Anda di halaman 1dari 16

Cushing syndrome

Cindy taspiyanti fauzan risyadi


Salisha ashanita ichwan ichsannurlifly
Ayu nindy cahyani herli yulianti
Desi apriani lilis romaito hutajulu
Herlina malinda nabila riski
Yuyun bella ria br reysa elsyafitri
Pengertian

Sindrome cushing terjadi akibat aktivitas korteks


adrenal yang berlebihan. Sindrome tersebut dapat
terjadi akibat pemeberian kartikosteroid atau ACTH
yang berlebih atau akibat hiperplasia korteks
adrenal.
Buffalo hump pada pasien
YOUR TEXT

Kulit menjadi menipis, rapuh, dan mudah luka,


YOUR TEXT

Katabolisme protein yang berlebih menimbulkan pelisutan


YOUR TEXT
dan ostoporosis

Resistensi natrium air menyebabkan hipertensi dan gagal


YOUR TEXT
jantung kongenstif.
Pasien menunjukkan wajah seperti bulan (moon face)
YOUR TEXT

Pada pasien wanita virlisasi dapat terjadi akibat


YOUR TEXT
produksi androgen berlebih

YOUR TEXT
Perubahan aktivitas mental dan emosional biasa
terjadi distress dan depresi

YOUR TEXT
Berat badan berlebih
ETIOLOGI
Sindroem cushing terjadi akibat adanya hormon kortisol yang sangat tinggi
didalam tubuh. Hal ini terjadi akibat produksi yang berlebihan pada salah
satu atau kedua kelenjar adrenal, atau produksi hormon ACTH (hormon
yang mengatur produksi kortisol) yang berlebihan dari kelenjar hipofise.
Hal ini dapat disebabkan oleh :
1. Tumor kelenjar hipofise, yaitu sebuah tumor jinak dari kelenjar hipofise
yang menhasilkan ACTH dalam jumlah yang berlebihan, sehingga
menstimulasikan kelenjar adrenal untuk membuat kortisol lebih
banyak.
2. Tumor ektopik yang menghasilkan tumor ACTH. Tumor ini jarang
terjadi, dimana tumor terbentuk pada organ yang tidak memproduksi
ACTH, kemudian tumor menghasilkan ACTH dalam jumlah yang
berlebih. Tumor ini bisa jinak atau ganas, dan biasanya ditemukan
pada paru-paru.
1.Karena lebih banyak sindrom Cushing yang disebabkan oleh tumor hipofisis
dibanding tumor korteks adrenal.maka penanganannya sering ditujukan kepada
kelenjar Bipofisis. Operasi pengangkatan tumor melalui hipofisektomi
transfenoidalis merupakan terapi pilihan yang utama dan angka keberhasilannya
sangat tinggi (90%) jika operasi ini dilakukan oleh tim bedah yang ahli.Radiasi
kelenjar hipofisis juga memberikan hasil yang memuaskan meskipun diperlukan
waktu beberapa bulan untuk mengendalikan gejala. Adrenalektomi merupakan
terapi pilihan bagi pasien dengan hipertrofi adrenal primer.

2.Setelah pembedahan, gejala insufisiensi adrenal dapat mulai terjadi 12 hingga


48 jam kemudian sebagai akibat dari penurunan kadar hormon adrenal dalam
darah yang sebelumnya tinggi. Terapi penggantian temporer dengan hidrokortison
mungkin diperlukan selama beberapa bulan sampai kelenjar adrenal mulai
memperlihatkan respons yang normal terhadap kebutuhan tubuh. Jika kedua
kelenjar adrenal diangkat (adrenalektomi bilateral), terapi penggantian dengan
hormon-hormon korteks adrenal harus dilakukan seumur hidup.
3. Preparat penyekat enzim adrenal (yaitu, metyrapon,aminoglutethimide,
mitotane, ketokonazol) dapat digunakan untuk mengurangi
hiperadrenalisme jika sindrom tersebut disebabkan oleh sekresi ektopik
ACTH oleh tumor yang tidak dapat dihilangkan secara tuntas. Pemantauan
yang ketat diperlukan karena dapat terjadi gejala insufisiensi adrenal dan
efek-samping akibat obat-obat tersebut.

4. Jika sindrom Cushing merupakan akibat dari pemberian kortikosteroid


eksternal (eksogen), pemberian obat tersebut harus diupayakan untuk
dikurangi atau dihentikan secara bertahap hingga tercapai dosis minimal
yang adekuat untuk mengobati proses penyakit yang ada dibaliknya
(misalnya, penyakit otoimun serta alergi danpenolakan terhadap organ
yang ditransplantasikan). Biasanya terapi yang dilakukan setiap dua hari
sekali akan menurunkan gejala sindrom Cushing dan memungkinkan
pemulihan daya responsif kelenjar adrenal terhadap ACTH.
Diagnosa
Berdasarkan pada semua data pengkajian, diagnosis
keperawatan utama sindrom Cushing mencakup yang berikut
1. Risiko cedera dan infeksi berhubungan dengan kelemahan
dan perubahan metabolisme protein serta respons inflamasi.
2. Kurang perawatan diri: kelemahan, perasaan mudah lelah,
atrofi otot dan perubahan pola tidur
3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan edema,
gangguan kesembuhan dan kulit yang tipis
4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan
penampilan fisik, gangguan fungsi seksual dan penurunan
tingkat aktivita
INTERVENSI KEPERAWATAN
Mempromosikan Integritas Kulit
1. Gunakan perawatan kulit yang cermat untuk menghindari trauma kulit yang
rapuh.
2. Hindari pita perekat, yang dapat merobek dan mengiritasi kulit.
3. Sering menilai kulit dan tulang menonjol.
4. Mendorong dan membantu pasien untuk mengubah
posisisering.Meningkatkan Citra Tubuh
5. Diskusikan dampak perubahan yang terjadi pada pasienkonsep diri dan
hubungan dengan orang lain. Fisik utamaperubahan akan hilang dalam
waktu jika penyebab Cushingsindrom dapat diobati.
6. Penambahan berat badan dan edema dapat dimodifikasi oleh diet rendah
karbohidrat, hidrat rendah; asupan protein tinggi bisamengurangi beberapa
gejala yang mengganggu. Meningkatkan Proses Pemikiran
EVALUASI
Hasil Pasien yang Diharapkan
1. Memiliki risiko cedera yang menurun
2. Memiliki risiko infeksi yang menurun
3. Meningkatkan partisipasi dalam kegiatan perawatan diri
4. Mencapai atau mempertahankan integritas kulit
5. Mencapai peningkatan citra tubuh
6. Pameran meningkatkan fungsi mental
7. Pengalaman tidak ada komplikasi
DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer,C Suzanne & Brenda G. Bare. Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Ed. 8 Vol.
2.Jakarta :EGC
Williams, Willkins.2008.Medical-surgical Nursing Brunner & Suddarth.Ed12. United States America.