Anda di halaman 1dari 6

KONSEP PENGUKURAN AKTIVA

Untuk menentukan berapa besarnya penyajian aktiva dalam laporan


keuangan, maka perlu ditetapkan terlebih dahulu nilai dari aktiva tersebut.
Berdasarkan SAK No. 16 paragraf 13 menyatakan bahwa:
“Suatu benda berwujud harus diakui sebagai aktiva dan dikelompokkan
sebagai aktiva tetap pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan”.

Adapun tujuan diukur tersebut adalah sebagai berikut:


a) Sebagai salah satu langkah pengukuran laba
b) Sebagai salah satu langkah dalam proses penyajian laporan keuangan
c) Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang ingin dicapai
d) Memenuh kebutuhan akan informasi khusus yang memerlukan penilaian
untuk kepentingan manajemen
PROSES PENGUKURAN

Secara akuntansi, proses pengukuran adalah proses memberikan jumlah


moneter kuantitatif yang berarti pada objek atau peristiwa yang berkaitan
dengan sebuah badan usaha, dan diperoleh sedemikian rupa sehingga jumlah
itu sesuai dengan agregasi atau disagregasi.
Pengukuran biasanya dilakukan dalam ukuran moneter, namun tidak menutup
kemungkinan data non moneter juga dapat relevan untuk memprediksi dalam
hal pengambilan keputusan.

Pengukuran aktiva berkaitan dengan penentuan nilai pertukran dari aktiva


tersebut. Ada dua jenis nilai pertukran yang dapat digunakan yaitu: nilai
keluaran(aliran kas yang akan diterima) dan nilai masukan (kas yang
dikeluarkan untuk mendapatkan input).
HARGA PERTUKARAN

Harga pertukaran diambil dari harga pasar, tetapi ada dua pasar tempat
perusahaan beroperasi dan karenanya ada dua jenis harga, yaitu:
a) Harga keluaran adalah harga yang mencerminkan berapa dana yang
akan diterima oleh perusahaan yang didasarkan terutama pada
harga pertukaran untuk produk.
b) Harga masukan adalah harga yang mencerminkan unukran imbalan
yang diserahkan untuk memperoleh aktiva yang digunakan oleh
perusahaan dalam operasinya.
UKURAN MASUKAN

BIAYA MASUKAN HISTORIS


Adalah harga agregat yang dibayarkan perusahaan untuk memperoleh
kepemilikan dan penggunaan suatu aktiva, termasuk seluruh pembayaran
yang dikeluarkan perusahaan agar aktiva tersebut dapat memberikan
manfaat dan dapat digunakan oleh perusahaan.

Adapun keunggulan dari biaya historis ini adalah sebagai berikut:


a. Biaya tersebut dapat diuji kebenarannya
b. Biya yang timbul dari transaksi yang wajar telah disepakati bersama
c. Biaya menunjukkan nilai aktual aktiva itu bagi perusahaan pada saat
perolehan.
Sedangkan kelemahannya:
a. Nilai aktiva dapat berubah dari waktu kewaktu
b. Setelah aktiva tersebut digunakan nilai yang tersisa tidak dapat
digunakan untuk mengukur kuantitas sumber daya perusahaan.
a. Biaya Bijaksana adalah konsep biaya yang menyatakan
hanya biaya-biaya yang dibayar secara normal untuk
properti yang dimasukkan kedalam pengukuran aktiva.
b. Biaya Standar adalah biaya yang diterapkan pada
penilaian dengan dasar berapa biaya yang seharusnya.
c. Biaya asal, mengacu pada biaya properti perusahaan
yang pertama-tama menyerahkan untuk pelayanan
masyarakat. Setiap jumlah yang dibayarkan yang
melebihi biaya asal dikurangi akumulasi penyusutan ,
dalam pembelian oleh perusahaan kedua harus
dikalsifikasi terpisah dan dikeluarkan dengan metode
yang disetujui oleh komisi pelayanan masyarakat.
Sudah
habis