Anda di halaman 1dari 34

Aspek Keperilakuan

pada Persyaratan
Pelaporan

Febiola / 125170267
Laura Millenia / 125170310
Thalia Pricilla / 125170311
Mengapa Perlu Mempertimbangkan
Keperilakuan pada Akuntansi
Akuntansi bukanlah sesuatu yang statis, tetapi akan selalu berkembang sesuai dengan
perkembangan lingkungan akuntansi serta kebutuhan organisasi akan informasi yang
dibutuhkan oleh penggunanya. Berdasarkan pemikiran tersebut, manusia dan faktor
sosial secara jelas didesain dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh sistem
akuntansi.

Para akuntan secara berkelanjutan membuat beberapa asumsi mengenai bagaimana


mereka membuat orang termotivasi, bagaimana mereka menginterpretasikan dan
menggunakan informasi akuntansi, dan bagaimana sistem akuntansi mereka sesuai
dengan kenyataan manusia dan mempengaruhi organisasi. Penjelasan tersebut
menunjukan adanya aspek keprilakuan pada akuntansi, baik dari pihak pengirim
(penyusun pelaporan) yang memainkan peranan penting dalam menopang kegiatan
organisasi maupun dari pihak pemakai informasi akuntansi.
2
Syarat –Syarat Pelaporan
Pengertian
Persyaratan Pelaporan melaporkan informasi kepada
orang lain tentang siapa (apa) kita ini, bagaimana kita
menjalankan hidup kita, bagaimana kita mengerjakan
pekerjaan kita, bagaimana keadaan dari orang dan
benda untuk mana kita bertanggungjawab, dan
seterusnya. 1
Inti dari proses akuntansi adalah komunikasi atas informasi
yang memiliki implikasi keuangan atau manajemen. Karena
pengumpulan dan pelaporan informasi mengkonsumsi sumber
daya, biasanya hal tersebut tidak dilakukan secara sukarela,
kecuali pengirim/pelapor yakin hal ini akan mempengaruhi
penerima untuk berperilaku sebagai mana yang diinginkan
oleh para pelapor. 3
Syarat –Syarat Pelaporan (cont.)
MANDATORY VOLUNTARY

○ Perusahaan yang Go Public


○ Iklan adalah contoh informasi
diharuskan untuk melaporkan
yang “dilaporkan” secara
secara ekstensif kepada
sukarela untuk mempengaruhi
Bapepam dan masyarakat
orang (penerima) untuk
mengenai status keuangan dan
membeli produk tersebut.
operasinya; ada sanksi yang
dikenakan atas ketidakpatuhan.
Informasi yang dilaporkan adalah
bagian penting dari proses
pengelolaan dan pengendalian
organisasi.
4
Informasi yang dilaporkan adalah bagian yang
Syarat –Syarat penting dari proses pengelolaan dan pengendalian
organisasi. Tanpa informasi, manajer, kreditur, dan
pemilik tidak dapat mengatakan apakah segala
Pelaporan sesuatu berjalan sesuai dengan rencana, atau
apakah tindakan korektif diperlukan.
(cont.)
Persyaratan pelaporan dikenakan dan dipaksakan
oleh beranekaragam orang dan organisasi dengan
cara yang beraneka rupa. Dalam organisasi
biasanya manajer memiliki hak untuk mengharuskan
bawahannya melaporkan aspek manapun dari
kinerja pekerjaan mereka.

Setiap orang yang terlibat dalam perancangan atau


penggunaan sistem informasi perlu memahami dampak
yang mungkin dari persyaratan pelaporan terhadap
pengirim informasi, serta bagaimana memprediksikan
dan mengidentifikasikan dampak semacam itu.
5
2 Bagaimana
Persyaratan
Pelaporan
Mempengaruhi
Perilaku
“ Persyaratan pelaporan mempengaruhi perilaku pelapor
bukanlah sesuatu yang baru ataupun unik bagi manajemen
dan akuntansi. Manajer dan badan regulasi menggunakan
persyaratan pelaporan baik untuk mengenakan tuntutan
kepada orang lain guna membuat mereka berperilaku dengan
cara tertentu dan untuk menyediakan informasi yang
dibutuhkan untuk mengevaluasi perilaku dan kinerja.

Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi perilaku pelapor


dalam beberapa cara. Bentuk lain dari pengukuran yang
digunakan dalam organisasi seperti audit dan pengamatan
langsung juga memiliki banyak dampak yang sama terhadap
persyaratan pelaporan, selain dampak spesifiknya sendiri. 7
Terdapat dua pendapat dari para psikolog terhadap perilaku
pelapor/pembuat laporan serta penerima laporan, yaitu:
1. Para psikolog mengakui bahwa perilaku orang lain tidak dapat
dipaksakan sesuai dengan keinginan seseorang atau kelompok.
2. Psikolog eksperimental bersama manajer dan badan regulasi
berpendapat sesuai riset mereka bahwa secara aktif mereka
mencoba untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar
berjalan sesuai keinginan mereka.

Persyaratan pelaporan mengharuskan si pelapor untuk menyusun


dan menyajikan laporan berupa informasi-informasi hasil kinerja yang
sebenarnya terjadi dalam perusahaan /organisasi.

8
Terdapat pula kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh pembuat laporan
dalam membuat serta menyajikan pelaporan, yaitu:
1. Kesalahan yang disengaja
Dalam hal ini, laporan yang disusun oleh pembuat laporan terdapat
kebohongan dan dilakukan dengan sengaja untuk memenuhi kepentingan
pribadi dan atau golongan.

2. Kesalahan yang tidak disengaja


Terdapatnya kesalahan akibat kurang akuratnya input informasi dan
ketidakhati-hatian pelapor dalam melaporkannya. Hal ini dikarenakan system
informasi perusahaan yang tidak memadai. Untuk menanggulangi hal
tersebut, maka dibutuhkan fungsi audit pelaporan keuangan dari akuntan
publik independen yang bersertifikasi, dari audit internal oleh staf yang
bertanggung jawab pada top manager untuk mengecek para bawahan
di tempat, dan kunjungan sosial dari para penyandang dana dari badan
layanan sosial. 9
Antisipasi Penggunaan Informasi
Ketika persyaratan pelaporan dikenakan umum bagi pengirim
berpikir untuk bertanya:
• Mengapa mereka memerlukan informasi ini
• Bagaimana mereka akan menggunakannya
• Apakah penerima akan mengambil suatu tindakan yang
berhubungan dengan pengirim
Pengirim menggunakan persyaratan pelaporan itu sendiri
bersama sama dengan informasi lainnya untuk mengantisipasi
bagaimana penerima bereaksi terhadap informasi yang
dilaporkan karena orang pada umumnya bereaksi dengan cara-
cara yang mereka yakin akan mengarah pada hasil yang
mereka inginkan. Dalam konteks manajemen pengirim
seringkali dianggap bertanggung jawab untuk mengendalikan
hal-hal yang juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain yang
10
tidak dapat dikendalikan oleh si pengirim.
Antisipasi Penggunaan Informasi (cont.)

Meskipun prinsip dari akuntansi manajemen untuk membuat manajer bertanggung


jawab hanya untuk hal-hal yang dimana mereka memiliki wewenang dan kemampuan
untuk mengendalikan, tidak mudah untuk benar-benar mengetahui seberapa banyak
dari hasil sekarang yang disebabkan oleh tindakan pengirim dibandingkan oleh faktor-
faktor lain.

Ketika banyak faktor lain di luar perilaku pengirim mempengaruhi suatu hasil,
kemungkinan besar pengirim tidak akan mengubah perilakunya yang dilaporkan
karena dua alasan sebagai berikut :
1. Pengirim mungkin tidak mengetahui bagaimana untuk berperilaku guna mencapai
hasil dan informasi yang diinginkan.
2. Seringkali ada kemungkinan untuk menyalahkan faktor-faktor lain atas hasil yang
dicapai ketika pengirim ditanyakan mengenai hal itu.
11
Prediksi si pengirim mengenai penggunaan si
pemakai
Seringkali timbul keraguan dalam diri pelapor untuk
menentukan bagaimana penerima menggunakan informasi dari
laporannya. Jika setiap orang jelas dan jujur mengenai
bagaimana mereka akan menggunakan informasi yang
dilaporkan, maka akan terdapat lebih sedikit masalah. Akan
tetapi, biasanya penerima jarang sekali mengemukakan
bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut. Hal ini
menyebabkan pelapor kesulitan untuk memprediksi kapan dan
bagaimana laporan tersebut akan digunakan oleh penerima.
Jika terjadi hal seperti itu, maka prediksi pelapor akan
didasarkan atas pengalaman sebelumnya. Kadang kala,
bahkan ketika orang menyatakan dengan jelas mengenai
bagaimana mereka berencana untuk mengunakan informasi
yang dilaporkan, mereka secara aktualnya menggunakan
informasi tersebut dengan cara yang mereka indikasikan atau 12
janjikan tidak akan digunakan.
Insentif atau sanksi
Penerima menginginkan agar laporan yang dibuat oleh
pelapor memuat segala sesuatu yang diinginkan oleh si
penerima. Tetapi dalam beberapa kasus, pelapor sudah
memprediksi respons penerima yang tidak senang atas
laporan tersebut sehingga pelapor enggan untuk
melaporkannya.

