Anda di halaman 1dari 16

DISUSUN OLEH :

1. DINDA AINUR HIDAYATI


2. GISTA
3. LAILI
4. NELLY
Amonia ?????
Amonia merupakan zat kimia yang digunakan sebagai bahan
baku pada pupuk dan pabrik peledak. Pada sushu kamar (25
C) reaksi berlangsung lambat. Untuk mempercepatnya harus
menggunakan katalis. Katalis ini ditemukan oleh ahli kimia
Jerman, Fritz Haber pada 1905. sehingga proses ini
dinamakan Proses Haber. katalis yang digunakan adalah
logam besi yang merupakan katalis heterogen.
Sintesis ammonia dilakukan dengan cara mereaksikan gas H2
dan gas N2. Gas H2 dapat diperoleh dari reformasi kukus dari
gas alam, oksidasi parsial hidrokarbon, gasifikasi batubara
atau biomassa, juga elektrolisis air dan garam. Reformasi
Amonia
Sifat Fisika :
 Amonia di dalam suhu kamar wujudnya adalah gas yang
tidak berwarna dan mempunyai bau yang menyengat.
 Saat dihirup dapat membuat air mata menjadi mengalir.
 Gas ini sering jatuh ke bawah lalu terakumulasi bersama
dengan air hujan.
 Amonia larut di dalam air perbandingannya untuk 1 liter air
berbanding dengan 1300 liter volume gas amonia.
 Gas amonia bisa dengan mudah diubah wujudnya ke dalam
bentuk cair. Caranya dengan mengkondisikan dalam
tekanan 8 hingga 10 atmosfer.
 Titik didih gas amonia adalah pada suhu 239º K (-35º C)
Sifat-sifat
Amonia
Sifat Kimia :
 Amonia merupakan senyawa yang terdiri atas unsur
nitrogen dan hidrogen serta dikenal memiliki bau
menyengat yang khas.
 Molekul amonia terbentuk dari ion nitrogen bermuatan
negatif dan tiga ion hidrogen bermuatan positif dengan
rumus kimia NH3.
 Amonia dapat terjadi secara alami atau diproduksi secara
sintetis.
 Amonia yang terdapat di alam (di atmosfer) berasal dari
dekomposisi bahan organik.
 Produksi amonia buatan melibatkan serangkaian proses
Manfaat
Amonia
• Amonia mudah sekali larut dalam air, sehingga banyak
digunakan sebagai bahan pembersih baik pembersih alat
rumah tangga atau pembersih alat masak.
• Amonia juga digunakan sebagai bahan utama pembuatan
urea.
Saat amonium dipanaskan dalam suhu 200ºC bersama
dengan gas karbondioksida dalam tekanan tertentu (80-
200 atm), maka akan menghasilkan urea menurut reaksi.
2NH3 + CO2 → NH2CONH2 + H2O
• Di bidang industri furniture, amonia juga dipakai sebagai
Bahaya Penggunaan
Amonia
 Gas amonia berisiko menyebabkan luka bakar langsung
pada saluran hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan.
 paparan ammonia cair pada kulit dapat menyebabkan
cedera permanen dan luka bakar serius. Kontak dengan
amonia cair juga dapat menyebabkan radang pada kulit.
 Sengaja menelan konsentrat ammonia 5-10%,
menyebabkan luka bakar parah pada rongga mulut,
tenggorokan, kerongkongan, dan lambung.
 Kadar ammonia berlebihan dalam tubuh, khususnya di
otak, dapat mengganggu kerja metabolisme tubuh. Hal ini
khususnya berdampak buruk terhadap fungsi sel-sel dan
Proses Produksi Amonia
 Pengolahan Gas Alam
 Primary Reformer
 Secondary Reformer
 Compression Loop & Refrigeration Unit
 CO2 Removal
 Methanator
 Synthetic Gas Compressor
 Amonia Converter
Pengolahan
Gas Alam
Pengolahan natural gas (CH4 ,
C2H6 , C3H8, C4H10 dan H2S)
masuk ke tangki Preheater yang
mana pada proses ini dilakukan
pemanasan awal. Kemudian,
dari preheater dimasukan ke
CH4 dalam tangki Desulfurizer yang
C2H16 berfungsi untuk mereduksi
C3H8
(menghilangkan) sulfur yang
C4H10
ikut bercampur pada gas alam.
H2S
Sulfur dihilangkan diawal
proses karena sulfur sendiri
Primary
Reformer
Pada proses ini gas alam setelah
keluar dari Desulfurizer akan
dicampurkan dengan steam (uap
air/H2O) kemudian dimasukan
kedalam tungku furnace. Reaksi
yang terjadi :
CH4 (g) + H2O (g) ↔ CO (g) +
H2(g)
Reaksi diatas berlangsung pada
suhu tinggi dengan kondisi reaksi
berlangsung pada suhu 700 –
Secondary
Reformer
Proses secondary reformer ini
bertujuan untuk
menghilangkan kandungan
hidrokarbon. Pada bagian ini
terbagi 2 bagian reaksi yang
pertama yaitu reaksi pada seksi
oksidasi partial yang mana pada
oksidasi ini akan mereksikan
semua hidrokarbon dengan
oksigen dan menghasilkan
karbon dioksida dan air.
Compression Loop &
Refrigeration Unit
Reaksi pada HTS : CO + H2O ↔
HTS CO2 + H2
Kondisi berlangsungnya reaksi : T =
350 oC – 450 Oc
P = 30 atm
Katalis : Fe2O3 , Cr2O3
LTS

Reaksi pada LTS : CO + H2O ↔


CO2 + H2
Kondisi berlangsungnya reaksi : T =
CO2 rem
oval
Pada proses CO2 removal
terdapat 2 proses yaitu
CO2 absorption yang mana
berfungsi untuk
memisahkan gas CO2 yang
masuk dari LTS dengan
bantuan CO2 absorption.
Dengan menggunakan 2
senyawa CO2 absorption
yang sering digunakan yaitu
Larutan amine dan larutan
Methana
tor
Pada proses ini akan mengubah
gas CO menjadi methana, yang
mana tujuan dari penguabahan
CO yaitu untuk mencegah
terjadinya reaksi antara katalis
yang digunakan saat mensitesis
N2 dan H2 pada proses sintesis
amonia nantinya. Dengan kata
lain CO bila bertemu dengan
katalis (Fe) pada proses
produksi amonia maka mereka
Amonia
Converter
Pada proses pembuatan amonia
setelah gas keluar dari proses
synthetic gas compressor maka
pada proses pertama akan
langsung diumpan ke dalam
proses synthesis converters yang
mana proses ini akan mengubah
/ mensintesis gas N2 dan H2
menjadi amonia dengan reaksi
sbb:
N2 + H2 ↔ 2 NH3
Pembuatan Amonia dengan Proses
Haber Bosch
Kondisi Optimum
Amonia
Kondisi Optimum Pembuatan NH3
Reaksi : N2(g) + 3H2(g) ⇄ 2NH3(g) ∆H= -924 Kj

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi optimum amonia :


1. Suhu → eksoterm, bereaksi pada suhu 400 – 600 °C
2. Tekanan → 150 – 300 atm
3. Konsentrasi → Pengambilan NH3 secara terus menerus akan menggeser
kesetimbangan kearah kanan
4. Katalis → mempercepat laju reaksi