Anda di halaman 1dari 28

 Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit

metabolik yang kebanyakan herediter,


dengan tanda-tanda hiperglikemia dan
glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya
gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai
akibat dari kuranganya insulin efektif di
dalam tubuh, gangguan primer terletak pada
metabolisme karbohidrat yang biasanya
disertai juga gangguan metabolisme lemak
dan protein ( Askandar, 2000 ).
 Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan
kulit atau selaput lender dan ulkusadalah
kematian jaringan yang luas dan disertai
invasif kuman saprofit. Adanya kuman
saprofit tersebut
menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetiku
m juga merupakan salah satu gejala klinik
dan perjalanan
penyakit DM dengan neuropati perifer,
(Andyagreeni, 2010).
 Menurut Smeltzer dan Bare (2001: 1224),
penyebab dari diabetes mellitus adalah:
1.Diabetes Tipe I
a.Faktor genetik.
b.Faktor imunologi.
c.Faktor lingkungan.

2.Diabetes Tipe II
a.Usia.
b.Obesitas.
c.Riwayat keluarga.
d.Kelompok genetik.
 Wagner (1983) membagi gangren kaki diabetik menjadi enam
tingkatan , yaitu:

Derajat 0: Tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh dengan


kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti “
claw,callus “

Derajat I : Ulkus superfisial terbatas pada kulit.

Derajat II : Ulkus dalam menembus tendon dan tulang.

Derajat III : Abses dalam, dengan atau tanpa osteomielitis.

Derajat IV : Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan


atau tanpa selulitis.

Derajat V : Gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai


 Menurut Smeltzer dan Bare (2001: 1223), patofisiologi dari
diabetes mellitus adalah :
1. Diabetes tipe I
Pada Diabetes tipe I terdapat ketidakmampuan untuk
menghasilkan insulin karena sel-sel beta pankreas telah
dihancurkan oleh proses autoimun. Hiperglikemia puasa
terjadi akibat produksi glukosa yang tidak terukur oleh hati.
Disamping itu, glukosa yang berasal dari makanan tidak
dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam
darah dan menimbulkan hiperglikemiapostprandial (sesudah
makan). Jika konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi,
ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang
tersaring keluar, akibatnya glukosa tersebut muncul dalam
urin (Glukosuria). Ketika glukosa yang berlebih dieksresikan
dalam urin, ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan
elektrolit yang berlebihan.
 Diabetes tipe II
Pada Diabetes tipe II terdapat dua masalah yang
berhubungan dengan insulin, yaitu resistensi insulin dan
gangguan sekresi insulin. Normalnya insulin akan terikat
dengan reseptor khusus pada permukaan sel. Sebagai akibat
terikatnya insulin dengan reseptor tersebut, terjadi suatu
rangkaian reaksi dalam metabolisme glukosa didalam sel.
Resistensi insulin pada diabetes tipe II disertai dengan
penurunan reaksi intrasel ini. Dengan demikian insulin
menjadi tidak efektif untuk menstimulasi pengambilan
glukosa oleh jaringan. Akibat intoleransi glukosa yang
berlangsung lambat dan progresif maka awitan diabetes tipe
II dapat berjalan tanpa terdeteksi. Jika gejalanya dialami
pasien, gejala tersebut sering bersifat ringan dan dapat
mencakup kelelahan, iritabilitas, poliuria. polidipsia, luka
yang lama sembuh, infeksi vagina atau pandangan yang
kabur ( jika kadar glukosanya sangat tinggi).
 UlkusDiabetikum akibat mikriangiopatik disebut
juga ulkus panas walaupun nekrosis, daerah
akral itu tampak merah dan terasa hangat oleh
peradangan dan biasanya teraba pulsasi arteri
dibagian distal . Proses mikroangipati
menyebabkan sumbatan pembuluh darah,
sedangkan secara akut emboli memberikan
gejala klinis 5 P yaitu :
1. Pain (nyeri).
2. Paleness (kepucatan).
3. Paresthesia (kesemutan).
4. Pulselessness (denyut nadi hilang)
5. Paralysis (lumpuh).
 Menurut Subekti (2002: 161), komplikasi akut
dari diabetes mellitus adalah sebagai berikut :
1.Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah keadaan kronik
gangguan syaraf yang disebabkan penurunan
glukosa darah. Gejala ini dapat ringan berupa
gelisah sampai berat berupa koma dengan
kejang. Penyebab tersering hipoglikemia
adalah obat-obat hiperglikemik oral
golongan sulfonilurea.
2). Hiperglikemia Secara anamnesis
ditemukan adanya masukan kalori yang
berlebihan, penghentian obat oral maupun
insulin yang didahului oleh stress akut. Tanda
khas adalah kesadaran menurun disertai
dehidrasi berat. Ulkus Diabetik jika dibiarkan
akan menjadi gangren, kalus, kulit melepuh,
kuku kaki yang tumbuh kedalam,
pembengkakan ibu jari, pembengkakan ibu
jari kaki, plantar warts, jari kaki bengkok,
kulit kaki kering dan pecah, kaki atlet, (Dr.
Nabil RA).
1). Medis
Menurut Soegondo (2006: 14),
penatalaksanaan Medis pada pasien
denganDiabetes Mellitus meliputi:

