Anda di halaman 1dari 39

Bearing / Bantalan

Disusun Oleh:
• Muhammad Syafril Hidayat
• Indra Arvito Arman
• Arjat
• Ahmat Subari
• Nurhidayah Nurddin
BANTALAN:
Elemen mesin yang menumpu poros berbeban,
sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat
berlangsung secara halus, aman, dan panjang umur.

Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros


serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.
Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi
seluruh sistem akan menurun atau tak dapat bekerja
secara semestinya
Klasifikasi Bantalan berdasarkan Gerakan
Bantalan Terhadap Poros
(a) Bantalan luncur.
Terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan
karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan
bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.

(b) Bantalan gelinding.


Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara
bagian yang berputar dengan yang diam melalui
elemen gelinding seperti bola (peluru), rol atau rol
jarum, dan rol bulat.
Klasifikasi Bantalan Berdasarkan Arah Beban
Terhadap Poros

(a) Bantalan radial: Arah beban yang ditumpu


bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros.

(b) Bantalan axial: Arah beban bantalan ini sejajar


dengan sumbu poros.

(c) Bantalan gelinding khusus. Bantalan ini dapat


menumpu beban yang arahnya sejajar dan
tegak lurus sumbu poros.
Bantalan Luncur

• Mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban


besar.
• Konstruksinya sederhana dan dapat dibuat serta dipasang
dengan mudah.
• Karena gesekannya yang besar pada waktu mulai jalan,
bantalan luncur memerlukan momen awal yang besar.
• Pelumasan tidak begitu sederhana.
• Panas yang timbul dari gesekan yang besar, terutama pada
beban besar, memerlukan pendinginan khusus. Sekalipun
demikian, karena adanya lapisan pelumas, bantalan ini
dapat meredam tumbukan dan getaran sehingga hampir
tidak bersuara.
• Tingkat ketelitian yang diperlukan tidak setinggi bantalan
gelinding sehingga dapat lebih murah
Bantalan Gelinding
• Lebih cocok untuk beban kecil dari pada bantalan luncur
• Putaran dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen
gelinding
• Karena konstruksinya yang sukar dan ketelitiannya yang tinggi, maka
bantalan gelinding hanya dapat dibuat oleh pabrik-pabrik tertentu
saja.
• Harga pada umumnya lebih mahal dari pada bantalan luncur.
• Bantalan gelinding diproduksikan menurut standar dalam berbagai
ukuran dan bentuk.
• Keunggulan: gesekannya yang sangat rendah.
• Pelumasan sangat sederhana, cukup dengan gemuk, bahkan pada
macam yang memakai sil sendiri tak perlu pelumasan lagi.
• Pada putaran tinggi bantalan ini agak gaduh dibandingkan dengan
bantalan luncur.
MACAM-MACAM BANTALAN
LUNCUR
a. Bantalan radial poros
b. Bantalan radial berkerah
c. Bantalan aksial berkerah
d. Bantalan aksial
e. Bantalan radial ujung
f. Bantalan radial tengah
Syarat Bahan untuk bantalan Luncur

1. Mempunyai kekuatan cukup (tahan beban dan kelelahan).


2. Dapat menyesuaikan diri terhadap lenturan poros yang tidak
terlalu besar atau terhadap, perubahan bentuk yang kecil.
3. Mempunyai sifat anti Las (tidak dapat menempel) terhadap
poros jika terjadi kontak dan gesekan antara logam dan
logam.
4. Sangat tahan karat.
5. Cukup tahan aus.
6. Dapat membenamkan kotoran atau debu kecil yang
terkurung di dalam bantalan.
7. Murah harganya.
8. Tidak terlalu terpengaruh oleh temperatur.
Bahan-bahan Untuk Bantalan Umum
Paduan tembaga. Termasuk dalam golongan ini adalah
perunggu, perunggu fosfor, dan perunggu timah hitam.
Karakteristik: kekuatan, ketahanan terhadap karat,
ketahanan terhadap kelelahan, dan penerusan panas
sangat baik. Kekakuannya membuat bahan ini sangat
baik untuk bantalan mesin perkakas. Kandungan timah
yang lebih tinggi dapat mempertinggi sifat anti Las.

Logam putih. Termasuk dalam golongan ini adalah


logam putih berdasar Sn (yang biasa disebut logam
babit), dan logam putih berdasar Pb. Keduanya dipakai
sebagai lapisan pada logam pendukungnya.
Beberapa perbaikan bahan:
Sb dan Cu ditambahkan untuk menaikkan ketahanannya
terhadap korosi,
Pb ditambahkan untuk menambah kemampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan bentuk
HAL-HAL PENTING DALAM PERENCANAAN BANTALAN
RADIAL

1. Kekuatan Bantalan

Beban yang terbagi rata dan


bekerja pada bantalan dari
sebelah bawah.
Bantalan Ujung
Panjang bantalan
dinyatakan dengan l (mm), Bantalan Tengah
beban per satuan panjang
w (kg/mm), dan beban
bantalan W (kg)
W = wl
Momen Lentur Maksimum:

Momen tahanan lentur untuk poros lingkaran pejal

Dan M ≤ a Z
Dimana a : tegangan lentur yang diijinkan
Maka

 a 3 1 a 3
l d  d  l max
16 W 5.1 W
d  3 5.1Wl / a
Untuk bantalan radial tengah

L = 1.5 l
M = WL/8 = 1.5Wl/8

 1 a 3
l  d  l max
4 1.5 W
2. Pemilihan l/d

Semakin kecil l/d, semakin rendah kemampuannya


untuk menahan beban.
Semakin besar l/d, semakin besar pula panas yang
timbul karena gesekan.
Dengan memperbesar l/d kebocoran pelumas pada
ujung bantalan dapat diperkecil.harga l/d yang terlalu
besar  tekanan yang tidak merata. Jadi lebih baik
dipakai harga menengah.
Jika kelonggaran antara bantalan dan poros akan
diperkecil atau jika sumbu poros agak miring
terhadap sumbu bantalan maka l/d harus dikurangi.
Jika pelumas kurang dapat diratakan dengan baik ke
seluruh permukaan bantalan, harga l/d harus
dikurangi.
Semakin besar l/d, temperatur bantalan juga akan
semakin tinggi. Hal ini dapat membuat lapisan
bantalan menjadi leleh.
Untuk menentukan l/d dalam merencana, perlu
diperhatikan berapa besar ruangan yang tersedia
untuk bantalan tersebut di dalam mesin.
Harga l/d juga tergantung pada kekerasan bahan
bantalan.
Bahan lunak memerlukan l/d yang besar
Harga l/d antara 0,4-4,0, atau lebih baik antara 0,5-2,0.
Bila l/d melebihi 2,0 maka tekanan permukaan terjadi
secara lokal (tidak merata) sehingga lubang bantalan
perlu dibuat tirus.
Harga yang terlalu kecil sebaliknya akan mengurangi
kemampuannya membawa beban.
Untuk l/d yang kecil, bantalan gelinding lebih
menguntungkan.
3. Tekanan Bantalan

Tekanan bantalan adalah beban radial dibagi luas


proyeksi bantalan, yang besarnya sama dengan beban
rata-rata yang diterima oleh permukaan bantalan.
Jika dinyatakan dengan p (kg/mm2), beban rata-rata ini
adalah
W
p
ld
di mana l (mm): panjang bantalan, d (mm): diameter poros

Harga tekanan yang diizinkan pa tergantung pada bahan


bantalan
Sifat-sifat bahan bantalan luncuran
Tekanan Temperatur
Kekerasan maksimum yang maks.yang
Bahan bantalan
HB diperbolehkan diperbolehkan
(kg/mm2) (oC)

Besi cor 160-180 0,3-0,6 150

Perunggu 50-100 0,7-2,0 200


Kuningan 80-150 0,7-2,0 200
Perunggu fosfor 100-200 1,5-6,0 250

Logam putih berdasar Sn 20-30 0,6-1,0 150

Logam putih berdasar Pb 15-20 0,6-0,8 150


Paduan Cadmium 30-40 1,0-1,4 250

Kelmet 20-30 1,0-1,8 170

Paduan Aluminium 45-50 2,8 100-150

Perunggu timah hitam 40-80 2,0-3,2 220-250


1 a 1 a
l/d l / d
5 ,1 p a 1,9 pa

Bantalan Ujung Bantalan Tengah

4. Harga pv

Selaput minyak antara permukaan poros dan bantalan


bergerak karena tertarik oleh permukaan yang bergerak
serta karena kekentalannya

Tegangan geser  (dyn/cm2) Z1 : viskositas minyak (dyn.s/cm2 =


poise = P),
 = Z1 R R: kecepatan selaput minyak per
satuan tebal selaput (cm/s/cm).
Gaya tarik Ft, (dyn) yang
bekerja secara tangensial
pada luas A (cm2).
Maka  = Ft/A

Jika kecepatan permukaan atas selaput tersebut adalah


v (cm/s) dan tebalnya adalah h1 (cm), maka
R = v/h1
Dari ketiga persamaan di atas diperoleh

Ft Z1v Z1Av
 Ft 
A h1 h1
Bila poros berputar dengan kecepatan cukup tinggi 
selaput minyak yang terbentuk akan cukup tebal (sampai
0,1 mm) sehingga tidak terjadi kontak antara permukaan
poros dan bantalan yang saling meluncur.
 pelumasan sempurna.
Persamaan Petroff:

2  2
Zd 2
Nl
Ft (kg) 
'
1.7 1012
c
2 Zd 3 Nl
T(kg.mm )  1.7 1012
c
d, l, c dalam cm
Z dalam kg.min/cm2
N dalam rpm
Jika Ft’ dibagi dengan W = pld  Koefisien gesek (μ)

Harga ZN/p harus lebih besar dari harga yang ada lm


tabel berikut :
Ft' 2  d  ZN
  2   1.7 1012
W c p
 cP x rpm 
Metal bantalan  
ZN/p minimum  kg / mm2 
 
Logam putih berdasar Sn 28000
14000
Logam putih berdasar Pb
4000
Paduan Cd 5000
Kelmet 5000
Ag-Pb-In 3000

Dalam perencanaan, harga tersdebut harus dikalikan dengan faktor


keamanan sebesar 2 - 3
Catatan : Jika temperatur naik melebihi batas tertentu,
logam bantalan akan melunak dan meleleh. Harga pv yang
terdapat pada persamaan di atas merupakan ukuran bagi
keamanan thd temperatur dan kemampuan menahan beban
dari bahan bantalan. Batas pv yang didasarkan atas hasil
percobaan atau pengalaman disebut faktor keamanan.
Harga ini merupakan suatu patokanyg penting dlm
pemeriksaan kekuatan dan dpt dilihat pada Tabel
pv < (pv)a
W dN WN
Karena (pv) a  . 
dl 1000  60 1000  60  l

 WN
Maka l .
1000  60 (pv) a
5. Tebal minimum Selaput Minyak

Dalam gambar berikut diameter dalam bantalan


dinyatakan dengan D (mm), diameter poros d (mm),
kelonggaran diametral dengan D – d = c (mm). Harga
kelonggaran yang dikehendaki kira-kira 1/1000 diameter.
Selanjutnya jarak pusat dinyatakan dengan e (mm), tebal
selaput minyak dengan h (mm) daneksentrisitas dinyatakan
dengan ε = 2e/c.
D : diameter bantalan
d : diameter poros
c : clearance (D – d)
e : jarak antar pusat
h : tebal selaput minyak
 : eksentrisitas = 2e / c
Karena c/2 = h + e maka
h = c/2 (1 - )

Jika h menjadi besar pada kecepaan tinggi, maka e akan


mengecil, jika h mengecil pada beban besar, maka ε akan
membesar.
Persamaan Sommerfeld yang dihasilkan adalah sbb

 
d 1  2  2
.  
c 3
 ZN   d 
    
2
 
2  2 1  2
S
 p 0  c  12 2
Tebal lapisan minyak minimum yang diizinkan

Bantalan hmin (mm) Pemakaian


Perunggu atau kelmet
dengan Mesin pesawat
permukaan difinis 0,002-0,004 terbang
dengan dan otomobil
mutu tertinggi
Generator, motor
Logam putih biasa 0,01-0,03
listrik
Bantalan besar untuk
0,05-0,01 Turbin, ventilator
pemakaian untunt
6. KENAIKAN TEMPERATUR SELAPUT MINYAK DAN
MINYAK PENGISI

Kerja gesekan bantalan per menit Q (Kcal/min):


Q = FV/J =  WV/J

V (m/min) = 60 v (Kecepatan keliling),


Ft = µW (kg) (Gaya Tarik)
dan J = 427 (kg.m/Kcal)

Panas yang diperlukan untuk menaikkan temperaturnya sebesar 1°C


adalah
Qm = Cm Wm (Kcal/°C)
Wm: berat blok bantalan adalah (kg)
Cm : panas jenisnya (Kcal/kgoC)
Contoh soal :
jika poros berputar 200 rpm, koefisien gesek bantalan radial
dan poros 0,03 , dan beban 1500 kg dengan diameter batalan
170 mm, tentukan gaya gesek pada bantalan , panas yang
timbul karena gesekan, dan kehilangan daya!

Penyelesaian :
Dik : n = 200 rpm
Po = 1500 kg
f = 0’03
do = 170 mm = 17 cm
Dit : W,Q,Nf ( dalam hp )

Sekian dan Terimakasih

Bravo teknik