Kekuasaan penerima dalam menindak pelapor yang


bertindak tidak disiplin tersebut sangatlah penting.
Penerima paling tidak harus mendapatkan cukup
kekuasaan, baik secara langsung maupun tidak langsung
untuk memaksakan suatu persyaratan pelaporan. Semakin
besar kekuasaan penerima maka pelapor akan lebih
berhati-hati dalam bertindak untuk memastikan bahwa
13
informasi yang dilaporkan akan diterima oleh penerima.
Penentuan waktu
Dalam menentukan perubahan perilaku pengirim yang ditimbulkan oleh
persyaratan pelaporan, faktor waktu sangatlah penting. Persyaratan
pelaporan harus dikenakan sebelum pelapor bertindak, supaya pelapor
dapat mengubah perilakunya. Jika tidak, maka perilaku pelapor pada
masa lalu sudah tidak dapat diubah lagi. Tetapi dalam konteks manajemen,
kebanyakan persyaratan pelaporan bersifat repetitif, jikalau persyaratan baru
dikenakan setelah perilaku pelapor terjadi, maka pelapor akan mengetahui
bahwa ada laporan susulan yang harus dibuat berikutnya. Karena data
biasanya tidak dikumpulkan kecuali seseorang bermaksud menggunakan,
maka persyaratan pelaporan yang baru sering kali memerlukan data baru
dikumpulkan, yang memeberikan peluang untuk mengubah perilaku sebelum
pelaporan. 14
Strategi respons iteratif

Mengubah perilaku biasanya mahal biayanya. Orang dipengaruhi oleh banyak


tuntunan, batasan, dan keinginan yang saling bersaing satu sama lain.
Perubahan apapun dalam perilaku biasanya memengaruhi lebih dari satu
dimensi ini dan tidak selalu ke arah yang diprediksikan atau diinginkan.

