Anda di halaman 1dari 13

PKM SIBLAH KRUENG

 Arthritis gout = arthritis pirai = penyakit


gout  kelainan metabolisme purin
bawaan
 Ditandai ↑ kadar asam urat serum 
penimbunan kristal urat di sendi 
artritis pirai akut
 Sering menyerang sendi perifer kaki dan
tangan, tersering mengenai persendian
metatarsofalangeal ibu jari kaki.
 Batu ginjal = 1/5 pasien dengan artritis
gout
 Gout adalah penyakit yang
disebabkan penimbunan
kristal monosodium urat
monohidrat di jaringan
akibat adanya supersaturasi
asam urat. Gout ditandai
dengan peningkatan kadar
urat dalam serum, serangan
artritis gout akut,
terbentuknya tofus,
nefropati gout dan batu
asam urat. Gout adalah
bentuk inflamasi arthritis
kronis, bengkak dan nyeri
yang paling sering di sendi
besar jempol kaki.
Faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan
gout bergantung pada faktor penyebab terjadinya
hiperurisemia :
 Diet tinggi purin
 Minuman beralkohol
 Obat-obatan
 Umur
 Jenis kelamin
 Iklim
 Herediter
 Kadar asam urat ↑ pada orang dengan :
 kerusakan ginjal
 DM
 Hipertensi
 Obat tertentu (seperti diuretik tiazid)
 Leukemia
 Ketika kadar asam urat ↑  kistal urat terbentuk dan
terkumpul dalam sendi  Tofi  terjadi di ginjal, di
bawah kulit pada telinga, di tendon akhiles, dan di sekita
lutut  keretakan dan terbentuknya massa pengapuran
kristal urat melalui kulit.
 Diet tinggi purin  memperburuk kadarnya
 Minum alkohol membuat  penyakit memburuk
Gejala umum :
 Nyeri sendi terus-menerus.
 Setelah nyeri sendi dirasakan sudah berkurang,
pergerakan sendi yang terserang akan menjadi
terganggu selama berminggu-minggu. Serangan
gout selanjutnya akan berlangsung lebih lama
dan menyerang lebih banyak sendi.
 Inflamasi dan kemerahan. Sendi yang terkena
akan tampak membengkak, kemerahan, dan
nyeri bila ditekan.
 Pemeriksaan Laboratorium :
1. Serum asam urat
 > 7,5 mg/dl  hiperurisemia
 Normal : pria = 3,5 – 7 mg/ dl
wanita = 2,6 – 6 ,g/dl
2. Leukosit
 Peningkatan kadar leukosit hingga 20.000/
mm3
 Pada stadium asimptomatik masih dbn (5.000 –
10.000/ mm3)
3. Urin Spesimen 24 jam
 Menentukan produksi dan eksresi dari asam
urat
 Normal : 250 – 75- mg/ 24 jam
 Bila kadar asam urat meningkat tetapi
ekskresi asam urat < 800mg/ 24 jam 
Curiga gangguan ekskresi

4. Analisis cairan sinovial (GOLD STANDART)


1. Non medikamentosa
 Kurangi makanan tinggi purin sedini mungkin
 Penggolongan makanan berdasarkan tinggi purin :
a. GOLONGAN A  mengandung purin tinggi
(150-800 mg/100 g makanan)
b. GOLONGAN B  mengandung purin sedang
(50-150/ 100 g makanan)
c. GOLONGAN C  mengandung purin ringan
(0-50 mg/ 100 g makanan)
 Olahraga

 Banyak minum air putih

 Kontrol rutin
2. Medikamentosa
a. Arthritis gout serangan akut
 Sendi yg terkena diistirahatkan  terapi anti inflamasi
segera (1-2 minggu)
 NSAID (bila tidak ada kontraindikasi)
ex: indometasin oral:
dosis initial 50 mg dan diulang setiap 6-8 jam tergantung
beratnya serangan akut. Dosis dikurangi 25 mg tiap 8
jam sesudah serangan akut menghilang
 Colchicine
Dosis yang biasa diberikan sebagai dosis initial adalah 1
mg kemudian diikuti dengan dosis 0.5 mg setiap 2 jam
sampai timbul gejala intioksikasi berupa diare.

 Kortikosteroid intraartikular/oral
b. Gout berulang, interkritikal dan kronis
– Kadar asam urat dijaga
– Pengobatan jangka panjang tidak di
anjurkan
– Allopurinol (Dosis umumnya 100‐600
mg/hari)
– Urokosurik : -probenesid(500 mg‐1g
2kali/hari)
-Sulfinipirazon (100 mg
3‐4 kali/hari)