Anda di halaman 1dari 14

Pemicu 2

Blok 10
KELOMPOK 2

Ketua : Keryn Tania Br Damanik (180600084)


Sekretaris : Chairat Umar (180600088)

1. Yolanda Novira Rangkuti (180600007) 11. Khofyfah Adinda (180600091)


2. Lisdianawati Hulu (180600008) 12. Monica Lydia R. B (180600178)
3. Nabila Barizki (180600009) 13. Aliyya Shabrina (180600179)
4. Nadila Salsabila Nasution (180600010) 14. Harfah Rahati (180600180)
5. Jonathan Vincent B. S (180600085) 15. Lutfi Rahmawati (180600181)
6. Sheilla Suhaila Matondang (180600086) 16. Priscillia Sekar Yosuana (180600182)
7. Nur Rahmi (180600089) 17. Aliffia Putri (180600183)
8. Febya Rizki (180600090) 18. Daphne Lim Shen Li (180600242)
9. Luthfiah Yusmarilda (180600011) 19. Hani Adlina (180600243)
10.Andani Sukma (180600012) 20. Isra Miranda (180600051)
Kenapa ada benjolan di gusi
anakku...
Nama Pemicu
Ami Angela Harahap, drg., Sp.KGA, M.Sc.;
Essie Octiara, drg., Sp.KGA.;
Minasari, drg., MM
Narasumber
Selasa, 15 Oktober 2019/
07.30 – 09.30 WIB

Tanggal/Waktu
Skenario
Seorang ibu membawa anak perempuan yang berusia 2,5 tahun ke IKGA FKG USU, datang dengan keluhan gigi
anaknya banyak yang berlubang dan ada benjolan kecil di gusi bagian depan. Dari hasil anamnesis, ibu
memberikan ASI (air susu ibu) dengan frekuensi kapan saja anak mau, dari lahir sampai anak berusia 2 tahun.
Sekarang anak mengonsumsi susu botol lebih dari 4ē sehari. Pemberian ASI dan susu dalam botol yang diberikan
pada malam hari sampai anak bangun pada pagi harinya. Selain pemberian susu dalam botol, anak juga sekarang
minum teh manis dengan menggunakan botol. Ibu mengatakan bahwa enggan menyikat gigi anaknya pada malam
hari sebelum tidur karena anak selalu menangis bila akan dibersihkan giginya. Ibu hanya membersihkan gigi anak
dengan kain kasa pada pagi hari, jarang sampai pada gigi belakang, karena anak akan berontak, menangis keras
dan muntah. Hasil pemeriksaan intraoral menunjukkan:
Gigi 53, 52, 62 karies dentin pada bagian servikal mahkota dan gigi 74,85 karies dentin pada bagian oklusal gigi.
Regio gigi 51,61 dental alveolar abses kronis karena gigi 51, 61 karies mencapai pulpa non vital. Oral higiene
buruk.
Jelaskan jenis karies yang diderita anak ini. 1
Karies yang diderita anak tersebut adalah
karies botol (nursing karies).

karies botol adalah karies yang terjadi pada


anak yang masih sangat muda ditandai
dengan pola tersendiri atau khas berupa karies
yang hebat dan parah pada gigi desidui akibat
pemberian makanan/susu/ASI yang tidak tepat.

Dari Anamnesa :
Kebiasaan anak mengonsumsi ASI Dari Gejala Klinis:
maupun susu botol secara tidak tepat Gigi yang mengalami karies hanya
dan terlalu sering. pada daerah maksila dan poterior
Ibu yang kurang memperhatikan mandibula yakni gigi 51,52, 53, 61,
kebersihan gigi anak. 62, 74, dan 85
Jelaskan etiologi terjadinya karies pada anak ini 2

Faktor lain :
Host
-Pola pengasuhan Ibu
(Lingkungan sosial anak)

- Laju saliva
Waktu Etiologi Bakteri

- Frekuensi menyikat gigi

- Herediter (keturunan)
Substrat

- Sistemik
Jelaskan fungsi gigi dan morfologi anatomi gigi 3
52,51,61,62 dan peran bakteri terjadinya karies
pada kasus tersebut

