Anda di halaman 1dari 49

WALKTHROUGH SURVEY DI PERUSAHAAN

PT. PG. Rajawali I


UNIT pg KREBET BARU
19 OKTOBER 2018

ASPEK KESELAMATAN KERJA


KELOMPOK 3
KELOMPOK 3
1.dr. Abrisha Agung W 10. dr. Milla Wildania H

2.dr. Adi Nugraha 11. dr. Nabila

3.dr. Adinia Nugrahini 12. dr. Tonny Agus

4.dr. Aisyah Rizki N.H 13. dr. Virlie Fatra S

5. dr. Arrizky Firrar D. R. T.

6. dr. Deasy Arindi Putri

7. dr. Eliyatul Farida N

8. dr. Intan Lidya W

9. dr.Istikomah Wahyu P
I. Latar Belakang

• Berkembangnya teknologi dan informasi di Indonesia  perkembangan


nasional terutama di sektor industri
• Dampak positif  lapangan pekerjaan yang lebih luas
• Kemajuan bidang industri  meningkatkan resiko bahaya, Penyakit
Akibat Kerja (PAK) dan potensi kecelakaan kerja
Latar Belakang
• Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  ciptakan tempat kerja yang
aman, efisien dan produktif
• Ruang lingkup K3 : tenaga kerja, sistem kerja, sarana dan prasarana
perusahaan
• Landasan hukum Sistem manajemen K3 (SMK3) : UUD 45 pasal 27
ayat 2, Undang-undang No.1 tahun 1970, Undang-undang No.13
tahun 2003 dan Permenaker No. 05/Men/1996
Latar Belakang
• Indonesia  permasalahan di bidang K3
• Kurangnya kesadaran akan pentingnya K3 & rendahnya komitmen dari
pemilik dan pengelola usaha  meningkatnya angka kecelakaan kerja
 penurunan efisiensi dan produktivitas suatu perusahaan
• Kunjungan PG. Krebet Baru  identifikasi potensi bahaya  evaluasi
 saran perbaikan  pembentukan SMK3 perusahaan  tenaga
kerja selamat dan sehat
Profil Perusahaan
• Nama perusahaan : PT. PG. Rajawali I Unit PG Krebet Baru
• Tahun berdiri : 1863
• Bidang industri : Agrowisata
• Produk yg dihasilkan : Gula kristal, sari tebu, gula coklat.
Tujuan dan Manfaat
• Mengetahui potensi bahaya perusahaan dari aspek instalasi listrik dan
struktur konstruksi yang dapat mengancam keselamatan tenaga kerja;
• Mengetahui upaya pengendalian potensi perusahaan dalam hal
penggunaan alat pelindung diri;
• Mengetahui angka kecelakaan kerja perusahaan dan jenisnya, serta
tindakan yang dilakukan saat terjadi kecelakaan;
Tujuan
• Mengetahui sistem emergency respons perusahaan;
• Mengevaluasi sistem manajemen K3 perusahaan, terutama tentang
keselamatan kerja; dan
• Memberikan rekomendasi untuk perbaikan upaya Keselamatan dan
Kesehatan kerja bagi tenaga kerja di suatu perusahaan.
Tujuan
a. Tujuan Umum:
• Mengidentifikasi masalah keselamatan kerja pada PG Krebet Baru
b. Tujuan Khusus:
• Mengetahui proses kerja, alat dan bahan serta dampak keselamatan kerja bagi
karyawan PG Krebet Baru
• Mengetahui prasarana kerja dan konstruksi bangunan di PG Krebet Baru
• Mengetahui sistem tanggap darurat dan jalur evakuasi di PG Krebet Baru
• Mengetahui penggunaan alat pelindung diri di PG Krebet Baru
• Mengetahui berapa kejadian kecelakaan kerja di PG Krebet Baru
• Mengetahui personil keselamatan kerja di PG Krebet Baru
Manfaat
• a. Bagi PG Krebet Baru
• Sebagai sarana Informasi bagi perusahaan khususnya pimpinan
perusahaan mengenai gambaran kondisi keselamatan kerja di PG
Krebet Baru
• b. Bagi Medis
• Referensi data kesehatan kerja di PG Krebet Baru yang dapat
digunakan sebagai landasan penyusunan program keselamtan
kerja
Pelaksanaan
Tanggal dan Waktu Pengamatan
• Tanggal : Jumat, 19 Oktober 2018
• Waktu : 13.00 – 16.00 WIB

