semua sadar bahwa hanya ada satu bumi,
dan semua rejeki di bumi bukan untuk kita semua,
kini dan di sini,
Maka kita masih boleh berharap bahkan bermimpi
bahwa energi akan terpenuhi dan lingkungan hidup
semakin nyaman untuk dinikmati.
• Semoga dengan selesainya kuliah
IAD ini, dapat menambahkan
pemahaman para peserta tentang
perlunya kita peduli terhadap
lingkungan kita.
• Karena ini semua diberikan Sang
Khalik untuk kita manusia dan
sekaligus merupakan ekspresi dari
kita sebagai umatNya dalam
merealisasikan hidup kita, supaya
kita berbeda dari makhluk hidup
yang lain.

Terima kasih
Sang Khalik Memberkati