Ketika suatu persyaratan pelaporan baru dikenakan, strategi yang paling


murah adalah untuk terus berperilaku seperti biasa, melaporkan sejujurnya perilaku
tersebut, dan menunggu respons dan penerima. Jika tidak ada respons, maka
strategi tersebut dapat diteruskan. Umpan balik negatif dari penerima yang
mengindikasikan bahwa perilaku yang dilaporkan tidak diinginkan, memperbaiki
estimasi pengirim mengenai perilaku apa yang diinginkan oleh penerima dan
bagaimana ia akan merespons.
15
Strategi respons iteratif
Kemungkinan pelaporan mengubah perilakunya dalam menanggapi
persyaratan pelaporan saja bergantung paling tidak sebagian pada :
1. Seberapa jelas apa yang diinginkan oleh penerima untuk terjadi.
2. Seberapa jelas untuk apa informasi yang dilaporkan tersebut akan
digunakan oleh si penerima.
3. Penghargaan atau sanksi apa yang dapat diberikan oleh penerima kepada
pengirim.
4. Penghargaan atau sanksi manakah yang mungkin digunakan oleh
penerima.
5. Seberapa besar perubahan dalam perilaku pada suatu dimensi dapat
mempengaruhi kinerja pada dimensi-dimensi penting lainnya. 16
Pengarah perhatian
Suatu persyaratan pelaporan dapat menyebabkan pelapor mengubah
perilakunya bahkan jika ia tidak mengharapkan penerima bereaksi
terhadap informasi yang dilaporkan. Hal ini mungkin karena informasi
memiliki suatu cara untuk mengarahkan perhatian pada bidang-bidang
yang berkaitan dengannya, yang dapat mengarah pada perubahan
perilaku. Meskipun dampak mengarahkan perhatian mungkin kurang
ampuh dan kurang rentan terhadap prediksi dibandingkan dengan
dampak antisipasi, dampak tersebut dapat mempengaruhi perilaku
dalam beberapa situasi. Dampak mengarahkan perhatian dianggap
sebagai dampak pencatatan dan bukan dampak dari pelaporan
informasi karena timbul dari kepentingan individu pelapor. Dampak
tersebut terjadi sebagai respons terhadap persyaratan pelaporan yang
datang dari luar. Dampak mengarahkan perhatian biasanya terjadi
pada program-program manajemen waktu dengan maksud
17
menghasilkan perubahan perilaku.
18
Persyaratan pelaporan dapat mempengaruhi
perilaku di semua di bidang seperti:
○ Akuntansi Keuangan
Badan-badan yang berwenang dalam akuntansi
keuangan di Amerika Serikat telah mengakui dampak
potensial yang dimiliki oleh persyaratan pelaporan
terhadap perilaku korporat. Pada awal tahun 1969
diusulkan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang diterima
secara umum dapat memengaruhi perilaku korporat.
Beberapa prinsip akuntansi kemudian diterapkan setelah
diperdebatkan terlebih dahulu mengenai dampak yang
akan ditimbulkannya. Beberapa hal yang kontroversial
dari pernyataan standar akuntansi tersebut merupakan
contoh mengenai bagaimana prinsip akuntansi
memengaruhi perilaku.
Prinsip Akuntansi mempengaruhi perilaku – menghambat
manajer mengambil tindakan operasi yang tidak diinginkan 19
guna menciptakan ilusi kinerja.
○ Akuntansi Perpajakan
Hukum pajak harus dipatuhi walaupun rumit & sulit bagi pembayar pajak – untuk
menurunkan peluang berbuat curang.
Meski relatif belum dieksplorasi, akuntansi perpajakan sangat sensitif terhadappersyaratan
pelaporan, bahkan segelintir orang meyakini pelanggaran hak konstitusional dalam
pandangan bahwa persyaratan pelaporan pajak rumit dansulit bagi pembayar pajak pada
umumnya. Persyaratan pelaporan pun dikenakan pada karyawan demi terciptanya
kepatuhan pembayar pajak terhadap hukum mengenai perpajakan. Jarang pembayar
pajak yang mencoba menghindar dari pajak karena informasi pajaknya akan dilaporkan
oleh orang lain kepada kaantor pajak. Selain itu, peluang untuk berbuat curang pun sangat
kecil karena adanya sanksi dari kantor perpajakan atas segala kecurangan. Pada tahun
1985 diharuskan untuk membuat catatan yang rinci atas pengurangan beban bisnis
mungkin adalah contoh mengenai dampak keperilakuan dari persyaratan pelaporan
pajak .Telah dibantah bahwa orang-orang bisnis akan mengeluarkan lebih sedikit dan
dengan demikian mengklaim lebih sedikit pengurangan dibandingkan dengan
persyaratan pembukuan yang sekarang. Faktanya, cacatan yang lebih rinci itu sendiri
tidak perlu dilaporkan, tetapi pembayar pajak dan penyusun laporan pajak diharuskan
untuk melaporkan bahwa cacatan semacam itu disimpan dan tersedia untuk diperiksa.
20
○ Akuntansi Sosial
Hanya sedikit saja yang diketahui mengenaik dampak dari akuntansi sosial
terhadap pengirim informasi. Masih terdapat relatif sedikit akuntansi sosial
bagi publik, dan kebanyakan riset mengenai hal itu berkaitan dengan
dampak terhadap penerima dari informasi yang dilaporkan.

Jika bersifat Sukarela, tidak berdampak apapun terhadap persyaratan


pelaporan. Isu sensitif: Polusi & Keamanan Produk. Masih barunya
akuntansi sosial bagi publik mengakibatkan dampak persyaratan pelaporan
yang dapat dikaji hanya sedikit. Apalagi karena akuntansi sosial
eksternal yang masih bersifat sukarela yang tidak berdampak pada
persyaratan pelaporan. Sebagai contoh dampak akuntansi sosial
terhadap persyaratan pelaporan ialah lahirnya polusi terhadap lingkungan
dan keamanan produk.
21
○ Akuntansi Manajemen
Manajemen suatu organisasi dapat memberlakukan persyaratan pelaporan
internal sesuai keinginannya. Pos-pos yang dilaporkan diantaranya bersifat
keuangan, operasional, sosial, atau suatu kombinasi. Data atau informasi
akuntansi manajemen jarang dipublikasikan pada pihak eksternal organisasi.
Sulit pula untuk digeneralisasi karena perbedaan dan keunikan sistem dari
masing - masing organisasi.

