Anda di halaman 1dari 24

SKIZOFRENIA PARANOID

MPPD RSKD DADI


IDENTITAS PASIEN

• Nama : Ny. M • Status Perkawinan : Menikah


• Umur : 55 tahun • Pendidikan : SD

• TTL : Tanete , 10 Juli1964 • Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


• Jenis Kelamin : Perempuan • No. RM : 00179000
• Alamat : JL. Bulu manyurung, bongki, kec.
sinjai utara, sinjai

• Agama : Islam
ANAMNESIS
• Keluhan utama : Gelisah
• Riwayat Gangguan sekarang :
Pasien dibawa ke IGD RSKD provinsi sulawesi selatan untuk pertama kalinya oleh
keluarganya dengan keluhan gelisah, memberat sejak kurang lebih 1 bulan terakhir pasien tidak
mau makan karena merasa ada lidi dan pecahan kaca di dalam tenggorokannya, pasien merasa
tiap malam jumat lidi dan pecahan kaca tersebut bertambah banyak dalam tenggorokannya.
Pasien juga melihat kalau buang air besar banyak lidi dan pecahan kaca yang keluar Pasien
sering mendengar bisikan bahwa anak dan menantunya yang memberikan lidi dan pecahan kaca
tersebut sehingga Pasien menyakini bahwa anak dan menantunya yang memberikan lidi dan
pecahan kaca tersebut.
• Awal mulanya ketika 2 bulan yang lalu pasien merasa sudah tidak
dipedulikan lagi sama anaknya semenjak anaknya pindah ke makassar
pasien mengatakan bahwa anaknya tidak menyayanginya lagi padahal
pasien mengurusnya sampai kuliah sampai pasien tidak punya apa-apa
sekarang. Rumah telah dijual dan kebun juga telah dijual, pada saat itu ada
acara dan pasien minum air kelapa dari anaknya. semenjak itu pasien
menyakini bahwa anak dan menantunya yang meng guna-gunai pasien.
semenjak itu pasien selalu pergi kerumah tetangganya berbicara bahwa
ada lidih dan pecahan kaca di tenggorokannya sehingga keluarga dan
tetangga merasa terganggu.
Hendaya / disfungsi
- Hendaya sosial (+)
- Hendaya pekerjaan (+)
- Hendaya penggunaan waktu senggang (+)

Faktor stressor psikososial


Pasien jatuh miskin

Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit fisik dan


psikis sebelumnya
infeksi (-), trauma(-), kejang (-), alkohol (-), merokok (-), NAPZA (-)
Riwayat gangguan sebelumnya : -

Riwayat kehidupan pribadi:

Pasien lahir normal, diberi ASI sampai usia 6 bulan . Tumbuh kembang
kesan normal. Pendidikan terakhir SD. Pasien sudah menikah memiliki 2
orang anak dan saat ini tinggal bersama suami dan kedua anaknya.
Riwayat kehidupan keluarga:

• Anak ke 5 dari 7 bersaudara. (♀,♂, ♀,♂,♀,♂,♂).Hubungan dengan keluarga baik,


pasien tinggal bersama suami dan anaknya.
• genogram

• Keterangan:
• : Laki-laki
• : Perempuan
• : Pasien
• : Meninggal
Situasi sekarang:

Pasien tinggal bersama Suami dan kedua anaknya, suami seorang


pensiunan. Pasien hanya dirumah untuk mengurus anak

Persepsi pasien tentang diri dan kehidupannya:

Pasien menyadari dirinya tidak sakit


PEMERIKSAAN FISIK DAN NEUROLOGI

• Status Internus
 Status Neurologi
1. Keadaan umum : Baik 1. GCS : E4M6V5
2. Kesadaran : berubah 2. Rangsang meningeal : tidak dilakukan
3. Tanda vital 3. Tanda ekstrapiramidal
Tremor tangan : tidak ada
Tekanan darah : 120/80 mmHg Cara berjalan : normal
Nadi : 74x/menit Bradikinesia : (-)
Rigiditas : (-)
Suhu : 36 °C
Keseimbangan : baik
Pernapasan : 18x/menit
4. Sistem saraf motorik dan sensorik dalam
batas normal
Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak
STATUS MENTAL

A. Deskripsi umum
• Seorang perempuan wajah sesuai umur (40 tahun) mengggunakan jilbab motif biru
hitam coklat, baju terlihat rapi bermotif coklat dasar biru dan memakai celana jeans
panjang. Perawakan sedang, perawatan diri cukup.

• Kesadaran : berubah
• Kontak : Kontak mata (+) dan Verbal (+)
• Perilaku & aktifitas psikomotor : tenang

• Pembicaraan : spontan, lancar, dan intonasi biasa


• Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif
B. Keadaan Afektif
• Mood : Sedih

• Afek : Labil

• Empati : tidak dapat dirabarasakan


C. Fungsi intelektual (Kognitif)
1. Taraf pendidikan : sesuai 4. Daya Ingat
2. Daya konsentrasi : cukup Jangka Panjang : Baik
3. Orientasi Jangka pendek : Baik
Waktu : Baik Jangka segera : Baik
Tempat : Baik 5. Pikiran abstrak : Baik
Orang : Baik 6. Bakat kreatif : Tidak ada
7. Kemampuan menolong diri sendiri : Baik
F. Pengendalian Impuls : baik
D. Ganggaun Persepsi dan Pengalaman Diri
1. Halusinasi :
a. Visual : ada G. Daya Nilai
b. Auditorik : ada
2. Ilusi : ada
3. Depersonalisasi : ada 1. Norma Sosial : terganggu
4. Derealisasi : Tidak ada 2. Uji Daya Nilai : terganggu
3. Penilaian Realita : terganggu

E. Proses Berfikir
H.Tilikan
1. Arus Pikiran
- Produktivitas : Cukup Derajat 1
- Kontuinitas : Relevan, koheren i.Taraf dapat dipercaya
2. Isi Pikiran
- Preokupasi : Tidak ada Dapat dipercaya
- Gang. Isi piker : waham curiga
IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
• Seorang wanita datang ke Poli jiwa RSKD DADI prov Sulawesi Selatan dengan

keluhan utama gelisah

• Pasien tidak bisa makan karena merasa ada lidi dan pecahan kaca dalam

tenggorokanya.

