Anda di halaman 1dari 8

Adiksi (ketergantungan)

• Ketergantungan atau adiksi adalah perasaan


mendapat paksaan yang memerintah perilaku
seseorang yang mengalami ketergantungan
atau adiksi.
• Pada ketergantungan obat, terdapat
kecanduan (craving) hebat obat tertentu. Bagi
orang yang mengalami ketergantungan,
perolehan dan persediaan obat merupakan
hal yang paling penting dibanding dengan
perilaku yang lain.
Obat yang dapat menyebabkan
ketergantungan
• Nikotin
• Alkohol
• Opiat
• Kokain
• Obat tidur (hipnotik)
• Analgesik
• Faktor yang penting yang berperan bagi perkembangan perilaku
adiktif adalah disposisi genetik (A). Pada orang yang bergantung
pada alkohol atau kokain, biasanya ditemukan polimorfisme
tertentu pada gen untuk transporter dopamin (DAT-1). Kelainan
genetik pada alkohol dehidrogenase (ADH) atau asetaldehid
dehidrogenase akan menghambat pemecahan alkohol sehingga
meningkatkan efek toksiknya. Oleh karena itu, efek pada enzim
melindungi terhadap ketergantungan alkohol. Berbagai upaya telah
dilakukan untuk memperoleh penghambatan ALDH secara
farmakologi (dengan desulfiram) untuk memaksa peningkatan
asetaldehid sehingga menghentikan perilaku adiktif melalui efek
toksik asetaldehid (mual, muntah, hipotensi). Karena risikonya yang
tinggi dan keberhasilannya yang relatif terbatas, pendekatan ini
sekarang tidak dipakai lagi.
• Faktor ketergantungan lain yang juga penting
adalah keadaan sosial (A). Jadi, perubahan
lingkungan sosial dapat membuat seseorang
menjadi lebih mudah menghentikan obat-
obatan.
• Ex: tentara, yang menggunakan obat selama
Perang Vietnam tidak lagi mengalami adiksi
setelah mereka kembali ke AS.
Gejala penghentian obat
• Gejala penghentian obat menyebabkan
ketergantungan fisik pada orang yang
mengalami adiksi. Ketergantungan psikologis
terjadi akibat kebutuhan akan efek positif obat
dan/atau ketakutan terhadap gejala
penghentian neurobiologis atau psikologi.
• Jaras dopaminergik mesolimbik dan
mesokorteks tampaknya berperan penting
dalam terjadinya ketergantungan atau adiksi.
Dengan mengaktifkan jaras ini, misalnya
dengan alkohol atau opiat, orang yang
mengalami ketergantungan mencoba untuk
menimbulkan perasaan nyaman atau euforia.