Anda di halaman 1dari 58

ANALISIS BANGUNAN

tokoh arsitek dunia


DISUSUN OLEH :
NAMA : RIDHO ROMDANI
NRP : 142017016
KELAS : A

TEORI ARSITEKTUR II
DOSEN : RENY KARTIKA SARY, ST.,MT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG


A. BIOGRAFI

M. Ridwan Kamil adalah arsitek muda Indonesia dengan reputasi


Internasional. M. Ridwan Kamil, lahir di Bandung, 4 Oktober
1971. Jabatannya antara lain adalah Prinsipal PT. Urbane
Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi
Bandung, Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong
Kong & San Fransisco), SAA (Singapura). Pendidikannya di
Teknik Arsitektur, Institut teknologi Bandung untuk S1. Dan di
Master of Urban Design, College of environmental Design,
University of California, Berkeley AS. Nama besar dan karya-
karyanya menjadi inspirasi bagi banyak arsitek muda lainnya di
Indonesia. Selain sibuk berprofesi sebagai arsitek, Ridwan Kamil
juga menjadi penggagas dan Direktur dari Bandung Creative City
Forum.
Saat ini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, sebuah biro
konsultan perencanaan, arsitektur dan desain yang didirikannya pada tahun 2004. Selain itu
beliau juga aktif mengajar di Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama
teman-teman seprofesi, Ridwan Kamil membesarkan Urbane dan memperoleh reputasi bertaraf
internasional yang diwujudkan antara lain dalam proyek Syria Al-Noor Ecopolis, Syria dan
Suzhou Financial District, China.

Salah satu masterpiece dari Ridwan Kamil adalah rumah beliau sendiri yang berdiri di atas
lahan seluas 373 meter persegi di kawasan Cigadung Selatan. Rumah tersebut dikenal dengan
sebutan rumah botol. Ya, rumah botol ini memang tersusun dari 30.000 botol kaca bekas
minuman berenergi merk terkenal. Menurut penuturan Ridwan Kamil, ide rumah botol muncul
ketika beliau melihat tumpukan sampah botol-botol minuman berenergi yang memendarkan
cahaya yang indah ketika terpapar sinar matahari. Lantas beliau tergerak untuk
mengaplikasikan botol-botol tersebut menjadi fasade rumah yang indah.
Kerja kerasnya ini tidak sia-sia, pada tahun 2009 Emil dianugrahi Green Design Award 2009
oleh BCI Asia, mengalahkan sedikitnya 80 partisipan lain dari 8 negara yaitu Indonesia,
Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Philippines, Hong Kong dan China.
B. KARYA RIDWAN KAMIL
1. Universitas Tarumanegara Kampus 1, Jakarta (2005)
2. Mesjid Agung Sumatra Barat, Mahligai Minang (2006)
3. Paramount Lakes Gading Serpong, (2006)
4. Gramedia Expo Surabaya (2006)
5. Masjid Cibubur, Bogor (2007)
6. Bintaro X-Change, Tangerang (2007)
7. Kota Jababeka Remasterplan, Cikarang (2007)
8. Kampus UMN, Serpong (2007)
9. Area 24, Jakarta (2007)
10. Hotel Santika Premiere, Medan (2007)
11. Jembatan Westdrain Ancol, Jakarta (2007)
12. Kuningan City, Jakarta (2007)
13. Bottle House (Rumah Botol), Bandung (2008)
14. Paramount Gateaway, Serpong (2008)
15. Masjid Al-Irsyad Kota Baru Parahyangan, Kab. Bandung Barat (2008)
16. Springhill Royal Residences, Jakarta (2008)
17. Kantor BUMN, Jakarta (2008)
18. The Convergence, Jakarta (2008)
19. Rusunami Sentra Timur, Cakung (2008)
20. Pusat Kesenian dan Kebudayaan Universitas Indonesia, Depok (2009)
21. The Magix Box, Fakultas Seni Budaya Universitas Indonesia (2009)
22. Medan Focal Point, Medan (2009)
23. Museum Taufik Hidayat, Jakarta (2009)
24. Masjid Semarang, Semarang (2010)
25. Masjid Suramadu, Madura (2010)
26. Masjid Gegerkalong, Bandung (2010)
27. Museum Tsunami Aceh-Rumoh Aceh, NAD (2010)
28. Harris Hotel Bogor, Bogor (2011)
29. Masjid Antapani, Bandung (2011)
30. Heteropia Office Tower, Jakarta (2011)
31. Kantor Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Jakarta (2012)
32. Hotel Tangerang, Banten (2011)
33. Hotel Horison Ultima, Purwokerto (2011)
34. Hotel Tijili Seminyak, Bali (2011)
35. 18 Office Park, Jakarta (2011)
36. Discovery World Taman Mini Indonesia Indah, Cibubur, Bogor (2011)
37. United Tractors office, Bekasi (2012)
38. LKPP Office, Jakarta (2012)
39. Bank Saudara Office, Bandung (2012)
40. Essence Apartment, Jakarta (2012)
41. Kirana Two, Jakarta (2012)
42. Senayan Aquatic Stadium, Jakarta (2012)
43. Masjid Al-Azhar, Summarecon, Bekasi (2013)
44. Masjid Emerald Bintaro, Tangerang (2013)
PENGHARGAAN YANG DIRAIH :

