Anda di halaman 1dari 58

SITOSKELETON, SITOPLASMA &

HUBUNGAN ANTAR SEL


Rahmaa Yani (1304617055)
Rizki Aditya Yanuar (1304617053)
SITOSKELETON
• Menurut bahasa, terdiri dari kata cytos (sel), dan skeleton
(kerangka).
• Merupakan jaringan serat yang membentang di seluruh
sitoplasma.
FUNGSI SITOSKELETON
 Terdapat dua fungsi utama yaitu : untuk mempertahankan
bentuk dari sel dan menyediakan alat penggerak untuk
pergerakan didalam sel.
 Terdapat dua pergerakan sel yaitu pergerakan pada
keseluruhan sel dan pergerakan di dalam tubuh sel.
Contohnya yaitu filamen aktin yang bekerja saat
pergerakan amoeboid dan mikrotubulus yang berperan
menggerakan kromosom selama anafase pada mitosis.
JENIS-JENIS SITOSKELETON
• Mikrofilamen
• Intermediet Filamen
• Mikrotubulus
MIKROFILAMEN
• Tersusun atas protein aktin, disusun secara paralel
di bagian terdalam sel dan di pinggir sel.
• Memiliki diameter sekitar 8 nm.
• Struktur nya tipis, dan membentuk helix.
• Terkonsentrasi pada bagian korteks, tepatnya
bagian bawah membran sel.
FUNGSI MIKROFILAMEN
1. Muscle Contraction
• Mikrofilamen membentuk miofibril (unit dasar sel otot).
• Aktin bekerja bersama dengan protein myosin untuk
memungkinkan otot berkontraksi dan rileks.
• Aktin dan protein myosin akan membentuk aktomyosin.
FUNGSI MIKROFILAMEN
2. Cell Movement
• Actomyosin membuat sel bergerak contohnya pada
makhluk bersel satu (amoeba).
• Actomyosin akan berperan sebagai otot.
FUNGSI MIKROFILAMEN
3. Cell Division
• Mikrofilamen membantu proses sitokinesis.
FILAMEN INTERMEDIET
• Dinamakan intermediet
karena memiliki diameter
lebih besar dari aktin, dan
lebih kecil dari
mikrotubulus.
• Memiliki diameter sekitar
10 nm.
• Berbentuk memanjang, dan
tidak bulat.
FUNGSI FILAMEN INTERMEDIET
Cell Support
• Berperan untuk membantu sel mempertahankan diri dari
tekanan mekanis.
• Memperkuat bentuk sel.
MIKROTUBULUS
• Bentuk seperti tabung kecil panjang
• Terbentuk dari protein globural, tubulin
• Memiliki diameter sekitar 25 nm
FUNGSI MIKROTUBULUS
Cell Divison
• Mikrotubulus merupakan pembentuk
sentriol.
• Dalam sentrosom terdapat sentriol.
• Nanti sentrosom akan mengeluarkan
benang spindel saat mitosis.
Dalam sentrosom terdapat
sepasang sentiol, masing-masing
terdiri atas sembilan triplet Sentrosom
mikrotubulus yang tersusun
membentuk cincin
FUNGSI MIKROTUBULUS
Cell Movement
• Mikrotubulus memberi struktur pada silia dan flagela.
SITOPLASMA
Dalam bahasa Yunani, sito adalah sel dan plasma
adalah cairan. Sitoplasma merupakan cairan
koloid yang mengandung berbagai zat terlarut.
Penyusun utamanya adalah 90% air. Terletak
antara membran plasma dan nukleus.
10% kandungan lainnya yaitu senyawa organik
(karbohidrat, lipid dan protein), dan senyawa
anorganik (kalium, phospate, sulfur, kalsium,
natrium, magnesium, iodium dan fero(besi)).
MATRIKS SITOPLASMA
Matriks sitoplasma atau
bahan dasar sitoplasma
disebut sitosol.
Sitoplasma dapat
berubah dari fase sol ke
gel dan sebaliknya.
SIFAT MATRIKS SITOPLASMA
• Dapat menyelenggarakan fungsi mekanik
• Dapat bergerak di dalam sel.
• Kekentalannya dapat berubah-ubah karena
pengaruh faktor dalam atau faktor luar
• Mempunyai pH tertentu
FUNGSI SITOPLASMA
• Melindungi organel dari benturan
• Menjaga bentuk dan konsistensi sel
• Sebagai perantara transfer bahan atau zat dari luar
sel ke organel atau inti sel
• Mengisi ruang sel yang tidak ditempati oleh
organel dan vesikula
• Pelarut protein dan senyawa lain dalam sel
GERAK BROWN PADA SITOPLASMA
 Gerak Brown adalah gerak acak (zig-zag) partikel
penyusun koloid.
 Molekul – molekul dalam protoplasma selalu dalam
keadaan bergerak. Gerakan ini bebas dan tidak menentu
yang dipengaruhi oleh suhu dan muatan listrik dari ion –
ion dalam plasma

