Anda di halaman 1dari 24

Tinjauan Pustaka

Anatomi Otak

Otak terdiri atas :


• Batang otak (Medula
oblongata, pons,
midbrain)
• Serebelum,
• Diencephalon
(thalamus,
hipothalamus,
epithalamus) dan
• Serebrum
Anatomi Otak

Lapisan meningens
terdiri dari:
• Dura mater (periosteal
dan meningeal)
• Arachnoid mater (di
bawahnya ada ruang
berisi CSS)
• Pia mater

Perpanjangan dura mater yang membagi otak yaitu:


• Falx serebri, membagi kedua hemisfer serebrum
• Falx serebeli, membagi kedua hemisfer serebelum
• Tentorium serebeli, memisahkan serebrum dan serebelum.
Sirkulasi Willisi

• Terletak di dalam fossa


interpeduncularis basis kranii
• Dibentuk oleh anastomosis
antara kedua arteri karotis
interna dan kedua arteri
vertebralis.
• Arteri kommunicans anterior,
arteri serebri anterior, arteri
karotis interna, arteri
communicans posterior, arteri
serebri posterior dan arteri
basilaris.
Fungsi
Otak
Fungsi Serebrum
Suatu sindroma klinis yang ditandai oleh gangguan

Stroke
fungsi otak fokal maupun global mendadak
berlangsung lebih dari 24 jam, mempunyai
kecenderungan perburukan bahkan kematian yang
diakibatkan oleh satu-satunya penyebab yaitu:
gangguan vaskular

Sebagai akibat
dari:
• Perubahan
pembuluh
darah,
jantung,
Etiologi

Trombu
s

Emboli
Yang dapat dimodifikasi
Yang tidak dapat :
dimodifikasi : 1.Riwayat stroke
1.Usia 2.Hipertensi
Faktor Resiko 2.Jenis kelamin 3.Penyakit jantung
3.Herediter 4.DM
4.Ras atau etnik 5.Hiperkolesterol
6.Merokok
Berdasarkan waktunya terdiri atas :
1. Transient Ischaemic Attack (TIA):
Klasifikasi 2. Reversible Ischaemic Neurological Deficit (RIND)
3. Stroke In Evolution (SIE)/Progressing Stroke :
4. Completed Stroke.
Patogenesis
Stroke
Patogenesis
Stroke Iskemik
Patofisiologi
Stroke Iskemik
(berdasarkan
pembuluh darah)
Gambaran Klinis

• Kelumpuhan mendadak wajah atau anggota badan


• Gangguan bicara mendadak ( disartria atau afasia)
• Gangguan sensibilitas ( baal atau kesemutan)
• Gangguan saraf kranial
• Gangguan status mental dan kesadaran menurun
• Gangguan penglihatan ( buta satu atau dua mata)
• Gangguan keseimbangan ( vertigo, ataksia )
• Gangguan daya ingat (amnesia,dll)
Gambaran Klinis
Pemeriksaan Penunjang

• CT scan tanpa kontras: baku emas untuk


membedakan stroke
• CT-scan perfusi
• CT-angiografi
• MRI: lebih sensitif dalam mendeteksi infark
• MRA (magnetic resonance angiography)
• Transcranial Doppler
1.Tidak boleh menurunkan tekanan darah pada fase akut apabila MAP
≤150 mmhg kecuali akan dilakukan terapi trombolitik
2.Tidak boleh memebrikan cairan hipotonik, glukosa/dextros
3.Cegah dehidrasi dan obat – obat yang bisa meningkatkan diuresis
Manajemen 4.Turunkan kadar gula darah yang tinggi dengan berbagai macam cara
Stroke 5.Cegah dekubitus,dengan merubah poisisi (mika/miki)
Iskemik 6.Cegah infeksi sekunder, bila ada segera diberikan antibiotik dengan
spektrum luas (perhatikan pola kuman di RS)
Fase Akut 7.Perawatan kandung kemih untuk mencegah terjadinya infeksi (UTI) dan
atasi cegah adanya gangguan defekasi
8.Fisioterapi: pasif dan aktif
CT-Scan

Merupakan alat diagnostik


dengan teknik radiografi yang
menghasilkan gambar
potongan tubuh secara
melintang berdasarkan
penyerapan sinar-x pada irisan
tubuh yang ditampilkan pada
layar monitor.
Prinsip Kerja CT-Scan

Informasi gambar yang ditampilkan oleh


CT scan tidak tumpang tindih sehingga
dapat memperoleh gambar yang dapat
diamati tidak hanya pada bidang tegak
lurus

Oleh karena itu, gambar memberikan


sebaran kerapatan struktur internal obyek
sehingga gambar yang dihasilkan oleh CT
scan lebih mudah dianalisis
Gambaran CT-Scan Kepala Normal
Gambaran CT-Scan Kepala Normal
Gambaran CT-Scan Kepala Normal
Gambaran CT-Scan Kepala Normal
Gambaran CT-Scan Kepala Normal
Perbedaan CT-Scan Kepala pada Stroke

Stroke Iskemik Stroke Hemoragik