1. Urban Leadership Award dari Univ Pensylvania, AS, 2013


2. Pikiran Rakyat Award 2012 untuk Tokoh Muda Kreatif, 2012
3. Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia, 2012
4. Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Green Building Rasuna Epicentrum, 2012
5. Green Leadership Award for Al-Irsyad Mosque from BCI Asia, 2011
6. Top 5, Best Building of The Year 2010 from ArchDaily for Al-Irsyad Mosque
7. BCI Asia Top Ten Architecture Business Award, 2010
8. Winner third prize : Design Competition Suramadu Mosque, 2010
9. The 6th Winner of The Best Design Architecture Consultant, Citradata Award
10. Winner Best Commercial/Superblock Project for Rasuna Epicentrum by Property & Bank Magazine
11. Winner 1st prize: International Design competition for Aceh Tsunami Museum.
12. Winner 1st prize: Design competition Bintaro CBD Master Plan, Jakarta.
13. Winner 1st prize: Design competition Jakarta Stock Exchange, Jakarta.
14. Winner first prize: Design competition for Tangerang Gateway
15. BCI Asia Top Ten Architecture Business Award
16. Architect of the Year from Elle Décor Magazine.
17. BCI Asia Top Ten Architecture Business Award
18. Winner 1st prize : Design Competition University of Indonesia Cultural Center
19. BCI Asia Top Ten Architecture Business Award
20. Green Leadership Award for Al-Irsyad Mosque from BCI Asia
21. Top 5, Best Building of The Year 2010 from ArchDaily for Al-Irsyad Mosque
22. Urban Leadership Award University of Pennsylvania
23. Winner International Young Design Entrepreneur of the Year from British Council Indonesia Google Chrome
l Web Heroes for Indonesia Berkebun
24. Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Penggagas Indonesia Berkebun
25. Indonesia Green Awards “Penghargaan Penginspirasi Bumi”, Green Building Rasuna Epicentrum.
26. Winner of International Design Competition
27. Islamic Center, Beijing, RRC
28. Waterfront Retail Masterplan, Suzhou, RRC
TEMA DAN KONSEP
Tema yang digunakan aadalah arsitek hemat energi. Rumah botol bekas Ridwan Kamil dengan konsep green
design menjadikan rumah yang hemat energi, ramah lingkungan dan terbuat dari material barang daur ulang. Rumah
botol milik arsitek dari Bandung M. Ridwan Kamil, ST., MUD yang beralamat di Jalan Cigadung Selatan 7/28
Bandung ini mendapat gelar juara dalam Green Design Award 2009, yang diselenggarakan oleh BCI Asia. Rumah
tinggalnya yang memanfaatkan botol bekas minuman berenergi itu ternyata berhasil menyisihkan karya delapan puluh
peserta lain dari delapan negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Hongkong, dan
Cina. Sungguh benar-benar prestasi anak bangsa yang sangat membanggakan.
Rumah minimalis ini 60 persen dibalut oleh kumpulan botol kaca bekas yaitu menggunakan 30 puluh ribu botol bekas
yang mayoritasnya menghadap kekluar sebagai pembentuk utama karakter kulit bangunan. Tidak hanya memiliki nilai
estetis tetapi juga bersifat fungsional meneruskan cahaya yang artistik kedalam bangunan rumah. Ide awal sang pemilik
rumah yang juga arsiteknya, bermula dari sampah botol kaca yang berserakan. Untuk waktu pengerjaannya pun
terbilang cukup lama yaitu 6 bulan untuk mengumpulkan botol-botol bekas dan pembangunannaya memakan waktu 2
tahun.
Bentuk rumah rumah botol didesain memiliki dua sayap, yakni sayap depan dan belakang, serta di bagian tengah rumah
terdapat sebuah taman. Desain ini sengaja untuk bisa menangkap sinar matahari lebih banyak. Akibatnya cahaya
matahari bisa masuk dari tiga sisi rumah.
ANALISIS BANGUNAN RUMAH BOTOL
1. ANALISIS DASAR
Menganalisis bangunan RUMAH BOTOL dapat dilakukan berdasarkan empat cara, yaitu berdasarkan :
1. Hubungan dan sirkulasi ruang
2. Organisasi ruang
3. Prinsip-prinsip penataan ruang
4. Penataan ruang luar dan gubahan massa

