Anda di halaman 1dari 41

Dwi Susiloningrum.M.Farm.

, Apt
PENDAHULUAN

•Spektroskopi infa merah (IR) adalah metode analisis


spektroskopi pada senyawa kimia yang menggunakan
radiasi infra merah.

•Spektroskopi digunakan untuk mengetahui gugus


fungsi pada senyawa organik.

•Bila suatu senyawa diradiasi menggunakan infra merah


maka sebagian sinar akan diserap oleh senyawa,
sedangkan yg lainnya diteruskan.
Spektroskopi IR

Elusidasi struktur, daerah dengan bilangan gelombang


1400 – 4000 cm-1 yang berada dibagian kiri spektrum IR,
merupakan daerah yang khusus berguna untuk identifikasi
gugus-gugus fungsional, yang merupakan absorbsi dari
vibrasi ulur.
Selanjutnya daerah yang berada disebelah kanan
bilangan gelombang 1400 cm-1 sering kali sangat rumit
karena pada daerah ini terjadi absorbsi dari vibrasi ulur
dan vibrasi tekuk,

Sidik Jari
Spektroskopi IR

I. Pengantar
8. Seluruh spektrum elektromagnetik yang digunakan oleh kimiawan:
Frequency, n in Hz
~1019 ~1017 ~1015 ~1013 ~1010 ~105

Wavelength, l
~.0001 nm ~0.01 nm 10 nm 1000 nm 0.01 cm 100 m

Energy (kcal/mol)
> 300 300-30 300-30 ~10-4 ~10-6

g-rays X-rays UV IR Microwave Radio


nuclear core electronic molecular molecular Nuclear Magnetic
excitation electron excitation vibration rotation Resonance NMR
(PET) excitation (p to p*) (MRI)
(X-ray
cryst.)

Visible
Panjang gelombang (l)
• Jarak dua puncak gelombang.
panjang
gelombang (l)

Frekuensi (n)
• Jumlah siklus per detik (satuan: Hertz).
n = frekuensi dalam Hz
c
n c = kec. cahaya (3 x 1010 cm/det)
l l= panjang gelombang (cm)
Spektroskopi IR

C. Proses IR spektroskopi

1. Tingkat energi kuantum mekanik yang diamati pada spektroskopi IR


adalah dari getaran molekul (molecular vibration)

2. Vibrasi ini dianggap sebagai panas

3. Suatu ikatan kovalen (covalent bond) antar dua atom dengan panjang
tertentu, merupakan harga rata-rata karena ikatan tersebut berperilaku
seolah-olah sebuah pegas bergetar yang menghubungkan dua atom

4. Untuk molekul dwiatom sederhana, model ini mudah divisualisasikan:


Spektroskopi IR

C. Proses Spektroskopi IR
5. Terdapat dua jenis vibrasi ikatan :
• Ulur (Stretch) – Vibrasi atau osilasi sepanjang garis ikatan

H H
C C
H H

• Tekuk (Bend) – Vibrasi atau osilasi tidak pada garis ikatan

H H symmetric H asymmetric
H
C C C C
H H H
H
scissor rock twist wag
in plane out of plane
Spektroskopi IR

C.Proses Spektroskopi IR
 Bila ikatan kovalen berosilasi - karena osilasi terjadi
antar dua kutub dalam molekul – maka dihasilkan
medan elektromagnetik yang bervariasi

 Semakin besar perubahan momen dipol melalui getaran,


semakin intens pula medan EM yang dihasilkan
Spektroskopi IR

Proses Spektroskopi IR
 Bila gelombang cahaya inframerah bertemu dengan medan
osilasi EM pada frekuensi yang sama, kedua gelombang
bergabung, dan menyerap cahaya inframerah

IR beam from spectrometer

“coupled” wave

EM oscillating wave
from bond vibration

 Pasangan gelombang tersebut sekarang bergetar dengan dua


kali amplitudo semula
Bilangan gelombang
 panjang gelombang diukur sebagai “bilangan
gelombang”
 bilangan gelombang = 1 / panjang gelombang (dalam
sentimeter)
 Daerah sinar infra merah dibagi mejadi tiga seksi :
near, mid and far infra red;
Daerah Rentang Panjang Gelombang
 Wavenumber range -1 (cm )
 Near 0.78 - 2.51 2800 – 4000
 Middle 2.5 – 50 4000- 200
 Far 50 -1000 200 - 10
 The most useful I.R. region lies between 4000 – 670
cm-1.
Spektrofotometer Inframerah
The Infra-red Spectrophotometer