Gerak brown
GERAK SIKLOSIS PADA SITOPLASMA
 Gerak siklosis yang berupa gerak berputar ada 2, yaitu:
- Gerak sirkulasi: gerak sitoplasma mengelilingi ruangan dari
sisi ke sisi lain
- Gerak rotasi: gerak sitoplasma mengelilingi vakuola
HUBUNGAN ANTAR SEL
• Hubungan sel dengan sel lainya maupun dengan matriks
ekstraseluler dalam sebuah jaringan disebut dengan cell
junction.

• Berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi:


a. Occluding junctions
b. Anchoring junctions
c. Communicating junctions
Klasifikasi fungsional cell juntions
1. Occluding junctions
 Tight junctions (hanya vertebrata)
 Septate junctions (invertebrata)

2. Anchoring junctions
Hubungan antara sel dengan sel:
 Adherens junctions (Zonula adherens)
 Desmosom (Macula adherens)
Hubungan antara sel dengan molekul ekstraseluler:
 Focal adhesion (Fokal contact)
 Hemidesmosom

3. Communicating junctions
 Gap junctions
 Plasmodesmata (hanya tumbuhan
Occluding Junction
 Tight junctions / Zonula
occuledens
 Menghubungkan sel epitel satu
dengan sel epitel lain, menyegel
ruang antar 2 sel, mencegah lalu
lintas molekul di ruang antar sel
 Protein transmembran utama
adalah claudin dan occlaudin
 Banyak terdapat pada epitel
dinding sistem digesti
 Septate junctions
 Morfologinya berbeda dengan tight junctions.
 Protein yang dibutuhkan untuk pembentukan septate
junctions pada Drosophila (lalat buah), secara struktur
berhubungan dengan protein yang ditemukan dalam tight
junctions.
Anchoring Junctions
 Melekatkan sel dengan sel-sel di disekitarnya maupun
dengan matriks ekstraseluler dan berfungsi untuk
mengatur bentuk sel
 Protein penyusun adalah intracellular anchor proteins
dan transmembrane adhesion proteins.
 Tersebar luas dalam jaringan hewan terutama sel jantung,
otot, dan epidermis.
Hubungan antara sel dengan sel
 Hubungan dari sel ke sel lain dibentuk oleh beberapa
protein membran integral, termasuk selektin, integrin,
cadherin, imunoglobulin (IgSF).