2. ANALISIS LANJUTAN
Menganalisis lanjutan bangunan RUMAH BOTOL dapat dilakukan berdasarkan empat cara, yaitu berdasarkan :
1. Proses mendesain menurut alexander (1964)
2. Tahapan Dalam Proses Disain menurut jones (1966)
3. Lima jenis konsep
4. Jenis-jenis design
5. Jenis-jenis arsitektur
1. HUBUNGAN DAN SIRKULASI RUANG

Hubungan dan sirkulasi ruang adalah keterkaitannya satu ruang dengan ruang lainnya dalam
proses beredarnya/berputarnya udara dalam ruang tersebut.
Hubungan dan sirkulasi ruang dapat dilihat berdasarkan :
1. Hubungan-hubungan ruang
2. Jenis sirkulasi penghubung ruang
3. Pola-pola sirkulasi
4. Pencapaian ke bangunan

1. Hubungan-hubungan ruang
Hubungan-hubungan ruang adalah keterkaitannya sebuah ruang dengan ruang lainnya dalam
proses sirkulasi (berputarnya udara) ruang.
Hubungan-hubungan ruang terbagi menjadi empat macam, yaitu:
Ruang dalam ruang
Ruang dalam ruang adalah terletaknya sebuah ruangan
kecil didalam ruangan yang lebih besar.
Ruang Bersebelahan

Ruang bersebelahan adalah dua buah ruang atau lebih yang saling
menempel atau berdekatan satu dengan yang lainnya.
Ruang yang Dihubungkan oleh Ruang

