Anda di halaman 1dari 39

KELOMPOK 6 –

MODUL 2
DAFFA ANNORA S 1808010034
SKENARIO 3
Seorang laki-laki berumur 36 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
utama nyeri pada daerah siku kanan menjalar ke lengan bawah yang
dirasakan sejak 9 bulan lalu. Keadaan ini dirasakan semakin bertambah
berat terutama bila penderita memfleksikan sikunya. Ada riwayat
fraktur supracondylar pada waktu berusia 5 tahun. Pada siku kanan
terlihat valgus deformis, gangguan sensoris pada ujung jari kelingking.
Atrofi otot pada web space 1.
KATA KUNCI
• 1. Laki-laki umur 36 tahun
• 2. Nyeri pada siku kanan menjalar ke lengan bawah.
• 3. Dirasakan sejak 9 bulan yang lalu.
• 4. Nyeri bertambah parah saat penderita mencoba memfleksikan
sikunya.
• 5. Memiliki riwayat fraktur supracondylar waktu usia 5 tahun.
• 6. Pada siku kanan terlihat valgus deformis,
• 7. Gangguan sensoris pada ujung jari kelingking
• 8. Atrophy otot pada web space I
ANATOMI ORGAN TERKAIT
EKSTREMITAS ATAS :

Os. Scapula Articulatio sternocalvicularis


Os. Clavicula Articulatio acromioclavucularis
Os. Humerus Articulatio humeri
Os. Radius Articulatio cubiti
Os. Ulna Articulatio radio-ulnaris
Os. Carpalia Articulate radiocarpalis
Os. Metacarpal
Os. Phalanges Regio Deltoidea
Regio Brachium
Regio Antebrachium
Regio Manus
HUBUNGAN RIWAYAT FRAKTUR SUPRACONDYLAR
DENGAN GEJALA YANG TAMPAK PADA SKENARIO
Fraktur supracondylar humeri berdasarkan pergeseran fragment distal yaitu:
• a. Tipe posterior (tipe ekstensi)
Tipe ekstensi merupakan 99% dari seluruh jenis fraktur supracondylhumeri
pada tipe ini fragment distal bergeser ke arah posterior.
• b. Tipe anterior (tipe fleksi)
Tipe fleksi hanya merupakan 1-2% dari seluruh fraktur supracondylar humeri.
Disini fragment distal bergeser ke arah anterior.

Pada anak-anak dibawah 11 tahun akan terjadi proses healing dengan


sendirinya pada tulang yang mengalami fraktur. Proses tersebut anara lain,
hematoma (inflamasi), soft callus, hard callus dan remodelling.
MEKANISME NYERI
LANGKAH DIAGNOSIS PENYAKIT PADA
SKENARIO
Pemfis :
Anamnesis : • Inspeksi (Look) : Jaringan lunak
• Identitas • Palpasi (Feel) : suhu kulit, denyut nadi,
• Keluhan utama : Lokasi, Onset, bentuk tulang
Durasi, Intensitas, Kualitas, • Penilaian gerak (Move) : Pasif (dengan
Kuantitas, Diperberat, Diperingan, bantuan ornag lain), aktif (dilakukan
Gejala Penyerta penderita sendiri)
• Range of Motion : batas gerak sendi

Pemeriksaan Penunjang :
• Radiologi : riwayat fraktur
supracondilar
• Cek Darah (Alkali fosfatasi)
CARPAL TUNNEL SYNDROME
EPIDEMIOLOGI
ETIOLOGI
PATOFISIOLOGI
GEJALA KLINIS
PENEGAKAN DIAGNOSIS
RADIAL TUNNEL SYNDROME
EPIDEMIOLOGI
ETIOLOGI
PATOFISIOLOGI
GEJALA KLINIS
PENEGAKAN DIAGNOSIS
CUBITAL TUNNEL SYNDROME
EPIDEMIOLOGI
• Insiden cubital tunnel syndrome pada populasi umum telah dilaporkan
sebesar 24,7 per 100.000
• Pekerja Hungarian yang mengoperasikan alat vibrasi ditemukan 42.5%
kasus Cubital Tunnel Syndrome dari 167 pasien dengan gangguan saraf di
ekstremitas superior
• Populasi berisiko untuk cubital tunnel syndrome termasuk pasien dengan
diabetes, obesitas, serta pekerjaan yang melibatkan fleksi dan ekstensi siku
berulang (menelpon). Beberapa kasus ialah fleksi dengan menekan
permukaan keras
• Prevalensi dalam populasi ini berkisar dari 2,8% di antara pekerja yang
pekerjaannya membutuhkan pekerjaan berulang-ulang (mis. Perakitan,
pengemas dan kasir) : 6,8% pembersih lantai/OB
ETIOLOGI
Prior fracture or dislocations of the elbow
Bone spurs/ arthritis of the elbow
Swelling of the elbow joint
Cysts near the elbow joint
Repetitive or prolonged activities that require the elbow to be bent or flexed
PATOFISIOLOGI
• Cubital tunnel syndrome terjadi akibat
penekanan nervus ulnaris pada sulcus
nervus ulnaris yang terletak dibagian
posterior dari epycondilus medialis.
• Dapat disebabkan oleh konstriksi dari fascia
band, subluxi nervus ulnaris pada
epycondilus medialis, cubitus valgus,
hypertrofi sinovium, tumor, ganglia atau
penekanan langsung.
GEJALA KLINIS
• Nyeri dan kesemutan pada jari kelingking terutama dimalam hari
• Mati rasa pada daerah siku
• Atrofi otot yang dipersarafi nervus ulnaris
• Kelainan bentuk tangan (velgus deformitas)
• Hilangnya sensibilitas
• Small muscles wasting of the hand and the ulnar‐sided muscles of the
forearm
PENEGAKAN DIAGNOSIS
DD
TATA LAKSANA CUBITAL TUNNEL
SYNDROME
FARMAKOTERAPI
NON FARMAKOTERAPI
KOMPLIKASI
PROGNOSIS
THANK YOU