Anda di halaman 1dari 20

DASAR-DASAR PERILAKU

KELOMPOK
RAMLAWATI
Definisi dan Mengklasifikasikan
Kelompok
• Kelompok didefinisikan sebagai dua atau lebih individu yang
berinteraksi dan saling bergantung antara satu dengan yang
lain, yang bersama-sama ingin mencapai tujuan-tujuan
tertentu.
• Bentuk kelompok bisa formal, yaitu terdiri dari kelompok
tugas dan kelompok kerja yang merupakan bagian dari
struktur organisasi. Dalam kelompok formal, prilaku yang
ditunjukkan seseorang ditentukan dan diarahkan untuk tujuan
organisasi.
• Sebaliknya kelompok informal merupakan aliansi yang tidak
tersetruktur atau tidak ditetapkan secara organisasional.
Kelompok ini terbentuk secara alamiyah sebagai suatu
tanggapan terhadap kebutuhan untuk mengadakan kontak
sosial.
• Kelompok formal bisa terdiri dari subklasifikasi
kelompok perintah (command group) dan kelompok
tugas (task group), sedang yang merupakan aliansi
informal bisa terdiri dari kelompok kepentingan
(interest group) dan kelompok persahabatan
(frienship group).
• Kelompok perintah yang terdiri dari para bawahan
yang melapor langsung pada manajer tertentu.
Contoh seorang kepala sekolah dan dua belas guru
membentuk suatu kelompok perintah.
• Kelompok tugas juga ditentukan secara organisasional,
mewakili orang-orang yang bekerjasama untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan, yang keanggotaannya tidak terbatas pada
hierarki dari atasan langsungnya.
• Orang yang tidak mungkin bergabung menjadi kelompok
perintah dan kelompok tugas biasa, dapat meng-gabungkan
diri mencapai tujuan tertentu yang memperhatikan
kepentingan masing-masing kelompok disebut kelompok
kepentingan.
• Sedang kelompok persahabatan merupankan kelompok yang
terbentuk karena para anggota individunya memiliki satu atau
lebih karakteristik yang sama. Itulah bentuk kesetiakawanan
sosial yang sering kali berkembang diluar situasi kerja.
• Kelompok informal memberikan fungsi yang
paling penting dengan cara memuaskan
kebutuhan sosial para anggotanya. Kelompok
itu sering kali terbentuk karena interaksi yang
dise-babkan oleh kedekatan pekerjaan atau
tugas. Mereka bermain golf bersama, makan
bersama, walau informal sifatnya, namun
sangat mempengaruhi perilaku dan kinerja
mereka.
Konsep dasar Kelompok:
Peran
• Konsep dasar kelompok berusaha mengembangkan keyakinan
bahwa kelompok memiliki suatu struktur yang membentuk
perilaku dari anggotanya.
• Seseorang bisa memainkan beberapa peran. Peran yaitu,
untuk menunjukkan serangkaian pola perilaku yang
diharapkan, sehubungan dengan posisi yang diberikan dalam
suatu unit sosial.Banyak diantara peran-peran yang diemban
tersebut bersifat sejalan, namun beberapa peran justru
menciptakan konflik. Contoh tawaran promosi pada pekerjaan
menghendaki pindah kota, sementara peran sebagai istri tak
mungkin bisa pindah. Dapatkan tuntutan perannya sebagai
pekerja disesuaikan dengan perannya sebagai istri?
• Dalam realitas hidup ternyata kita dituntut
memainkan banyak peran, ketika dilingkungan
pekerjaan orang-orang menuntut peran yang
berbeda dengan ketika kita dirumah sebagai istri dan
Ibu anak-anaknya.
• Pemahaman tentang perilaku peran dapat
disederhanakan secara dramatis jika masing-masing
dari kita memilih suatu peran dan memainkan secara
reguler dan konsisten. Sayangnya kita diminta untuk
memaikan bermacam-macam peran, baik didalam
maupun dilaur pekerjaan kita.
Kesimpulan bardasar hasil penelitian
tentang peran
• 1. Orang-orang hampir dipastikan memainkan peran
ganda dalam kesehariannya.