 Ion Ca2+ terikat di antara


molekul Cadherin yang
berfungsi untuk menjaga
kekuatan ekstraselular
sehingga memudahkan
pembentukan jaringan
terdiri dari sejenis sel.
Adherens Junctions (Zonula Adherens)
 Melibatkan aktin yang
ada di sitoskeleton.
 Sel nya disatukan oleh
kalsium yang berada di
antara gugus
Cadherine.
 Terdiri dari α-catenin
dan β-catenin
Desmosom (Macula Adherens)
 Junction yang memiliki bentuk seperti disk
 Hubungan antar sel yang dipisahkan oleh jarak sejauh 15-
20 nm sehingga tidak terjadi kontak langsung dengan sel
lainnya.
 Ditemukan pada sel otot jantung, sel epitel leher rahim,
dan epidermis kulit.
 Melibatkan filamen aktin yang berada di sitoskeleton.
 Melekatkan sel-sel otot ke satu sama lain dalam otot
 ‘otot robek’ dapat melibatkan koyaknya desmosom
The structure of a desmosome
Hubungan antara sel dengan matriks
ekstraseluler
 Komponen molekul  Integrin terdiri dari dua
ekstraseluler yang dapat rantai polipeptida yaitu
terikat dengan reseptor ranta α dan β
yang berada di permukaan
sel diantaranya fibronectin,
laminin, proteoglikan, dan
kolagen.
 Reseptor yang mengikat
molekul ekstraseluler
yaitu integrin, protein
membran yang hanya
ditemukan pada hewan.
Focal Adhesions (Focal Contact)
 Merupakan terikatnya molekul ekstraseluler pada integrin.
 Terjadi karena intrasi integrin dengan molekul
ekstraselular (kolagen). Integrin akan menangkap ligan dari
ME meneruskan ke aktin yg ada di bawah membran sel,
mengaktifkan protein kinase
 Integrin akan terhubung dengan aktin pada sitoskeleton,
 Ini akan mengaktifkan protein kinase.
Hemidesmosom
 Menghubungkan sel basal
dengan membran basalis.
 Molekul integrin (α6β4) dari
sel epidermis terikat filamen
intermediet sitoplasma oleh
protein yang disebut plektin
dan ke membran dasar oleh
filamen penahan dari jenis
laminin tertentu.
Communicating Junction
 Terdiri atas protein-protein membran yang mengelilingi
suatu pori yang dapat dilewati oleh ion, asam amino, dan
berbagai molekul kecil lain
 Berfungsi sebagai perantara perpindahan ion atau molekul
antar sel
 Gap junction (macula communicans) pada hewan
 Plasmodesmata pada tumbuhan
Gap Junction
 Hubungan antar sel hewan  Fungsi : membolehkan
yang terspesialisasi untuk jalan lintasan ion-ion dan
melakukan komunikasi molekul-molekul kecil
intercellular yang dapat larut dalam air.

 Celah sempit diantara


membran 2 sel atau
dinding sel (sekitar 2-4
nm) yang dihubungkan
oleh channel protein.
 Mempunyai molekul sederhana yang tersusun dari protein
integral yang disebut connexin. 6 subunit connexin
terkumpul menjadi multisubunit kompleks yang disebut
connexone.
 Connexin tersusun secara melingkar (diameter sekitar 1,5
nm) dengan bagian sentral terbuka yang disebut dengan
annulus.
Plasmodesmata
 Menghubungkan sel yang satu dengan sel lainnya melalui
RE dengan celah yang disebut Desmotubul; memberikan
suatu rute yang mudah untuk pergerakan ion-ion, molekul-
molekul kecil seperti gula dan asam amino, dan
makromolekul seperti RNA antar sel.
 Pertukaran zat terjadi melalui annulus yang mengelilingi
desmotubul.
Komunikasi Antar Sel
 Untuk melakukan suatu  Umumnya diperantarai
fungsi tertentu, sel harus oleh molekul sinyal
berkomunikasi satu sama ekstraseluler
lain melalui proses yang
disebut cell signaling.  Target: protein efektor
yang akan berubah jika
 Cell signaling jalur sinyal diaktivasi.
memungkinkan sel
memberikan respon yang  Efektor: dapat berupa
sesuai terhadap stimulus protein pengatur, ion
spesifik dari lingkungan. channel, jalur metabolik
atau bagian sitoskeleton
 Molekul pemberi sinyal
umumnya berikatan dengan
protein reseptor yang
terletak pada membran
plasma dari sel target
 Mengaktivasi satu atau
beberapa jalur signaling
yang diperantarai oleh
protein signaling .
 Merubah aktivitas dari
protein efektor dan
perilaku sel
TAHAPAN PERSINYALAN
1. Penerimaan
Molekul sinyal atau ligan berikatan dengan protein
reseptor, menyebabkan protein itu berubah bentuk.
2. Transduksi
kaskade interaksi molekular merelai sinyal dari
reseptor molekul target dalam sel
3. Respons
phone sinyalan sel menyebabkan regulasi transkripsi
atau aktivasi sitoplasma
1. Penerimaan :
 Ion-channel-coupled receptor
 G-protein-coupled receptor
 Enzyme-coupled receptor

2. Transduksi :
 AMP Siklik
 Ion Kalium

3. Respons
4 Tipe Persinyalan Antar Sel
1. Autokrin : sel yang memproduksi molekul
messenger juga menjadi sel target, sehingga sel akan
merangsang (atau menghambat) diri mereka sendiri.