• a beam of infra red radiation is passed through the sample


• a similar beam is passed through the reference cell
• the frequency of radiation is varied
• bonds vibrating with a similar frequency absorb the radiation
• the amount of radiation absorbed by the sample is compared with the reference
• the results are collected, stored and plotted
FT-IR Spectrometer
 Uses an interferometer.
 Has better sensitivity.
 Less energy is needed from source.
 Completes a scan in 1-2 seconds.
 Takes several scans and averages them.
 Has a laser beam that keeps the instrument accurately
calibrated. =>
Preparasi Sampel
 Sel: senyawa ionik
 KBr : 4000 – 400 cm-1, lebih mahal
 NaCl : 4000 – 650 cm-1, lebih murah
 Sampel cair
 Neat : dijepit di antara dua cakram KBr atau NaCl
 Sampel padat
 KBr pellet (digerus dan dikempa bersama KBr)
 Nujol mull (digerus dengan minyak mineral, kemudian
dijepit diantara dua cakram garam.
 Larutan (biasanya dalam CCl4)
Pembuatan pelet KBr dengan alat sederhana
Alat pengempa hidrolik
 Mortir agat dan alat pengempa

Cakram NaCl 
Infrared Spectroscopy

D. Spektrum IR
1. Setiap getaran ulur dan tekuk terjadi dengan frekuensi karakteristik
karena untuk setiap ikatan yang berbeda maka atom dan muatan yang
terlibat akan berbeda pula

Sumbu-Y pada spektrum Pada daerah


IR adalah unit dari % dimana tidak ada
transmisi interaksi ikatan
yang berosilasi
berinteraksi
Pada daerah dimana dengan sinar IR,
medan EM dari ikatan transmisi
yang berosilasi mendekati 100%
berinteraksi dengan
sinar IR pada frekuensi
(n) yang sama –
transmisi rendah
(cahaya diabsorpsi)
Spektroskopi IR

D. Spektrum IR
2. Sumbu-x dari spektrum IR adalah unit dari bilangan gelombang, n, yaitu
jumlah gelombang setiap cm (satuan: cm-1) (Ingat E = hn atau E = hc/l)
Spektroskopi IR

D. Spektrum IR
Secara umum:
Atom makin ringan menyebabkan osilasi lebih cepat – energi lebih tinggi
Hal ini terutama berlaku untuk ikatan dengan hidrogen – C-H, N-H
dan O-H

Ikatan makin kuat, energi osilasi makin tinggi


Energi Ikatan rangkap tiga > ikatan rangkap dua > ikatan tunggal

Energy/n of oscillation
V ibrasi ulur simetris dan asimetris
Ulur simetris Ulur asimetris
H H
Metil —C—H 2872 cm-1 —C—H 2962 cm-1
H H

O O O O
Anhidrida 1760 cm-1 1800 cm-1
O O

H H
Amino —N 3300 cm-1 —N 3400 cm-1
H H

O O
Nitro
—N 1350 cm-1 —N 1550 cm-1
O O
Spektroskopi IR

Hal-hal yang mempengaruhi pita IR


2. Efek sterik – umumnya tidak penting pada spektroskopi IR, kecuali bila
menurunkan kekuatan ikatan (biasanya ikatan p) karena menghalangi terjadinya
overlap orbital (resonansi: orbital harus satu bidang)
O O

CH 3
C=O: 1686 cm-1 C=O: 1693 cm-1

• Here the methyl group in the structure at the right causes the carbonyl group
to be slightly out of plane, interfering with resonance

3. Efek tegangan sudut – changes in bond angle forced by the constraints of a ring
will cause a slight change in hybridization, and therefore, bond strength

O O O
O O

1815 cm-1 1775 cm-1 1750 cm-1 1715 cm-1 1705 cm-1

• As bond angle decreases, carbon becomes more electronegative, as well as


less sp2 hybridized (bond angle < 120°)
Spektroskopi IR

Effects on IR bands
4. Ikatan Hidrogen
• Hydrogen bonding causes a broadening in the band due to the creation of a
continuum of bond energies associated with it
• In the solution phase these effects are readily apparent; in the gas phase
where these effects disappear or in lieu of steric effects, the band appears as
sharp as all other IR bands:

Gas phase spectrum of


1-butanol

Steric hindrance to H-bonding


in a di-tert-butylphenol
OH

• H-bonding can interact with other functional groups to lower frequencies


H
O O

C=O; 1701 cm-1


Spektroskopi IR

E. The IR Spectrum – The detection of different bonds


9. It is important to make note of peak intensities to show the effect of these
factors:
• Strong (s) – peak is tall, transmittance is low (0-35 %)

• Medium (m) – peak is mid-height (75-35%)

• Weak (w) – peak is short, transmittance is high (90-75%)

• * Broad (br) – if the Gaussian distribution is abnormally broad


(*this is more for describing a bond that spans many energies)

Exact transmittance values are rarely recorded


CHARACTERISTIC ABSORPTION FREQUENCIES

Bond Class of compound Range / cm-1 Intensity


C-H Alkane 2965 - 2850 strong
C-C Alkane 1200 - 700 weak
C=C Alkene 1680 - 1620 variable