Ruang yang dihubungkan oleh ruang adalah tiga buah ruang atau lebih yang salah satu ruangnya
berhubungan/menyatu dengan kedua ruang lainnya, sehingga ruangan tersebut dapat membuka
jalan bagi kedua ruang lainnya.
2. Jenis Sirkulasi Penghubung Ruang
Sirkulasi penghubung ruang adalah perputaran atau beredarnya udara yang dapat menghubungkan beberapa ruang.
jenis sirkulasi penghubung ruang terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. Melewati Ruang
Melewati ruang artinya perputaran udara melewati ruang yang dilaluinya dan tidak mesti masuk kedalamnya.
2. Menembus Ruang
Menembus ruang artinya perputaran udara masuk ke dalam ruang dan keluar melalui jalan yang berbeda.
Sirkulasi ini lebih memusatkan pada pemotongan ruang dalam dari sebuah objek, yang kemudian menciptakan bagian
dari potongan – potongan tersebud menjadi suatu tempat untuk beraktivitas.
3. Berakhir dalam Ruang
Berakhir dalam ruang artinya sirkulasi yang hanya tertuju pada satu ruang.
Sirkulasi berikut ini adalah jenis sirkulasi yang bergantung pada pola dan letak ruang. Selain itu,
sirkulasi ini juga selalu digunakan untuk mencapai/ memasuski ruang – ruang yang bersifat
fungsional/ ruang – ruang khusus
3. Pola-pola Sirkulasi
Pola-pola sirkulasi adalah bentuk-bentuk perputaran udara yang
dapat diamati berdasarkan ciri khas bentuk-bentuk tersebut.
Pola-pola sirkulasi terbagi menjadi lima macam, yaitu :

1. Linear
Linear artinya pola sirkulasi yang lurus melewati ruang ruang
didepannya.
Suatu pola sirkulasi ruang melalui garis yang mempunyai arah
sehingga dapat menjadi unsur pembentuk deretan ruang.Pola ini
sangat mudah ditemui karena banyak dipergunakan.

Semua jalan pada dasarnya linear, yang dimaksud disini adalah


jalan lurus yang dapat menjadi unsur pembentuk utama deretan
ruang.
2. Radial
Pola radial artinya pola yang dapat mengakses ke berbagai arah dan dapat juga dijadikan sebagai pusat sirkulasi.
Suatu pola sirkulasi ruang melalui penyebaran atau perkembangan dari titik pusat.Biasanya pola radial ini mempunyai
sifat mempunyai banyak ruang pergerakan.
Pola radial adalah jalan yang berkembang dari atau menuju sebuah pusat.
4. Pencapaian Ke Bangunan
Pencapaian ke bangunan adalah sebuah sirkulasi yang ditunjukkan untuk mencapai
sebuah ruangan dari satu arah maupun berbagai arah.
Pencapaian ke bangunan Ialah suatu proses perjalanan( pendekatan ) menuju suatu
bangunan melalui akses jalan yang disediakan atau sudah ada
Pencapaian ke bangunan terbagi menjadi tiga, yaitu :
Tersamar (Oblique)
Tersamar artinya sirkulasi menuju ruang yang dapat ditempuh dari berbagai arah
dan tidak selalu terpaku pada arah-arah tersebut.
3. Berputar (Spiral)
Berputar (spiral) artinya sirkulasi yang melewati/mengitari sebuah bangunan untuk sampai
kedalamnya.
pencapaian secara spiral ialah suatu pola perjalanan menuju kse sebuah bangunan dan
ruang dengan cara memutar.Biasanya pola ini digunakan untuk mengurang gaya gravitasi
bumi pada kontur tanah yang curam dan dipergunjkan dilahan yang sempit.
2. ORGANISASI RUANG
Setelah disederhanakan, maka definisi Organisasi ruang adalah pembagian tata ruang pada bentukan
yang sudah ada.
Organisasi Ruang terbagi menjadi lima macam yaitu :
1. Terpusat (Central Lized)
2. Linear
3. Radial
4. Cluster (Kelompok)
5. Grid

1. Terpusat

Organisasi terpusat adalah organisasi ruang yang mempunyai suatu pusat berupa ruang
dominan, dimana sejumlah ruang skunderr dikelompokan olehnya.
2. Linear
Organisasi linear adalah Organisasi ruang yang merupakan suatu urutan linear ruang-ruang, yang terdiri dari ruang-
ruang yang berulang.
Bentuk garis lurus atau linier dapat diperoleh dari perubahan secara proposional dalam dimensi suatu bentuk atau
melalui pengaturan sederet bentuk-bentuk sepanjang garis. Dalam kasus tersebut deretan bentuk dapat berupa
pengulanangan atau memiliki sifat serupa dan diorganisir oleh unsure lain yang terpisah dan lain sama sekali seperti
sebuah diding atau jalan.
3. PRINSIP-PRINSIP PENATAAN RUANG
Prinsip-prinsip penataan ruang adalah asas-asas dan cara-cara yang harus
diperhatikan dan dilakukan dalam melakukan sebuah penyusunan ruang.

