Anda di halaman 1dari 12

Definisi


Osteosarkoma adalah tumor tulang
ganas yang biasanya berhubungan
dengan periode kecepatan pertumbuhan
pada masa remaja. Osteosarkoma
merupakan tumor ganas yang paling
sering ditemukan pada anak-anak. Rata-
rata penyakit ini terdiagnosis pada umur
15 tahun.
Etiologi

Penyebab osteosarkoma secara umum tidak diketahui.
Osteosarkoma yang tidak diketahui penyebabnya merupakan
osteosarkoma primer, sedangkan osteosarkoma sebagai akibat keadaan
lainnya merupakan osteosarkoma sekunder. Osteosarkoma sekunder
misalnya terjadi pada penderita Paget disease, dysplasia fibrosa, radiasi
ionisasi eksternal atau adanya riwayat makan atau terpapar zat radioaktif.
Dikatakan beberapa virus dapat menimbulkan osteosarkoma pada hewan
percobaan. Radiasi ion dikatakan menjadi 3% penyebab langsung
osteosarkoma, begitu pula alkylatingagent yang digunakan pada kemoterapi
(Errol, 2005).

Adapun faktor predisposisi yang dapat menyebabkan
osteosarcoma antara lain:
1. Trauma
2. Ekstrinsik Karsinogen
3. Karsinogenik Kimia
4. virus
5. Keturunan (genetik)
Patofisiologi

Adanya tumor pada tulang menyebabkan jaringan lunak diinvasi oleh sel tumor.
Timbul reaksi dari tulang normal dengan respon osteolitik yaitu proses destruksi atau
penghancuran tulang dan respon osteoblastik atau proses pembentukan tulang. Terjadi
destruksi tulang lokal. Pada proses osteoblastik, karena adanya sel tumor maka terjadi
penimbunan periosteum tulang yang baru dekat tempat lesi terjadi, sehingga terjadi
pertumbuhan tulang yang abortif.
Tumor ini tumbuh di bagian metafisis tulang panjang dan biasa ditemukan pada
ujung bawah femur, ujung atas humerus dan ujung atas tibia. Secara histolgik, tumor
terdiri dari massa sel-sel kumparan atau bulat yang berdifferensiasi jelek dan sring dengan
elemen jaringan lunak seperti jaringan fibrosa atau miksomatosa atau kartilaginosa yang
berselang seling dengan ruangan darah sinusoid. Sementara tumor ini memecah melalui
dinding periosteum dan menyebar ke jaringan lunak sekitarnya; garis epifisis membentuk
terhadap gambarannya di dalam tulang.
Klasifikasi

1. Osteosarkoma Klasik
2. Osteosarkoma hemoragi atau telangektasis
3. Parosteal Osteosarkoma
4. Osteosarkoma Sekunder
5. Osteosarkoma Intrameduler derajat rendah
6. Osteosarkoma akibat radiasi
7. Multifokal Osteosarkoma
Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis pada pasien dengan Osteosarkoma menurut
Smeltzer Suzanne C (2001) adalah sebagai berikut :
a) Nyeri pada ekstremitas yang terkena (biasanya menjadi
semakin parah pada malam hari dan meningkat sesuai
dengan progresivitas penyakit).
b) Pembekakan pada atau di atas tulang atau persendian serta
pergerakan yang terbatas
c) keterbatasan gerak
d) kehilangan berat badan (dianggap sebagai temuan yang
mengerikan).

d) Masa tulang dapat teraba, nyeri tekan, dan tidak bisa di
gerakan, dengan peningkatan suhu kulit diatas masa dan
ketegangan vena.
e) Kelelahan, anoreksi dan anemia.
f) Lesi primer dapat mengenai semua tulang, namun tempat
yang paling sering adalah distal femur, proksimal tibia, dan
proksimal humerus
g) Gejala penyakit metastatik meliputi nyeri dada, batuk,
demam, berat badan menurun dan malaise.
Pemeriksaan penunjang

1. Pemeriksaan Radiologi
2. Pemeriksaan Laboratorium
3. Biopsi
4. Biopsi terbuka
Komplikasi

Komplikasi yang dapat timbul,antara lain gangguan produksi anti-
bodi,infeksi yang biasa disebabkan oleh kerusakan sumsum tulang yang
luas dan merupakan juga efek dari kemoterapi,radioterapi,dan steroid
yang dapat menyokong terjadinya leucopenia dan fraktur
patologis,gangguan ginjal dan system hematologis,serta hilangnya
anggota ekstremitas.Komplikasi lebih lanjut adalah adanya tanda – tanda
apatis dan kelemahan.
Penatalaksanaan

1. Tindakan Medis
a. Pembedahan secara menyeluruh atau amputasi
b. Kemoterapi
c. Radiasi
d. Analgesik atau tranquiser
e. Diet tinggi protein tinggi kalori
2. Tindakan Keperawatan
a. Manajemen nyeri
b. Mengajarkan mekanisme koping yang efektif
c. Memberikan nutrisi yang adekuat
d. Pendidikan Kesehatan

TERIMA KASIH 