Anda di halaman 1dari 37

SENI TARI

Anggota kelompok :
1. Abidah Noor Azizah (01)
2. Bonita Nola Vanesha (07)
3. Karendhana Pradipta (14)
4. Lukman Hadid (17)
5. Nur Aini Maulidifa (25)
6. Silva Syahri Rahmadhani (28)

KELAS XI IPA 3
PENGERTIAN
SENI TARI
Seni tari adalah seni yang
mengekspresikan nilai batin melalui
gerak yang indah dari tubuh/fisik
dan mimik. Selain itu, tari juga dapat
dikatakan sebagai ungkapan ekspresi
perasaan manusia yang diubah oleh
imajinasi, serta dibentuk oleh media
gerak sehingga menjadi wujud gerak
simbolis sebagai ungkapan
koreografer.
Menurut Laban, gerak tari dapat dilihat dari empat
aspek berikut ini :
a) Bentuk badan (body), menggambarkan
kegiatan yang dilakukan tubuh bagian atas
(torso) dan anggota – anggota badan aksi
tubuh, seperti : tekukan, rentangan, loncat,
berpindah, belok, gerak isyarat, diam, imbang,
wujud badan, simetris, asimetris, dll.
b) Bentuk usaha (effort), aspek ini
mengungkapkan mutu gerak dengan tipe atau
jenis tenaga yang digunakan dalam gerak,
seperti cepaat ringan, ayunan bebas,
mengambang tertahan, tekanan, pelan,
menjalur, terputus, dll
c) Bentuk aksi (shape),
aspek ini menekankan pada aksi yaitu
mengungkapkan gerakan yang terkait dengan
komponen – komponen dalam badan, organ
dalam tubuh, bagian otot dalam menunjang
atau mempengaruhi aktivitas eksternal,
setengah lari, berjalan, beralih, berlutut,
bergerak, merentang, dll.
d) Bentuk ruang (space),
merupakan bagian darisistem yang
menggambarkan tempat, jumlah dan simetris,
serta ruang eksternal yang digunakan selama
gerakan ini berlangsung, yang meliputi level
rendah, sedang, tinggi, wujud ruang sudut, lurus,
arah kiri, kanan, diagonal, silang dan rata.
Teknik dalam seni tari berkaitan dengan
keterampilan melakukan teknik gerak dan
penguasaan gaya. Gaya itu sendiri tersusun
dari simbol, bentuk, dan orientasi nilai yang
mendasarinya, sehingga gaya menandai
indentitas dan keseluruhan ciri yang kompleks
yang dijadikan dasar bagi seseorang. Teknik
gaya berhubungan dengan gerak individu yang
dapat diungkapkan dalam gaya menari bagi
masing - masing penari.
CONTOH
Tari daerah Sunda
1. Teknik gerak kaki pada tarian Sunda
antara lain : rengkuh, sasag, keupat,
adeg – adeg kembar, tindak, geser,
masekon, dan mincid
2. Teknik gerak tangan dalam tarian
Sunda antara lain sembada,
lontang, seblak sonder, baplang,
kepret soder, dan tumpang tali
3. Teknik gerak kepala pada tarian
Sunda antara lain : gilek, godeg, dan
godeg oray meuntas
4. Teknik gerak badan pada tarian
Sunda, meliputi : ajeg, obah taktak,
dan galiyer
Tari daerah Bali
1. Teknik gerak kaki pada tarian Bali, antara
lain : tapak sirang pada, agem, mipil/mapal,
ngeed, ngumbang, dan ngider
2. Teknik gerak tangan dalam tarian Bali,
antara lain : ngeseh, ngombak rangkep,
ngombak ngangkel, agem kiri, agem kanan,
dan jerijing.
3. Teknik gerak kepala pada tarian Bali,
misalnya : nyeledet dan melek/dedeling
Tahapan/prosedur dalam membuat komposisi gerak
tari adalah :
a. Eksplorasi, yaitu tahap melakukan penjajakan
gerak untuk menghasilkan ragam gerak
b. Improvisasi, yaitu tahap mencoba atau mencari
– cari kemungkinan ragam gerak yang telah
diperoleh pada waktu eksplorasi
c. Evaluasi, yaitu tahap untuk menilai dan
menyeleksi ragam gerak yang telah dihasilkan
pada tahap improvisasi
d. Komposisi, yaitu tujuan akhir mencari gerak
untuk selanjutnya membentuk tari dari gerak
yang telah ditemukan.
a. Simbol dalam gerak
Dalam sebuah penyajian tari terdapat beberapa gerak yang memiliki nilai estetika
tertentu. Pengelompokan tersebut dibagi menjadi 2, yaitu:
1) Gerak murni, adalah bentuk gerak yang hanya mementingkan bentuk artistik atau
kebutuhan keindahan dari gerak saja.
2) Gerak maknawi, adalah gerak – gerak yang mengandung makna. Contohnya gerak
sembah memiliki makna menghormati orang lain, gerak sawang memiliki makna
melihat sesuatu yang dipandang jauh jaraknya.
Peristiwa gerak lain yang perlu dipahami adalah masalah pola gerak simetris dan
asimetris. Garis gerak simetris memiliki watak sederhana, tenang, kokoh namun akan
membosankan bila terlalu sering digunakan. Adapun garis gerak asimetris memiliki
watak kurang kokoh, tetapi dinamis dan menarik. Adanya garis gerak yang memiliki
perbedaan watak, maka seorang koreografer agar garapannya tetap menarik
dianjurkan untuk lebih banyak menggunakan garis garis tidak simetris.
b. Simbol dalam Busana
Busana dapat memberi kesan pada penampilan seorang penari
dengan status tertentu.
Busana yang dipakai penari dalam Tari Gawil adalah jenis busana
bangsawan Sunda. Simbol status kebangsawanan diperoleh dari motif,
kain, model jas, dan tutup kepala , serta assesories busana yang hanya
dipakai oleh kalangan bangsawan Sunda
Topeng Betawi Topeng Klana
a. Tari Tunggal
adalah tarian yang dilakukan oleh seorang penari.
Gerakannya mencapai tingkat kerumitan tertinggi
dibanding bentuk tari lainnya. Bentuk sajian tari
tunggal dapat diwujudkan melalui kemampuannya
dalam menggerakkan tubuhnya secara luwes, kuat,
seimbang, dan menunjukkan sifat bebas tanpa
tergantung pada penari lain. Macam – macam
bentuk tari tunggal :
1) Tari putri : tari Gambyong, tari Golek Manis, tari
Merak, tari Bondhan, dll
2) Tari putra karakter halus : tari Gambiranom, tari
Pamungkas, dll
3) Tari putra karakter gagah : tari Kuda – kuda, tari
Jaranan, tari Gatutkaca Gandrung, dll
TARI GAMBYONG

