Anda di halaman 1dari 37

Kelompok 1

Vektor
Kelas X-MIA-2

1. Alya Irmasyah Camilatagarin (03)


2. Sinta Alivia (32)
3. Yuni Maulidya (36)
4. Yulanda Aulia Damayanti (35)
5. Moch. Edi Susanto (23)
6. Arga Daniswara (05)
7. Bryan Jay Firmansyah (07)
8. Muchammad Fahmi Firmansyah (25)
9. Karin Fajar Anggraini
Definisi vektor
• Secara geometri, vektor adalah ruas garis berarah. Ruas garis ini kita tarik dari satu titik ke titik yang lain, sehingga penulisan
vektor bisa diwakili dua huruf yang mewakili kedua titik. Misalnya vektor yang ditarik dari titik A ke B kita bisa ditulis sebagai :

• Terkadang bisa juga ditulis dengan huruf tebal AB


 contoh diatas adalah adalah vektor AB, disebut juga dengan U

Sehingga

1. Aturan Segitiga
Aturan segitiga dipakai untuk menjumlahkan 2 vektor dengan mempertemukan ujung sebuah vektor dengan pangkal
vektor yang lainnya . Misalkan dua vektor a dan b kita jumlahkan
 maka hasil penjumlahannya adalah

 2. Aturan Jajaran genjang


 Aturan jajaran genjang dipakai untuk menjumlahkan 2 vektor dengan mempertemukan kedua pangkal vektor. Jika
vektor a dan b diatas kita jumlahkan dengan memakai aturan jajaran genjang maka
 3. Aturan Poligon
 Aturan poligon dipakai untuk menjumlahkan lebih dari 2 vektor
Macam macam vektor
1. Vektor satuan : vektor yang memiliki arah, meskipun hanya bernilai sama

2. Vektor nol : vektor yang titik awal dan titik akhir nya sama
3. vektor negatif : negatif sebagai petunjuk arah

4. Vektor posisi : vektor yang menempati posisi pada bidang kartesius

5. Vektor ortogonal : vektor basis pada dimensi tiga


 6. Vektor Basis : Vektor yang menempati suatu kartesius

 7. Vektor Resultan : vektor yang menjadi hasil dari semua vektor


Penjumlahan dan pengurangan
• Penjumlahan dua buah vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponen nya adalah
jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya
• PENGURANGAN => pada prinsip nya sama dengan penjumlahan , tetapi dalam hal ini salah satu vektor yang
mempunyai arah berlawanan . Misalnya vektor A dan B , jika dikurangkan maka :
A – B = A + (-B)
Dimana, –B adalah vektor yang sama dengan B , tetapi berlawanan arah
Perkalian Vektor
 1. PERKALIAN SKALAR DENGAN VEKTOR
 Skalar bisa dikalikan dengan sebuah vektor, misalnya vektor B yang merupakan hasil perkalian dari
skalar dengan A maka

B = kA

 K adalah bilangan saklar, jadi vektor B adalah vektor yang besarnya 4kali vektor A dan arahnya searah
dengan Vektor punya distributif

Ini juga berlaku untuk bentuk vektor komponen dua dimensi atau 3 dimensi
k (A+B) = k A + kB
r = xi + yj
kr = kx i + ky j
 2. PERKALIAN TITIK (DOT PRODUCT)
Perkalian titik antara dua vektor A dan B didefinisikan sebagai suatu saklar yang sama dengan hasil kali dari
besar kedua vektor dengan cosinus sudut apitnya. Secara geometris perkalian titik dari 2 buah vektor adalah
hasil kali vektor 1 dengan proyeksi vektor 2 dengan vektor 1