a.Obat hiperglikemik oral (OHO).


Berdasarkan cara kerjanya OHO dibagi
menjadi 4 golongan :

1)Pemicu sekresi insulin.


2)Penambah sensitivitas terhadap insulin.
3)Penghambat glukoneogenesis.
4)Penghambat glukosidase alfa.
b). Insulin
Insulin diperlukan pada keadaan :
1)Penurunan berat badan yang cepat.
2)Hiperglikemia berat yang disertai ketoasidosis.
3)Ketoasidosis diabetik.
4)Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.

c.Terapi Kombinasi
Pemberian OHO maupun insulin selalu
dimulai dengan dosis rendah, untuk kemudian
dinaikkan secara bertahap sesuai dengan respon
kadar glukosa darah.
I. Identitas Diri Klien
Nama : Tn. D
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin : Laki- laki
Alamat : Jogoyudan
yogyakarta

Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Pensiunan
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Jawa
Tanggal masuk RS : 12 Agustus 2018
Tanggal Pengkajian : 13 Agustus 2018
II. Riwayat Penyakit
◦ Keluhan Utama Saat Masuk Rumah Sakit
Luka hitam bernanah diatas pergelangan kaki kanan dan
terasa nyeri skala 5-6. tidak bisa untuk berjalan

◦ Riwayat Penyakit Sekarang


Satu bulan sebelum masuk rumah sakit klien ada luka
menghitam ada nanah di atas pergelangan kaki kanan.

◦ Riwayat Penyakit Dahulu


Klien menderita tekanan darah tinggi sudah sejak 10
tahun yang lalu. Klien terdeteksi diabetes mellitus saat
menjalani perawatan di rumah sakit ini. Klien belum pernah
dirawat di rumah sakit sebelumnya.
 III.Pengkajian Saat Ini

1). Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan


Keluarga klien mengatakan Klien
dan keluarga belum mengetahui
penyakit diabetes mellitus yang diderita
klien, karena klien dan keluarga hanya
mengetahui kalau klien tersebut dirawat
di rumah sakit hanya karena adanya luka
ulkus di atas pergelangan kaki kanan
tersebut.
2). Pola Nutrisi / metabolik

Program diit RS: DM


Intake makanan :sebelum sakit
klien makan 2 kali sehari, dengan sayur
dan lauk. Saat sakit / dirawat di rumah
sakit klien hanya menghabiskan rata-
rata ¼ porsi pemberian. Intake cairan
:sebelum sakit klien minum 4 – 5
gelas sehari.
3). Pola Eliminasi
Buang air besar
Sebelum sakit: sekali per dua atau tiga
hari. Dan saat sakit di rumah sakit klien
sekali per dua atau tiga hari, dengan
konsistensi padat, warna kuning.