Prinsip-prinsip penataan ruang terbagi menjadi 6 macam, yaitu :


1. Sumbu
2. Simetri
3. Hirarki
4. Pengulangan
5. Datum atau data
6. Transformasi
1. Sumbu

Sumbu adalah sebuah garis yang terbentuk oleh dua buah titik di dalam ruang, dimana
bentuk-bentuk dan ruang-ruang dapat disusun dalam sebuah paduan yang simetri dan
seimbang.
Sebuah garis yang terbentuk oleh dua titik dalam ruang
dimana terhadap garis tersebut, bentuk-bentuk dan ruang-
ruang dapat disusun.
2. Simetri

Simetri adalah distribusi dan susunan yang seimbang dari bentuk-bentuk dan ruang-ruang yang sama pada
sisi yang berlawanan terhadap suatu garis atau bidang pembagi atau pun terhadap titik pusat atau sumbu.

Penekanan bentuk dan ruang yang sama serta seimbang terhadap suatu garis
bersama (sumbu) atau titik.
4. Pengulangan atau Repetisi
Pengulangan adalah pergerakan yang mempersatukan, yang dicirikan dengan pengulangan berpola ataupergantian
unsur atau motif formal dalam bentuk yang sama atau di modifikasi.
Penekanan suatu hal yang penting dan mencolokdari suatu bentuk atau ruang menurut besarnya fungsi atau derajat
kepentingan yang ditegaskan.
Penggunaan pola-pola yang sama dengan suatu irama untuk mengorganisir suatu
susunan bentuk-bentuk atau ruang yang serupa
4. PENATAAN RUANG LUAR DAN GUBAHAN MASSA
Penataan ruang luar dan gubahan massa adalah penyusunan tatanan ruang luar dan
pengolahan komposisi beberapa bangunan dalam satu tapak.

Penataan ruang luar dan gubahan massa terbagi menjadi 5 macam, yaitu :
1. Skala ruang luar (Rasio jarak ketinggian)
2. Penataan ruang luar
3. Respons desain terhadap lokasi/posisi site
4. Hubungan penataan massa dengan ruang kota
5. Penataan dan gubahan massa yang berorientasi pada potensi lingkungan
1. SKALA RUANG LUAR ( RASIO JARAK KETINGGIAN )
Skala ruang luar (rasio jarak ketinggian) adalah perbandingan jarak dan ketinggian sebuah
bangunan terhadap ukuran sebenarnya yang dapat dilihat oleh panca indera manusia dan dapat
memberikan kesan secara pisikologis

DH=2 DH=3
2. PENATAAN RUANG LUAR
Ruang merupakan suatu wadah yang tidak nyata tetapi dapat dirasakan oleh manusia
dengan persepsi masing-masing individu melalui panca indra dan penafsirannya.
Jenis Ruang Dalam Arsitektur
1. Ruang dalam ( Interior )
Ruang yang dibatasi oleh lantai, dinding dan plafon.
2. Ruang luar ( Eksterior )
Ruang yang terjadi dengan dibatasi alam hanya pada bidang alas (lantai
dan dindingnya, sedangkan atapnya dapat dikatakan tidak terbatas.
Ruang positif dan negative :
1 . Ruang positif
Suatu ruang terbuka yang diolah dengan perletakan
massa bangunan atau obyek tertentu yang melingkupinya
akan bersifat positif. Biasanya terkandung kepentingan
dan kehendak manusia.
2. Ruang negatif
Ruang terbuka yang menyebar dan tidak berfungsi dengan
jelas bersifat negatif.
Biasanya terjadi secara spontan tanpa kegiatan tertentu.
Ruang positif dan negatif pada rumah botol diaplikasikan pada :
Ruang Hidup dan Ruang Mati :

