Anda di halaman 1dari 12

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI VIRUS

SRI MEI DINA WAHYUNI SAIN


85AK17063
D-III ANALIS KESEHATAN / B
STIKES BINA MANDIRI GORONTALO
ISOLASI
Virus merupakan mikroorganisme yang
bersifat parasit obligat dan hanya bisa hidup
pada media yang hidup. Berkaitan dengan
sifatnya tersebut, virus hanya dapat dibiakan
pada sel hidup.Pemilihan media yang
digunakan tergantung dari jenis virusnya dan
organ target dari virus tersebut.
Pengertian Isolasi

• Isolasi mikroorganisme adalah suatu pemisahan dan


pemindahan mikroorganisme dari lingkungan alam bebas
untuk menumbuhkannya disuatu medium buatan.
• Gunanya adalah agar diperoleh biakan yang murni di dalam
medium buatan tersebut.
Untuk menumbuhkan virus dalam rangka
mengisolasi suatu virus dapat dilakukan secara :
1. in ovo yaitu metode menumbuhkan pada media
telur berembrio (telur yang sudahdibuahi)
2. in vivo adalah metode menumbuhkanpada hewan
percobaan sebagai model
3. in vitro yaitu menumbuhkan virus di dalam
gelas- gelas atau tabung menggunakan media
biakan jaringan (tissue culture) atau biakan sel
(cell culture).
Isolasi Virus Metode Kilter Sel
• Metode ini sudah jarang dilakukan terkait dengan
kesejahteraan hewan. Selain itu dikarenakan Penelitian
mengenai isolasi virus sudah demikian maju, sehingga
sudah banyak jenis kultur sel yang dapat digunakan untuk
menumbuhkan virus dibandingkan dengan metode ini.
• Banyak perbedaan kepekaan hewan percobaan terhadap
infeksi dengan virus sehingga timbul reaksi berbeda baik
bagi yg spesiesnya tidak sejenis maupun spesiesnya sejenis.
• Metode ini pada nyatanya masih digunakan untuk
mempelajari sifat2 onkogenik virus, patogenesis penyakit
virus. Reaksi imun trhdp virus, pengaruh lingkungan
terhadap infeksi virus dan isolasi primer trhdp
beberapa jenis virus, misalnya: virus coxsackie A.
Kelemahan dari metode ini:

1. Biaya mahal
2. Butuh pemeliharaan
3. Dipengaruhi oleh sistem imun
4. Variasi individu
5. Sulit memilih hewan yang cocok
Pengertian Identifikasi

• Identifikasi mikroorganisme adalah suatu proses yang


bertujuan untuk mengetahui bentuk, sifat-sifat maupun
morfologi dari sauatu mikroorganisme atau dengan kata lain
untuk memperlihatkan bagian-bagian sel mikroorganisme.
Identifikasi Virus Avian Influenza (AI)

• • Identifikasi dan karakterisasi virus AI dapat


Identifikasi dan karakterisasi virus AI dapat
Identifikasi
dilakukan dan karakterisasi
dengan beberapa virus
cara, AI dapat
yaitu ::
dilakukan dengan beberapa cara, yaitu
dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

Secara Secara
Konvensional Molekuler
Secara
Secara
Konvensional
Konvensional

Uji serologi digunakan untuk mendeteksi titer


antibodi terhadap virus Avian Influenza. Uji ini
menggunakan sampel serum dari hewan yang diduga
terinfeksi virus Avian Influenza. Sampel serum yang
telah diperoleh dapat diuji dengan uji :
1. Haemagglutination (HA)
2. Neuraminidase Inhibition (NI).
3. Agar Gel Immunodiffusion (AGID).
4. Serum Neutralisation (SN).
5. Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
Secara
Secara
Molekuler
Molekuler

Jaringan yang sudah mengalami autolisis atau swab yang


terkontaminasi dapat mengurangi sensitivitas dan spesifisitas pada
isolasi dan identifikasi virus Influenza sehingga diperlukan uji
yang lebih sensitif dan spesifik. Karena alasan inilah, teknik-
teknik yang berkembang saat ini seperti Reverse Transcriptase-
Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) banyak digunakan untuk
mendeteksi virus Influenza karena teknik RT-PCR langsung dapat
mendeteksi Avian Influenza dari swab kloaka atau swab trakea
dalam media transpor.