Buang air kecil


Sebelum sakit klien BAK 7 – 8 kali sehari.
Dalam satu hari ± 800 CC warna kuning
pekat.
4). Pola Tidur dan Istirahat
Keluarga klien mengatakan klien tidur
selama 7-8 jam setiap hari, tidak ada
gangguan tidur. Saat di rumah sakit
klien banyak istirahat dan tidur.

5). Pola Perseptual


Keluarga klien mengatakan bahwa tidak
ada perubahan pada penglihatan dan
klien tidak menggunakan alat bantu
pendengaran.
7). Pola Persepsi Diri
Keluarga klien mengatakan pasrah dengan
penyakit yang dideritanya.

8). Pola Seksualitas dan Reproduksi


Keluarga Klien mengatakan Klien menikah 1
kali dan mempunyai 2 anak. Klien merasa
senang dan bahagia karena didampingi oleh
istri .

9). Pola Peran-hubungan


Keluarga klienmengatakan klien lebih dekat
dengan istri. Komunikasi dengan perawat
sekarang hanya apabila ditanya,
menggunakan bahasa jawa.
10). Pola Managemen koping-stress
Keluarga Klien Setiap ada permasalahan
klien senantiasa didampingi oleh
keluarganya.

11). Sistem Nilai dan keyakinan


Keluarga klien mengatakan Sebelum
sakit klien taat sholat, saat sakit klien
tidak bisa sholat lagi, tapi meyakini
apapun penderitaannya Tuhan yang
mengaturNya.
 Tindakan yang telah dilakukan

- Diit DM
- Infus NaCl 20 tetes per menit
- Injeksi Reguler Insulin 3 X 12 iU
- Rawat luka dan nekrotomi
- Metronidazol : 3 X 500 gr
- Ceftriaxon : 2 X 1 gr
- Ketorolac: 30mg /8 jam
 ANALISA DATA
1). DATA
S:-
O : luka Ulkus grade 2 di pergelangan
atas kaki kanan, skala 5-6 , merasa
panas tidak bisa digerakkan, Lekosit
31,5 , GDS 408 , ureum 98 mg/dl,
kreatinin 1,45 mg/dl,terpasang
infuse Nacl 20 tpm, insulin 12 unit

2). MASALAH: RESIKO INFEKSI

3).ETIOLOGI : PERTAHANAN PRIMER TIDAK


ADEKUAT (KERUSAKAN KULIT,
TRAUMA JARINGAN)
 ANALISA DATA
1). DATA
S: Klien mengeluh nyeri pada luka
ulkus grade 2 di pergelangan atas
kaki kanan, skala 5-6, nyeri seperti
panas.

O: Wajah tegang saat ulkus dibersihkan


Klien menyeringai saat ulkus di
Tekan

2). MASALAH: NYERI AKUT

3). ETIOLOGI : AGENS CEDERA FISIK


 ANALISA DATA
1). DATA
S : Klien mengeluh nyeri pada luka

O: HGB 11,2 gr/dl Ulkus grade 2 di


Pergelangan atas kaki kanan
diameter ± 5cm GDS 12 Agustus
2018 = 408 mg/dl, lekosit 35,5
rb/mm3, ureum 98 mg/dl, kreatinin
1,45 mg/dl

2). MASALAH : KERUSAKAN INTEGRITAS


JARINGAN

3). ETIOLOGI : FAKTOR MEKANIK MOBILITAS DAN


PENURUNAN NEUROPATI
1). Resiko infeksi berhubungan dengan
pertahanan primer tidak adekuat ( kerusakan
kulit, trauma jaringan )

2). Nyeri akut berhubungan dengan agen injury


fisik

3).Kerusakan integritas jaringan berhubungan


dengan Faktor mekanik: mobilitas dan
penurunan neuropati, perubahan sirkulasi.
 RENCANA KEPERAWATAN.docx
 IMPLEMENTASI DAN CATATAN
PERKEMBANGA1.docx