Menurut hasil riset bahwa kadang kala persyaratan pelaporan


menghasilkan dampak yang dapat diamati terhadap perilaku pelapor dan
kadang kala tidak. Keanekaragaman faktor-faktor yang dipertimbangkan
menjadikannya sulit untuk memprediksi kapan dan apa dampak yang akan
terjadi karenanya.
22
Penilaian
Dampak
Terhadap
Pengirim
Informasi
23
Dalam pengambilan keputusan deduktif, persyaratan pelaporan
berinteraksi dengan kekuatan-kekuatan motivasional dan logis
guna membentuk perilaku manajer.
• Teknik yang digunakan:
1. Tanyakan kepada orang lain dengan latar belakang &
perspektif yang berbeda untuk melakukan hal yang sama
karena mereka mungkin melihat sesuatu dengan cara yang
tidak pernah anda pikirkan. cara yang sederhana, mudah, &
cepat untuk memprediksi dampak persyaratan pelaporan
sebelum diterapkan.
2. Tanyakan kepada pelapor mengenai perilaku mereka dengan
survei sayangnya respons ini tidak selalu mencerminkan
perilaku responden yang akurat.

24
Masalah dalam kondisi alamiah ialah banyak hal-hal lain
yang mengalami perubahan bersama dengan persyaratan
pelaporan yang menyulitkan untuk menentukan penyebab
perilaku pelapor yang sedang diamati. Ketika post hoc
analysis atas data sekunder digunakan, maka ukuran-
ukuran perilaku yang diminati kemungkinan tidak akan
tersedia.

25
Kesimpulan
Sebagaimana dipahami bersama, masalah pokok dari proses
akuntansi adalah implikas komunikasi informasi mengenai
keuangan dan manajemen. Namun, bukan hanya pihak
pelapor atau pengirim informasi saja yang memiliki harapan,
pihak penerima informasi juga memiliki harapannya sendiri
lewat perilaku yang diwujudkannya terhadap informasi
tersebut. Kedua belah pihak masing-masing memiliki perilaku
yang berbeda terhadap informasi yang sama. Dengan
demikian, untuk mencapai efektivitas komunikasi, pihak
penerima informasi harus menyadari perilaku dari pihak
pengirim informasi karena pihak pengirim informasi dapat
bertindak disfungsional terhadap informasi yang signifikan.
Oleh karena itu, bentuk laporan yang menjadi bagian dari
rangkaian komunikasi perlu ditinjau mana kala membawa
dampak negatif bagi proses komunikasi.
26
Question 1
Apakah yang dimaksud dengan persyaratan pelaporan ?

Jawaban
Persyaratan pelaporan melaporkan informasi kepada orang lain
tentang siapa (apa) kita ini, bagaimana kita menjalankan hidup kita,
bagaimana kita mengerjakan pekerjaan kita, bagaimana keadaan
dari orang dan benda untuk mana kita bertanggungjawab, dan
seterusnya

27
Question 2
Apakah alternatif persyaratan pelaporan untuk pengendalian
manajemen ? Diskusikan keunggulan dan kelemahan dari alternatif
tersebut, relatif terhadap persyaratan pelaporan.

Jawaban

Manajemen dapat memberlakukan persyaratan pelaporan


internal apa pun yang bersifat keuangan, operasional, sosial,
atau suatu kombinasi kepada bawahannya. Walaupun sangat
sulit untuk digeneralisasi karena setiap organisasi memiliki
sistem akuntansi manajemen, sekelompok persyaratan
pelaporan, dan hubungan organisasional yang unik, serta
adanya keanekaragaman faktor pertimbangan tetapi dengan
persyaratan pelaporan yang telah dibuat tersebut, kita dapat
melihat dampak yang dihasilkan terhadap perilaku pelapor.
28
Question 3
Apakah karakteristik dari persyaratan pelaporan yang
kemungkinan besar akan menyebabkan pengirim untuk
memodifikasi perilaku ?
Jawaban
1. Seberapa jelas apa yang diinginkan oleh penerima untuk terjadi.
2. Seberapa jelas untuk apa informasi yang dilaporkan tersebut
akan digunakan oleh si penerima.
3. Penghargaan atau sanksi apa yang dapat diberikan oleh
penerima kepada pengirim.
4. Penghargaan atau sanksi manakah yang mungkin digunakan
oleh penerima.
5. Seberapa besar perubahan dalam perilaku pada suatu dimensi
dapat mempengaruhi kinerja pada dimensi-dimensi penting
29
lainnya.
Question 4
Bagaimana pelapor menentukan tujuan untuk mana
informasi yang dilaporkan akan digunakan ?
Jawaban
• Antisipasi penggunaan informasi.
Semakin informasi yang dilaporkan mencerminkan sesuatu yang dapat dikendalikan
oleh pembuat, maka akan semakin besar kemungkinan bahwa perilku pembuat akan
dimodifikasi. Pembuat dapat merasa cukup pasti bahwa perubahan dalam perilaku
akan mengarah pada perubahan yang diinginkan dalam informasi yang dilaporkan.

