Anda di halaman 1dari 44

PROBLEM SOLVING

DEFINISI

adalah proses mental yang melibatkan penemuan masalah,


analisis dan pemecahan masalah. Tujuan utama dari
pemecahan masalah adalah untuk mengatasi kendala dan
mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan
masalah(Reed, 2000).

Problem Solving Cycle adalah suatu metode pemecahan


masalah dengan mengidentifikasi masalah yang palaing
diprioritaskan kemudian mengidentifikasi solusi jalan keluar
dari masalah tersebut baru melakukan pelaksanaan terhadap
pemecahan masalah tersebut (azwar, 1996)
SIKLUS PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING CYCLE)

Analisis
Situasi Identifikasi
Evaluasi Masalah

Pengawasan & Prioritas


Pengendalian Masalah
Problem
Solving
Tujuan
Pemantauan Cycle

Pelaksanaan & Alternatif


Penggerakkan Pemecahan
Rencana Masalah
Operasional
PROBLEM SOLVING CYCLE

Pendekatan integral dan komprehensif dalam penyusunan rencana dan


program
Membantu memberikan pemahaman situasi dan masalah yang dihadapi
Terdiri atas berbagai teknik dan metode kerja
Road-map pengembangan program
ANALISIS SITUASI

Kegiatan mengumpulkan dan memahami informasi tentang suatu situasi yang


berguna untuk menetapkan masalah.
TUJUAN ANALISIS SITUASI

Memahami masalah kesehatan secara jelas dan spesifik


Mempermudah penentuan prioritas
Mempermudah penentuan alternative pemecahan masalah
CARA ANALISIS

• Menggunakan informasi dari sistem informasi yang sudah ada.


Mis. Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang
ada, Survailans epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit.

• Memanfaatkan data-data diperkirakan sudah cukup representatif untuk


suatu daerah;

• Menggunakan berbagai Pendekatan dan Model: sistem, supply-demand, HL


Blum, Memperhatikan berbagai faktor yg mempengaruhi kesehatan
DETERMINANTS OF HEALTH
(HL. BLUM, 1981)

Heredity

Environment Health Medical


Status Service

Behaviour
ANALISIS SITUASI KESEHATAN

Analisa status kesehatan


Analisa aspek kependudukan
Analisa pelayanan/upaya kesehatan
Analisa perilaku kesehatan
Analisa lingkungan
ANALISA STATUS KESEHATAN

Analisa status kesehatan akan menjelaskan masalah


kesehatan apa yang dihadapi

Analisis ini akan menghasilkan ukuran-ukuran Status


kesehatan secara kuantitatif, penyebaran masalah
menurut kelompok umur penduduk, menurut tempat
dan waktu
ANALISIS STATUS KESEHATAN

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan


epidemologis
Ukuran yang digunakan adalah angka kematian
(mortalitas) dan angka kesakitan (morbiditas)
ANALISIS KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk
Pertumbuhan penduduk
Struktur umur
Mobilitas penduduk
pekerjaan
ANALISIS PELAYANAN
KESEHATAN

Pelayanan atau upaya kesehatan meliputi upaya promotif,


preventif, kuratif maupun rehabilitatif
Analisis ini menghasilkan data Atau informasi tentang
input, proses, out put dan dampak dari pelayanan
kesehatan
TUJUAN

Mengetahui akses dan pemanfaatan rumah tangga


terhadap sarana yankes RS, puskesmas, Pustu, Dokter
praktek, Bidan praktek, dan yankes UKBM yaitu
posyandu, poskesdes, polindes/ bidan di desa, meliputi :

Jenis yankes yang dimanfaatkan


Jarak tempuh ke sarana yankes
Waktu tempuh ke sarana yankes
Alasan memilih/ tidak memilih yankes
Ketersediaan angkutan umum
ANALISIS PERILAKU KESEHATAN

Analisis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan,


sikap dan perilaku masyarakat sehubungan dengan
kesehatan maupun upaya kesehatan
Dapat menggunakan teori pengetahuan, sikap praktek,
atau health belief model atau teori lainnya
ANALISIS LINGKUNGAN

Analisis lingkungan fisik


Analisis lingkungan biologis
Analisis lingkungan sosial
TUJUAN

Memperoleh informasi tentang keadaan sanitasi


lingkungan di rumah tangga
Memperoleh informasi akses masyarakat terhadap air
dan penyehatan lingkungan
PENENTUAN PRIORITAS
MASALAH

