Anda di halaman 1dari 14

PRINSIP KONSTRUKSI II

NAMA : C I N D Y A R I TO N A N G
NIM : 130406054
BEARING WALL

Pengertian= bidang tekan menerus pada satu arah yang


mendistribusikan beban-beban vertikal (gravitasi) yang
tersebar secara bertahap menuju dasar bangunan.
Bearing Wall berfungsi sebagai:

1. Fasad
2. Penghambat api
3. Membawa beban lantai & atap ke
pondasi
Klasifikasi:

1. Long Wall
Dinding penumpu beban utama sejajar dengan panjang
bangunan dan membentuk dinding fasade luar dan
koridor dalam.
2. Cross Wall
Terdiri dari sederetan dinding yang tegak lurus terhadap
panjang gedung dan tidak memengaruhi perubahan
dinding fasade.
3. Cellular Wall
Terdiri dari dinding memikul beban pada arah transversal dan
longitudinal atau merupakan kombinasi.
Konstruksi bearing walls biasanya memiliki syarat:

 Denah yang tipikal setiap lantainya; hal ini diakibatkan karena


penyaluran beban vertikal dilakukan oleh dinding.

 Peletakan, jumlah, dan dimensi bukaan harus dilakukan tanpa


mempengaruhi kekuatan struktural bangunannya.

 Penentuan ketebalan dinding harus diperhitungkan dengan


berapa beban yang harus dipikul dinding per lantai.
BATASAN BENTANGAN
Secara prinsip dasar ketebalan minimum dinding memikul
adalah 10-12 inch atau sekitar 25-30 cm untuk dinding
beton.

SISTEM KONTRUKSI DAN SAMBUNGAN


Dalam konstruksi batu dan sebagian sistem beton pracetak
digambarkan struktur lantai disendikan pada dinding
menerus ( dengan anggapan tidak terdapat sistem
sambungan khusus), sedangkan pada bangunan beton cor
setempat, plat dan dindingnya benar-benar menerus. Hal
ini menjadikan beton lebih ekonomis untuk struktur
bangunan yang lebih tinggi.
Biasanya, dinding yang sudah dirakit digunakan untuk proyek-proyek besar yang
lebih dari 900 m2, di mana ketinggian dinding lebih 4,3 m
GAMBAR BESTEK
Contoh penggunaan bearing wall ada pada bangunan tingkat tinggi
di kota Shibam, Yaman. Bangunan di Shibam merupakan
bangunan tingkat tinggi pertama di dunia.