Anda di halaman 1dari 9

IDENTITAS NASIONAL

MATERI 2.
A. PENGERTIAN IDENTITAS NASIONAL
• Secara etimologi kata identitas berasal dari
bahasa Inggris identity yang berarti: ciri-ciri,
tanda-tanda atau jatidiri yang melekat pada
seseorang atau sesuatu yang membedakannya
dengan yang lain.
• Menurut antropologi, identitas adalah sifat khas
yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran
diri pribadi, golongan, kelompok, komunitas, atau
negara. Berdasarkan hal ini, identitas tidak
terbatas pada individu tetapi berlaku juga pada
suatu kelompok.
• Kata nasional merupakan identitas yang melekat pada
kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh
kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama,
bahasa maupun non fisik seperti keinginan, cita-cita, dan
tujuan.
• Himpunan kelompok inilah yang kemudian disebut dengan
istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang pada
akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action)
yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-
pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional.
• Kata nasional tidak bisa dipisahkan dari kemunculan konsep
nasionalisme sebagaimana akan dijelaskan kemudian.
1. Pengertian Nasionalisme
• Sebuah situasi kejiwaan di mana kesetiaan
seseorang secara total diabdikan langsung kepada
negara bangsa (Nation-State) atas nama sebuah
bangsa.
• Negara bangsa: sebuah bangsa yang memiliki
bangunan politik (political building) seperti
pemerintahan yang sah, batas-batas teritorial,
pengakuan luar negeri dan lain sebagainya.
• Semangat nasionalisme dapat dipergunakan
sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi
untuk mengetahui siapa kawan dan lawan
2. Nasionalisme Indonesia
• Tumbuhnya paham nasionalisme Indonesia tidak
bisa terlepas dari situasi sosial politik dekade
pertama abad ke-20 dalam rangka menentang
kolonialisme Belanda oleh kalangan pribumi.
• Para tokoh pergerakan nasional sepakat tentang
perlunya suatu konsep nasionalisme Indonesia
merdeka, tetapi mereka berbeda dalam
persoalan nilai atau watak nasionalisme
Indonesia.
Pemikiran-Pemikiran Watak Nasionalisme
Indonesia Sebelum Kemerdekaan
Paham ke-Islaman Marxisme Nasionalisme Indonesia
Islam merupakan sarana Paham Marxis pada Nasionalisme yang
yang paling jelas, baik mulanya berkembang di diserukannya bukanlah
untuk membangun rasa luar gerakan-gerakan nasionalisme yang
persatuan nasional kebangsaan pribumi yakni berwatak sempit, tiruan
maupun untuk Partai Nasional Hindia dari Barat, atau berwatak
membedakan masyarakat Belanda (NIP, Nationale chauvinisme. Nasionalisme
Indonesia dari kaum Indische Partij) yang yang dikembangkannya
penjajah Belanda. Islam merupakan organisasi bersifat toleran, bercorak
satu-satunya ikatan politik Eropa-Indonesia ketimuran, dan tidak
universal yang ada di luar yang lahir pada 1912 yang agresif, penuh nilai-nilai
kekuasaan kolonial. (Fred menyerukan paham kemanusiaan dan dapat
R. Von der Mehden). kesetaraan ras, keadilan berkerja sama dengan
sosial-ekonomi dan kelompok baik Islam
kemerdekaan yang maupun Marxis.
didasarkan kerjasama
Eropa-Indonesia.
B. UNSUR-UNSUR PEMBENTUK
IDENTITAS NASIONAL
Suku Bangsa Agama Kebudayaan Bahasa
Golongan sosial Aturan tertinggi Merupakan Sebagai sistem
yang khusus yang untuk makhluk patokan nilai-nilai perlambangan yang
bersifat askriptif Tuhan tentang etika, moral, baik secara arbiter
(ada sejak lahir), segala sendi-sendi yang tergolong dibentuk atas
yang sama coraknya kehidupan. sebagai ideal unsur-unsur bunyi
dengan golongan maupun yang ucapan manusia
umur dan jenis operasional dan dan yang digunakan
kelamin. aktual di dalam sebagai sarana
kehidupan sehari- berinteraksi antar
hari. manusia.
C. NASIONALISME INDONESIA DAN
KONSEP-KONSEP TURUNANNYA
Negara-Bangsa Warga Negara Dasar Negara Pancasila
Untuk menjadi sebuah Menurut pasal 26 UUD Dasar negara Indonesia
negara-bangsa, maka 1945 sebelum yang berkedaulatan rakyat
syaratnya adalah adanya diamademen: orang-orang adalah Pancasila dengan
batas teritorial wilayah, bangsa Indonesia asli dan kelima silanya.
pemerintahan yang sah, orang-orang bangsa lain
dan pengakuan dari negara yang disahkan denan UU
lain. sebagai warga negara.
Menurut pasal 26 UUD
1954 setelah
diamandemen: Penduduk
ialah warga negara
Indonesia dan orang asing
yang bertempat tinggal di
Indonesia.
D. INTEGRASI NASIONAL
Pengertian Arti penting
Penyatuan bagian-bagian yang berbeda Pada hakikatnya integrasi nasional tidak
dari suatu masyarakat menjadi suatu lain menunjukkan tingkat kuatnya
kesatuan yang lebih utuh atau kesatuan dan persatuan bangsa yang
memadukan masyarakat-masyarakat kecil diinginkan. Pada akhirnya persatuan dan
yang banyak jumlahnya menjadi satu kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih
bangsa. menjamin terwujudnya negara yang
makmur, aman dan tentram.