1. Ruang Hidup
 Merupakan ruang dengan bentuk yang benar dalam hubungannya
dengan ruang-ruang yang bermutu untuk berkomposisi dengan
struktur yang direncanakan dengan baik .
 Harus ada hubungan dengan karakter, massa dan fungsi.
2. Ruang Mati
 Ruang yang terbentuk dengan tidak direncanakan, tidak terlingkup
dan tidak dapat digunakan dengan baik.
 Merupakan ruang sisa
Ruang Hidup dan Mati pada rumah botol diaplikasikan pada :
3. RESPONS DESAIN TERHADAP LOKASI / POSISI SITE

Respons desain terhadap lokasi / posisi site adalah respon atau timbal balik
sebuah desain bangunan terhadap posisi dimana bangunan tersebut berada.
macam-macam kemungkinan lokasi site :

Dua muka bangunan

 Dapat diolah dua tampak bangunan, karena berada di sudut maka pengolahan
bangunan agak leluasa.
 Bangunan harus merespons dengan baik kondisi lingkungan (pertigaan/perempatan)
2. ANALISIS LANJUTAN

Menganalisis lanjutan bangunan rumah botol dapat dilakukan


berdasarkan empat cara, yaitu berdasarkan :

1. Proses mendesain menurut alexander (1964)


2. Tahapan Dalam Proses Disain menurut jones (1966)
3. Lima jenis konsep
4. Jenis-jenis design
5. Jenis-jenis arsitektur
1. PROSES MENDESAIN MENURUT ALEXANDER (1964)
DIBAGI MENJADI:
1. Self - Concious Design ( Desain yang disadari )
Self-concious design adalah sebuah proses mendesain bangunan yang telah direncanakan
sebelumnya, seperti dengan cara membuat scematic design, design development, dan
construction document.
 Proses desain yang direncanakan secara cermat & matang sejak awal desain.
2. JONES ( 1966 )
Sebuah metode sebenarnya mengandung pemecahan konflik analisa logis & kreatifitas. Suatu
metode disain harus dapat menampung kedua pikiran tersebut. Jadi disain yang sistematik berarti
menjaga logika & imajinasi terpisah lebih dalam arti eksternal dari pada internal.
Analisa
• Kebutuhan disain dikumpulkan & diperkecil menjadi sebuah kumpulan yang berhubungan logis
dengan spesifikasi kinerja.
• Penggunaan berbagai model dipakai dalam usaha menggambarkan interaksi informasi-informasi
dengan jaringan, bagan, & diagram.
2. Sintesa
• Penemuan solusi untuk masing-masing spesifikasi kinerja, degabung menjadi beberapa
kombinasi solusi kemudian deseleksi untuk di banguna menjadi disain yang komplet.

3. Evaluasi
• Pengujian alternatif disain terhadap spesifikasi kinerja terutama yang berhubungan dengan operasional,
produksi, & pemasaran
JENIS KONSEP
1. Analogi
2. Metafora
3. Esensi
4. Programatik
5. Utopia