Penentuan prioritas masalah dilakukan secara kualitatif


dan kuantitatif
Penentuan prioritas masalah kesehatan adalah suatu
proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan
menggunakan metode tertentu untuk menentukan
urutan masalah dari yang paling penting sampai yang
kurang penting
PENENTUAN PRIORITAS
MASALAH

Dalam menetapkan prioritas masalah ada beberapa


pertimbangan yang harus diperhatikan, yakni:
1. Besarnya masalah yang terjadi
2. Pertimbangan politik
3. Persepsi masyarakat
4. Bisa tidaknya masalah tersebut diselesaikan
PENENTUAN PRIORITAS
MASALAH

Cara pemilihan prioritas masalah banyak macamnya.


Secara sederhana dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu
1. Scoring Technique (Metode Penskoran)
Mis: metode delbeg, metode hanlon, metode delphi, metode USG ,
metode pembobotan dan metode dengan rumus
2. Non Scoring Technique.
SCORING TECHNIQUE

Pemilihan prioritas dilakukan dengan memberikan score (nilai)


untuk pelbagai parameter tertentu yang telah ditetapkan.
Parameter yg dimaksud adalah :
Besarnya masalah
Berat ringannya akibat yang ditimbulkan
Kenaikan prevalensi masalah
Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut
Keuntungan sosial yang dapat diperoleh jika masalah tersebut terselesaikan.
Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah
Sumber daya yang tersedia yang dapat dipergunakan untuk mengatasi masalah
SCORING TECHNIQUE

Cara Bryant
menggunakan 4 macam kriteria :
1. Community Concern, yakni sejauh mana masyarakat
menganggap masalah tersebut penting.
2. Prevalensi, yakni berapa banyak penduduk yang terkena
penyakit tersebut.
3. Seriousness, yakni sejauh mana dampak yang ditimbulkan
penyakit tersebut
4. Manageability, yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan
untuk mengatasinya.
CARA BRYANT

Menurut cara ini masing-masing kriteria tersebut diberi


scoring, kemudian masing-masing skor dikalikan. Hasil
perkalian ini dibandingkan antara masalah-masalah yang
dinilai.Masalah-masalah dengan skor tertinggi, akan
mendapat prioritas yang Tinggi pula.
METODE HANLON

Kriteria besarnya maslah


Kriteria tingkat kegawatan masalah
Kriteria penanggulangan masalah
MENETAPKAN KRITERIA I BESARNYA
MASALAH

• Besarnya prosentase penduduk yang menderita


langsung karena penyakit tersebut
• Besarnya pengeluaran biaya yang diperlukan untuk
mengatasi masalah tersebut
• Besarnya kerugian lain yang diderita
MENENTUKAN KRITERIA II
KEGAWATAN MASALAH

Tingkat urgensinya
Kecenderungannya
Tingkat keganasanya
MENENTUKAN KRITERIA III
KEMUDAHAN
PENANGGULANGAN

Amat sulit : (1)


Sulit (2)
Cukup sulit (3)
Mudah (4)
Sangat mudah (5)
MENETAPKAN
PEMBOBOTAN

Kriteria yang sudah ditetapkan dikaji sehingga validitas


kriteria
Masing –masing anggota memberi bobot pada kriteria
(mis 1 – 5)
Bobot 5 - 1 : sangat penting – tidak penting
MENETAPKAN PEMBOBOTAN

kriteria A B C D

I 4 4 3 11

II 4 5 3 12

III 5 5 4 14
MENETAPKAN PEMBOBOTAN

kriteria Bobot nilai rata-rata

I 3,6

II 4

III 4,5
NON SCORING TECHNIQUE

Memilih prioritas masalah dengan mempergunakan


berbagai parameter, dilakukan bila tersedia data yang
lengkap
Bila tidak tersedia data, maka cara menetapkan prioritas
masalah yang lazim digunakan adalah :
Delphin Technique
Delbech Technique
DELPHIN TECHNIQUE

Penetapan prioritas masalah tersebut dilakukan melalui


kesepakatan sekelompok orang yang sama keahliannya. Pemilihan
prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus. Setiap
peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan
beberapa masalah pokok, masalah yang paling banyak
dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari
DELBECH TECHNIQUE

Penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan


sekelompok orang yang tidak sama keahliannya. Sehingga
diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk meningkatkan
pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta.
Lalu diminta untuk mengemukakan beberapa masalah. Masalah
yang banyak dikemukakan adalah prioritas
ALTERNATIF PEMECAHAN
MASALAH

Alternatif pemecahan masalah kesehatan : bisa berupa fisik


ataupun non fisik.
Poin alternatif pemecahan masalah untuk setiap masalah
kesehatan di masyarakat baiknya di rapatkan/diskusikan di tingkat
desa/kelurahan beserta masyarakat.
ALTERNATIF SOLUSI

Menurut JR Jackson (dalam Winardi, 1999:181), untuk


meniadakan suatu problem, diperlukan analisis problem yang
terdiri dari penetapan problem (problem definition) dan
pemecahan masalah (problem solution),
 Langkah yang perlu ditambah dalam rangka usaha penetapan
problem dan pemecahan problem yaitu.
Identifikasilah persoalan-pesoalan pokok,
Kumpulkanlah dan susunlah faktor-faktor penting,
Tetapkanlah alternatif-alternatif,
Evaluasilah alternatif-alternatif dan
Pilihlah alternatif-alternatif yang dianjurkan.
PENYUSUNAN POA

Pengertian Plan of Action(PoA)


Pengertian Plan of Action(PoA) merupakan kumpulan aktivitas
kegiatan dan pembagian tugas diantara para pelaku atau
penanggung jawab suatu program.Lebih lanjut, Action Planning
merupakan penghubung antara “tataran konsep” atau cetak biru
dengan kumpulan kegiatan dalam jangka panjang, menengah
maupun jangka pendek.
TUJUAN PLAN OF ACTION (POA

1. Mengidentifikasi apa saja yang harus dilakukan


2. Menguji dan membuktikan bahwa:
Sasaran dapat tercapai sesuai dengan waktu yang telah dijadualkan
Adanya kemampuan/Sumber daya yang untuk mencapai sasaran Adanya
beberapa alternatif yang harus diperhatikan.
3. Berperan sebagai media komunikasi
Hal ini menjadi lebih penting apabila berbagai unit dalam organisasi memiliki
peran yang berbeda dalam pencapaian
Dapat memotivasi pihak yang berkepentingan dalam pencapaian sasaran.
Menurut Supriyanto dan Nyoman (2007), beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam menyusun Plan of Action antara lain:
1. Pembahasan Ulang Masalah
melakukan analisis penyebab masalah, dgn melihat keadaan saat ini dan mencoba
menggambarkan keadaan tersebut nantinya sesuai dengan yang diharapkan.

2. Perumusan Tujuan Umum /khusus


dapat menggunakan kriteria SMARTS (Smart, Measurable, Attainable, Realistic,
Time-bound, Sustainable)
3. Penentuan Kriteria Keberhasilan
.Menentukan kriteria atau indikator keberhasilan disesuaikan dengan tujuan khusus
yang telah ditentukan . Pada program kegiatan yang diusulkan harus mengandung
unsur 5W+1H
Plan of Action disusun dalam bentuk matriks (Gantt Chart)

No Upaya Keg Tujuan Sasaran Target Waktu Volume Hasil


Kes Keg Diharapkan
MONITORING DAN EVALUASI

Monitoring : kegiatan untuk memantau proses/jalannya


suatuprogram/kegiatan.
Evaluasi : Kegiatan untuk menilai hasil suatu program
atau kegiatan.
Monitoring dilakukan sejalan dengan evaluasi : agar
kegiatan2 yg dilakukan dalam rangka mencapai 7an
program sesuai perencanaan baik waktunya maupun
jenis kegiatannya.
JENIS EVALUASI

Evaluasi Formatif : dilakukan pada proses program (program


masih berjalan).
Evaluasi Sumatif : dilakukan pada waktu program telah selesai.
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN EVALUASI

1. Menetapkan tujuan evaluasi.


2. Menetapkan kriteria yang akan digunakan.
3. Menetapkan cara/metode evaluasi yg akan digunakan.
4. Melaksanakan evaluasi,mengolah dan menganalisis data atau
hasil pelaksanaan evaluasi tersebut.
5. Menentukan keberhasilan program yg dievaluasi berdasarkan
kriteria yg telah ditetapkan.
6. Menyusun rekomendasi atau saran-saran.
TERIMA KASIH