• 2. orang-orang mempelajari peran dari rangsangan
yang diterima dari sekitarnya – teman-teman. Buku,
film dan televisi.
• 3. Orang memiliki kemampuan berganti peran
dengan cepat ketika mereka menyadari bahwa situasi
dan tuntutan benar-benar menghendaki perubahan
yang sangat penting..
• 4. Orang-orang sering mengalami konflik peran ketika
mendapati persyaratan dari suatu peran merupakan
hal yang ganjil bagi peran yang lain.
Manfaat bagi manajer Memiliki Pengetahuan
tentang Peran
• Pengetahuan tentang peran membantu manajer
ketika berhubungan dengan pegawai untuk
memikirkan dari kelompok mana terutama mereka
teridentifikasi pada saat itu dan perilaku apa yang
diharapkan dari mereka dalam peran tersebut.
• Perspektif seperti ini membuat anda lebih akurat
dalam meramalkan perilaku para pegawai dan
menuntun anda untuk menentukan apa yang terbaik
untuk dilakukan dalam menangani situasi yang
terjadi pada pegawai tersebut.
Konsep Dasar Kelompok:
Norma
• Pernahkah anda memperhatikan bahwa para pegawai tidak
mengkritik Bos mereka didepan umum? Hal ini karena adanya
norma, yaitu, adanya standar perilaku yang diterima dalam
suatu kelompok yang dirasakan bersama-sama oleh para
anggota kelompok tersebut.
• Setiap kelompok akan membentuk serangkaian normanya
sendiri-sendiri.seperti bagaimana berpakaian yang tepat,
kapan waktunya berhura-hura diterima, siapa yang pantas
mendapat perhatian yang besar dari para manajer, seberapa
keras mereka seharusnya bekerja, bagaimana cara mereka
menyelesaikan perkerjan. Norma-norma ini sangat
berpengaruh terhadap kinerja karyawan secara individu.
• Ketika norma ini disetujui dan diterima oleh
kelompok, norma bertindak sebagai alat dalam
mempengaruhi perilaku anggota kelompok dengan
pengendalian ekternal yang minimum.
• Kunci utama mengenai norma adalah bahwa
kelompok menggunakan tekanan kepada anggotanya
untuk menuntun perilaku anggota tersebut agar
menyesuaikan diri dengan standar kelompok. Jika
melanggar norma anggota kelompok akan bertindak
untuk mengoreksinya atau menghukumnya.
Kekohesifan (kekompakan)
• Kekompakan merupakan suatu hal penting karena
terbukti erat kaitannya dengan produktifitas
kelompok.
• Studi secara konsisten memperlihatkan bahwa
hubungan kekompakan dengan produktifitas
tergantung pada norma kinerja yang dibangun oleh
kelompok tersebut.
• Semakin kompak kelompok tersebut semakin
mengarah pada tujuannya, maka semakin tinggi
produktifitasnya dengan syarat didukung norma yang
tinggi, tapi sebaliknya jika norma rendah akan
menurunkan produktifitasnya.
Bagimana manajer Meningkatkan
Kekompakan Kelompok
• 1. Bentuklan kelompok yang lebih kecil.
• 2. Usahakan kelompok melaksanakan tujuan yang disepakati
bersama.
• 3. Tingkatkan waktu untuk dihabiskan bersama kelompok.
• 4. Tingkatkan status kelompok dengan membangun citra
tentang sulitnya mendapatkan keanggotaan dalam kelompok
tersebut.
• 5. Rangsanglah persaingan dengan kelompok lain.
• 6. Berikan penghargaan kepada kelompok bukan terhadap
anggota perseorangan.
• 7. Lakukan isolasi kelompok secara fisik
Ukuran
• Apakah ukuran kelompok mempengaruhi perilaku? Jawabnya
pastilah, ya. Bukti menunjukkan bahwa kelompok kecil lebih
cepat menyelesaikan tugas dibanding kelompok yang lebih
besar. Akan tetapi, jika kelompok tersebut sedang terlibat
dalam pemecahan masalah, kelompok yang besar secara
konsisten mendapat nilai yang lebih baik.
