Anda di halaman 1dari 24

Mukhyarjon

Kepentingan Biomedik
Manusia membutuhkan energi untuk keberlangsungan
hidupnya.
Pria dewasa (BB 70 Kg) membutuhkan: energi (2400-
2900 Kkal) terdiri atas:
KH (40-60%), Lipid (TU TG 30-40%), Protein (10-15 %),
Alkohol (jika dikonsumsi)
Ketiganya akan digunakan secara bervariasi tergantung
apakah seseorang dalam keadaan puasa atau habis
makan
Biasanya jadwal makan 2 sampai 3 kali  tubuh akan
merubah makanan dalam bentuk cadangan, yaitu
glikogen dan lipid  digunakan dalam keadaan setelah
makan.
Dalam keadaan Intake energi > pengeluaran energi 
surplus energi  lemak Obesitas
Dalam keadaan kelaparan atau puasa (output>intake
energi)  pemecahan glikogen, lemak dan protein akan
dipecah  energi, jika berlangsung lama  kematian
 Pada keadaan setelah makan, normalnya suplai energi
untuk seluruh tubuh adalah glukosa.
 Pada keadaan puasa penggunaan glukosa mesti
dihemat untuk kebutuhan otak dan eritrosit
(kenapa?), Sementara jaringan lain dapat
menggunakan energi lain seperti asam lemak dan
benda-benda keton.
 Bila glukosa darah menurun asam amino dan
gliserol  glukosa (glukoneogenesis)
 Hormon penting yang mengatur metabolisme ini
adalah:
 INSULIN
 GLUKAGON
Pada penyakit tertentu seperti DM Tipe 1 dan Tipe 2
 gangguan fungsi dan sekresi insulin  gangguan
metabolisme  gangguan homeostasis  keadaan
patologis
Berbagai sumber energi metabolik
dapat diubah (dikonversi)
Jalur metabolisme utama
 Glikolisis
 Glukoneogenesis
 Degradasi dan sintesis glikogen
 Degradasi dan sintesis asam lemak
 Siklus Krebs/asam sitrat (oksidasi asetil-CoA)
 Fosforilasi oksidatif
 Degradasi dan sintesis asam amino
Siklus asam sitrat merupakan jalur
antara
 Berbagai jalur metabolisme seperti metabolisme
karbohidrat, protein dan lipid dapat saling
berhubungan.
 Sebagai sentral dari interkoneksi tadi adalah siklus
asam sitrat.
Karbohidrat
 Glukosa  sumber energi utama sesudah makan
 Bila berlebih  glikogen
 Gliserol (hasil glikolisis)  triasil gliserol (lemak)
 Dalam keadaan puasa  glikogen  glukosa 
glikolisis  energi
Lemak
 Triasil gliserol  gliserol dan asam lemak
 Asam lemak  dioksidasi  asetil koA  benda
keton ( menghasilkan ATP)
 Asam lemak dan benda keton tidak bisa diubah
menjadi glukosa
 Gliserol atau residu beta oksidasi asam lemak ganjil
yaitu propionil koA  piruvat  oksaloasetat 
dapat diubah menjadi glukosa (glukoneogenesis)
Protein
 Dalam keadaan puasa atau kelaparan, protein dapat
dipecah menjadi asam-asam amino
 Lisin dan leucine hanya dapat diubah menjadi asetil
koA  benda keton (disebut asam amino ketogenik)
 Asam amino phenilalanin, tirosin, triptofan, dan
isoleusin  asetil koA dan senyawa antara pada siklus
asam sitrat  glukoneogenesis (asam amino
glukogenik)
Suplai sumber energi keadaan
makan dan puasa
Glukosa merupakan sumber energi
abadi untuk otak dan eritrosit
 Eritrosit tidak mengandung mitokhondria sehingga
sangat bergantung kepada glikolisis dan jalur pentosa
fosfat sebagai pembentuk energi.
 Otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi
utama disamping benda keton (20%)
 Sehingga dalam kedaan puasa atau kelaparan perlu
usaha untuk menghemat glukosa dan
mempertahankan kadar glukosa darah melalui
glukonegogenesis.
