Anda di halaman 1dari 17

GLOMERULONEFRITIS

FA R M A S I A
Kelompok 1
Alifia Rahmahwanti 1708010011
Rizki Dyah 1708010017
Novie Aris 1708010069
Nenden Aulia 1708010099
Fajar Aditya 1708010105
Wilda Lutfiyah 1708010113
Diki Abdul R 1708010115
Dera Windri S 1708010117
Materi

1 Definisi 4 Prognosis

2 Etiologi dan faktor resiko 5 Gejala dan tanda

3 6 Penatalaksanaan dan
Epidimiologi
terapi
Terminologi umum yang menggambarkan adanya
inflamasi pada glomerulus, ditandai oleh proliferasi
DEFINISI sel–sel glomerulus akibat proses imunologi.

Akut Kronis
Adanya serangan Glumerulonefritis
infeksi, kemudian yang diakibatkan
antigen dan dengan adanya
antibody menjadi penyakit lain,
aktif di sistemik seperti hipertensi.

4
EPIDEMIOLOGI
Glomerulonefritis dapat terjadi karena adanya raksi imun yang dapat
menimbulkan peradangan pada glomerulus

5
ETIOLOGI

Bakteri
Infeksi Bakteri Streptokokus intra
BAKTERI renal
(penyebab utama)

Vi r u s
Hepatitis B, varicella, echovirus,
parvovirus, influenza VIRUS Parasit
Malaria dan toksoplasma
Parasit

6
FAKTOR RESIKO

Goodpasture
Amyloidosis Penggunaan syndrome
NSID Focal
segmental
Penyakit glomeruloscl
IgA pembuluh darah
Lupus erosis
nephropathy
nephritis

7
PATOFISIOLOGI

8
PROGNOSIS
Jika penyakit ginjal kronik dapat dikenali secara dini, maka
pengobatan dapat segera dimulai, dengan demikian komplikasi
akibat penyakit ini dapat dicegah.
 Pemeriksaan darah dengan melihat kadar kreatinin, ureum,
Laju Filtrasi Glomerulus (LFG)
 Pemeriksaan urin dengan melihat kadar albumin atau
protein

9
Hematuria (urine berwarna
merah kecoklatan

Proteinuria (Protein dalam


urine)

Gejala dan
Oliguria (Keluara urine
Ta n d a berkurang)

Fatigue (Keletihan satau


kelelahan)

Edema pada wajah dipagi hari,


kemudian menyebar ke abdomen
dan ekstremitas di siang hari
Suhu badan tinggi sesekali di hari pertama

Bila terjadi ensefalopati hipertensif dapat


timbul sakit kepala , kejang, kesadaran
Gejala dan menurun

Ta n d a Dapat timbul gejala gastrointestinal

Hipertensi terdapat pada 60-70% anak


dengan GNA pada hari pertama dan akan
normal pada akhir minggu pertama juga
Edema: mengurangi asupan garam, istirahat
yang cukup 3-4 minggu, & penggunaan agen
diuretic, cth thiazide(hydrochlorothiazide &
indapamide)

Hipertensi: diberikan agen antihipertensi


i n h i b i t o r, c t h c a p t o p r i l . B i l a d i s e r t a i p r o t e i n u r i a

P E N ATA L A K maka bisa diberikan antihipertensi CCB, cth


amlodipine, verapamil

SANAAN Hyperlipidemia: maka diberikan agen statin


untuk menurunkan LDL, cth simvastatin,
lovastatin, pravastatin
Setiap tatalaksana harus diberikan agen anti
inflamasi kortikosteroid untuk mengurangi
inflamasi yang terjadi. Contohnya hidrokortison, Bila glomerulonephritis terjadi karena autoimun,
deksametason, prednisone, metilprednisolon, maka diberikan imunosupresan untuk menekan
kerja system imun, cth cyclophosphamide,
betametason. Sedangkan untuk tatalaksana
hydroxychloroquinone. Bila glomerulonephritis
yang lain diberikan berdasarkan gejala yang karena infeksi, maka diberikan antibiotic cth
terjadi. penicilin