Perhatikan gambar vektor A dan B diatas, pangkal keduanya membentuk sudut sebesar θ maka,
1. Diketahui a= t I -8 j + h k dan b =(t+2) I +4 j +2 k . jika a = -b maka vektor a dapat dinyatakan
jawab : a = -b maka t i – 8j +hk = -(t+2) i- 4 j – 2k
: t= - (t+2)
: t= -t-2
: 2t= -2
:t= -1
lalu h = -2
sehingga, a = -i-8j-2k
2. Diketahui titik- titik A (2,5,2) B (3,2,1) C (2,2,2). Jika a = AB dan b = CA dan c = b-a, maka vektor c adalah
Jawab : a = AB= B-A = (3,2,-1)-(2,5,2)= (1,-3,-3)
: b = CA= A-C= (2,2,2)- (2,5,2)= (0,-3,0)
: c = B-A =(0,-3,0) – (1,-3,-3)= (-1,0,3)
Pembagian ruas garis
 a. Titik P membagi AB dalam

Sehingga AP : PB – m : n untuk mencari koordinat titik P dituliskan


 B. Titik P membagi AB dari luar

Sehingga AP : PB – m : n untuk mencari koordinat titik p dituliskan


P=

c. Syarat 2 vektor segaris (kolinier) adalah a-k.b


d. Syarat 3 titik A,B dan C segaris jika AB- k . AC
e. Proyeksi vektor pada a dan b =
Panjang vektor

 Dalam geometri bidang, kita telah mempelajari pengertian proyeksi ortogonal dari suatu ruas garis
pada ruas garis yang lain. Proyeksi ortogonal dari ruas garis OA pada ruas garis OE adalah ruas
garis OC dengan panjang OC ditentukan OC = OA cos q. Pengertian proyeksi ortogonal pada
geometri bidang ini dapat dipakai sebagai landasan untuk memahami proyeksi ortogonal suatu
vektor lain.
Proyeksi
 Ruas-ruas garis berarah OA dan OB mewakili vektor A dan B, sedangkan q menyatakan sudut antara
vektor A dan vektor B.
Proyeksi dari titik A pada ruas garis berarah OB adalah titik C, sehingga

Besaran OC =||a|| cos q dinamakan proyeksi skalar ortogonal biasanya disingkat proyeksi skalar
saja vektor a pada arah vektor b
Nilai proyeksi skalar ortogonal OC = ||a||cos q bisa positif, nol atau negatif
Tergantung dari besar sudut q
1. Untuk 0º £ q > 90º, OC bernilai positif
2. Untuk q =90º,OC bernilai nol
3. Untuk 90º £ q < 180º, OC bernilai negatif

Perhatikan bahwa ruas garis berarah OC mewakili vektor C, sehingga vektor C merupakan proyeksi
vektor a pada arah vektor b. Proyeksi vektor c ini dinamakan proyeksi ortogonal. Dengan
menggunakan definisi perkalian skalar , selanjutnya dapat ditentukan bahwa :
1. Proyeksi skalar ortogonal dari vektor a pada arah vektor b adalah | c |, dengan ||c||
dirumuskan oleh :

2. Proyeksi vektor b pada arah vektor a dapat ditentukan dengan menggunakan analisis sama.
Misalkan proyeksi vektor b pada arah vektor a adalah vektor d, maka dapat disimpulkan bahwa

1) Proyeksi skalar ortogonal vektor b pada arah vektor a adalah


2) Proyeksi vektor ortogonal vektor pada arah vektor a adalah
Proyeksi vektor
 Misal kita mempunyai dua buah vektor yaitu a dan u yang berada pada ruang yang
sama seperti terlihat pada gambar dibawah ini

 Jika vektor u dan a ditempatkan sedimikian sehingga titik awalnya berhimpit dan
vektor u disusun dari dua vektor yang saling tegak lurus yaitu w1 dan w2. sehingga
vektor u= w1+w2
Perbandingan Vektor
•Perbandingan PN:NQ = M : N terdapat dua jenis, yaitu

1. Titik N membagi PQ di dalam

PN : NQ = m : n

2. Titik N membagi PQ di luar

PN : NQ = m : (-n)
Sudut vektor
Vektor merupakan besaran yang mempunyai panjang dan arah. Contoh: vektor PQ memiliki titik
pangkal P dan titik ujung Q. Sedangkan panjang vektor PQ dilambangkan dengan |PQ| vektor
dapat ditulis dengan huruf kecil a,b,c . Misalkan pada gambar dibawah ini

