Anda di halaman 1dari 39

Oleh

Febriyeni S.SiT , M Biomed


PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EMRIO

3-6 hr setelah 3 hari


konsepsi
PEMBELAHAN ZYGOT SETELAH FERTILISASI
PEMBELAHAN ZYGOT SETELAH FERTILISASI
• MENYELESAIKAN MEIOSIS II
• MELAKUKAN PEMBELAHAN DALAM TUBA UTERINA
HARI KE-2 SETELAH OVULASI:
TAHAP 2 SEL
HARI KE-4 SETELAH OVULASI:
TAHAP BLASTOKIS: 58 SEL
• MASUK DALAM CAVUM UTERI

AWAL IMPLANTASI
 PERKEMBANGAN ZYGOT SAMPAI BLASTOKIS
 HARI KE-4,5 SETELAH OVULASI
 SEL-SEL BLASTOKIS BERDIFERENSIASI MENJADI 2
KELOMPOK:
• INNER CELL MASS (KELOMPOK SEL PADA SATU KUTUB) YANG
AKAN MENJADI EMBRIO
• SEL TROPHOBLAS: TERLIBAT DALAM PERLEKATAN PADA
ENDOMETRIUM YANG TUMBUH MENJADI PLASENTA
 PERLEKATAN PADA ENDOMETRIUM (IMPLANTASI)
 KONTAK ANTARA TROPHOBLAS DENGAN ENDOMETRIUM
 SEL-SEL TROPHOBLAS PROLIFERASI
 TERBENTUK SYNCYTIO TROPHOBLAST: BERSIFAT EROSIF
 KERUSAKAN JARINGAN ENDOMETRIUM
 TERBENTUK GENANGAN DARAH MATERNAL
• Sebelum implantasi,
blastokist juga mensekresi
zat-zat spesifik yg
meningkatkan penerimaan
endometrium

• Berhasilnya implantasi
memerlukan sinkronisasi
yg bagus antara
perkembangan blastokis
dan pematangan
endometrium
EPITEL ENDOMETRIUM

A
W
A
L

I
M
P
L
A
N
T
A RUANG BLASTOKIS SITOTROFOBLAS SINSITIOTROFOBLAS

S
I
Kemungkinan sel trofoblas berasal dari korona radiata yang
dalam pertumbuhannya mampu mengeluarkan hCG yang
mempertahankan korpus luteum graviditatum
Placental Human Chorionic Gonadotropin
(hCG)
 Dapat dideteksi dlm blastomer dr embrio 6-8 sel
embrio
 Setelah implantasi dimulai, hCG dpt dideteksi dlm
serum ibu paling cepat hari ke-8 setelah ovulasi
 Peranan utama utk memperlama aktifitas
biosintesa produksi progesteron dr korpus luteum
dan mempertahankan endometrium hamil
 Setelah implantasi, hCG ditemukan pd lapisan
sinsitiotrofoblas.
 Selama trimester II kadar hCG meningkat secara
bertahap, mulai pd mgg ke22.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EMRIO
FUNGSI DAN STRUKTUR AMNION
Fungsi :
Turut dalam Pembentukkan air ketuban
Pertahanan terhadap kuman penyakit yang dapat masuk dari luar ke rongga
rahim
Ruangan yang dilapiri amnion dan khorion berisi liquor amnii
Struktur :
Vol  1000-1500 cc
Warna putih keruh, bau khas, amis
BJ 1,008
Komposisi 90% air dab sisanya albumin, asam urik, rambut lanugo, verniks
kaseosa, dll
Fungsi air ketuban : Proteksi bayi dari benturan, mencegah terjepit t/p,
Menjaga pergerakan janin, dll
STRUKTUR DAN FUNGSI TALI PUSAT
Struktur :
Menghubungkan pusat janin dengan permukaan plasenta  Fungsi
Tebal ± 1-1,5 cm
Panjang ± 50 cm
Terdapat 3 Pembuluh darah : 1 Vena umbilikalis, 2 arteri umbilikalis

Insersi Tali Pusat


1. Insersio Sentralis
Penanaman tali pusat ditengah – tengah plasenta
2. Insersio lateralis / Parasentralis
Penanaman tali pusat agak ke pinggir plasenta
3. Insersio Marginalis
Penanaman tali pusat di pinggir plasenta
4. Insersio Velamentosa
Penanaman tali pusat di luar plasenta dan berhubungan dengan
plasenta melalui selaput janin.
AWAL PEMBENTUKAN PLASENTA