1. ANALOGI
Konsep yang mengidentifikasi hubungan sifat khas
suatu benda dengan disain.
Analogi adalah jenis yang paling sering digunakan
salam merumuskan konsep. Analogi
mengidentifikasikan hubungan yang mungkin
diantara benda-benda. Sebuah benda diindentifikasi
dan mempunyai semua sifat khas yang diinginkan
dan dengan demikian dia menjadi model untuk
proyek-proyek yang ada.
Analogical design pada bangunan rumah botol :
Analogical Design
Definisi Analogi adalah persamaan antar bentuk yang
menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain.
Secara umum, analogi adalah proses penalaran berdasarkan
pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan
atau mengumpakan suatu objek yang sudah teridentifikasi
secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai
dengan kesimpulan yang berlaku umum.
JENIS-JENIS ARSITEKTUR :
1. Volk architecture
Volk architecture adalah arsitektur Rakyat (masyarakat Umum)
Volk arsitektur adalah jenis arsitektur yang digunakan dalam
membangun rumah tinggal atau bangunan-bangunan yang
digunakan untuk umum
STRUKTUR BANGUNAN
ANALISIS RUMAH BOTOL
Salah satu masterpiece dari Ridwan Kamil adalah rumah beliau sendiri yang berdiri
di atas lahan seluas 373 meter persegi di kawasan Cigadung Selatan. Rumah tersebut
dikenal dengan sebutan rumah botol. Kerja kerasnya ini tidak sia-sia, pada tahun
2009 Emil dianugrahi Green Design Award 2009 oleh BCI Asia, mengalahkan
sedikitnya 80 partisipan lain dari 8 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapore,
Thailand, Vietnam, Philippines, Hong Kong dan China.
MATERIAL BANGUNAN

Pemanfaatan limbah atau pemakaian barang bekas (Reuse) untuk mengurangi pemakaian
barang baru atau penghematan kebutuhan untuk mengurangi proses daur ulang
(Recycle) menjadi alternatif untuk mengurangi (Reduse) exploitasi sumber daya alam,
sehingga energi tak terbarukan berupa minyak, gas, batu bara, uranium dapat ditekan,
sekaligus dapat menjadi salah satu alternatif material yang tidak hanya fungsional namun
juga estetis.
Penggunaan dan pemilihan material pada suatu bangunan baik secara bentuk maupun
warna, harus dilakukan secara cermat dengan pertimbangan dari aspek klimatologis,
orientasi bangunan, serta massa bangunan itu sendiri, dengan komponen material yang
bervariasi.
MATERIAL BOTOL BEKAS
Dalam Rumah Botol milik Ridwan Kamil, salah satu objek yang diobservasi yaitu Material
botol bekas (reuse) sebagai elemen dinding, Penerapan botol bekas terhadap kenyamanan,
Orientasi masa bangunan yang akan mempengaruhi penempatan/penggunaan material. 60 %
bagian Rumah Botol dibalut oleh 30.000 botol kaca bekas minuman berenergi yang semula adalah
sampah botol kaca yang berserakan.
KACA BENING
Kaca Bening merupakan kaca murni. Kaca murni mampu untuk menghangatkan ruangan.
Kaca murni juga baik untuk pencahayaan, sehingga mampu menghemat penggunaan
daya listrik (lampu).

CONWOOD

Material conwood merupakan material alternatif pengganti kayu


yang ramah lingkungan, dibuat dari campuran serat fiber
dan semen Portland berkualitas, dan dengan bentuk yang seindah kayu asli.
BETON EKSPOS

Beton ekspos sekarang sudah banyak digunakan baik untuk rumah huni maupun untuk restoran
dan ruang publik lainnya. Material beton yang diekspos memberikan kesan industrial yang
modern dan tampilan unik. Kesan ‘belum selesai’ juga menjadi kelebihannya tersendiri karena
semakin memperkuat tampilan modern kontemporernya.
Beton ekspos sebenarnya adalah semen yang menjadi material utama untuk plesteran dan acian
dinding yang dibiarkan apa adanya
CAT RUMAH
Cat dapat diaplikasikan untuk interior atau eksterior bangunan. Di sektor interior, selain
untuk mempercantik tampilan rumah, cat berfungsi sebagai pelindung dari cuaca misalnya
panas matahari atau hujan serta mengurangi dampak perembesan dan menimbulkan noda
hitam pada dinding bagian dalam.
Sedangkan di interior, cat lebih menonjolkan nilai seni agar Nampak menawan dan serasi
dengan konsep interior hunian.
KALSI BOARD PADA PLAFON
Bangunan rumah tinggal umumnya memilih plafon kalsiboard, karena pertimbangan
kemungkinan terjadi kebocoran digentengnya. Selain itu, plafon kalsiboard juga lebih
gampang pemeliharaannya. Jika plafon kena air, noda bekas air itu cukup diamplas dan
langsung dicat kembali. Bahan dasar kalsiboard ada unsur semen, serat selulosa, semen,
dan pasir silica. Karena itu, kalsiboard lebih tahan air,tidak lapuk, tidak dimakan rayap,
dan tidak terbakar oleh api

