Anda di halaman 1dari 16

POSYANDU

Sarjan Terapan Gizi dan Dietetika tingkat 1A


Anggota Kelompok 1 :
◦ Ade Amalia Husna ( P07223119001)
◦ Adhetya Cristian Caesar ( P07223119002)
◦ Adinda Nur Aini Rofiqoh ( P07223119003)
◦ Agnes Chrisvera Sitohang ( P07223119004)
◦ Ahmad Fahmi Syadzali ( P07223119005)
◦ Amelia Lintang Puspita ( P07223119006)
◦ Ananda Faza Nailudhudhuha ( P07223119007)
◦ Avia Putri Wijaya ( P07223119008)
◦ Billah ( P07223119009)
◦ Bilqist Afifah Santoso ( P07223119010)
◦ Carolina Putri Loditha ( P07223119012)
◦ Desy Aulia ( P07223119013)
Pengertian
◦ Kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat
yang dibantu oleh petugas kesehatan. (Cessnasari. 2005)

◦ Wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat
yang dibimbing petugas terkait. (Departemen Kesehatan RI. 2006)

◦ Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan
keluarga berencana.(Effendi, Nasrul. 1998: 267)
Sejarah
◦ Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian dari
kesejahteraaan umum seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, Departemen
Kesehatan pada tahun 1975 menetapkan kebijakan Pembangunan Kesehatan Masyarakat
Desa (PKMD). Adapun yang dimaksud dengan PKMD ialah strategi pembangunan
kesehatan yang menerapkan prinsip gotong royong dan swadaya masyarakat, dengan
tujuan agar mayarakat dapat menolong dirinya sendiri, melalui pengenalan dan
penyelesaian masalah kesehatan secara lintas program dan lintas sektor terkait.

Pencanangan Posyandu yang merupakan bentuk baru ini, dilakukan secara massal untuk
pertama kali oleh Kepala Negara Republik Indonesia pada tahun 1986 di Yogyakarta,
bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Sejak saai itu Posyandu tumbuh
dengan pesat. Pada tahun 1990, terjadi perkembangan yang sangat luar biasa, yakni
dengan keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmandagri) Nomor 9 Tahun 1990 tentang
Peningkatan Pembinaan Mutu Posyandu. Melalui instruksi ini, seluruh kepala daerah
ditugaskan untuk meningkatkan pengelolaan mutu Posyandu. Pengelolaan Posyandu
dilalulan oleh satu Kelompok Kerja Operasional (pokjanal) Posyandu yang merupakan
tanggung jawab bersama antara masyrakat denagn Pemerintah Daerha (Pemda)
Landasan Hukum
1.Undang-undang Dasar tahun 1945 pasal 28 H ayat 1 dan UU No. 23 Tahun 1992
tentang Kesehatan.
2. Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah da
Kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
5. Surat Edaran Mendagri Nomor 411.3/1116/SJ tahun 2001 tentang Revitalisasi
Posyandu.
6. Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Pengelola Posyandu
Penanggung
Penanggung Ketua
jawab Sekretaris Pelaksana
Jawb Umum Pelaksana
Operasional

Kader PKK,
Ketua tim yang
Tokoh Ketua Pakja dibantu
Kades/Lurah penggerak
Masyarakat IV Kelurahan petugas KB-
PKK Desa Kes
(puskesmas)
Kegiatan Pokok (panca
krida posyandu)
1. KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
2. KB (keluarga Berencana)
3. lmunisasi.
4. Gizi.
5. Penggulangan Diare.
Tujuan Posyandu
1. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil,
melahirkan dan nifas)
2. Membudayakan NKKBS
3. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan
kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk
tercapainya masyarakat sehat sejahtera .
4. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera, Gerakan
Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera.
Pelaksanaan Layanan Posyandu
Pada hari buka posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 meja yaitu:
◦ Meja I : Pendaftaran
◦ Meja II : Penimbangan
◦ Meja III : Pengisian KMS
◦ Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS
◦ Meja V : Pelayanan kesehatan berupa:
- Imunisasi
- Pemberian vitamin A dosis tinggi.
- Pembagian pil KB atau kondom.
- Pengobatan ringan.
- Konsultasi KB.
Petugas pada meja I dan IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan meja V merupakan
meja pelayanan medis.
Keberhasilan Posyandu
Keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN.
S : Semua balita di wilayah kerja posyandu.
K : Semua balita yang memiliki KMS.
D : Balita yang ditimbang.
N : Balita yang Berat Badannya naik