Lokasi Pengamatan
• Nama Perusahaan : PT.PG. Rajawali I UNIT PG KREBET BARU
• Alamat : Jln. Bululawang No.10, Krebet, bululawang, Malang– Jawa
Timur
II. LANDASAN TEORI
Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah sarana utama untuk pencegahan kecelakaan,
cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja
yang baik adalah pintu gerbang bagi keamanan tenaga kerja
Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi,
baik barang maupun jasa
Dasar Hukum Peraturan K3
1. UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. UU No.3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
3. PP No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan
Sosial Tenaga Kerja
4. Kepres No.22 tahun 1993 tentang Penyakit yang timbul karena
hubungan kerja
Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja
1. Penyebab langsung
a. tindakan tidak aman (unsafe acts)
b. kondisi yang tidak aman (usafe condition)
2. Penyebab dasar, terdiri dari 2 faktor :
a. factor manusia
b. factor kerja
APD
• Alat Pelindung Diri adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan
untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian
atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.
• APD adalah upaya terakhir dalam usaha melindungi tenaga kerja
apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat
dilakukan dengan baik
• Proses penggunaan APD harus memenuhi kriteria:
•Hazard telah diidentifikasi.
•APD yang dipakai sesuai dengan hazard yang dituju.
•Adanya bukti bahwa APD dipatuhi penggunaannya
Dasar Hukum Alat Pelindung Diri
• Undang-undang No.1 tahun 1970.
• Permenakertrans No.Per.01/MEN/1981 Pasal 4 ayat (3)
• Permenakertrans No.Per.03/MEN/1982 Pasal 2 butir I
• Permenakertrans No.Per.03/Men/1986 Pasal 2 ayat (2)
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI

• APD meliputi:
a. pelindung kepala;
b. pelindung mata dan muka;
c. pelindung telinga;
d. pelindung pernapasan beserta perlengkapannya;
e. pelindung tangan;
f. pelindung kaki.
• Selain yang disebutkan di atas:
a. pakaian pelindung;
b. alat pelindung jatuh perorangan;
c. pelampung.
Pemilihan Alat Pelindung Diri
Aspek-aspek dalam pemilihan APD adalah :
• Bentuknya cukup menarik
• Dapat diapakai secara fleksibel
• Tahan untuk pemakaian yang cukup lama
• Tidak menyebabkan rasa ketidak nyamanan yang lebih
• Dapat memberikan perlindungan yang adekuat terhadap bahaya yang
spesifik
• Tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi pemakaiannya
• Suku cadang mudah diperoleh untuk mempermudah pemeliharaan
• Penyimpanan APD
Disimpan ditempat bebas dari debu, kotoran, gas beracun, dan gigitan
serangga/binatang. Kering dan mudah dalam pengambilannya

• Kelemahan Penggunaan APD


Daya lindung tidak sempurna, pemakaian APD yang salah, memakai APD
tidak tepat dan APD tidak memenuhi persyaratan yang diperlukan
III. HASIL PENGAMATAN
Mesin, Pesawat dan Alat Kerja yang digunakan
• Mesin yang digunakan berdasarkan stasiun tempat proses produksi yang
sedang dilaksanakan seperti: mesin gilingan, boiler, dll
• Maintenance mesin dilakukan setiap 6 bulan sekali, dan pengawasaan
harian diawasi dalam monitor
• Keadaan alat masih cukup baik
Bahan kerja
• Bahan baku terkait K3 :
1000 jenis bahan baku telah tersertifikasi oleh dinas kesehatan
Bahan dan Proses Pembuatan
Bahan utama adalah tanaman tebu yang didapat dari 16 wilayah di
kabupaten Malang.
Diambil bahan baku yang berkualitas:
1. Manis
2. Bersih
3. Segar
Penggilingan