Maka, vektor PQ dapat ditulis a. Pada diagram cartesius jika dimisalkan titik A (a1,a2) dan titik
B(b1,b2)
Sudut vektor berada di R2
Sudut Vektor berada di R3
Sudut vektor
 Sudut antara dua vektor dapat diketahui dari dua sisi, yaitu :
1. KomponenVektor
Sudut vektor
maka,

2. Titik Koordinat
Sudut Vektor
Maka,

Untuk menghitung sudut antara vektor a dan vektor b digunakan dot product kedua
vektor. Sehingga kosinus sudut antara dua vektor adalah :
Macam macam soal
1. diketahui a = t i – 8 j + h k dan b = (t+2) i + 4 j + 2 k. jika a = -b maka vektor a dapat dinyatakan
a) i + 8j + 2 k
b) I + 8j -2k
c) i – 8j + 2k
d) -i – 8j + 2k
e) -i – 8j – 2k
Pembahasan
a = -b maka ti – 8j + hk = - (t+2)i – 4j – 2k
= - (t+2)
=-t–2
2t = -2
t = -1
Sehingga, a = - I – 8j – 2k
2. Jika vektor a = 10i + 6 j – 3k dan b = 8i + 3j +3k serta c = a-b, maka vektor satuan yang searah dengan c
adalah
a. 6/7 i +2/7 j +3/7 k
b. 2/7 i +3/7 j – 6/7 k
c. 2/7 i – 3/7 j + 6/7 k
d. 6/7 i – 3/7 j – 2/7 k
e. -2/7 i + 6/7j – 3/7 k
Pembahasan
C= a-b = (10i +6j-3k) – (8i +3j+3k ) = 2 i + 3j -6k
Sehingga,

Maka, vektor yang searah dengan c adalah c = (2,3,-6)/7 atau c = 2/7i +3/7j – 6/7 k
3. Diketahui titik- titik A (2,5,2) B (3,2,-1), C (2,2,2). Jika a = AB dan b = CA dan c = b – a.
maka vektor c adalah
a) (1,5,3)
b) (-1,5,3)
c) (-1,0,3)
d) (-1,3,5)
e) (-1,-3,5)
Pembahasan
a = AB = B – A = (3,2,-1) – (2,5,2) = (1,-3,-3)
b = CA = A – C = (2,2,2) – (2,5,2) = (0,-3,0)
c = b – a = (0,-3,0) – (1,-3,-3) = (-1,0,3)
Jawabannya adalah C
 4. jika vektor u dan vektor v membentuk sudut 60 derajat dimana IuI = 4 dan IvI = 2 maka u (v+ u ) =
a. 13
b. 15
c. 17
d. 19
e. 20
Pembahasan
u (v+u ) = u. v + u2 = IuI IvI cos 60º + u2
= 4 . 4. ½ +4 2
= 4 +16
= 20
5. vektor-vektor u = 2i – mj + k dan v = 5i+j – 2k saling tegak lurus. Maka nilai m haruslah….
a. 2
b. 4
c. 6
d. 8
e. 10
Pembahasan
U tegak lurus v maka;
U .V = 0
(2i – mj + k) (5i + j – 2k) = 10 – m – 2 = 0
M=8
Maka, jawabannya adalah D
6. Diketahui D adalah titik berat segitiga ABC dimana A (2,3,-2), B (-4,1,2) dan C (8,5,-3). Maka panjang
Vektor posisi D sama dengan
a.1
b.2
c.
d.
e.

Pembahasan
D titik berat segitiga sehingga
D = 1/3 (A+B+C)
D = 1/3 (2,3,-2) + (-4,1,2)+ (8,5,-3)
D = 1/3 (6,9,-3) = (2,3,-1)

Panjangnya proyeksi D adalah


7. Jika titik-titik P,Q,R segaris dan P (-11) dan R (3,5) dan PQ = QR maka titik Q adalah
a. (3,1)
b. (1.3)
c. (1,1)
d. (3,3)
e. (-3,-1)

Pembahasan
PQ = QR maka Q – R = R – Q
2Q = R + P
Q=½(R+P)
Q = ½ (3,5) + (-1,1) = ½ (2,6) = (1,3)
Maka, jawabannya adalah B

Anda mungkin juga menyukai