 PADA HARI KE-9 SAMPAI KE-11:


 SELURUH BLASTOKIS TELAH TERPENDAM DALAM
ENDOMETRIUM (NIDASI)
 SEL-SEL TROPHOBLAS MELANJUTKAN PROLIFERASI YANG
MELUAS DALAM ENDOMETRIUM
 SEL-SEL ENDOMETRIUM MEMPERBAIKI KERUSAKANNYA
 EMBRIO BERSAMA MEMBRAN TROPHOBLAS DIKELILINGI OLEH
ENDOMETRIUM
 PROSES INPLANTASI INTERSTITIAL TELAH SELESAI
 KERUSAKAN ENDOMETRIUM MEYEBABKAN:
 KERUSAKAN PEMBULUH DARAH
 DARAH MENGGENANGI RUANGAN-RUANGAN YANG TERISI OLEH
TONJOLAN TROPHOBLAS (VILLI PLACENTAE):
• LAPISAN SYNCYTIOTROPHOBLAS (DILUAR)
• LAPISAN CYTOTROPHOBLAS (DIDALAM)
 TAHAP SESUDAH HARI KE-11
 EMBRIO TERDIRI ATAS 2 LEMBAR DERETAN SEL
 ECTODERM
 ENTODERM
SUBOWO
AWAL PEMBENTUKAN PLASENTA

CAVUM AMNII
EKTODERM
ENTODERM

BEKUAN FIBRIN
PEMBENTUKAN CHORION PLACENTAE
 TAHAP HARI KE- 11:
 TROPHOBLAS PROLIFERASI SECARA CEPAT
 INVASI SYNCYTIOTROPHOBLAS KE DALAM SISTEM PEMBULUH DARAH
ENDOMETRIUM MAKIN LUAS
 DAERAH LUAS TROPHOBLAS MEMBENTUK LEMPENG CHORION
 ENDOMETRIUM
 RONGGA INPLANTASI MAKIN MEMBESAR
 GENANGAN DARAH BERHUBUNGAN DENGAN SINUS VENOSUS
ENDOMETRIUM
 TAHAP HARI KE-15 :
 PEMBENTUKAN VILLI CHORIALES PRIMER
 TUMBUH TONJOLAN-TONJOLAN TROPHOBLAS DARI CHORION
 PEMBENTUKAN VILLI CHORIALES SECUNDER
 SEL-SEL MESENKHIM MASUK KE DALAM VILLI PRIMER
 TAHAP HARI KE- 21- 23
 PEMBENTUKAN VILLI CHORIALES TERTIER
 PEREDARAN DARAH FETUS MULAI MASUK KEDALAM VILLI SEKUNDER
PEMBENTUKAN CHORION PLACENTAE

CHORION
MESODERM
EXTRAEMBRIONIK

SUBOWO
PEMBENTUKAN CHORION PLACENTAE

EKTODERM

ENTODERM

PEMBULUH DARAH
MATERRNAL

SINSITIOTROFOBLAS SITOTROFOBLAS VILUS SEKUNDER

SUBOWO
PEMBENTUKAN VILLI CHORIALIS

EMBRIO 40 HARI
PERTUMBUHAN CHORION

 HARI KE-23 DAN SELANJUTNYA:


 VILLI CHORIALES TERTIER MENJADI VILLI PLACENTAE
 MELUAS KE SELURUH PERMUKAAN CHORION (8 MG.)
 VILLI PLACENTAE BERCABANG-CABANG DALAM GENANGAN DARAH
MATERNAL
 JENIS VILLI PLACENTAE (TERTIER):
 STEM VILLI (VILI BATANG)
• VILLI YANG TUMBUH DARI LEMPENG CHORION
• BERCABANG SAMPAI GENERASI KE-15
 TERMINAL VILLI (VILI TERMINAL)
• PERCABANGAN VILLI YANG BERAKHIR BEBAS DALAM GENANGAN DARAH
DALAM CELAH ANTAR VILLI
 ANCHORING VILLI (VILI PENGAIT)
• PERCABANGAN VILLI YANG TERTANAM DALAM DECIDUA BASALIS

