Anda di halaman 1dari 17

Kompetensi perkuliahan

•Memahami sediaan
obat guttae
•Memahami sediaan
potio ( saturasi,
GUTTAE
• Guttae atau obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau
suspense yang jika tidak dinyatakan lain, dimaksudkan untuk obat
dalam.

• Digunakan dengan cara meneteskan larutan tersebut dengan


menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan yang setaara dengan
tetesan yang dihasilkaan penates baku yang disebutkan dalam
farmakope Indonesia (47,5-52,5mg air suling pada suhu 20oC).

• biasanya obat diteteskan ke dalam makanan atau minuman atau


dapat langsung diteteskan ke dalam mulut. dalam perdagangan
dikenal sediaan pediatric drop yaitu obat tetes yang digunakan untuk
anak – anak atau bayi.

• Obat tetes yang digunakan untuk obat luar, biasanya disebutkan


tujuan pemakaiannya, misalnya eye drop untuk mata, ear drop untuk
telinga, dan lain – lain.
Tetes mata

PENGGUNAAN OBAT TETES MATA


FORMULA UMUM

• R/ Zat aktif
Bahan pembantu : Pengawet Pendapar
Surfaktan, Pengisotonis Peningkat
viskositas Anti oksidan, Pensuspensi
Tetes telinga
Penggunaan
• Melepaskan/melunakkan kotoran telinga
• Anti infeksi ringan
• Antiseptik dan anestesi
• Anti radang
• Membersihkan telinga setelah pengobatan
• Mengeringkan permukaan dalam telinga yang
berair
FORMULA UMUM
• R/ Zat aktif
• Bahan tambahan : - pengental
• - pensuspensi (untuk bentuk sediaan suspensi)
• - pengawet
• - antioksidan
• - dll
• Pelarut/ cairan pembawa
• Sediaan hidung adalah cairan berisi satu bahan
obat atau lebih yang digunakan pada rongga
hidung

• efek sistemik atau lokal

• Sediaan hidung sebisa mungkin tidak mengiritasi


dan tidak memberi pengaruh yang negatif pada
fungsi mukosa hidung dan silianya.

• Sediaan hidung mengandung air pada umumnya


Penggunaan OTH :

• Pada umumnya mengandung


zat aktif seperti antibiotik,
sulfonamide, vasokonstriktor,
germisid atau antiseptika dan
lokal anestetika.
Formula
Bentuk larutan Bentuk suspensi
Zat aktif Zat aktif
Antioksidan (bila perlu) Pensuspensi
Pendapar Pengental
Pengisotonis Pendapar
Pelarut Pembawa
Pengental
Next...
POTIO NETRALISASI
POTIO SATURASI
POTIO EFERFESEN
Netralisasi
• Netralisasi adalah obat minum yang dibuat
dengan mencampurkan bagian asam dan bagian
basa sampai reaksi selesai dan larutan bersifat
netral.

• Contoh : solution citratis magnesici, amygdalat


ammonicus.

• Pembuatan: seluruh bagian asam direaksikan


dengan bagian basanya, jika perlu reaksi
dipercepat dengan pemanasan.
Saturatio
• Saturatio adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam
dengan basa tetapi gas yang terbentuk ditahan dalam wadah sehingga
larutan menjadi jenuh dengan gas.

Pembuatan:
• Komponen basa dilarutkan dalam dua per tiga bagian air yang tersedia.
Misalnya NaHCO3 digerus-tuang kemudian masuk botol.

• Komponen asam dilarutkan dalam sepertiga bagian air yang tersedia.

• Dua pertiga bagian asam masuk ke dalam botol yang sudah berisi
bagian basanya, gas yang terjadi dibuang seluruhnya.

• Sisa bagian asm dituangkan hati – hati lewat tepi botol, segera tutup
dengan sampagne knop (berdrat) sehingga gas yang terjadi tertahan di
dalam botol tersebut.
Potio effervescent
• Potio Effervescent adalah saturatio dengan gas CO2
yang lewat jenuh.

Pembuatan:
• Komponen basa dilarutkan dalam dua per tiga bagian air
yang tersedia. Misalnya NaHCO3 digerus-tuang kemudian
masuk botol.
• Komponen asam dilarutkan dalam sepertiga bagian air yang
tersedia.
• Seluruh bagian asam dimasukkan ke dalam botol yang
sudah berisi bagian basanya dengan hati – hati, segera
tutup dengan sampagne knop.
• Gas CO2 umumnya digunakan untuk pengobatan, menjaga stabilitas obat, dan
kadang – kadang dimaksudkan untuk menyegarkan rasa minuman (Corrigensia).

Hal – hal yang perlu diperhatikan untuk sediaan Saturatio dan


Potio Effervescent adalah :
• Diberikan dalam botol yang tahan tekanan (kuat), berisi kira – kira Sembilan
persepuluh bagian dan tertutup-kedap dengan tutup gabus atau karet yang rapat.
Kemudian diikat dengan sampagne knop.

• Tidak boleh mengandung bahan obat yang tidak larut, karena tidak boleh dikocok.
Pengocokan menyebabkan botol menjadi pecah, karena berisi gas dalam jumlah
besar yang menimbulkan tekanan.

Penambahan bahan – bahan yang dilarutkan ke dalam


bagian asam adalah:
• Zat netral dalam jumlah kecil. Jika jumlahnya banyak, sebagian dilarutkan ke dalam
bagian asam dan sebagian lagi dilarutkan ke dalam bagian basa sesuai
perbandingan jumlah airnya.
• Zat – zat mudah menguap.
• Ekstrak dalam jumlah kecil dan alkohol.
• Sirop.
Zat – zat yang dilarutkan ke
dalam bagian basa:
• Garam dari asam yang sukar larut, misalnya
Na-salisilat.
• Jika saturatio mengandung asam tartrat,
garam – garam kalium dan ammonium harus
ditambahkan ke dalam bagiaan basanya, jika
tidak, akan terbentuk endapan kalium atau
ammonium dari asam tartrat.
Untuk melihat berapa bagian asam atau basa yang
diperlukan dapat melihat table penjenuhan (saturatio dan
netralisasi) dalam farmakope Belanda V berikut ini.
Untuk 10 bagian Asam Asam asetat Asam sitrat Asam salisilat Asam
amigdalat encer tartrat

Ammonia 8,9 58,8 4,1 8,1 4,41


Kalium karbonat - 144,7 10,1 20,0 10,9
Natrium karbonat - 69,9 4,9 9,7 5,2
Natrium 18,1 119,0 8,3 16,4 8,9
bikarbonat
Ammonia Kalium karbonat Natrium Natrium
karbonat bikarbonat

Asam amigdalat 11,2 - - 5,5

Asam asetat 1,7 0,7 1,43 0,84


encer

Asam sitrat 24,0 9,9 20,4 12,0

Asam salisilat 12,3 5,0 10,4 6,1