Anda di halaman 1dari 10

AGREGAT

Oleh : ANGGA WICAKSANA


Agregat yang digunakan dalam campuran
beton biasanya berukuran lebih kecil dari
40 mm. Agregat ang ukurannya lebih besar
dari 40 mm digunakan untuk pekerjaan sipil
lainnya, misalnya untuk pekerjaan jalan,
tanggul-tanggul penahan tanah, bronjong,
atau bendungan, dan lainnya.
BATUAN
• Batuan Beku
• Batuan Sedimen
• Batuan Metamorf
Agregat berdasarkan
sumbernya, yaitu :
• Agregat Alam
Contohnya :
Pasir Alami, Kerikil.

• Agregat Buatan
Contohnya :
Stone crusher, pecahan genteng, pecahan
beton, fly ash, extended shale, expanded
slag, dll.
Agregat dlm campuran beton yg
perlu diperhatikan
• Volume udara
• Volume padat
• Berat jenis agregat
• Penyerapan
• Kadar air permukaan agregat
BRITISH STANDARD, STANDAR
STANDARD ISO ASTM E 11
BS-812 (BS.410,1976) JERMAN

128 mm 100 mm -

64 mm 90 mm -
- 75 mm 75 mm -
- 63 mm 63 mm 63 mm
- 50 mm 50 mm -

32 mm 37.5 mm 37.5 mm 31.5 mm

- 25 mm 28 mm -
16 mm 19 mm 20 mm 16 mm

- 12.5 mm 14 mm -

8 mm 9.5 mm 10 mm 8 mm

4 mm 4.75 mm 5.0 mm 4 mm
FAKTOR YG MEMPENGARUHI
KEKUATAN AGREGAT
• Karena terdiri dari bahan yang lemah atau
terdiri dari partikel yang kuat tapitdk baik
dalam pengikatan (interlocking).
• Porositas yang besar.
Syarat Mutu Agregat Halus menurut ASTM C-33-95

Ukuran lubang ayakan (mm) Persen lolos Kumulatif

9.5 100
4.75 95 – 100
2.36 80 - 100
1.18 50 - 85
0.6 25 – 60
0.3 10 – 30
0.15 2 - 10
Syarat Agregat Kasar Menurut B.S

Lubang Persen Butir Lewat Ayakan, Besar Butir Maks

Ayakan (mm) 40 mm 20 mm 12.5 mm

40 95 - 100 100 100


20 30 - 70 95 - 100 100
12.5 - - 90 - 100
10 10 - 35 25 - 55 40 - 85
4.8 0-5 0 - 10 0 - 10
PENGUJIAN KEKUATAN AGREGAT

• Cara Rudellof
• Cara Los Angelos Test
• Uji keuletan (toughness)