KAYU MERANTI
Nama saintifiknya shorea laevis. Kayu ini dapat digunakan untuk konstruksi ringan dan
untuk perabot rumah tangga. Kekuatan kayu termasuk kelas II sampai dengan lV dan
keawetannya kelas II sampai dengan III.
Terdapat 2 jenis, yaitu: meranti merah dan meranti putih.
Pada umumnya kayunya lunak.
Paling tahan diantara kayu lokal lainnya, seperti durian, nangka, dan rengas.
PENGATURAN BENTUK DAN RUANG
Pengaturan bentuk / ruang dalam bangunan mempunyai potensi dalam mengendalikan
penerimaan panas dalam sebuah bangunan. Bila sebuah bangunan berada pada sebuah iklim
Tropis-lembab maka bentuk dari sebuah bangunan harus menyesuaikan sebuah iklim, karna
akan berpengaruh terhadap masalah kenyamanan termal/suhu dalam bangunan. Ada beberapa
aspek yang dapat mempengaruhi kenyamanan termal : 1. Suhu udara 2. Kelembaban udara 3.
Kecepatan aliran angin 4. Radiasi matahari 5. Ventilasi yang baik 6. Perancangan plafond yang
tinggi 7. Penanaman vegetasi di sekitar bangunan. Sebuah bangunan harus memiliki aspek –
aspek termal agar terciptanya bangunan yang nyaman dan sejuk. Untuk mencapai sebuah
kenyamanan termal maka bentuk bangunan harus menyesuaikan iklim setempat.
POLA SIRKULASI
PENGENDALIAN SINAR MATAHARI
Pengaturan sinar matahari yang masuk kedalam bangunan merupakan langkah utama yang harus dilakukan dalam
proses pendinginan secara pasif.
Modulasi sinar matahari dalam proses pengaturan ini dapat dicapai dengan memperhatikan (Santamouris dkk,1996)
:

- Orientation dan aperture geometry


- Shading devices
- Property of opaque dan transparent surfaces.
VENTILASI
Ventilasi adalah bukaan pada bangunan yang umumnya berfungsi sebagai tempat untuk proses pergantian udara
ruangan oleh udara segar dari luar ruangan. Sesuai fungsinya maka ventilasi harus dirancang dengan konfigurasi
tertentu agar terjadi angin atau aliran udara. Terutama jika terdapat aliran udara dingin yang dapat membantu
penurunan temperatur ruangan.
Penempatan ventilasi yang tepat akan meberikan kualitas ruangan yang lebih baik aliran udaranya, sehingga
adanya ventilasi dalam sebuah bangunan itu sangat diperlukan. Arah angin juga menentukan tata letak ventilasi
yang ada pada sebuah bangunan, ada 3 sirkulasi dalam bangunan, sirkulasi bawah bangunan, sirkulasi tengah
bangunan, dan sirkulasi atas bangunan.
Gambar 8. Arah radiasi matahari sore hari

Arah Angin dari Tenggara


INTERIOR
Dengan total luasan bangunan sekitar 320 meter persegi, rumah ini memiliki layout ruang terbuka. Penggunaan
partisi pembatas ruang diminimalkan dalam rumah sehingga memberikan keleluasaan gerak pada interior
rumah. Pencahayaan pada pagi dan sore hari terfilter melalui botol dan membentuk pola bayangan pada ruang
dalam dan menciptakan suasana yang spesial. Warna hangat yang keluar dari botol daur ulang tersebut sangat
cocok dengan lantai kayu timber pada rumah. Hal ini pun menguatkan suasana ala resort pada rumah.
TERIMA KASIH