Berbicara

Estetika

Fungsi Gigi Sulung Alat untuk mengunyah

Memacu Pertumbuhan Rahang

Petunjuk Jalan serta menyediakan


tempat bagi gigi tetap penggantinya
3
Lanjutan……

52
Morfologi Gigi Sulung 62

Insisivus Pertama Rahang Insisivus Kedua Rahang


Atas(51,52,) Atas(61,62,)
 Mahkota mirip insisiv
 Bentuk sama dengan insisiv
pertama tetap tetapi lebih
pertama atas, tapi mahkota
kecil dan lebih gemuk
lebih kecil dan lebih sempit
 Sudut distoinsisal membulat,
 Singulum palatal kurang
sudut mesio insisal lancip
menonjol
 Singulum palatal besar
 Sudut distoinsisal membulat,
 Akar miring kedistal dan
sudut mesioinsisal lancip
kelabial
 Akar tunggal
 Akar runcing, apex tumpul
 Titik kontak dengan gigi
 Mesiodistal dan servikoinsisal
sebelah lebar
mahkota hampir sama
3
Lanjutan……

Peran Bakteri

Bakteri kariogenik akan memfermentasi gula mengahasilkan asam


laktat menurunkan Ph menyebabkan demineralisasi
terjadi karies

Streptococcus mutans
Jelaskan mengapa kondisi rongga mulut anak 4
bisa buruk dilihat dari aspek perilaku orangtua

- Ibu terlalu memanjakan anaknya


- Pemberian ASI/susu botol/ minuman manis lain tidak dilakukan dengan
posisi yang benar
- Perilaku ibu yang membiarkan anak meminum susu selama tertidur
- Ibu yang tidak memberi contoh pada anak untuk menyikat gigi
- Pembersihan gigi pada anak yang tidak tepat
- Pengetahuan ibu yang kurang terhadap kesehatan gigi dan mulut
Jelaskan patogenesis terjadinya dentoalveolar abses
kronis pada regio gigi 51 dan 61
5
Abses dento alveolar merupakan kumpulan pus yang berada pada tulang
alveolar sekitar apeks gigi akibat kematian pulpa.
Abses terjadi karena infeksi dari dua atau lebih kuman patogen. Bakteri dapat
masuk melalui dentin, pulpa yang terbuka, foramen apikal, ligamen periodontal
dan pembuluh darah. Penyebarannya dapat meluas melalui foramen periapikal
ke jaringan periodontal sehingga terjadi inflamasi. Bakteri memperoleh nutrisi dari
pulpa gigi, hasil metabolismenya meluas ke tulang alveolar karena tidak memiliki
jalan keluar untuk eksudatnya. Jaringan disekitar apeks menebal karena adanya
pembengkakan sehingga terjadinya ekstruksi dan kesulitan untuk mengunyah.
Pada abses dentoalveolar kronis biasanya terdapat fistula.

Spesies dominan : Bakteriodes, Fusobacterium, Actinomyces, Peptococcus,


Peptostreptcoccus, Pophyromnas serta Prevotella oralis, Prevotella
melaninogenica, Streptococcus viridans.
Jelaskan hal-hal yang akan terjadi bila keadaan 6
tersebut dibiarkan hingga terjadi kehilangan gigi

Terjadinya pergeseran susunan gigi yang dalam lengkung


rahang. Pergeseran gigi tetangga yang terjadi dapat
menutupi ruang kosong yang ditinggalkan

Gigi tetap lebih cepat/ lebih lambat erupsi karena socket


terisi oleh jaringan fibrous yang kuatsehingga gigi tetap tidak
cukup untuk menerobos jaringan.
Jelaskan upaya pencegahan yang dapat 7
dilakukan pada kasus di atas
- Perhatikan waktu pemberian ASI/susu botol
- Pemilihan makanan yang tepat, hindari gula yang
terlalu berlebihan
- Pemberian ASI/ susu botol harus dalam posisi yang
tepat : duduk atau setengah duduk
- Berikan contoh pada anak untuk rajin menyikat
gigi
- Gunakan sikat gigi dan pasta gigi mengandung
flouride dengan takaran sebesar biji kacang
polong
- Perkenalkan anak pada Dokter Gigi sejak usia dini
(1 tahun)