• Ada beberapa parameter. Kelompok besar dengan anggota
selusin memang bagus untuk mendapatkan berbagai
input.Jadi untuk menemukan fakta, misalnya, kelompok yang
besar mestinya lebih efektif. Sebaliknya kelompok yang kecil
lebih baik dalam melakukan sesuatu yang produktif dengan
menggunakan input-input tadi.
• Penemuan yang paling penting sehubungan dengan ukuran,
diberi nama social loafing (kemalasan sosial). Maksudnya
adalah kecenderungan individu untuk memberikan hanya
sedikit usaha ketika bekerja secara kolektif dibanding, jika
mereka bekerja secara individu.
• Hal ini secara langsung menantang logika bahwa produktifitas
kelompok tersebut secara keseluruhan setidaknya harus sama
dengan jumlah produktivitas dari seluruh individu didalam
kelompok tersebut.
• Suatu stereotip yang umum mengenai kelompok adalah
adanya rasa memiliki semangat tim yang memacu usaha
individu dan meningkatkan produktivitas kelompok secara
keseluruhan.
• Apa penyebab dari pengaruh social loafing ini?
Mungkin ini bersumber dari suatu keyakinan bahwa
anggota lain dalam kelompok tidak melakukan
bagian tugas mereka dengan seimbang. Jika anda
melihat anggota lainnya seperti malas dan enggan,
anda dapat menciptakan kembali keseimbangan
dengan mengurangi usaha anda. Penjelasan lainnya
adalah penyebaran tanggung-jawab. Jangan sampai
ada “free riders, penumpang gratis” hanya
mengandalkan pada usaha-usaha kelompok.
Komposisi
• Aktifitas kelompok memerlukan berbagai
kemampuan dan pengetahuan.agar menjadi lebih
logis untuk menyimpulkan bahwa kelompok
heterogen mungkin akan lebih memiliki kemampuan
dan informasi yang beragam dan mestinya lebih
efektif diban-dingkan dengan kelompok yang
homogen. Hanya saja biasanya elemen keragaman,
pada awal saja sedikit mengganggu proses kelompok,
karena membutuhkan penyesuaian bagaimana cara
bekerjasama melalui ketidakcocokan pendapat dan
pendekatan yang berbeda untuk menyelesaikan
masalah.
Status
• Status merupakan pembedaan peningkatan gengsi, posisi atau
peringkat dalam kelompok , bisa ditentukan secara formal,
yaitu oleh oganisasi, seperti melalui titel atau gelar seperti
“juara kelas berat dunia” atau “yang paling menyenangkan”.
• Dalam studi restoran klasiknya, William F.Whyte menunjukkan
pentingnya sebuah status. Ia memberi gagasan bahwa orang-
orang akan bekerja lebih sopan jika pegawai dengan status
yang lebih tinggi memulai kebiasaan suatu tindakan terhadap
pegawai dengan status yang lebih rendah. Dia menemukan
contoh-contoh, dimana bila mereka yang memiliki status lebih
rendah memprakarsai suatu tindakan, konflik akan muncul
antara sistem status formal dan informal.
Pengambilan Keputusan Kelompok
Individu versus Kelompok
• Nilai tambah paling utama keputusan yang dibuat individu adalah
efisiensi, juga memiliki akuntabilitas yang jelas, karena individu itu sendiri
yang lebih bertanggung jawab, dan cenderung menghasilkan nilai-nilai
yang konsisten, sedang keputusan kelompok bisa mengalami perjuangan
kekuasaan dari dalam kelompok itu sendiri.
• Bandingkan hal diatas dengan kekuatan pembuatan keputusan kelompok
yang mengahasilkan informasi dan ilmu pengetahuan yang lebih komplit,
lebih banyak mendapat input dalam proses keputusan. Disamping banyak
input, juga dapat melibatkan keheterogenan dalam proses keputusan
tersebut. Sehingga menghasilkan keanekaragaman pandangan, jadi banyak
pendekatan dan alternatif yang dapat dipertimbangkan. Kelompok
menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dan tentunya lebih efektif.
• Jadi mana yang lebih baik Individu atau Kelompok? Jawabannya jelas itu
tergantung. Adakalanya itu terbaik diambil keputusan individu, dan
sebaliknya lebih dipilih keputusan kelompok.