 Glukosa juga bahan penting untuk keadaan menyusui
Metabolisme pada keadaan makan
dan beberapa jam setelah makan
 Bahan makanan di serap dalam bentuk glukosa, lipid
dan asam amino
 Sel beta pankreas mensekresikan insulin
meningkatkan transporter glukosa (GLUT 4) di
permukaan sel  glukosa masuk ke dalam sel
 Glukosa di dalam sel sebagian  glikolisis  energi
(ATP)
 Kelebihan glukosa  glikogen di otot dan hati
 Gliserol + FFA (free fatty acid)  Triasil gliserol
 Hasil pemecahan lipid  masuk sirkulasi dalam
bentuk kilomikron (kaya triasil gliserol =TAG)
 Di otot TAG di pecah menjadi FFA dan gliserol
 FFA  sumber energi di otot
 Gliserol diangkut kehati  TAG
 Di jaringan adiposa  TAG disimpan (cadangan
energi)
 Asam amino oleh rangsangan insulin pada keadaan
setelah makan akan diubah menjadi protein
 Sebagian kecil menjadi sumber energi
Keadaan puasa
Pada keadaan puasa
 Glukosa pada aliran darah portal menurun  sekresi
insulin menurun  penyerapan glukosa di jaringan
otot dan lemak menurun
 Sebaliknya sel A pankreas  meningkatkan sekresi
glukagon  menghambat glikogen sintase dan
mengaktivasi glikogen fosforilase di hati  glukosa 
digunakan oleh otak dan eritrosit
 Glikogen di otot juga dipecah menjadi glukosa 6 fosfat
 digunakan oleh otot untuk energi. Glikogen di otot
hanya digunakan untuk keperluan energi otot sendiri.
(kenapa?)
 Pada jaringan lemak, menurunnya insulin dan
meningkatnya glukagon  lipogenesis dengan cara
menghambat lipoprotein lipase, meningkatkan
hormon sensitif lipase.
 Hal ini  meningkatkan jumlah gliserol dan asam
lemak bebas (FFA =free fatty acid)
 Gliserol  glukosa di hati (glukoneogenesis)
 Asam lemak  beta oksidasi  asetil ko A dan ATP
(sumber energi) di otot dan hati ( menghemat
penggunaan glukosa)
 Asetil koA yang terbentuk  benda-benda keton
(asetoasetat, betahidroksi butirat dan aseton) 
menjadi sumber energi pada otot rangka, otot jantung
dan otak
Prolong starvation
 Pada kedaan puasa lama, penggunaan glukosa sebagai
sumber energi < 10%
 Sehingga diperlukan penggunaan protein sebagai
sumber energi
 Katabolisme protein  asam amino 
glukoneogenesis di hati dan di ginjal
Aspek klinis
 Pada keadaan puasa lama (prolong starvation)  menurunnya
cadangan lemak  kaheksia
  katabolisme protein
 Menurunnya asam amino esensial  kematian
 Kebutuhan glukosa yang tinggi oleh fetus atau ibu menyusui 
ketosis ringan dan hipoglikemia
 Pada keadaan DMT1 atau tipe 2  mirip kedaan puasa 
insulin menurun
 Glukoneogenesis meningkat
 Glikolisis menurun
 Beta oksidasi meningkat
 Ketogenesis meningkat
 Katabolisme protein meningkat
Kesimpulan
 Tubuh dapat mengkonversi berbagai bahan makanan
 Hormon penting yang mengatur regulasi energi di
dalam tubuh adalah insulin dan glukagon
 Glukosa merupakan sumber energi yang sangat
penting bagi otak dan eritrosis  kadarnya
dipertahankan dalam keadaan habis makan maupun
kelaparan
 Lemak merupakan cadangan energi penting untuk
mengatasi kebutuhan energi dalam kedaan kelaparan
 Ketosis merupakan adaptasi tubuh terhadap kelaparan
 bila berlebihan  gangguan