C=O Ketone 1725 - 1705 strong


Aldehyde 1740 - 1720 strong
Carboxylic acid 1725 - 1700 strong
Ester 1750 - 1730 strong
Amide 1700 - 1630 strong

C-O Alcohol, ester, acid, ether 1300 - 1000 strong

O-H Alcohol (monomer) 3650 - 3590 variable, sharp


Alcohol (H-bonded) 3420 - 3200 strong, broad
Carboxylic acid (H-bonded) 3300 - 3250 variable, broad

N-H Amine, Amide 3500 (approx) medium


CN Nitrile 2260 - 2240 medium

C-X Chloride 800 - 600 strong


Bromide 600 - 500 strong
Iodide 500 (approx) strong
Informasi struktur yang dapat diperoleh
dari spektra IR

• Spektrum dapat diperlakukan sebagai sidik jari


untuk mengenali produk dari reaksi sebagai
senyawa yang dikenal. (memerlukan akses ke
file spektra standar)
• Di sisi lain, pita yang ekstrim yang berbeda
diamati dapat digunakan untuk menyimpulkan
simetri dari molekul dan konstanta gaya sesuai
dengan getaran.
• Pada tingkat menengah, dapat ditarik
kesimpulan tentang ada / tidaknya gugus
tertentu
Spectra
 The two dimensional plot
 The dependence of transmitance on wavenumber
 Each compound has its own specific spectra
INTERPRETASI SPEKTRA INFRA RED

Sumbu Vertikal Absorbansi Absorbansi makin kuat, puncak makin besar

Sumbu Horizontal Frekuensi wavenumber (waves per centimetre) / cm-1


Bil gelombang microns (m); 1 micron = 1000 nanometres
Infrared Spectroscopy
For isopropyl alcohol, CH(CH3)2OH, the infrared absorption bands identify the
various functional groups of the molecule.
FINGERPRINT REGION

• organic molecules have a lot of C-C and C-H bonds within their structure
• spectra obtained will have peaks in the 1400 cm-1 to 800 cm-1 range
• this is referred to as the “fingerprint” region
• the pattern obtained is characteristic of a particular compound the frequency
of any absorption is also affected by adjoining atoms or groups.
SPEKTRUM IR SENYAWA KARBONIL

• senyawa karbonil menunjukkan absorpsi tajam dan kuat antara 1700 dan 1760 cm-1
• hal ini disebabkan oleh adanya ikatan C=O
IR SPECTRUM OF AN ALCOHOL

• alkohol menunjukkan absorpsi melebar antara 3200 dan 3600 cm-1


• hal ini disebabkan oleh adanya ikatan O-H
SPEKTUM IR DARI ASAM KARBOKSILAT

• asam karboksilat menunjukkan pita serapan lebar antara 3200 and 3600 cm-1
• hal ini disebabkan keberadaan ikatan O-H
• juga terdapat pita serapan kuat di sekitar 1700 cm-1
• hal ini disebabkan keberadaan ikatan C=O
SPEKTRUM IR DARI ESTER

• ester menunjukkan seapan kuat antara 1750 cm-1 dan 1730 cm-1
• hal ini disebabkan oleh adanya ikatan C=O bond
APAKAH INI!
Perbedaan antara alkohol, aldehid, dan asam karboksilat
dapat diketahui dengan cara membandingkan spektranya.

O-H ULUR ALKOHOL

C=O ULUR ALDEHID

O-H ULUR

DAN
ASAM
KARBOKSILAT
C=O ULUR
Keunggulan dan Kelemahan IR
• IR sendiri saja tidak dapat dipakai untuk menentukan
struktur.
• Beberapa pita/sinyal mungkin bersifat ganda.
• Biasanya mengindikasikan gugus fungsi tertentu.
• Tidak adanya pita/sinyal membuktikan bahwa gugus
fungsi tersebut tidak ada.
• Untuk mengidentifikasi senyawa, spektra harus sama
dengan spektrum pembanding.
Kesimpulan
IR dipakai untuk identifikasi komponen-komponen sampel (cair, padat atau
gas).
Spektrometer IR untuk mengukur interaksi radiasi sinar IR dengan sampel.
Spektrometer FTIR untuk mengukur frekuensi dimana terjadi absorpsi
radiasi oleh sampel, serta besarnya intensitas absorpsi tersebut.
Intensitas dan frekuensi penyerapan sampel digambarkan dalam plot dua
dimensi yang disebut spektrum.
Intensitas umumnya dilaporkan dalam bentuk absorbansi - jumlah cahaya
yang diserapoleh sampel, atau persen transmitansi - yaitu jumlah
cahaya yang melewati sampel.
Apa yang membuat sebuah sampel tidak diketahui, dan berapa
banyak masing-masing komponen hadir dalam sampel yang,
dapat informasi berharga yang diberikan oleh teknik ini. Banyak
aplikasi meliputi penelitian dan pengembangan produk baru.