• Pasien merasa sedih. Merasa dirinya tidak diperhatikan oleh suami dan anaknya lagi

• Pasien menyakini bahwa anaknya dan menantunya meng guna-gunai pasien sehingga

banyak lidi dan pecahan kaca di tenggorokannya.

• Pasien juga melihat banyak lidi dan pecahan jika buang air besar
AKSIS 1 • Skizofrenia paranoid

• Ciri Kepribadian Tidak Khas


AKSIS 2

• Tidak ditemukan kelainan fisik yang bermakna


AKSIS 3

• Stressor pasien jatuh miskin


AKSIS 4

• GAF Scale 50-41


AKSIS 5
DAFTAR MASALAH

• Organobiologik
Tidak ditemukan kelainan fisik yang bermakna, tetapi karena terdapat ketidakseimbangan
neurotransmitter maka pasien memerlukan farmakoterapi.
• Psikologi
Ditemukan adanya masalah psikologi sehingga pasien memerlukan psikoterapi.
• Sosiologik
Ditemukan adanya hendaya dalam waktu senggang maka membutuhkan sosioterapi
DIAGNOSIS

• Skizofrenia paranoid
RENCANA TERAPI

Farmakoterapi
• R/ Haloperidol 1,5 mg/1 tab /8 jam/oral
• R/ Lorazepam 2 mg/1 tab /24 jam/oral (malam)

Psikoterapi
Terapi suportif
• Psikoterapi
A. Ventilasi: Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menceritakan keluhan dan isi
hati serta perasaan sehingga beban pikiran pasien bisa berkurang.
B. Cognitive Behavioral Therapy: Memberikan penjelasan kepada pasien tentang gangguan
yang dialami agar pasien mengerti kondisi dirinya dan memahami cara
pengobatannya, serta memberikan kesempatan kepada pasien untuk berpikir
menyelesaikan konflik interpersonal.
• Sosioterapi
Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga pasien untuk menerima serta
menciptakan suasana lingkungan yang membantu.
PROGNOSIS

- Ad vitam : Bonam

- Ad functionam : Bonam

- Ad sanationem : Bonam

Faktor yang mempengaruhi:

• Tidak ada komorbiditas dengan gangguan psikiatri lainnya

• Kepribadiannya menunjukkan kepribadian yang baik dilingkungannya dan interaksi sosialnya


DISKUSI DAN PEMBAHASAN
• Skizofrenia adalah gangguan psikotik dan paling sering ditemukan. Hampir 1% penduduk didunia menderita
skizofrenia selama hidup mereka.

• Berdasarkan DSM V, kriteria diagnosis skizofrenia:

• Didapatkan dua gejala atau lebih di bawah ini, setiap gejala spesifik dialami selama kurang lebih 1 bulan. Di
antaranya:

1. Waham

2. Halusinasi

3. Inkohorensia

4. Tingkah laku katatonik

5. Gejala-gejala negative seperti emosi, dan lain-lain.

6. Untuk hasil yang lebih signifikan onset masalah tersebut, akan mengganggu fungsi level satu atau dua lebih
area seperti pekerjaan, hubungan dengan relasi atau diri sendiri.

7. Tanda yang berulang selama kira-kira 6 bulan


KRITERIA DIAGNOSIS
SKIZOFRENIA PARANOID:
• Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia, dan sebagai tambahan :
• Halusinasi yang harus menonjol yaitu suara-suara halusinasi yang mengancam
pasien atau memberi perintah, atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal
berupa bunyi peluit, mendengung, atau bunyi tawa.
• Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual atau lain-lain
perasaan tubuh, halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol.
• Waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham dikendalikan atau
“passivity” dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah yang paling
khas.
• Gejala terlihat sangat konsisten, sering paranoid, pasien dapat atau tidak bertindak
sesuai dengan wahamnya.
• Obat anti-psikosis yang digunakan dalam mengatasi sindrom psikosis anti-
psikosis tipikal dan atipika
• Mekanisme kerja obat anti-psikosis tipikal adalah memblokade dopamine
pada reseptor pasca-sinaptik neuron di otak, khususnya di system limbik
dan system ekstrapiramidal (dopamine D2 receptor antagonist) sehingga
efektif untuk gejala positif sedangkan anti-psikosi atipikal untuk gejala positif
dan negatif.

• Pada pasien ini gejala positif lebih menonjol sehingga digunakan obat anti-
psikosis tipikal yaitu Haloperidol merupakan obat golongan butyrophenon
• pemberian obat ini dapat menenangkan pasien sehingga suara-suara yang di
dengar berkurang atau hilang dan pasien dapat tenang beristirahat.
• Prognosis pada pasien ini adalah dubia ad bonam, dinilai dari faktor
pendukung ke prognosis
TERIMA KASIH