Anda di halaman 1dari 20

Kelompok 6/ 5A

Adelia Anisa (K7117008)


MEMBACA Ajeng Tri Utami (K7117014)

DAN MENULIS Ayu Wulandari (K71170 28)

Deanisa Adilla Putri (K7117042)


PERMULAAN Dewi Ariyanti (K7117052)

Dewoso Anggraito (K7117053)

Dyah Adityaningrum (K7117063)


Pengertian Membaca dan Menulis Permulaan

Metode Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan

Tujuan Pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan

Tahap-tahap Membaca dan Menulis Permulaan


1. Pengertian Membaca dan
Menulis Permulaan
Membaca dan Menulis permulaan yang disingkat dengan
(MMP) merupakan bagian dari ketrampilan berbahasa yang diajarkan
dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Keempat
aspek/keterampilan tersebut dibagi menjadi dua kelompok besar,
yaitu (1) keterampilan yang bersifat menerima (reseptif) yang meliputi
keterampilan membaca dan menyimak, (2) keterampilan yang bersifat
mengungkap (produktif) yang meliputi keterampilan menulis dan
berbicara.
PENGERTIAN MMP
A. MEMBACA PERMULAAN
Membaca merupakan suatu proses yang bersifat fisik berupa kegiatan mengamati
tulisan secara visual. Dengan indera visual, pembaca mengenali dan membedakan
gambar-gambar bunyi serta kombinasinya. membaca permulaan dalam teori
keterampilan, maksudnya menekankan pada proses penyandian membaca secara
mekanikal.
B. MENULIS PERMULAAN
Menulis permulaan adalah cara merealisasikan symbol-simbol bunyi menjadi huruf
yang dapat dikenal secara kongkrit sesuai dengan tata cara menulis yang baik.
2. Metode Pembelajaran MMP
(Mulyati, 2014 & Kemendikbud, 2012)

Metode Metode Metode


eja Bunyi suku kata

Metode Metode Metode


Kata global SAS
Metode Eja
– Memperkenalkan huruf-huruf secara alfabetis
– Belajar latihan menuliskan lambang alfabet
– Memperkenalkan suku kata dengan merangkai beberapa
huruf ( ex : penebalan huruf)
– pengenalan kalimat-kalimat sederhana.
Metode Bunyi

– Metode bunyi merupakan bagian dari metode eja, hanya saja


dalam pelaksanaannya metode bunyi melalui proses latihan
dan tubian.
– Contoh metode bunyi: /e/ dilafalkan [e] dilafalkan dengan e
pepet seperti pelafalan pada kata benar, keras, pedas, lemah.
Dengan demikian. kata „nani dieja menjadi: /en-a/ [na]/en-i/
[ni] dibaca [na-ni].
Metode suku kata (silabel)

– Tahap pertama, pengenalan suku-suku kata;


– Tahap kedua, perangkaian suku-suku kata menjadi kata;
– Tahap ketiga, perangkaian kata menjadi kelompok kata
atau kalimat sederhana;
– Tahap keempat, pengintegrasian kegiatan perangkaian
dan pengupasan.
Metode kata
– Pengenalan sebuah kata tertentu.
– Pengenalan suku kata dan huruf. Artinya, kata dimaksud
diuraikan (dikupas) menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf-
huruf.
– Selanjutnya, dilakukan proses perangkaian huruf menjadi suku
kata dan suku kata menjadi kata.
– Dengan kata lain, hasil pengupasan tadi dikembalikan lagi
kebentuk asalnya sebagai kata lembaga (kata semula).
Metode global
– Menguraikan salah satu kalimat – Memperkenalkan
menjadi kata; kata menjadi suku kata; gambar dan kalimat.
suku kata menjadi huruf-huruf. Ini mama
ini buku Ini baso
ini buku
i-ni bu-ku
i-n-i b-u-k-u
Metode SAS
– Melakukan prapembelajaran memanfaatkan rangsang gambar, benda nyata,
tanya jawab informal untuk menggali bahasa peserta didik.
– Setelah ditemukan suatu struktur kalimat yang dianggap cocok untuk materi
MMP, pembelajaran MMP dimulai dengan pengenalan struktur kalimat.
– Kemudian, melalui proses analitik, kalimat utuh yang dijadikan tonggak dasar
untuk pembelajaran membaca permulaan ini diuraikan ke dalam satuan-satuan
bahasa yang lebih kecil yang disebut kata.
– Proses penganalisisan atau penguraian ini terus berlanjut hingga pada wujud
satuan bahasa terkecil yang tidak bisa diuraikan lagi, yakni huruf-huruf.
3. Tujuan Pembelajaran MMP (Membaca Menulis Permulaan)

Menurut Herusantosa, 2001:14

• Agar peserta didik mampu memahami dan menyuarakan kalimat sederhana


yang ditulis dengan intonasi yang wajar, peserta didik dapat membaca kata-
kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat dalam waktu yang
relatif singkat.
4. TAHAPAN MEMBACA
– Menurut Steinberg (dalam Akhmad Susanto, 2011:90) mengatakan bahwa
kemampuan membaca anak usia dini dapat dibagi atas empat tahap
perkembangan, yaitu :

a. Tahap timbulnya kesadaran terhadap tulisan

b. Tahap membaca gambar

c. Tahap pengenalan bacaan

d. Tahap membaca lancar


Menurut Abdurrahman M (2002: 201) membagi lima
tahapan dalam membaca, yaitu ;

a.Kesiapan c. Ketrampilan
b.Membaca
membaca membaca
permulaan
cepat.

e. Membaca
d.Membaca Yang
luas sesungguhnya
Tadkiroatun (2009, 8-9) mengungkapkan bahwa
adala 5 tahap dalam membaca yaitu ;

a.Tahap b.Tahap
magic. konsep diri.

c.Tahap
membaca
antara
e.Tahap d.Tahap
independen lepas landas
Sedangkan menurut Thahir (dalam Leni Nofrienti,
2012: 4), tahapan membaca menggunakan metode
fonik terdiri dari tiga tahap yaitu :

1.Tahap merah

2.Tahap biru
3.Tahap hijau
Tahapan Menulis Permulaan :
– Menurut Cole :
1. Tahap mencoret (usia 2,5 sampai dengan 3 tahun)
2. Tahap pengulangan secara linier (usia 4 tahun)
3. Tahap menulis secara acak (usia 4 sampai dengan 5 tahun)
4. Tahap menulis tulisan nama (usia 5,5 tahun)
5. Tahap menulis kalimat pendek (usia di atas 5 tahun)
TERIMAKASIH 
KRITIK DAN SARAN
NAMA KRITIK DAN SARAN
PERTANYAAN
NAMA PERTANYAAN