TARI GOLEK MANIS


TARI MERAK
TARI BONDHAN
TARI GAMBIRANOM

TARI PAMUNGKAS
TARI KUDA - KUDA

TARI JARANAN
TARI GATUTKACA GANDRUNG
b. Tari Berpasangan
adalah tarian yang ditampilkan oleh 2 orang
penari, yang gerakannya saling isi mengisi. Tari
berpasangan juga dapat ditampilkan secara
berkelompok dalam jumlah genap, contohnya 4
orang penari (2 pasang). Contoh tari
berpasangan adalah tari Serampang Duabelas,
tari Payung, tari Zapin Melayu, dll. Pada seni
tradisi, tari berpasangan dibedakan menjadi 2,
yaitu:
1. Jenis wireng, tarian ini menggambarkan
ketangkasan dalam latihan perang dengan
menggunakan senjata atau alat perang
2. Jenis Pethilan, tarian ini mengambil dari kisah
kisah pewayangan
c. Tari Kelompok,
adalah tari yang dilakukan oleh beberapa
penari dimana antara satu penari dengan
penari yang lain gerakannya berbeda, meskipun
gerakannya tidak sama tetapi gerakan tersebut
ada hubungan yang merupakan jalinan untuk
mencapai keterpaduan. Berikut hal – hal yang
harus diperhatikan dalam tari kreasi kelompok :
1. Penari pada tari kelompok harus berlatih
bersama secara teknik
2. Penari kelompok harus memiliki kemampuan
teknis dan praktis dalam menari sejajar dan
tidak kacau
3. Membuat beberapa komposisi gerak
Tari kelompok dibedakan menjadi 2, yaitu tari kelompok tanpa dialog dan tari
kelompok dengan dialog.
1. Tari kelompok tanpa dialog, contohnya tari Bedhaya dan tari Serimpi
2. Tari kelompok dengan dialog, dibagi menjadi 2 :
a) Berdialog Prosa, contohnya Wayang Orang
b) Berdialog tembang, contohnya Langendriyan
d. Tari Massal
adalah tari yang dilakukan oleh banyak
penari dengan ragam gerak yang sama, dan
antara penari satu dengan penari yang lain,
tidak ada jalinan gerak yang saling
melengkapi. Dalam tarian massal, kostum
bisa sama bisa juga berbeda dan mungkin
juga ada pembagian penari dengan pola
lantai yang berlainan. Contoh tari massal
yaitu tari Kecak.
A. Tari sebagai Sarana Upacara,
memiliki ciri – ciri :
1) diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu
2) bersifat sakral dan magis
3) terdapat sesaji
4) dilaksanakan ditempat terbuka da massal
5) sebagai sarana untuk memuja dewa
6) bersifat kebersamaan dan berulang – ulang
7) yang datang dianggap peserta upacara, bukan
penonton
8) ditarikan oleh penari yang terpilih dan dianggap suci
9) gerak tari imitatif
10) ungkapan gerak mirip ekspresif kehendak jiwa
penarinya.
B. Tari sebagai Sarana Hiburan
memiliki ciri – ciri :
1) mudah melibatkan peserta
2) pakaiannya bebas
3) relatif mudah dipelajari
4) suasana yang bergembira – ria
5) unsur gerak gembira dan bebas
Contoh tari hiburan yaitu tari Tayub, tari Giring-Giring,
tari Jaipongan, dll
C. Tari sebagai Penyajian Estetis
adalah tari yang dipersiapkan untuk
dipertunjukkan. Sering digelar di gedung
pertunjukkan/televisi. Penari dalam
menyajikan tarian ini harus terlihat
kompak, serempak, hafal gerakan, dan
sesuai dengan iringannya.
D. Seni Tari sebagai Media Pendidikan
Kegiatan tari dapat dijadikan sebagai media
pendidikan, seperti mendidik anak untuk
bersikap dewasa dan menghindari tingkah laku
yang menyimpang. Nilai – nilai keindahan dan
keluhuran pada seni tari dapat mengasah
perasaan seseorang
E. Seni Tari sebagai Media Pergaulan
Seni tari adalah kolektif, artinya
penggarapan tari melibatkan
beberapa orang. Oleh karena itu,
kegiatan tari dapat berfungsi
sebagai sarana pergaulan.
Kegiatan tari seperti latihan tari
yang rutin atau pementasan tari
bersama adalah sarana pergaulan
yang baik.