Pemurnian
Penguapan, Kristalisasi dan Packing
INSTALASI LISTRIK
• Perusahaan telah menyediakan fasilitas penerangan yang adekuat
untuk para pekerja di setiap lantai dan ruangan.
• Keselamatan kerja terhadap bahaya listrik dalam perusahaan sudah
cukup baik  penataan kabel cukup rapi dan aman, terdapat tanda
peringatan bahaya listrik di lokasi dengan potensi bahaya yang cukup
tinggi & terdapat penangkal petir di atas gedung pabrik.
Prasarana Kerja
Prasarana kerja yaitu alat komunikasi berupa telepon di ruang kontrol
serta terdapat handy talky. Selain itu terdapat beberapa area/ stasiun
untuk memfasilitasi produksi gula, meliputi stasiun gilingan, stasiun
pengolahan, stasiun penguapan, stasiun pemurnian, stasiun masakan
D-C-A, stasiun pemuteran dan stasiun pengemasan.
KONSTRUKSI TEMPAT KERJA
• Struktur konstruksi bangunan yang ada sudah sesuai dengan standar
yang tersedia.
• Penerangan pada tempat kerja dan lingkungan kerja telah sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Tempat-tempat kerja ini terdiri dari
tangga-tangga, lorong-lorong dan gang-gang tempat orang bekerja
atau yang sering dilalui, telah dilengkapi dengan penerangan yang
cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Gedung memiliki tata ruang yang tidak berantakan dan rapi tidak ada
barang barang yang berantakan menghalangi akses jalan.
• Tempat kerja pada bagian produksi memiliki akses ventilasi ke ruang
terbuka, sehingga dapat mengurangi bahaya debu, uap dan bahaya
lainnya. Hanya saja uap yang dihasilkan cenderung membuat udara di
sekitar tempat produksi menjadi lebih panas.
• Tampak tanda-tanda peringatan pada tempat-tempat tertentu yang
merupakan tempat dengan resiko tinggi. Tanda peringatan juga
terdapat pada alat-alat yang dapat memberi resiko bahaya tertentu.
SOP
- SOP untuk kecelakaan kerja tidak ada di dalam perusahaan.
Alat Pelindung Diri (APD)
• Tampak beberapa kelalaian yang dijumpai baik oleh pemilihan
ataupun cara penggunannya
• Pemakaian alat pelindung pernapasan (masker) serta helm yang tidak
benar bahkan ada beberapa yang tidak memakai masker serta helm
• Kurangnya alat perlindungan terhadap kebisingan dan getaran serta
perlindungan mata.
Tanggap Darurat (Emergency Response)

• Di dalam gedung sudah terdapat Alat Pemadam Kebakaran (APAR)


yang diletakkan di beberapa ruangan. Seluruh APAR sudah dilengkapi
dengan petunjuk cara pemakaian
• Jumlah total APAR 199, setiap APAR yang disediakan telah diberikan
petunjuk cara pemakaian APAR dengan baik.
• Selain itu terdapat 1 unit pomp pemadam kebakaran bertekanan
tinggi dan 1 unit truck PMK
Jalur Evakuasi
• Terdapat beberapa panah jalur evakuasi yang jelas terpasang di dalam
pabrik.
• Ditemukan beberapa sirine tanda bahaya dan lampu tanda
bahaya, yaitu pada lorong pabrik.
• Penunjuk jalan alur evakuasi juga ditemukan pada beberapa
lokasi, namun berjarak cukup jauh dari titik satu ke titik
lainnya, yakni sekitar 15-20meter, yang nantinya berakhir
pada 2 Titik kumpul saat terjadinya bencana.
• Lantai alur evakuasi diberi warna hijau
• Terdapat 2 titik kumpul saat terjadinya bencana. Namun
dinilai kurang memadai dimana lokasi yang berada di dalam
gedung serta luasnya tidak mencukupi untuk menampung
seluruh karyawan
KECELAKAAN KERJA
• Tidak ada angka kecelakaan kerja menurut narasumber
Personil Keselamatan Kerja
• Jumlah personil menyesuaikan kapasitas produksi suatu perusahaan.
Perusahaan Krebet membutuhkan team unit safety sebanyak -/+ 8
person, namun karyawan pabrik ini belum ada yang memiliki standar
SMK3
PENYAKIT AKIBAT KERJA
YANG TERJADI
10 DIAGNOSA TERBANYAK POLIKLINIK PG.KREBET BARU
JULI-SEPTEMBER 2018
JULI 2018

