Anda di halaman 1dari 33

PENGETAHUAN DASAR K3

(BASIC KNOWLEGE OCCUPATIONAL


SAFETY AND HEALT)

Oleh:
Nasfryzal Carlo
Email: carlo@bunghatta.ac.id
Dosen Tetap FTSP Universitas Bung Hatta
Latar Belakang
Timbulnya K3

• Keinginan untuk selamat dan terhindar dari bahaya (


Accident Free ).
• Keinginan untuk terhindar dari kerugian materi akibat
kecelakaan ( Bussiness Interuption ).
• Memenuhi ketentuan hukum ( Compliance with Law).
• Desakan dari pihak luar dan tuntutan masyarakat. (
Costumer satisfaction ).

2
LATAR BELAKANG
ILO
– Salah satu upaya dlm menanggulangi kecelakaan dan
penyakit akibat kerja di tempat kerja adalah dgn
penerapan peraturan perundangan, antara lain
melalui:
 Adanya ketentuan dan syarat-syarat K3 yg selalu mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi.
 Penerapan semua ketentuan dan persyaratan K3 sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku sejak tahap
rekayasa.
 Pengawasan dan pemantauan pelaksanaan K3 melalui
pemeriksaan-pemeriksaan langsung tempat kerja.

BIMTEK SMK3 2014 3


TUJUAN
• Selamat dalam bekerja
• Sehat dalam bekerja
• Patuh peraturan
PENGERTIAN K3
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Suatu ilmu pengetahuan dan


Keilmuan penerapannya dalam upaya
mencegah kecelakaan,
kebakaran, peledakan,
pencemaran, penyakit akibat
kerja , dll

“ACCIDENT PREVENTION”
5
SAFE/AMAN adalah suatu kondisi
sumber bahaya telah ter-identifikasi
dan telah dikendalikan
ke tingkat yang memadai
6
PENGERTIAN
KECELAKAAN

adalah :
Kejadian yang tidak dikehendaki
dan tidak diduga /tiba-tiba yang
dapat menimbulkan korban
manusia, harta benda, dan
lingkungan.
7
TEORI KECELAKAAN
KERJA

ACCIDENT PRONESS THEORY Ada orang tertentu dari bawaan pribadinya


lebih rawan kecelakaan dari pada orang lain

Pekerja yg diberi kebebasan untuk


GOALS FREEDOM ALERTNESS menetapkan target kerjanya sendiri akan
THEORY menghasilkan hasil kerja yang lebih
berkualitas dan berperilaku lebih aman

ADJUSTMENT STRESS THEORY Terdapat faktor negatip dalam lingkungan


kerja internal maupun eksternal.

8
“RISK”
Risiko adalah ukuran
kemungkinan
kerugian yang akan
timbul dari sumber
bahaya (hazard)
tertentu yang terjadi.

9
Risiko terdiri dari 2 dimensi:

KEPARAHAN KEKERAPAN

Atau KEPARAHAN x KEKERAPAN


10
BAHAYA
Bahaya adalah
sifat dari suatu bahan, cara kerja suatu alat,
cara melakukan suatu pekerjaan, tempat dan
posisi atau kondisi lingkungan kerja, yang dapat
menimbulkan kerusakan atau kerugian
manusia, harta benda, penyakit akibat kerja,
cedera, cacat sementara dan permanen,
maupun kematian.
DANGER/
NEAR MISS
hampir putus
putus INCIDENT

ACCIDENT

12
INCIDENT

Suatu keadaan/kondisi, bilamana pada saat itu sedikit


saja ada perubahan maka dapat mengakibatkan
terjadinya accident/kecelakaan.

13
Jenis Bahaya
konstruksi
• Physical Hazards
• Chemical Hazards.
• Electrical Hazards.
• Mechanical Hazards.
• Physiological Hazards.
• Biological Hazards.
• Ergonomic

14
Benda Bergerak
lurus Putar Acak Angkut/angkat

Benda diam
Gravitasi/elevasi Rusak Ambruk Kunci lemah

Benda phisik
Cahaya Bising Suhu Radiasi Getaran Tekanan

Aliran Listrik
Lebih beban Tersentuh Loncatan api Isolasi buruk Gagal fuse

Bahan Kimia
Ledakan Kebakaran Biologis Keracunan Korosi

Bisa Kuman Virus.jamur Serangga

Ergonomis
Berdiri Duduk Ukuran Jangkauan

Phsycologis
Stress Tidak harmonis Habis dimarahi
KECELAKAAN
ADALAH AKIBAT DARI RANGKAIAN SEBAB-AKIBAT
(DOMINO EFFECTS)

LACK OF BASIC IMMEDIATE


INCIDENT LOSS
CONTROL CAUSES CAUSES

LEMAH PENGENDALIAN/ KERUGIAN


SEBAB-SEBAB DASAR SEBAB LANGSUNG KONTAK DENGAN 1. MANUSIA
PENGAWASAN 1. FAKTOR PERSONAL 1. TINDAKAN TAK AMAN ENERGI 2. HARTA BENDA
1. PROGRAM TAK SESUAI 2. FAKTOR PEKERJAAN 2. KONDISI TAK AMAN ATAU BAHAN
2. STANDAR TAK COCOK 3. PROSES KERJA
3. TAK PATUH STANDAR 4. LINGKUNGAN
5. MASYARAKAT
PROGRAM K3 PROYEK
1. Melaksanakan Manajemen Risiko K3 (HIRARC)
2. Menyusun prioritas pelaksanaan pekerjaan berdasarkan
tingkat risiko K3
3. Merencanakan sasaran dan program pengendalian K3
4. Melaksanakan rencana pengendalian K3
5. Melakukan monev atas pelaksanaan program pengendalian
K3
6. Melakukan peningkatan program pengendalian K3 secara
berkelanjutan