SUBOWO
PERLUASAN LEMPENG CHORION

 PERTUMBUHAN FETOES DIIKUTI PERLUASAN CHORION


 PERTUMBUAN CHORION:
 CHORION LAEVE
 PERMUKAAN CHORION LICIN TANPA PERTUMBUHAN VILLI PLACENTAE,
YANG BERHADAPAN DENGAN DECIDUA CAPSULARIS
 CHORION FRONDUSUM
 CHORION DENGAN VILLI PLACENTAE, YANG BERHADAPAN DENGAN
DECIDUA BASALE
 PERKEMBANGAN ENDOMETRIUM:
 SEL-SEL ENDOMETRIUM MEMBESAR MENJADI SEL DECIDUA
 DECIDUA BASALE:
 ENDOMETRIUM TEMPAT INPLANTASI PLACENTA
 DECIDUA CAPSULARE:
 ENDOMETRIUM TIPIS DI ANTARA LUMEN DAN TEMPAT INPLANTASI
 DECIDUA VERA:
 ENDOMETRIUM YANG TIDAK TERMASUK KEDUA ENDOMETRIUM DI ATAS
PERLUASAN LEMPENG CHORION MENDESAK CAVUM UTERI

SUBOWO
PERLUASAN LEMPENG CHORION MENDESAK CAVUM UTERI

PLASENTA

SUBOWO
Plasenta
Plasenta merupakan hasil kehamilan yang berfungsi
menghubungkan janin dengan ibu

Bentuk dan Ukuran


Plasenta berbentuk bundar atau oval, dengan diameter
15-20 cm, tebal ± 2,5 cm dengan berat ± 500 gram.

Pembagian Plasenta
Plasenta dibagi atas 3 bagian : bagian Janin (Fetal
Portion), bagian maternal (Maternal Portion) dan tali
Pusat.
Bagian Janin (fetal Portion)
Terdiri atas korion frondosun dan vili. Vili dari plasenta yang matang terdiri atas;
a. Vili Korealis
b. Ruang interviler
c. Permukaan diliputi oleh amnion yang kelihatan licin. Dibawah lapisan amnion
berjalan cabang-cabang pembuluh darah tali pusat. Tali pusat akan berinsersi
pada uri bagian permukaan fetal portion.

Bagian Maternal (Maternal Portion)


Terdiri atas Desidua kompakta yang terbentuk dari beberapa lobus kotiledon (15-20
buah).

Tali Pusat
Merentang dari pusat janin ke plasenta bagian permukaan janin. Diameter ± 1 –
2.5 cm. tali pusat terpendek 2.5 cm dan terpanjang 200 cm. strukturnya terdiri dari
1 vena umbilikalis dan 2 arteri umbilikalis.
Plasenta, Chorion, Amnion & Janin
Letak Plasenta dalam Rahim
Normal terletak pada korpus bagian depan atau belakang agak kearah
fundus uteri.

Permukaan bagian atas korpus lebih luas, shg lebih banyak tempat untuk
berimplantasi.
Tipe- tipe Plasenta
1. Berdasarkan Bentuk

Plasenta normal
Plasenta Membranasea : plasenta tipis dan lebar
Plasenta Suksenturiata : ada satu plasenta kecil di samping satu
plasenta biasa, di hubungkan oleh pembuluh darah
Plasenta Spuria :jika kedua plasenta tidak dihubungkan oleh pembuluh
darah
Plasenta bilobus: plasenta yang terdiri dari 2 lobus
Plasenta trilobus: plasenta yang terdiri dari 3 lobus.

2. Berdasarkan Penanaman dalam Rahim

Plasenta Adhesiva : penanaman plasenta sampai ke stratum spongiosum


(normal)
Plasenta Akreta : penanaman plasenta lebih dalam, menerobos desidua
sampai berhubungan dnegan myometrium
Plasenta Inkreta:penanaman plasenta sampai ke myometrium
Plasenta perkreta ;penanaman sampai ke perimetrium.
Perkembangan Plasenta
Plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan ± 16 minggu dengan ruang amnion
telah mengisi seluruh kavum uteri.
Plasenta terbentuk dari sebagian besar dari bagian janin,yaitu Vili Chorealis yang
berasal dari korion. Dan sebagain kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua.
Pada kehamilan 24 mg, lapisan sitotrofoblas berkurang, jonjot menjadi lebih padat
dan pembuluh darah menjadi lebih besar dan lebih mendekati lapisan trofoblast.