NO KODE DIAGNOSA NAMA DIAGNOSA JUMLAH


1 J00 Acute nasopharingits (common cold) 52
2 K04.9 Other and unspesified dissease of pulp and periapical tissues 12
3 A06.0 Acute amoebic dysentery 8
4 R50 Fever of other and unknown origin 7
5 J11 Influenza,virus not identified 5
6 K30 Dyspepsia 5
7 K02.9 Dental caries,unspecified 3
8 A06.9 Amoebiasis, unspecified 3
9 J02 Acute pharyngitis 3
10 L02 Cutaneus abscess,furuncle and carbuncle 3
AGUSTUS 2018

NO KODE DIAGNOSA NAMA DIAGNOSA JUMLAH


1 J00 Acute nasopharingits (common cold) 240
2 K04.9 Other and unspesified dissease of pulp and periapical tissues 54
3 I10 Essential (primary) hypertention 29
4 K30 Dyspepsia 22
5 J029 Acute pharingitis, unspesified 21
6 Z01.2 Dental examination 20
7 R51 hedeache 19
8 E11.9 Non insulin dependent diabetes melitus without complications 18
9 J110 Influenza with pneumonia,virus not identified 17
10 J02 Acute pharingitis 16
SEPTEMBER 2018

NO KODE DIAGNOSA NAMA DIAGNOSA JUMLAH


1 J00 Acute nasopharingits (common cold) 183
2 K04.9 Other and unspesified dissease of pulp and periapical tissues 56
3 I10 Essential (primary) hypertention 31
4 E11.9 Non insulin dependent diabetes melitus without complications 30
5 R50 Fever of other ang unknown origin 18
6 Z30 Dental contraseptive management 17
7 L50 urticaria 16
8 M79 Other soft tissue dissorders, not elsewhere classified 16
9 R51 hedeache 16
10 J03 Acute tonsilitis 15
GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN KLINIK PG.KREBET
BARU TAHUN 2018
GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN
BULAN JANUARI –MARET 2018
1200

1000

800

600

400

200

0
JANUARI FEBRUARI MARET
SAKIT n SEHAT n UMUM n GIGI n
GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN BULAN APRIL-JUNI 2018
1200

1000

800

600

400

200

0
APRIL MEI JUNI
SAKIT n SEHAT n UMUM n GIGI n
GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN BULAN JULI-SEPTEMBER 2018
1200

1000

800

600

400

200

0
JULI AGUSTUS SEPTEMBER
SAKIT n SEHAT n UMUM n GIGI n
Personil Keselamatan Kerja Personil keselamatan kerja Peraturan Peundang- Evaluasi yang terkait
pada perusahaan ini undangan No 1 tahun 1970 dengan masalahan
tergolong kurang, karena (pasal 10 ayat 1,2) yang keselamatan kerja aatau
belum terdapat personil mewajibkan perusahaan program keselamatan kerja
yang memiliki sertifikasi K3 untuk membentuk P2K. dan meningkatkan upaya
secara lengkap. promosi tentang K£
Perusahaan hanya kepada tenaga kerja di
menunjuk beberapa orang perusahaan tersebut, serta
(1-3 orang) untuk menjadi mendorong perusahaan
penanggung jawab K3 untuk segera
dibawah bidang SDM yang menyelesaikan sertifikasi
diikutsertakan pelatihan K3 kepada pegawai yang
K3, dimana baru mengikuti telah ditunjuk.
3 dari 15 pelatihan yang
diwajibkan oleh
kementrian tenaga kerja.
Kesimpulan
• Berdasarkan hasil pengamatan Keselamatan kerja PG. Krebet Baru
belum berjalan dengan baik, terkontrol dan terorganisir.
• Belum adanya SMK3 di perusahaan
Saran

• Mengadakan SMK3 dalam perusahaan


• Menambahkan adanya informasi keselamatan peralatan, bahan dan
benda-benda dalam ruangan.
• Melakukan sosialisasi dari perusahaan terhadap para perkerja
tentang penaggulangan kebakaran dan cara penggunaan alat
pemadam api ringan (APAR) dan Hydrant.
• Mengadakan evaluasi (sidang-sidang) yang terkait dengan masalah
keselamatan kerja atau program keselamatan kerja dan juga lebih
meningkatkan upaya-upaya promosi tentang keselamatan kerja pada
tenaga-tenaga kerja di perusahaan tersebut.