19
SASARAN K3
• Melindungi para pekerja
dan orang lainnya di tempat
kerja (formal maupun
informal)
• Menjamin setiap
material/alat konstruksi
dipakai secara aman dan
efisien
• Menjamin proses konstruksi
berjalan lancar

20
SADAR POSISI & PERAN K3
• Berperan pada: pencegahan dan pengendalian kondisi darurat.
• Subyek Dilindungi: jiwa manusia, Aset dan Lingkungan Kerja
• Pendekatan ilmu: Perilaku dan Engineering

Engineering Kedokteran
Rp

Kecelakaan Pengobatan
K3 Kesehatan
Kerja Karyawan

PASKA ACCIDENT

KONDISI DARURAT
PENCEGAHAN P3K

WAKTU
KEWAJIBAN DAN HAK MANAJEMEN
Manajemen wajib:
1.Melindungi pekerja dan orang lain di tempat kerja dari bahaya
celaka dan sakit;
2.Melatih dan mendidik serta memberikan pengalaman kepada
pekerja sesuai dengan tingkatan kompetensi K3 yang
dibutuhkan;
3.Menjamin agar setiap sumber produksi dan hasilnya dapat
dipakai secara aman dan efisien; dan
4.Menjamin proses produksi berjalan lancar dan aman.

Manajemen berhak untuk memperingatkan dan menegur


bahkan sampai memberhentikan pekerja jika terjadi
pelanggaran yang membahayakan diri pekerja, orang lain dan
proses kerja.
KEWAJIBAN PEKERJA
Pekerja berkewajiban untuk:

1. Menjaga keselamatan dan kesehatan diri masing-masing setelah


mendapatkan hak kondisi kerja yang aman dan Alat Pelindung Kerja
(APK) yang terpasang dengan baik;
2. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang disediakan oleh
manajemen. APD yang disediakan oleh manajemen, suka atau tidak
suka, nyaman atau tidak nyaman, harus digunakan dalam bekerja
dan tidak boleh dilepas walau sesaat karena celaka hanya
membutuhkan waktu sepersekian detik saja; dan
3. Pekerja harus peduli dengan keadaan sekitarnya, seperti perilaku
tidak aman teman sekerja, lingkungan kerja yang tidak aman, dengan
cara mengingatkan dan melaporkannya kepada manajemen.
HAK PEKERJA

Pekerja berhak untuk:

1. Menolak pekerjaan yang tidak aman;


2. Menolak pekerjaan yang tidak sesuai dengan kompetensinya;
3. Menolak pekerjaan tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri
(APD);
4. Mendapat jaminan asuransi pada setiap pekerjaan yang
melibatkannya;
5. Memperoleh Safety Induction sebelum bekerja; dan
6. Memperoleh hari libur atau cuti sesuai aturan yang berlaku.
Tunjukan dan sebutkan bahaya di bawah ini

1 2 3
Tangga untuk Akses ke kepala PIER ( pile
cap) tidak memenuhi standar sehingga akan
terjadi kecelakaan Kerja, pekerja terjatuh
atau terpeleset dari tangga
Perletakan Jack Base Perancah
(scapolding) Sangat Membahayakan
APA SAJA NAMA ..
ALAT2 PELINDUNG DIRI

1
KEPALA
WAJAH & MATA
TELINGA
PERNAFASAN
TANGAN
KAKI
PAKAIAN PELINDUNG 1
PINGGANG
SABUK & TSLI PENGAMAN
3
2

KEPALA
WAJAH & MATA
TELINGA
PERNAFASAN
TANGAN
KAKI
PAKAIAN PELINDUNG
PINGGANG
1 SABUK & TSLI PENGAMAN
KEPALA
WAJAH & MATA 4
TELINGA 7
PERNAFASAN
TANGAN
KAKI
PAKAIAN PELINDUNG
5
PINGGANG
SABUK & TSLI PENGAMAN

6
6
 KEPALA
 WAJAH & MATA
 TELINGA
 PERNAFASAN
 TANGAN
 KAKI
 PAKAIAN PELINDUNG
 PINGGANG
 SABUK & TSLI PENGAMAN
7
8 5
2 4

 KEPALA
1  WAJAH & MATA
 TELINGA
 PERNAFASAN
 TANGAN
3  KAKI
 PAKAIAN PELINDUNG
 PINGGANG
 SABUK & TSLI PENGAMAN
Tugas 1 QS
– Cari kasus-kasus atau masalah tentang K3
Kontruksi di Indonesia dan di dunia melalui
Journal/majalah ilmiah
– Artikel/kasus tersebut berbahasa Indonesia dan
Bahasa Inggeris
– Setelah didapat disimpulkan secara ilmiah dan
bandingkan kasus tersebut
– Diserahkan pada pertemuan kuliah berikutnya (16
Okt 2019)

34