Keberhasilan Posyandu berdasarkan:


◦ Baik/ kurangnya peran serta masyarakat.
◦ Berhasil tidaknya program posyandu.
Manfaat Posyandu
Posyandu memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, KB, imunisasi, gizi, penanggulangan
diare.
1. Kesehatan ibu dan anak
◦ Ibu: Pemeliharaan kesehatan ibu di posyandu, Pemeriksaan kehamilandan nifas,
Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah, Imunisasi
TT untuk ibu hamil.
◦ Pemberian Vitamin A: Pemberian vitanin A dosis tinggi pada bulan Februari dan Agustus
(Bagian Kependudukan dan Biostatistik FKM USU. 2007). Akibat dari kurangnya vitamin A
adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. (Dinas Kesehatan RI.
2006: 95)
◦ Penimbangan Balita: Penimbangan balita dilakukan tiap bulan di posyandu (Dinas
Kesehatan RI. 2006: 95). Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan
pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari
penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status
pertumbuhan balita (Dinas Kesehatan RI. 2006: 54), apabila penyelenggaraan posyandu
baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.
Lanjutan…
KMS adalah kartu untuk mencatat dan memantau pekembangan balita dengan melihat
garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan pada KMS dapat diketahui status
pertumbuhan anaknya.
Kriteria Berat Badan balita di KMS:
◦ Berat badan naik :
Berat badan bertambah mengikuti salah satu pita warna, berat badan bertambah
ke pita warna diatasnya.
◦ Berat badan tidak naik :
Berat badanya berkurang atau turun, berat badan tetap, berat badan bertambah
atau naik tapi pindah ke pita warna di bawahnya.
◦ Berat badan dibawah garis merah
Merupakan awal tanda balita gizi buruk Pemberian makanan tambahan atau PMT,
PMT diberikan kepada semua balita yang menimbang ke posyandu.
Lanjutan
2. Keluarga Berencana
Pelayanan Keluarga Berencana berupa pelayanan kontrasepsi kondom, pil KB, dan
suntik KB.
3. Imunisasi
Di posyandu balita akan mendapatkan layanan imunisasi.
Macam imunisasi yang diberikan di posyandu adalah
◦ BCG untuk mencegah penyakit TBC.
◦ DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus.
◦ Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
◦ Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning).
Lanjutan…
4 Peningkatan Gizi
Dengan adanya posyandu yang sasaran utamanya bayi dan balita, sangat tepat untuk
meningkatkan gizi balita (Notoadmodjo, Soekidjo. 2003: 205). Peningkatan gizi balita di
posyandu yang dilakukan oleh kader berupa memberikan penyuluhan tentang ASI,
status gizi balita, MPASI, Imunisasi, Vitamin A, stimulasi tumbuh kembang anak, diare
pada balita (Dinas Kesehatan RI. 2006: 24).

5 Penanggulangan diare
Penyediaan oralit di posyandu (Dinas Kesehatan RI. 2006: 127). Melakukan rujukan pada
penderita diare yang menunjukan tanda bahaya di Puskesmas. (Departemen
Kesehatan RI. 2006: 129). Memberikan penyuluhan penggulangan diare oleh kader
posyandu. (Departemen Kesehatan RI. 2006: 132).
Kesimpulan
◦ Posyandu adalah sistem pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan
program lainnya yang merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis
yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat.

◦ Manfaat Posyandu ataupun lima kegiatan pokok yang dilaksanakan diantaranya :


1. Kesehatan Ibu dan Anak
2. Keluarga Berencana
3. Imunisasi
4. Peningkatan Gizi
5. Penanggulangan Diare