Anemia: menambah asupan zat besi, vit B-12,


& folat. Dapat juga diberikan erythropoietin
untuk membantu sum-sum tulang membuat
lebih banyak sel darah

12
TERAPI

1. Antibiotik
 Pemberian penisilin pada fase akut
4. Transfusi Ginjal dianjurkan hanya untuk 10 hari
 Antibiotik golongan sefalosporin yang
lebih sensitif dengan lama terapi yang
lebih singkat

3. Diuretika 2. Antihipertensi
 Furosemid 1mg/kgBB/ hari @ 5-10
hari  captopril dengan dosis 2 x 12,5 mg
 furosemid dengan dosis 2 x 10 mg

13
Daftar Pustaka
 Lumbanbatu SM. 2003. Glomerulonefritis Akut
Pasca Streptokokus pada Anak. Sari Pediatri: 3:58-
65
 M a d a i o M P, H a r r i n g t o n J T. T h e d i a g n o s i s o f
glomerular diseases: acute glomerulonephritis and
the nephrotic syndrome. Arch Intern Med.
2001;161(1):25-34
Pertanyaan
1. Gejala mimisan pada glomerulonefritis?
Jawab : Pada glumerulonefritis tidak terdapat gejala mimisan, gejalanya yaitu Henaturea, proteinurea, oligoria,
hipertensi, kelelahan dan adanya udem
2. Perbedaan nefrotik dan nefritik?
Jawab: Pada Nefritik terjadi azetomia, hipertensi, hematuria, proteinuria. Nefrotik terjadi proteinuria masif,
hipoalbuminemia, pembengkakan atau udem,dan hiperlipidemia.
3. Imun yang lebih kuat apakah bisa terserang glumerulonefritis?
Jawab: bisa, contohnya pada seseorang yanbg terkena lupus yaitu penyakit autoimun
4. Gejala awal pada glumerulonefritis?
Jawab: Bengkak pada wajah (edema), jarang buang air kecil, terdapat darah pada urin, & tekanan darah tinggi.
5. Terapi terbaik untuk glumerulonefritis?
Jawab: diberikan obat sesuai dengan kondisi yang dialami pasien. Jika terjadi hipertensi diberikan antihipertensi
(captopril), hiperlipidemia diberikan simvastatin dll
6. Hubungan penyakit lupus dengan dengan glumerulonefritis?
Jawab: Nephritis Lupus, yaitu salah satu penyakit manifest yang serius dari Lupus, biasa muncul setelah 5 tahun di
diagnosis. Bukti histologi yaitu dengan dilakukannya pemeriksaan ginjal. Bisa ditemukan 90% pada pasien Lupus.
15
Pertanyaan
7. Pengobatan non farmakologi pada glumerulonefritis?
Jawab: Istirahat cukup, jika perlu badrest dan mengurangi konsumsi garam dan protein
8. Mekanisme imun kompleks?
Jawab: pada GNAPS terbentuk kompleks antigen-antibodi dalam darah, yang berakulasi dalam glomerulus,
selanjutnya komplemen akan terfiksasi mengakibatkan lesi. Sebagai respon terhadap lesi timbul poliferasinsel-sel
endotel yang diikuti sel-sel mesanginim dan sel epitel. Semakin tinggi kebocoran kappiler, dapat menyebabkan
protein dan eritrosit keluar dan masuk kedalam unit. Sehingga terjadi proteinuria dan hematuria.
9. Gejala sering buang air kecil yang terlalu sering?
Jawab: buang air kecil tidak sering, karena terjadi oliguria yaitu pengurangan jumlah air kecil. Dan diberikan obat
diuretika untuk membantu memperlancar pembuangan air kecil.
10. Tatalaksana antara pasien anak-anak dan dewasa sama atau tidak?
Jawab: sama saja, karena penatalaksanaan penyakit dilakukan tergantung pada kondisi pasien,

16
T h a n k Yo u

17