• Prediksi pengirim mengenai penggunaan informasi.


Apabila pembuat laporan bertanggung jawab kepada penerima maka ia akan
berperilaku dalam cara-cara yang menyenangkan mengenai apa yang harus
dilaporkan, mengenai tindakan dan hasil yang manakah yang penting bagi penerima.
Namun ketika orang tidak merasa pasti mengenai bagaimana informasi tersebut akan
digunakan, maka pembuat laporan memiliki pekerjaan sulit untuk memprediksi kapan 30
dan bagaimana informasi tersebut akan digunakan.
Question 5
Bagaimana umpan balik, insentif, dan sanksi berinteraksi
dengan dampak-dampak dari persyaratan pelaporan ?
Jawaban

Feedback dalam :
• Akuntansi Keuangan berfokus kepada laporan keuangan untuk
mengetahui apakah laporan tersebut sesuai dengan SAK.
• Akuntansi Perpajakan berfokus pada pembayaran pajak perusahaan
untuk mengetahui apakah pembayaran yang dilakukan oleh suatu
perusahaan sudah sesuai dengan peraturan pajak.
• Akuntansi Sosial berfokus pada lingkungan sekitarnya, apakah
perusahaan sudah beroperasi secara eco friendly.
• Akuntansi Manajemen berfokus pada kinerja perusahaan, apakah tingkat
produktivitas perusahaan sudah efektif dan efisien.
31
Question 5
Bagaimana umpan balik, insentif, dan sanksi berinteraksi
dengan dampak-dampak dari persyaratan pelaporan ?
Jawaban
Insentif dan sanksi dalam :
• Akuntansi Keuangan pengirim harus berhati-hati dalam membuat laporan keuangan karena jika
laporan keuangan tersebut tidak bebas dari salah saji material maka bisa kena sanksi, namun jika
pengirim dapat memberikan laba yang besar, maka dapat diberikan penghargaan dari perusahaan.
• Akuntansi Perpajakan pengirim harus membayar dan melaporkan pajaknya secara jujur dan tepat
waktu.
• Akuntansi Sosial pengirim harus memperhatikan lingkungan di sekitar perusahaan, karena jika
perusahaan menyebabkan kerusakan lingkungan atau polusi udara sehingga berdampak buruk
pada kesehatan masyarakat, maka perusahaan akan mencemarkan nama baik perusahaan itu
sendiri, jika lingkungan perusahaan bersih maka masyarakat akan lebih percaya pada produk yang
dihasilkan oleh perusahaan.
• Akuntansi Manajemen pengirim harus bisa meningkatkan kinerja perusahaannya untuk bisa
mendapatkan penghargaan dari atasannya, namun jika kinerja perusahaan menjadi sangat
menurun maka pihak manajemen dapat diberikan sanksi berupa penggantian jabatan atau
penurunan jabatan.
32
Question 6
Bagaimana penentuan waktu dari persyaratan pelaporan
memengaruhi dampak-dampaknya ?

Jawaban

Penentuan waktu dari persyaratan pelaporan dapat


mempengaruhi keputusan-keputusan yang akan diambil oleh
decision maker perusahaan karena dalam sebelum keputusan
tersebut diambil kita masih dapat mempengaruhi hasil putusan
pelaporan tersebut, tetapi jika putusan tersebut telah
diputuskan maka pihak pengirim harus mencari data-data baru
yang memiliki peluang untuk mengembalikan putusan yang
telah diputuskan tersebut menjadi pada putusan yang
diinginkan pengirim.

33
Thanks!
Any questions?

34