Pada kehamilan 36 mg, tidak terdapat sel sitotrofoblast, tetapi lapisan trofoblas masih
ada

Terjadi kalsifikasi pembuluh darah dalam jonjot dan pembentukan fibrin di


permukaan beberapa jonjot. Hal ini mengakibatkan pertukaran zat asam dan
makanan mulai terganggu.
Fungsi Plasenta
1. Memberi makanan pada janin (nutritif)
Penyaluran makanan dengan jalan:
a. Difusi : dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah
b. Sistem enzimatik: bahan di pecah kedalam bentuk yang lebih
sederhana. ( ex: protein  asam amino

2. Alat Eksresi
Ginjal, Hati dan Usus belum berfungsi dengan baik sebagai alat
pembuangan. Sisa metabolisme dibuang melalui plasenta.
3. Alat Respirasi
Dalam sirkulasi janin terdapat Fetal Hemoglobin (F), yang mempunyai
afinitas tinggi thd O2 dan mudah melepaskan CO2 melalui sistem difusi
kedalam plasenta.

4. Penghasil Hormon
Menghasilkan hormon : Korionik Gonadotropin, Korionik Somato-
mammotropin (plsenta lactogen), estrogen dan progesteron, eorionik
tirotropin dan relaksin.
5. Alat penyalur Antobodi
Antibodi yang dibentuk ibu melalui plasenta menyebabkan kekebalan terhadap
bayi.

6. Sebagai Barrier
Sel trofoblast berfungsi sebagai barrier thd bakteria atau virus serta Obat –
obatan yang membahayakan pertumbuhan janin
Insersio Marginalis
Plasenta Bagian Maternal
Kotiledon
Plasenta mengusahakan janin
tumbuh dengan baik.
Untuk pertumbuhan
dibutuhkan zat asam, asam
amino, vitamin dan mineral
dari ibu ke janin dan
pembuangan CO2 serta
sampah metabolisme kedalam
peredaran darah ibu.
Bagian Plasenta
PEREDARAN DARAH PLACENTA

 FIHAK DARAH FOETUS:


 DARAH DARI FOETUS MENGANDUNG SEDIKIT O2 DIANGKUT
MELALUI A. UMBILICALIS DALAM FUNICULUS UMBILICALIS
MENUJU PLACENTA
 PADA BATAS ANTARA FUNICULUS UMBILICALIS DAN PLACENTA, A.
UMBILICALIS BERCABANG-CABANG BEBAS DALAM LEMPENG
CHORION
 CABANG DALAM CHORION MEMBERIKAN PERCABANGAN DALAM STEM
VILLI DAN PERCABANGANNYA DALAM BENTUK KAPILER DALAM
TERMINAL VILLI
 VENA YANG KAYA AKAN O2 DITAMPUNG OLEH VENA DALAM CHORION,
YANG SELANJUTNYA DITAMPUNG DALAM V. UMBILI-CALIS
MENINGGALKAN PLACENTA
 V. UMBILICALIS DITAMPUNG DALAM DUCTUS VENOSUS YANG
MENGALIR KE JANTUNG MELALUI V. CAVA INFERIOR
 FIHAK DARAH IBU:
 PADA DECIDUA BASALE:
 DARAH DALAM A. SPIRALIS ENDOMETRIUM TUMPAH DALAM CELAH
INTERVILLI, TANPA KONTAK DENGAN DARAH FOETUS

SUBOWO
PEREDARAN DARAH PLACENTA

SUBOWO
PLASENTA DUCTUS VENOSUS ARANTII
VENA UMBILIKALIS

FORAMEN OVALE ATRIUM DEKSTRA VENA CAVA INFERIOR

ATRIUM SINISTRA VENTRIKEL DEKSTRA

VENTRIKEL SINISTRA
A. PULMONALIS ATRIUM SINISTRA

AORTA D. ARTERIOSUS BOTALII

PARU - PARU V. PULMONALIS


SELURUH TUBUH
ARTERI UMBILIKALIS PLASENTA