2. Parakrin : sel target berada di sekitar sel yang


menghasilkan molekul messenger

3. Endokrin : molekul messenger mencapai sel target


melalui aliran darah
4. Sinapsis :dilakukan oleh syaraf yang menyampaikan
sinyal elektrik sepanjang akson dan melepaskan
neurotransmiter pada sinapsis yang kadang terletak jauh
dari tubuh sel syaraf.
Ion-channel-coupled receptor
 Terlibat pada pemberian sinyal sinaptis
antara sel syaraf dan sel target yang
dapat tereksitasi secara elektrik
semacam sel syaraf dan otot

 Dimediasi oleh sejumlah


neurotransmiter yang membuka atau
menutup ion chanel dibentuk oleh
protein yang diikat, akhirnya merubah
permeabilitas membran plasma dan
tereksitasinya sel target postsinapsis.
G-protein-coupled receptor
 Berinteraksi dengan protein G (guanin
nukleotida)
 Mengandung tujuh helai transmembran
 Ligan alami: hormon, neurotransmiter,
turunan opium, kemoattractants,
odorants dan tastant, dan foton.
 Ketika terikat pada ligan, reseptor
berinteraksi dengan protein G, yang
mengaktifkan efektor.
 α dan γ subunit dari G Protein
dihubungkan ke membran sel oleh lipid
FUNGSI G-PROTEIN
 Bertindak mengatur secara tidak langsung aktivitas
protein target terikat membran plasma.
 GTP-binding protein (G protein) memediasi interaksi
antara reseptor teraktivasi dengan protein target .
 Aktivasi protein target dapat merubah konsentrasi
mediator intraseluler atau merubah permeabilitas
membran plasma
Enzyme-coupled receptor
 Receptors dapat berfungsi langsung sebagai enzim
atau bergabung dengan enzim yang teraktivasi
 Protein-tyrosine kinases dapat dibedakan menjadi 2
kelompok, yaitu:
a. Receptor protein-tyrosine kinases (RTKs),
protein integral yang mengandung single
transmembrane helix and an extracellular ligand
binding
b. Nonreceptor (or cytoplasmic) protein-tyrosine
kinases.
Second Messenger
 Merupakan jalur pensinyalan yang melibatkan molekul
atau ion kecil nonprotein yang terlarut dalam air.
 Lebih kecil dan terlarut dalam air, sehingga
dapat segera menyebar keseluruh sel dengan berdifusi.
 Berperan serta dalam jalur yang diinisiasi reseptor
terkait protein-G maupun reseptor tirosin-kinase.
AMP Siklik
 Pengikatan molekul sinyal
intraseluler pada G-
protein mengaktivasi
adenilat siklase dan
meningkatkan konsentrasi
cAMP dalam sitosol.
Selanjutnya mengaktivasi
PKA dan melepaskan
subunit katalitik PKA dan
memasuki nukleus
Ion kalsium
 Sel
menggunakan
ion kalsium
sebagai second
messenger
dalam jalur
protein-G dan
jalur reseptor
tirosin kinase.
Respons
 Respons di nukelus dan sitoplasma
 Respons dinukelus seperti pada aktivasi suatu gen spesifik
oleh faktor pertumbuhan.
 Molekul senyawa pertumbuhan yang berikatan dengan
reseptor akan menyebabkan kaskade fosforilasi. Lalu
kinase terakhir dari kaskade tersebut akan memasuki
nukleus akan mengaktifasi faktor transkripsi. Protein ini
merangsang suatu gen spesifik sedemikian rupa sehingga
mRNA disintesis
 Disitoplasma protein terakhir dari kaskade fosforilasi akan
membuat respon didalam sitoplasma seperti penguraian
glikogen
ALHAMDULILLAH

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai