Anda di halaman 1dari 40

LONGLINE FISHING

Kelompok 2 :
1. Anson Novendra P. 04211640000015
2. Khilal Aura M. 04211640000031
3. Yudhi Satrio Santoso 04211640000046
OUTLINES

• Definisi
• Sifat dan Jenis Ikan
• Daerah Pelayaran
• Perlengkapan Pancing
• Deck Lay Out
• Teknik Penangkapan
• Faktor yang mempengaruhi
• Kelebihan dan Kekurangan
DEFINISI
• Longline Fishing termasuk dalam jenis
penangkapandengan metode pancing (line fishing) yang
mengandalkan umpan yang dipasang pada mata pancing
untuk menarik perhatian ikan melalui visualisasi dan bau
sehingga ikan terobsesi untuk memangsa umpan
tersebut.
• Longline Fishing menggunakan tali panjang sebagai tali
utama (main line) yang ditebar sepanjang jalur kapal
berlayar. Pada tali tersebut digantungkan tali-tali pendek
(branch line) yang ujungnya diberi mata pancing ( hook )
dan umpan.
Sifat dan Jenis Ikan
Sifat Ikan yang menjadi sasaran :
• Sering bermigrasi
• Perenang cepat
• Bergerombol namun menyebar merata
• Hidup di kedalaman hingga 300 meter
• Sangat tertarik dengan makanan yang bergerak atau
hidup
Jenis Ikan
1. Ikan Tuna (Sirip Biru, Matabesar) –
(Sasaran Utama)

2. Layaran
Jenis Ikan
3. Setuhuk Loreng dan Putih

4. Todak
Jenis Ikan
5. Cucut
Daerah Pelayaran
• Laut dengan kedalaman 80 s/d 300 m
• Laut dengan kadar garam tinggi
• Perairan bersih yang terhindar dari pencemaran
• Daerah perairan:
- Sebelah barat Pulau Sumatera
- Sebelah selatan Pulau Jawa
- Daerah Nusa Tenggara
- Daerah Australia Barat
Perlengkapan Longline (Mesin)
1. Line hauler : Mesin untuk menarik tali
dari laut

2. Side roller : Roll dipakai ketika menarik


tali dari laut
Perlengkapan Longline (Mesin)
3. Line roller : Mesin untuk membuang
tali ke laut

4. Branch reel : Mesin untuk


menggulung tali cabang dari laut
Perlengkapan Longline (Penangkap)
1. Tali utama ( main line )

a. Tiap satu tali utama dinamakan 1


bagian atau “1 basket”
b. Panjang 1 tali utama berkisar antara 50
- 100 m
Perlengkapan Longline (Penangkap)
2. Tali Cabang ( branch line )

a. Jarak antar tali cabang berkisar 1 – 2.5 m


b. Panjang dari tali cabang adalah 20 – 50 m
atau tidak boleh lebih dari ½ panjang tali
utama
c. Di ujung tali cabang dipasang mata
pancing
Perlengkapan Longline (Penangkap)
3. Tali Pelampung ( buoy line )

a. Tali ini adalah tali – tali untuk


mengapungkan tali utama
b. Tali ini menyambungkan pelampung
dengan tali utama
Perlengkapan Longline (Penangkap)
4. Pelampung ( Float )

a. Pelampung adalah alat untuk


mengapungkan tali utama di laut
b. Pelampung berbentuk bola plastik yang
cukup besar
Perlengkapan Longline (Penangkap)
5. Mata Pancing ( Hook )

a. Mata pancing dipasang


diujung tali cabang
b. Mata pancing ini memiliki
kaitan supaya ikan yang telah
memakan umpan tidak
terlepas ( tetap terkait )
Deck Layout
Teknik Penangkapan
1. Waktu Setting
Setting dilaksanakan pukul 2 – 3 pagi. Tali
yang di setting terlebih dahulu adalah tali
cabang untuk perairan laut dalam.
Lama setting kira –kira 5 jam. Panjang tali
utama mencapai 100 mil.
Teknik Penangkapan
2. Pada saat sebelum setting
Pekerjaan setting dilakukan secara
berurutan seperti, mengeluarkan umpan
dari palka, mencairkan umpan, mulai
menjalankan mesin, mengukur kedalaman
air (menggunakan alat yang dioperasikan
di ruang kemudi).
Teknik Penangkapan
3. Teknik Hauling
a. Waktu hauling,
Untuk pengoperasian hauling dimulai kira -
kira jam 12 siang dengan waktu untuk
hauling antara 12 – 18 jam.
Teknik Penangkapan
b. Saat Hauling.
Sambil menggulung main line perlu
diperhatikan, arah bentangan tali, sudut
hauling, keadaan hasil tangkapan dan
pemotongan tali yang kusut jika
diperlukan.
Teknik Penangkapan
Faktor yang Mempengaruhi Teknik
Penangkapan Long Line
Faktor yang mempengaruhi ada 2, yaitu :
1. Faktor Internal
2. Faktor Eksternal
1. Faktor Internal

Faktor
Internal

Alat
Manusia Penangkap Kapal
Ikan
2. Faktor Eksternal
Faktor
Arus Internal Angin

Kedalaman Kapal
Alat
Penangkap
Ikan

Saat Berlayar Saat


Kapal
Biasa operasi
Pada saat Hauling, sudut main line terhadap
center line tidak boleh kurang dari 30
derajat ataupun melebihi dari 45 derajat.

Water line

450

300

CL Sudut mine line yang dianjurkan saat


hauling, antara 300 ~ 450 dari center line
Jika sudut <300 jarak antara main line dengan garus haluan
BE WARE FROM
kapal (center line) terlalu dekat yang akan mengakibatkan PROPELLER
seluruh komponen long line berada di bawah kapal, hal
ini akan sangat berbahaya
Jika sudut >450 jarak antara main line dengan garis
haluan kapal (center line) terlalu jauh yang akan
mengakibatkan komponen long line terlalu tegang
dan resiko terbelit antar komponen akan sangat
besar CL
Garis Haluan

300 Sudut main


line yang
tidak
450
dianjurkan

Sudut main Sudut


main line
line yang
yang
tidak dianjurkan
dianjurkan
Garis Haluan

Jika sudut main line <300 maka akan


terjadi kondisi komponen long line terlalu
dekat ke badan kapal, jika terjadi
kesalahan dalam olah gerak, maka long
line akan berada dibawah haluan kapal
dan pelampung + buoy line berada disisi
kiri kapal
BE WARE FROM
PROPELLER Jika sudut main line >450 maka akan
terjadi kondisi sebagian komponen
long line akan menjulur ke arah buritan,
dan karena adanya pengaruh efek
propeller dan arus ikutan maka
kemungkinan besar komponen
tersebut akan terbelit pada propeller.
Sudut main line berbahaya, hampir sejajar
dengan water line diakibatkan oleh
kecepaatan kapal kurang dari kecepatan
tali. Akibat dari hal tersebut yaitu :
• Tali menjadi sangat tegang (kencang),
dapat berakibat putus
• Beputar cepat
• Komponen branch line dan buoy line
akan membelit pada mine line
Sudut main line berbahaya, main line
menjulur ke buritan diakibatkan oleh
kecepaatan kapal lebih dari kecepatan tali.
Akibat dari hal tersebut yaitu :
• Tali menjadi sangat tegang (kencang),
dapat berakibat putus
• Beputar cepat
• Komponen branch line dan buoy line
bisa terbelit pada daun kemudi
Jika arus searah dengan Setting long line
Besarnya sudut a sebanding
Akibat adanya arus, seluruh komponen
dengan kekuatan arus yang
tegak akan terdorong miring terhadap
normalnya searah arus sebanding mendorong komponen long
dengan pertambahan sudut a line

a a
Kedalaman pancing dengan arus

Kedalaman pancing non arus


Kedalaman pancing akan
berkurang sebanding dengan
pertambahan sudut a
Jika arus tegak
lurus terhadap
arah Setting long
line

a Kedalaman pancing akan


berkurang sebanding dengan
pertambahan sudut a
Arah arus Kedalaman pancing dengan arus

Kedalaman pancing non arus


PENGARUH Semakin dalam
KEDALAMAN Pancing, maka
PANCING sudut
perpotongan
antara Main line
dengan Branch
line akan semakin
a kecil

b
Akibatnya kemungkinan
besar branch line
g terpinggir (A dan B) akan
mengalami resiko
membelit terhadap main
line
A B
Haluan kapal akan menyimpang sebesar sudut a

Sudut
rimban
Pada tahapan hauling
Sehingga komponen long line jarak garis haluan
dengan main line mudah diatur

Jika setting dilakukan dari lambung kanan, dianjurkan arah


angin datang dari lambung kanan depan,

Demikian juga sebaliknya.


Prinsip dalam setting dan hauling long line, yang
diutamakan adalah pengaruh angin terhadap kapal
Setelah setting kapal kembali ke B

Dan Jika setting dari B, maka


Jika hauling dimulai dari B, maka haluan setting seperti anda lihat,
perhatikan arah angin
Kelebihan & Kekurangan
KELEBIHAN KEKURANGAN
Dibutuhkan waktu yang cukup
Sangat cocok untuk perairan
lama untuk satu proses
dalam
penangkapan
Lebih ekonomis untuk
menangkap jenis ikan perenang
Kurang efektif untuk jenis ikan
cepat, karena tidak perlu
yang bergerombol secara padat
mengejar dengan kecepatan
tinggi